
London, Inggris
Garvita dan Gabriel menjalani rutinitas seperti biasa, membuat keduanya semakin dekat, semakin care satu sama lain membuat Sakura dan Eagle yang melihat kemesraan keduanya, senang dengan keadaan mereka.
Apalagi bagaimana masa lalu Gabriel yang sangat mengenaskan karena sikap serakah para rekan agen orangtuanya hingga membuat Gabriel terlibat sampai menyeret keselamatan Garvita.
"Kalian kapan mau meresmikan hubungan?" goda Eagle saat mereka makan malam bersama.
"Aku kan lulus akhir tahun ini jadi... tergantung Gabriel kapan mau mengahadap papa" kerling Garvita ke kekasihnya.
"Jangan lama-lama Gab, lihat Juliet dan Romeo. Mereka pacaran lama dan semakin bahagia setelah menikah" goda Sakura.
"Iya Sakura. Aku masih menunggu Garvita selesai kuliah dan mungkin kita akan bekerja di Dubai."
"Kamu akan bekerja sebagai apa Gab?" tanya Eagle.
"Tuan Ayrton meminta saya menjadi pelatih pengawal Al Jordan."
"Bagus lah, tidak jauh-jauh dari kemampuan kamu dan dekat dengan Garvita. Kamu jadi bekerja di divisi desain AJ Corp?" tanya Eagle.
"Jadi mas. Mas Sendra sudah minta banyak portofolio buatanku dan banyak yang diterima. Alhamdulilah..." jawab Garvita.
Eagle dan Gasendra serta para sepupu lainnya, sangat menjunjung keprofesionalan. Meskipun itu saudara sendiri, tapi soal pekerjaan mereka tidak melihat siapa kamu. Juliet dan Arka bisa masuk PRC Group karena kwalitas masing-masing meskipun memiliki jatah karena salah satu ahli waris tapi Freya dan Arimbi mengetes mereka dari bawah seperti saat dulu dididik oleh Javier dan Davina.
Begitu juga dengan Gasendra yang memang kompeten dalam memimpin seperti halnya sang papa Ayrton dan sang Opa buyut Sena Al Jordan dan opa Karl Schumacher. Darah Jerman yang mengalir di Gasendra dan Garvita, membuat mereka menjadi orang yang straight dalam pekerjaan.
"Mas Sendra pasti melihat bareng Oom Ayrton" kekeh Sakura.
"Iyalah Sakura. Keputusan tertinggi kan masih di tangan papa meskipun mas Sendra sudah mulai mengambil alih pekerjaan papa dikit - dikit" senyum Garvita.
"Kayaknya sepupu kita yang paling mbalelo itu memang Dewa deh! Kalau Oma Savitri masih ada, bisa habis tuh anak dihajar!" gelak Eagle. "Secara kan Oma Savitri guru bimbingan konseling. Katanya Opa Nathan, galaknya naudzubillah..."
"Masa sih mas?" tanya Garvita yang mengingat wajah Oma buyutnya yang cantik dan cerdas.
"Iya kok Gar. Ini mas Shin kan Nemu catatan keluarga dari generasi kedua hingga generasi kita, ada folder khusus Oma Savitri dan Opa Jaehyun." Sakura meminta pada Shinichi untuk memberi link milik keluarganya dan folder tentang Savitri via MacBook nya.
"Siapa yang buat Sakura?" tanya Eagle yang baru tahu.
"Opa Joshua, Opa Abian terus dilanjutkan Opa Bryan, Opa Levi dan Oma Josephine, sekarang dilanjutkan sama Oom Hoshi, Oom Luca, Oom Benji dan Tante Geun-moon. Generasi keenam sama bang Lukie dan mas Bayu" jawab Sakura.
"Kok mas Bayu nggak cerita?" tanya Eagle.
"Lha isinya aib kita semua mas" gelak Garvita.
"Huweeee? Lha kacau deh..." gerutu Eagle.
"Nah ini folder punya Oma Savitri" seru Sakura. Tiga saudara sepupu itu dan Gabriel lalu membaca tentang Savitri Pratomo dari MacBook Sakura.
"Beneran deh, kalau Oma masih ada, habis si Dewa kena hukuman digundul..." gumam Eagle.
"Oma Savitri gualake minta ampun ya tapi kok Opa Jaehyun tabah sama pacar depan rumah..." kekeh Garvita.
"Enak ya pacaran depan rumah, tinggal nyebrang..." celetuk Sakura.
Semua di meja makan terbahak saat Abian menuliskan tentang Herman yang patah anunya hingga Savitri bergidik. ( Baca Guruku Bar-bar Sekali chapter Patah Chuy ).
"Dewa salah blueprint, macam Shinchan lah!" balas Eagle.
"Eh Gar, beneran tuh trio kampret dilarang masuk Belgia? Terutama kakak aku?" tanya Sakura.
"Beneran. Bang Sean kemarin kata mbak Zee sampai gemas sama Arsya yang mencoba tiga phase ala trio kampret."
"Memang Arsya nakal apalagi?" tanya Eagle.
"Arsya ceritanya belain teman sekolah nya yang dinakali oleh anak lain. Tapi Arsya is Arsya yang mendapatkan didikan dari trio Oomnya harus membela anak perempuan. Ndilalah yang dinakali sama temannya anak cewek, eh berantem deh. Jadi tajuk ramai 'Pangeran Belgia meninju cucu menteri perdagangan Belgia'. Kacau kan?" kekeh Garvita.
"Terus Arsya?"
"Mbak Zee kan ke sekolah nya Arsya terus yang bersangkutan dengan kasus itu ditanya ditambah rekaman CCTV juga ada. Ya Arsya salah nggak salah. Akhirnya Arsya sama anak itu saling salaman minta maaf. Tapiiii di rumah, Bang Sean menegurnya supaya jangan ikutan panasan. Mulai dong Arsya mendrama tiga phase. Tambah nyolot deh bang Sean pas tahu siapa yang ngajarin..." gelak Garvita yang diikuti oleh tiga orang disana.
"Ya ampun Arsya... Tapi memang deh mereka itu sampai membuat juklak how to teach Arsyanendra become a gentleman" kekeh Sakura.
"Serius?" seru Eagle, Garvita dan Gabriel.
"Serius! Disimpan mas Shin di lacinya. Aku pernah lihat dan baca. Sebenarnya bagus sih ajarannya hanya saja cara mengimplementasikan nya sangat overrated khas mas Shin ..."
"Kakakmu itu antara jenius dan menyebalkan sangat beda tipis!" gerutu Eagle.
***
Dua hari kemudian Garvita dan Gabriel memutuskan untuk melakukan traveling ke Manchester apalagi Tante Natasha Neville dan Oom Taufan Abisatya mengajak keponakannya main ke kota yang merupakan markas tim sepak bola Manchester United dan Manchester City. Apalagi Oom mereka yang lain, Tristan Neville adalah mantan pemain klub Manchester United.
"Salam ya buat keluarga Neville di Manchester" ucap Eagle yang memilih tinggal di London. Sakura sendiri menolak ikut karena masih ada latihan vokal untuk ujian praktek.
"Oke mas Eagle." Garvita dan Gabriel memutuskan melakukan perjalanan dengan mobil daripada dengan kereta karena bisa mampir - mampir. Perjalanan dengan mobil dari London menuju Manchester memakan waktu sekitar 4 jaman dan bisa lebih karena Garvita ingin menikmati perjalanan.
"Kalau ada kesempatan nonton MU, nonton saja. Kayaknya mereka akan ada pertandingan home deh Minggu ini" lanjut Eagle lagi.
"Oke." Garvita dan Gabriel memutuskan berangkat usai sholat Jumat dan memperkirakan akan sampai ke kota Manchester menjelang malam.
"Kami pergi dulu" pamit Garvita sambil memeluk Eagle.
"Jangan ngebut Gab. Santai saja" senyum bungsu Rajendra McCloud itu.
"Of course E. Kami berangkat dulu. Assalamualaikum" pamit Garvita dan Gabriel bersamaan sebelum masuk ke dalam mobil mereka.
"Wa'alaikum salam." Eagle menunggu sampai mobil warna biru tua itu pergi keluar gerbang kediaman McCloud.
Setelahnya, Eagle pun masuk ke dalam mobilnya untuk menuju McC Custom.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️