Mr. Arrogant Vs Noisy Girl

Mr. Arrogant Vs Noisy Girl
BAB 101 Penyamaran Berakhir



Dua bulan sudah, Alvin menyamar sebagai bodyguard Bella. Semua bukti yang ia kumpulkan sudah sangat akurat. Ternyata selama ini Tuan Rodrigo dan Tuan Edward melakukan bisnis ilegal. Bisnis ilegal dan terlarang. Namun, bukti yang membuatnya syok adalah saat Austin dan Tuan Rodrigo hanya memanfaatkan Bella dan Tuan Edward. Semua bukti itu ia dapat dari kamera pengintai yang ia letakkan di kediaman Tuan Rodrigo saat ia mengantar Bella menuju rumah Tuan Rodrigo. Alvin tidak menyangka jika Austin dan Tuan Rodrigo sangat licik.


Setelah mendapatkan semua bukti itu, Alvin memberikan semua bukti itu pada Zidni. Tentu saja Zidni sangat terkejut setelah mengetahui bisnis ilegal dan curang mereka.


"Brengsek! Mereka brengsek sekali. Baiklah, aku akan bertemu dengan Edward dan menunjukkan semua bukti ini."


"Kak, apa yang akan kakak lakukan? Tapi disini mereka juga di tipu." Ucap Alvin yang saat ini merasa khawatir dengan Bella.


"Aku akan bertemu dengan Edward dan membongkar bisnis busuknya ini. Aku akan mengancamnya. Aku tahu saat ini kamu sangat mengkhawatirkan Bella. Dan sepertinya ada misi lain yang sedang kamu lakukan," goda Zidni dengan tatapan penuh selidik.


"Tidak Kak! Sungguh aku tidak ada misi lain," ucapnya sambil buru-buru menggeleng.


Zidni kemudian tersenyum. "Aku tahu kalau kamu menyukai Bella. Dia sudah merebut simpatimu kan? Sudah, jujur saja. Kamu tidak usah khawatir, aku tidak akan menyakiti Bella. Saat ini urusanku hanya dengan Edward, bukan dengan Bella ataupun Rodrigo. Rodrigo biar menjadi urusan Edward."


"I-iya, Kak. Sebenarnya aku sangat mencemaskan Bella. Karena minggu depan Bella akan segera bertunangan dengan Austin."


"Lantas, apa yang akan kamu lakukan?"


"Aku juga tidak tahu. Karena aku tidak pernah bertemu lagi dengannya sebagai Alvin. Selama dua bulan terakhir ini, aku hanya bertemu dengannya sebagai bodyguardnya saja."


"Baiklah kalau begitu, kamu urus saja semua urusanmu dengan Bella. Bawa Bella pergi supaya tidak masuk perangkap Rodrigo. Temui dia sebagai Alvin dan aku akan menyelesaikan masalahku dengan Edward. Tugas kamu sudah selesai Alvin."


"Terima kasih ya, Kak. Selama dua bulan terakhir ini banyak hal yang membuatku merasa peduli pada Bella dan tiba-tiba saja jantungku berdegup kencang saat bersamanya. Padahal sebelumnya biasa saja."


Zidni kemudian tertawa kecil. "Sudah jelas, kamu jatuh cinta pada Bella. Misi yang membuat kamu menemukan cintamu kan?"


"Sudahlah, Kak. Jangan terus menggodaku. " Wajah Alvin merona karena malu dan membuatnya salah tingkah.


"Ya sudah, kamu ada waktu satu minggu untuk bertemu Bella sebagai Alvin. Sekali lagi terima kasih ya kamu sudah bekerja keras dan membantu Kakak sejauh ini."


"Memang sudah seharusnya seperti ini, Kak. Tapi Kakak harus tetap waspada ya."


"Iya, kamu tenang saja."


...****************...


"Apa pelakunya sudah tertangkap?"


"Belum, sayang. Tapi aku sudah tahu siapa yang melakukan semua itu. Ternyata si Edward memiliki bisnis ilegal yang bisa merusak otak semua orang. Pantas saja semua produknya laku keras karena dalam produknya, dia mencampurkan zat terlarang seperti nikotin yang bisa membuat orang kecanduan. Dia kerja sama dengan orang lain bernama Rodrigo dan sengaja membuat masalah denganku, supaya bisa lepas kerja sama begitu saja sayang. Dia memanfaatku emosiku yang suka meledak ini."


"Tenang, Mas. Kamu harus tetap bisa mengontrol diri. Lalu langkah kamu selanjutnya apa?"


"Lusa, aku akan menemui Edward dan meminta dia untuk menarik semua produknya karena kalau tidak aku akan melaporkannya ke polisi. Aku akan memakai cara yang halus. Dan aku juga akan menyelidiki lebih jauh tentang Rodrigo. Karena sebenarnya Rodrigo hanya memanfaatkan Edward saja. Padahal menurut penyelidikan Alvin, mereka berdua adalah teman."


"Mas, demi uang dan kedudukan, teman saja di jadikan lawan. Aku kok malah kasihan sama Edward ya. Dia seperti diperalat oleh Rodrigo."


"Iya memang begitu. Dan ada satu PR lagi, kalau Alvin sudah jatuh cinta pada Bella, putri Edward."


"Apa? Kamu serius sayang?" Chika terperanjat mendengar cerita dari Zidni.


"Sayang, cinta datang karena terbiasa. Selama dua bulan mereka bersama. Apalagi Alvin menyamar sebagai bodyguard dan supir pribadi Bella. Tentu saja banyak hal yang membuat Alvin menaruh simpati pada Bella. Terutama saat dia tahu soal kebusukan Rodrigo dan putranya yang bernama Austin. Bella akan dipaksa menikah dengan Austin. Bisa dibilang pernikahan bisnis yang pada akhirnya akan berujung pengkhianatan."


"Ya ampun, kasihan Bella juga. Kenapa jadi rumit begini ya? Lalu apa yang akan Alvin lalukan sayang? Pasti dia cerita sesuatu padamu."


"Minggu depan Austin dan Bella akan bertunangan. Dan selama seminggu terakhir, Alvin ingin menemui Bella sebagai dirinya sendiri. Karena aku sudah meminta Alvin untuk menyelesaikan penyamarannya. Karena bukti ini sudah sangat cukup akurat, sayang."


"Sepertinya Alvin lebih nyaman cerita denganmu daripada denganku, kakaknya sendiri."


"Kamu kan sedang hamil, pasti Alvin tidak mau menambah pikiran kamu. Apalagi kalau sampai kamu tahu, kalau dia jatuh cinta dengan anak musuk Kakak iparnya."


"Padahal aku tidak masalah, Mas. Aku jadi kasihan sama Bella juga."


"Ya sudah, kamu jangan ikut larut memikirkan semua ini. Lebih baik kamu istirahat dan cukup doakan aku supaya semua masalahku cepat selesai."


"Iya, Mas. Kalau soal doa, aku selalu mendoakanmu."


"Terima kasih, sayang. I love you."


"I love you too suamiku."