
Istana Al Jordan Dubai UAE
Para sepupu pria Garvita langsung menyalami Gabriel yang menjadi bagian dari keluarga besar mereka. Meskipun sudah mengenal Gabriel cukup lama bahkan mereka membantu saat pria itu diincar oleh mantan rekan kerja kedua orangtuanya, tapi menjadi official suami dari saudara perempuan mereka membuat semakin dekat hubungan mereka.
"Akhirnya official menjadi anggota keluarga ya Gab" senyum Luke sambil menepuk bahu sepupu iparnya.
"Alhamdulillah" ucap Gabriel. "Setelah hampir sepuluh tahun bersama Garvita."
"Kalian pacaran paling lama deh. Kalau Ara sama Arka nggak usah dihitung! Soalnya Ara doang yang menganggap Arka jodoh dia!" gelak Valentino.
"Tapi tetap saja jodoh nggak lari kemana ya Ka?" goda Romeo.
"Gimana mau lari? Ara tahu kode GPS aku dan tahu aku tidak mungkin berpisah dengan dompet kesayangan." Arkananta pun manyun.
Semua sepupunya tertawa mendengar ucapan putra tunggal Bimasena itu.
"Gab, no malam pertama ya" goda Gasendra.
"I know. Autodrome sudah kalian booking kan?" kekeh Gabriel.
"Aku suka kalau mantennya paham dengan segala situasi dan kondisi" cengir Sean. "Koleksi kalian sudah bertambah lagi?" tanya raja Belgia itu ke arah para Emir Dubai.
"Bang Sean lihat saja sendiri nanti malam" seringai Radhi dengan wajah sombong.
"Dasar!" umpat Sean yang mendapatkan tepukan di bahu oleh Dante Mancini.
"Kamu tahu sendiri anak Dubai kan cars enthusiast macam mertuanya Antonio." Dante melirik ke arah Antonio.
"Hei, papa Rama kan memang punya showroom, beda lah! Lha kalau anak Dubai itu dikoleksi, digeber ngebut, kebaret bodo amat!" balas Antonio Bianchi yang menikah dengan Savrinadeya putri Rama McCloud.
"Eh kok kita pada ghibah! Tuh rekan bisnis pada datang. Ayo sambut mereka semua. Rekan bisnis, bukan agen Federal" kerling Gasendra yang membuat para pria tampan itu terbahak.
Para generasi keenam pun menghampiri para kolega dan rekan bisnis yang diundang oleh Ayrton Schumacher dan Enzo Al Jordan.
***
Garvita pun dikerumuni oleh para sepupu perempuannya yang heboh mendengar mas kawin emas 23 kg. Sesuatu yang belum pernah terjadi di semua generasi klan Pratomo.
"23 kilo? 23 kilo?!" ucap Sakura heboh. "Wah, keren! Sangat out of the box!"
"Tapi tetap saja tidak ada yang mengalahkan Opa Buyut Elang" ucap Nadira. "Kastil lho! Yang dipakai Opa Arjuna sekarang. Itu kastil McCloud jadi mas kawin buat Oma buyut Rain Reeves." ( Baca Elang Untuk Rain ).
"Iya deh yang cicitnya Opa Elang Jawa" balas Blaze Bianchi judes. Nadira hanya tersenyum manis ke sepupu nya yang memang dikenal judes.
"Nanti malam tampaknya nggak bakalan ada acara unboxing deh, soalnya Radhi bilang bakalan pada balapan di Autodrome. Radhi dan Oom Enzo sudah sewa buat acara nanti" lapor Raine.
"Lha? Sempat booking?" tanya Zinnia. "Alamat daddynya triple A bahagia dong!"
"Sekali-kali mbak, anggap saja healing setelah Hongkong" celetuk Raveena.
"Eh iya, Lila, beneran tuh baby nya Oma Sabine buat kamu?" tanya Leia.
"Iya mbak. Baby diwariskan ke aku" senyum Kalila bangga. "Mas Sendra manyun tapi Oma Sabine tetap pada pendiriannya."
"Kalau aku rasa, kenapa Oma Sabine memilih Lila dibandingkan Sendra itu karena satu, Lila cewek dan lebih persisi menembak nya dibandingkan Sendra. Aku tahu karena dulu waktu latihan menembak, Sendra lebih emosional dibandingkan Lila" ucap Zinnia. "Lagipula Lila lebih punya jiwa sniper dibandingkan Sendra yang sedikit terburu buru mengambil keputusan untuk menembak."
"Bisa jadi sih Zee, soalnya waktu di Hongkong sudah terbukti kan? Eh si Jayde gimana lengannya?" tanya Blaze.
"Katanya sudah kering kok" sahut Apsarini yang menyempatkan diri datang karena Garvita yang menikah.
"Kamu baik-baik saja kan Sari?" Garvita merangkul Apsarini.
"Hei, aku keturunan Neville dan harus strong lah seperti kakak-kakak aku!" senyum Apsarini. "Maaf ya mbak Mintang kalau aku sudah membuat kacau..."
"It's okay Sari. Toh sudah lewat juga dan aku juga sudah bahagia kok" senyum Gemintang sambil menatap lembut ke adik sepupunya itu.
"Kapan kamu dan Raj meresmikan?" tanya Nadira.
"Habis dari Dubai, insyaallah kami ke Mumbai bertemu dengan mantan mertuaku. Dan dari situ bisa ditentukan kapan aku dan Arjun akan meresmikan hubungan kami." Wajah Gemintang tampak berbinar binar sangat berbeda saat bersama Krisna.
"Iya! Kayaknya seru kalau ala India" sahut Kalila.
"Wong belum make sure kok sudah pada heboh pakai sari? Tuh Si Sari mau dipakai? Yang benar saja!" goda Juliet sambil menunjuk ke arah Apsarini yang hanya tersenyum.
"Sari baju, mbak Jules! Bukan Sari Apsarini" protes Raine.
Garvita hanya menggelengkan kepalanya mendengar kerusuhan para sepupu perempuannya seperti melupakan kejadian kelam di Hongkong. Gadis itu bersyukur Kalila sudah bisa tertawa lagi setelah sebelumnya dia tahu kalau adik sepupunya itu mengalami PTSD.
***
Bangunan Dua Lantai Milik Emir Al Jordan dan Al Azzam
Usai ibadah Maghrib, semua generasi keenam dengan menggunakan mobil yang ada di garasi milik keluarga Al Jordan, menuju bangunan yang luasnya hampir sebesar hangar pesawat yang terletak sekitar 20 kilometer dari Istana Al Jordan dan lima kilometer dari Autodrome Circuit.
Bangunan lama yang dulu dipakai untuk tempat koleksi milik keluarga Emir, sudah diganti dengan tempat baru ini. ( Baca The Four Emirs ).
Omar Zidane yang diundang oleh Ayrton pun, hanya bisa melongo melihat mewahnya bangunan itu lengkap dengan penjaga disana.
"Wow" gumam Omar.
"Welcome to Dubai. Dimana kamu bisa membangun macam-macam gedung" senyum Nelson.
"Ayo masuk" ajak Radhi ke semua sepupunya dan saat mereka di dalam, para pria tampan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Kamu itu koleksi atau buka showroom, Sendra? Ken? Radhi? Damian?" tanya Luke sambil melihat-lihat koleksi adik-adiknya.
"Lho itu sebagian besar koleksi klasik bang. Kita cuma nambah dikit saja" jawab Damian kalem.
Ferarri, Lamborghini, McLaren P1
Bugatti Veyron
"Damn! Bugatti ku pun ada?" celetuk Dante.
"Adalah! Silahkan kalian pilih. Kunci sebelah sana" ucap Radhi sambil menunjuk lemari kaca anti peluru dan pecah lengkap dengan kunci canggih yang sedang dibuka oleh Gasendra.
Omar, Raj dan Alexis hanya bisa terbengong-bengong melihat bagaimana dengan santainya para generasi keenam memilih kunci mobil yang diincarnya.
"Ayolah kalian bertiga, jangan malu-malu! Pilih mau yang mana. Kuncinya ada semua disana dan bensin full all of it!" Radhi mendorong ketiganya menuju lemari kunci.
"Rad, kalau penyok gimana?" tanya Alexis.
"Apa gunanya bengkel FH Custom disini?" seringai Radhi mengingat bengkel milik Radyta Yung ada cabang di Dubai kerjasama dengan Enzo dan dirinya.
"Damn aku lupa!" umpat Alexis.
"Ini serius Radhi?" tanya Raj Rao. "Pakai yang mana saja?"
"Serius! Pilih saja sendiri!" ucap Radhi meyakinkan.
Raj dan Omar saling berpandangan. Emir Dubai memang beda!
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaeeesss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️