My Bodyguard Is My Boyfriend

My Bodyguard Is My Boyfriend
Bertemu Gabriel



Kediaman McCloud London Inggris


Garvita menatap wajah ayahnya dari panggilan video dengan perasaan lega luar biasa mendengar pengawalnya baik-baik saja.


"Sekarang bocah nakal itu dimana Papa? Suruh dia pulang!" tanya Garvita gemas.


"Bocah nakal itu masih harus menyelesaikan misinya..."


"Misinya itu pulang dan mengawal aku!" sungut Garvita dengan nada kesal. "Awas kalau besok pulang! Habis dia!"


Eagle dan Damian yang mendengar adik mereka ngamuk hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Dasar cucunya Oma Sabine. Dam, gue gak kebayang kalau baby-nya Oma diwariskan ke Garvita. Bisa bolong berapa banyak kepala orang yang bikin dia jengkel" kekeh Eagle.


"Memang baby-nya Oma Sabine disimpan Opa Karl dimana sih?" tanya Damian yang Saban bertanya hanya diberikan kedikan bahu oleh Opa Karl dan Opa Reyhan.


"Papa, rencana si Gabriel apa ?" tanya Garvita penasaran membuat dua pria tampan disana pun ikutan kepo.



"Ingat pas Raveena mencium si Harland? Racun itu yang akan dipakai..." seringai Ayrton.


"Astaghfirullah Oom. Racun ikan buntal ala-ala itu? Mau dipakai buat siapa Oom?" tanya Eagle.


"Dua agen CIA yang kamu temui dan dua agen ABIN yang ditodong Damian."


"Benar kan feeling aku! Dua agen itu siapa namanya... Eduardo Palemo dan Garcia Ruben... bukan orang beres! Memang mereka tidak tahu Gabriel dimana dan itu satu-satunya hawa jujur yang aku rasakan." Damian menatap dua sepupunya dan Ayrton.


"Pa, apa Oom Benji tidak bisa melacak Gabriel?"


"Garvita, meskipun Benji tahu, tapi tetap saja bakalan tidak akan kasih tahu kamu!" kekeh Ayrton yang semakin membuat Garvita manyun.


Awas kalau ketemu! Gue Jambak rambutnya, tendang tulang keringnya, bogem mukanya, banting sekalian!


***


Gedung Jang Corp Poughkeepsie NY


"Kamu benar V! Siapa yang menyusun bukti-bukti hingga dua tahun kemarin kalau bukan orang dalam Kartel?" Bayu menatap semua buku besar yang terpampang di layar MacBook.


"Mas Bayu, dua tahun lalu... tunggu, gegeran Turin itu kapan?" tanya Valentino.


"Gegeran Turin itu tiga tahunan kayaknya... Kenapa V?" tanya Arka.


"Harland Rochester dibawa siapa? Maksudku kartel mana?"


Bayu menepuk jidatnya. "Dia dibawa kartel Brazil dan Colombia... Tapi disini buku besarnya milik kartel Brazil."


"Mas Bayu, gimana kalau Harland Rochester tidak mati tapi malah membangun kerajaan narkoba nya di Rio de Janeiro dengan nama lain." Valentino menatap horor ke kedua sepupunya. "Dia tetap menjadi Kungkang..."


"Kingpin, Valet parkir! Kungkang mah Shinchan!" hardik Bayu gemas.


"Nah itu!" Valentino tampak berpikir. "Tapi ini kan baru teorinya."


"Tapi dari teori itu bisa kejadian" ucap Arka.


Suara ponsel Valentino berbunyi membuat pria itu mengangkatnya. "Ya papa macan, assalamualaikum."


"Ka, omongan V ada benarnya. Kok aku nggak kepikiran ya?" gumam Bayu.


"Jadi benar kan pa? Teori aku sama dengan teori papa? Iya pa... Nanti aku sampaikan ke Oom Benji." Valentino mematikan panggilan dari Hoshi. "Papa macan sama teorinya denganku."


"Kita lakukan panggilan zoom." Bayu lalu menghubungi semua keluarganya yang terlibat melalui jalur aman hanya milik keluarga Pratomo yang dulunya dirintis oleh Bryan Smith senior, lalu diperkuat oleh Joshua Akandra, Abian Smith, Bryan Smith junior dan sekarang Benjiro Smith.


***


Perbatasan Texas - Mexico, Kota Juarez Mexico


Gabriel menunggu di sebuah coffee shop di kota Juarez Mexico yang dekat dengan keluarnya pintu tol perbatasan. Pria yang sudah menghilang hampir tiga Minggu dari London itu, tampak berantakan dengan rambut gondrong dan brewok di wajahnya ditambah bajunya yang hanya jaket dan Hoodie lusuh.


Orang tidak akan mengenali Gabriel Luna yang dikenal rapi dan Dandy tapi kini berubah menjadi pria amburadul.



Gabriel memainkan ponselnya sambil menyesap kopinya sampai ada suara pintu cafe terbuka dan tampak sepasang pria dan wanita dengan menggunakan masker masuk.


Gabriel memberikan kode kepada pasangan itu untuk datang ke tempatnya dia duduk dimana letaknya berada di pojok.


"Ya ampun Gabriel!" pekik Jang Geun-moon dengan nada tertahan melihat dandanan pengawal keponakannya. "Ini kalau Garvita lihat, tidak pakai gunting rambut yang dia bawa tapi gunting rumput buat potong rambut kamu!"


Benji hanya terkekeh mendengar Omelan istri jeniusnya. "So, Gab. Seru kucing-kucingan?"


"Sejujurnya... iya" cengir Gabriel yang langsung mendapatkan keplakan di kepala oleh Jang Geun-moon.


"Sembarangan!" hardik mama dari Giordano itu. "Mana orang yang memberikan semua barang bukti kartel?" bisik wanita berdarah Korea Selatan itu.


"Dia akan datang sebentar lagi... Nah itu dia."


Dari belakang cafe muncul seorang pria berusia sepantaran Benji dengan dandanan sama berantakannya dengan Gabriel.


"Senang melihat anda kembali Mr Smith" senyum pria itu sambil mengulurkan tangannya ke Benjiro.


"Jubal?" Benjiro membalas uluran tangan pria itu.


"Anda benar Mr Smith."


"Tapi bagaimana bisa... Astagaaa! Isobel bilang kamu MIA ( Missing In Action )!"


Jubal hanya tersenyum. "Saya ceritakan semuanya Mr Smith."


Jubal Valentine adalah seorang Special Agent dari FBI yang dikirim untuk melacak aliran narkoba dari Harland Rochester bersama dengan tiga agen CIA dan dua agen ABIN. Namun saat peristiwa pembunuhan agen CIA Stephanie James dan agen ABIN Juan Pablo Luna terjadi, Jubal menghilang. Banyak orang mengira pria itu tewas atau memang tidak mau dilacak hingga FBI menyatakan dirinya MIA.


Benji hanya tahu Jubal dari fotonya saat membantu Isobel De Garza dan tim FBI yang dikirim ke Turin. Benji adalah orang yang jarang melupakan wajah seseorang apalagi berkaitan dengan kasus yang ditangani.


"Jadi kamu tetap masuk kartel demi mencari tahu siapa pembunuh Juan Pablo dan Stephanie James?" tanya Benji.


"Benar. Saya tidak berani menghubungi Isobel maupun Omar Zidane karena posisi saya yang MIA. Lagipula, saya masih mencari semua barang bukti termasuk buku besar yang dimiliki kartel."


"Bagaimana kamu tahu aku dan Gabriel?" tanya Benji.


"Saya masih bisa mengikuti berita FBI apalagi anda dan Mrs Smith dikenal sebagai rekan bisnis law enforcement."


"Siapa kontak kamu di biro?"


"Tidak ada mrs Smith."


"Barang bukti itu?" tanya Benji.


"Setelah kalian menangkap Harland Rochester dan diserahkan kepada kartel, saya rasa sudah cukup dengan bukti-bukti yang ada. Saya datangi rumah Juan Pablo Luna yang tidak akan pernah dijual karena CIA maupun ABIN masih berharap Gabriel kembali ke rumahnya dan mendapatkan bukti-bukti dari kedua orangtuanya. Sayangnya, bukti-bukti itu diserahkan semuanya ke saya karena Juan Pablo Luna memergoki sesuatu. Dan seminggu sebelum terbang ke Dubai, menyerahkan sebuah flashdisk yang didalamnya terdapat foto-foto dua rekannya mendapatkan uang dari kartel Brazil." Jubal menatap pasangan Mr and Mrs Smith itu.


"Karena Harland sudah dibawa kartel, kamu beranggapan bahwa semua sudah selesai dan memberikan bukti itu agar ditemukan CIA... begitu?" tanya Benji.


"Iya tapi ternyata saya salah. Dua rekan Stephanie pun sama. Jadi saya berharap mereka tidak menemukan bukti-bukti itu...hingga dua tahun saya menunggu..."


"Sampai ditemukan oleh Valentino..." gumam Benji.


Jubal mengangguk.


"Jadi, bagaimana kalian bisa bersama?" tanya Geun-moon ke Jubal dan Gabriel.


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️