Mr. Arrogant Vs Noisy Girl

Mr. Arrogant Vs Noisy Girl
BAB 55 Terapi Ciuman??



Jantung Chika berdegup dengan sangat kencang, luma...tan bibir Zidni membuatnya merasakan desiran hangat dalam tubuhnya. Lima menit bibir Chika terbungkam oleh bibir Zidni. Zidni kemudian melepaskan pagutannya. Ia menatap wajah Chika.


''Maafkan aku.'' Ucap Zidni lembut. Chika hanya diam dan mematung di pangkuan Zidni.


''Saat kejadian di Jepang, saat sakit kepalaku muncul dan tidak sengaja bibir kita berciuman, sakit kepalaku perlahan mereda dan aku menemukan ingatanku kembali. Ingatan yang biasanya acak dan tidak jelas, perlahan tampak jelas. Sekali lagi maaf.'' Ucap Zidni.


''Tuan bisa melakukannya jika kepala Tuan terasa sakit. Aku mau berbagi rasa sakit itu. Aku tidak ingin Tuan pingsan dengan waktu yang begitu lama seperti waktu itu.'' Ucap Chika dengan menatap dalam manik mata Zidni. Zidni merasakan debaran jantungnya tidak karuan saat Chika menatapnya. Kali ini Chika tidak bisa lagi menahan perasaannya. Chika berusaha menahan perasaan dan gairahnya namun akhirnya tidak mampu untuk ia bendung. Chika sangat merindukan sentuhan dan belaian dari suaminya. Chika terbawa perasaan, kedua tangannya menangkup wajah Zidni dan Chika berbalik mencium bibir Zidni. Zidni terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Chika. Tidak menyangka Chika akan melakukan itu. Bukannya menolak, Zidni justru membalas ciuman lembut Chika. Dan keduanya kini benar-benar saling berciuman satu sama lain dengan mata saling terpejam. Zidni mulai larut dengan perasaannya. Sampai akhirnya dering ponsel Zidni membuyarkan kemesraan itu. Chika bersikap seolah ia baru tersadar.


''Tuan, maafkan saya. Tidak seharusnya saya melakukan itu. Saya pikir anda suami saya karena wajah kalian memiliki kemiripan. Saya terbawa suasana.'' Chika kemudian turun dari pangkuan Zidni sambil merapikan kembali pakaiannya. Bukannya mengangkat telepon, Zidni justru menarik tangan Chika kembali sampai Chika jatuh ke pangkuannya.


''Tuan, apa yang anda lakukan?''


''Lupakan suamimu dan lihatlah aku.'' Ucap Zidni.


''Maksud Tuan?''


''Sepertinya aku mulai jatuh cinta padamu, Chika.'' Ucap Zidni.


GUBRAK!!!! Ternyata itu hanyalah khayalan Zidni. Khayalan Zidni, berharap jika Chika berbalas memeluknya. Namun yang ada Chika menampar Zidni. PLAK!


''Tuan, ini pelecehan.'' Teriak Chika. Seketika Zidni tersadar dari lamunannya.


''Ma-maafkan aku. Aku hanya berusaha meredam sakit kepalaku.'' Ucap Zidni tergagap. Chika pun langsung turun dari pangkuan Zidni. Tentu saja Chika ingin sekali membalas ciuman itu tapi bukan disaat seperti ini. Paling tidak momen yang Chika tunggu adalah saat Zidni menyatakan perasaan cinta kepada dirinya.


''Apa? Sakit kepala? Memang sakit kepala bisa diredakan dengan ciuman apa? Wah, anda mesum sekali, Tuan.''


''Ya... karena waktu di Jepang kita tidak sengaja berciuman, rasa sakit kepalaku hilang dan puzzle ingatanku muncul secara teratur.''


''Pasti anda hanya modus saja kan? Itu tidak masuk akal, Tuan.'' Chika pura-pura marah dan kesal padahal sebenarnya Chika sangat senang. Bertahun-tahun ia merindukan sentuhan suaminya


''Ta-tapi itu yang aku rasakan. Sakit kepalaku hilang dan aku menemukan puzzle ingatanku lagi.''


''Memang apa yang anda ingat?''


''Aku di dalam taksi sedang mengobrol dengan seseorang. Aku memanggilnya sayang. Hanya itu saja. Kalau terapi ciuman ini efektif memulihkan ingatanku, aku akan membayarmu mahal.''


''Apa? Tuan membayar ciumanku? Oh, tidak bisa Tuan. Anda pikir saya wanita murahan apa?''


''Tidak-tidak! Aku sama sekali tidak menganggapmu seperti itu. Karena terapi itu yang ampuh.''


''Kenapa harus saya? Apa tidak bisa terapi ciuman dengan kambing atau sapi?'' seloroh Chika.


''Memang masuk akal, manusia dengan hewan ciuman? Lagi pula aku juga tidak tahu. Ya anggap saja kita sedang akting ciuman seperti di film-film jadi aku akan membayarmu setiap kali kita ciuman.''


''Maaf Tuan! Ini terakhir kalinya terjadi seperti ini.'' Tegas Chika.


''Tapi Chika, aku mohon bantu aku. Setidaknya sampai aku mengingatnya. Aku akan membayarmu berapapun kamu mau atau kamu bisa menyuruhku melakukan apapun. Karena aku ingin segera mengingat semunya. Kamu juga pasti pernah menonton film dan ada adegan ciumannya kan? Nah anggap saja seperti itu. Kita pemainnya, aku merangkap produsernya jadi aku membayarmu.''


''Tuan, itu terapi yang tidak masuk akal. Jangan samakan dengan adegan di film karena mereka berciuman juga di tonton banyak orang.''


''Ayolah! Ini demi masa depanku, Chika.''


''Maaf Tuan, saya tidak bisa.'' Chika mengambil proposalnya kemudian pergi meninggalkan ruangan Zidni. Zidni mendengus kesal karena Chika menolaknya.


''Nona Chika!" panggil Frans saat melihat Chika keluar dari ruangan Zidni.


''Ada apa sekretaris Frans?''


Frans nyengir. ''Apa sudah selesai Nona? Apa Tuan sudah ingat?''


''Maksud anda?''


''Mmmm maaf, tadi aku melihat Nona dan Tuan berciuman.'' Kata Frans sambil menempelkan kedua tangannya. Chika celingak-celinguk, memastikan tidak ada yang mendengar mereka bicara. Chika lalu menarik tangan Frans dan mengajaknya ke tempat yang lebih sepi.


''Jadi anda melihatnya?''


''Aku tadi masuk Nona tapi tidak sengaja melihat kejadian itu. Maaf ya Nona.''


''Tadi tiba-tiba dia kesakitan sambil memegangi kepalanya. Saat aku mendekatinya, tiba-tiba dia menarikku ke pangkuannya lalu dia menciumku.''


''Lalu apa yang terjadi? Apa Tuan ingat?''


''Belum. Tapi dia justru punya keinginan aneh. Aku bingung sekali, sekretaris Frans.''


''Permintaan apa Nona?''


''Terapi ciuman!"


''Apa? Terapi ciuman?''


''Iya. Dia bilang kalau dengan ciuman dia mengingat semua puzzle memorinya secara berurutan dan ciuman itu bisa meredakan sakit kepalanya. Dia mau membayarku untuk melakukan itu. Dan menganggap kalau kita sedang berakting seperti adegan dalam film. Sungguh aneh.''


''Itu bagus, Nona. Kenapa anda tidak menerimanya? Siapa tahu dengan itu, ingatan Tuan segera pulih kembali. Iya kan?''


''Tapi sekretaris Frans, statusku disini hanyalah sebagai karyawan biasa dan seorang janda. Aku tidak mau di anggap janda gatal.''


''Tuan dan Nona kan suami istri jadi tidak ada alasan lagi, Nona.''


''Iya tapi yang tahu kebenarannya hanya anda. Zidni bahkan tidak ingat. Justru image ku akan semakin buruk.''


''Aku yakin Tuan sudah jatuh cinta dengan anda. Dan pasti ikatan batin antara kalian berdua masih sangat kuat. Tuan bukan tipe pria yang mudah jatuh cinta Nona apalagi mencium wanita sembarangan.''


''Iya, aku tahu itu sekretaris Frans. Apalagi teman-teman yang lain menganggap ku sudah bersuami. Yang ada aku akan di gosipkan memiliki affair dengan atasan dan menghianati suamiku.''


''Nona tenang saja, aku akan menyebar berita bahwa sebenarnya anda single parents. Jadi tidak ada alasan lagi jika anda dekat dengan Tuan. Kalau ingatan Tuan pulih, semua orang akan mengenali anda sebagai Nyonya Zidni. Memang sepertinya hanya Nona yang bisa membantu Tuan. Aku bahkan sudah menghentikan semua pencarian yang Tuan perintahkan. Ayolah Nona, pikirkan baik-baik permintaan Tuan. Sakit kepalanya juga tidak datang setiap hari jadi anda juga tidak akan setiap hari berciuman. Kasihan Tuan, Nona. Selama ini Tuan berjuang mati-matian untuk memulihkan ingatannya. Apalagi sampai Tuan pingsan kemarin dan itu adalah pingsan terlama. Apalagi Tuan juga sempat melupakan anda lagi. Jadi aku harap, anda memikirkan permintaan Tuan baik-baik ya. Setidaknya lakukanlah demi putra anda. Kasihan kan dia. Dia pasti membutuhkan dan merindukan sosok Ayah di sampingnya.'' Ucap Frans panjang lebar.


Chika menghela. ''Aku akan memikirkannya lagi sekretaris Frans.''


''Oh ya, apa putra anda tahu semuanya?''


''Iya. Sebelum berangkat ke Jepang sempat ada drama kecil, dia tidak mengijinkanku pergi. Dan akhirnya aku menceritakan semuanya pada Kenzie. Akhirnya dia memberiku ijin dan memintaku berjuang untuk mendapatkan Papanya kembali. Aku juga menjelaskan tentang penyakit Papanya dan dia mengerti, dia mau tetap berakting sampai Papanya sembuh.''


''Aku harap Nona mau menyetujui permintaan Tuan Zidni jadi pikirkanlah baik-baik.'' Kata Frans. Chika hanya mengangguk dengan senyum kecilnya.