Mr. Arrogant Vs Noisy Girl

Mr. Arrogant Vs Noisy Girl
BAB 102 Mengungkap Fakta



"Wah, sebuah kehormatan Tuan Zidni yang angkuh mau menginjakkan kakinya disini," sambut Tuan Edward saat Zidni masuk ke dalam ruangannya bersama dengan Frans, skretarisnya.


Zidni tersenyum smirk. "Aku tidak mau basa-basi lagi Edward. Aku sudah terlalu banyak diam dan muak denganmu."


"Tenang-tenang, Tuan Zidni. Produk kita sedang bersaing di pasaran tapi tetap, kita harus bersaing yang sehat," ucap Tuan Edward seraya tertawa.


"Frans, tunjukkan semuanya." Perintah Zidni sambil membingkai wajah Tuan Edward dengan penuh amarah.


"Baik, Tuan." Frans lalu membuka ipadnya dan menunjukkan semua bukti kecurangan kerja sama ilegal antara Tuan Edward dengan Tuan Rodrigo. Tuan Edward tercekat sekaligus terkejut setelah melihat dan mendengar semua bukti itu.


"K-kamu mengintaiku?" ucapnya dengan suara meninggi dan tergagap.


"Menurutmu?" ucap Zidni dengan santai.


"Kamu sudah tidak bisa mengelak lagi. Bahkan kamu yang lebih dulu mengkhianatiku. Kamu pikir aku tidak tahu apa? Kamu menyabotase produk kopi milikku beserta bahan bakunya. Sekarang tinggal pilih, tarik semua produkmu dari pasaran, kembalikan distributor kopi ku dan ganti rugi semua yang telah kamu lakukan, Edward. Atau aku akan menjebloskanmu ke dalam penjara. Sangat mudah untuk membuatmu membusuk disana. Apalagi ini berurusan dengan narkoba. Kehidupanmu TAMAT."


"Jangan coba-coba mengancamku!" ucap Tuan Edward dengan suara gemetar. Sebenarnya saat ini ia memang sangat takut. Namun ia masih berusaha untuk melawan Zidni.


"Frans, tunjukan rekaman terakhir. Mungkin rekaman itu bisa membuat mata tua bangka ini terbuka."


"Baik, Tuan Zidni." Kali ini Frans membuka rekaman pembicaraan antara Rodrigo dan Austin. Edward terperangah tidak percaya jika Rodrigo dan Austin benar-benar sangat licik. Memanfaatkan Bella putri semata wayangnya demi mendapatkan keuntungan pribadi. Bahkan akan membuangnya jika sudah tidak berguna lagi.


"Brengsek! Ternyata Rodrigo hanya memanfaatkan ku. Aku pikir dia teman yang baik tapi ternyata dia sangat brengsek." Ucapnya dengan geram sambil mengepalkan tangannya.


"Sekarang kamu tahu kan? Kamu menyiksa batin putrimu demi bisnis dan egomu. Tapi kenyatannya, mereka adalah serigala berbulu domba. Aku masih punya hati, aku tidak akan melaporkan kejahatanmu ke polisi. Akhiri semua kerja sama mu bersama Rodrigo. Dan batalkan perjodohan putrimu dengan putra Rodrigo." Ucap Zidni dengan penuh penekanan.


"Asal kamu tahu, Rodrigo itu pebisnis gelap. Saat dia akan tertangkap, dia selalu mengkambing hitamkan rekan bisnisnya. Dan setelah itu dia mendapatkan banyak keuntungan dari sana. Dia sangat licik! Aku bukan sekedar bicara tapi aku punya bukti yang akurat." Sambung Zidni. Zidni lalu memberikan kodr anggukan kepala pada Frans untuk menunjukkan bukti yang telah ia dapat. Lagi-lagi, Tuan Edward dibuat terperangah. Ia tidak percaya jika teman baiknya ternyata adalah seorang penjahat kelas kakap.


"Aku akan memberikanmu waktu untuk mengambil keputusan. Tapi jangan coba-coba untuk kabur, Edward. Aku sudah berbaik hati menunjukkan kebusukan Rodrigo padamu. Aku pergi dulu!" Zidni lantas beranjak dari duduknya dan berlalu begitu saja di ikuti oleh Frans.


...****************...


"Maaf, Nona. Al mengundurkan diri karena mengalami kecelakaan."


"Apa? Kecelakaan? Apa kondisinya parah?" tanya Bella tampak khawatir.


"Saya kurang tahu, Nona. Jadi, sekarang saya yang ditugaskan untuk menjaga dan mengantar anda."


"Ya sudah, kalau begitu antar aku ke kantor Papa."


"Baik Nona."


Sepanjang perjalanan, Bella mencoba menghubungi Al alias Alvin namun nomor Alvin tidak bisa dihubungi.


"Apa aku terlalu menyusahkannya? Kenapa harus mengundurkan diri? Dia kan bisa istirahat sebentar sampai pulih." Gerutunya dalam hati.


Sesampainya di kantor Papanya, Bella langsung menuju ruangan Papanya. Ia melihat Papanya duduk termenung dengan raut wajah yang penuh rasa gelisah. Bahkan Tuan Edward sampai tidak menyadari kehadiran Bella.


"Pah, Papa baik-baik saja?" ucap Bella.


"Bel, sejak kapan kamu disini?"


"Baru saja masuk, Pah. Papa kenapa? Ada masalah?"


"Duduklah, Papa ingin bicara denganmu." Ucap Tuan Edward sambil menepuk sisi sofa yang kosong. Setelah Bella duduk, Tuan Edward menggenggam tangan putrinya.


"Bella, Papa sudah memutuskan untuk membatalkan perjodohanmu dengan Austin. Kamu bebas memilih pasangan hidupmu."


Kali ini Bella dibuat terkejut dengan ucapan sang Ayah. Ia juga bingung kenapa tiba-tiba sang Ayah membatalkan perjodohan itu.