Mr. Arrogant Vs Noisy Girl

Mr. Arrogant Vs Noisy Girl
BAB 43 Pingsan



''Aku tidak menyangka selera Zidni begitu rendah. Menyukai bahkan bertunangan dengan karyawan rendahan seperti itu.'' Ucap Jasmine. Chika sangat terkejut karena ternyata di dalam juga ada Jasmine. Namun Chika memilih diam daripada meladeni Jasmine. Chika segera masuk ke dalam bilik toilet dan mengacuhkan Jasmine begitu saja. Tak sampai lima menit, Chika pun keluar dan ternyata Jasmine masih di dalam sana. Chika segera mencuci tangannya dan berlalu begitu saja. Namun tiba-tiba Jasmine mencengkeram lengan Chika. Bahkan Jasmine membenamkan kukunya dan membuat lengan Chika mengeluarkan darah.


''Hei, aku bicara denganmu!"


''Maaf Nona, saya pikir anda bicara sendiri karena anda tidak menyebut nama sekali.'' Ucap Chika seraya melepaskan cengkraman tangan Jasmine dari lengannya.


''Hhh sombong sekali. Nasibmu tidak akan pernah bahagia karena di hati Zidni hanya ada nama Amora. Mustahil Zidni mencintaimu.''


''Saya tidak peduli.'' Chika kemudian berlalu begitu saja. Chika merasa perih dan melihat lengannya memerah dan berdarah karena cengkraman tangan Jasmine. Chika kemudian kembali ke meja Zidni namun ia tidak melihat Zidni dan Frans. Mata Chika berkeliling dan melihat keduanya sedang bicara dengan relasi bisnis yang lain. Chika mengambil sehelai tisu dihadapannya, lalu di sekanya lengannya yang berdarah itu.


''Aku sengaja tidak melawanmu karena aku tidak mau membuat suamiku malu karena aku terpancing amarah.'' Gumam Chika. Tak lama kemudian datanglah seorang pelayan.


''Silahkan Nona!" ucap pelayan itu seraya meletakkannya di hadapan Chika.


''Terima kasih.'' Ucap Chika. Tanpa banyak berpikir, Chika langsung menenggak minuman itu.


Chika mengernyitkan kening dan hidungnya. ''Kenapa pahit ya?'' gumamnya. Chika lalu mencium aroma gelas itu.


''Ini seperti minuman beralkohol. Semoga kadar alkoholnya rendah jadi aku tidak sampai mabuk. Aku lupa kalau ini di Jepang.'' Gumam Chika dalam hati. Namun tiba-tiba kepala Chika terasa berat dan sangat mengantuk. Melihat Chika sudah kembali, Zidni pun kembali dan meminta Frans untuk menemani rekan bisnisnya. Zidni melihat luka di lengan kiri Chika.


''Chika, kamu baik-baik saja kan? Kenapa lenganmu? Ini seperti luka cakar?'' ucap Zidni yang mendadak merasa panik dan juga khawatir.


''Tidak apa-apa Tu....,'' belum selesai bicara, Chika pun langsung pingsang. Sesuai naluri hatinya, Zidni menjadi amat sangat khawatir.


''Chika, bangun!" ucapnya sambil menepuk pundak Chika. Zidni melihat gelas kosong di hadapan Chika dan mencium aromanya.


''Astaga, kandungan alkohol diminuman ini sangat tinggi. Siapa yang memberikan minuman ini pada Chika?'' gumam Zidni dalam hati. Zidni kemudian menggendong Chika dan segera membawanya kembali ke hotel. Di dalam perjalanan, Zidni menelepon Frans.


''Frans, urus semuanya hari ini. Aku harus kembali ke hotel karena Chika pingsan setelah meminum minuman beralkohol.''


''Baik Tuan.'' Jawab Frans tanpa banyak bertanya. Karena suara Zidni terdengar bergetar khawatir.


''Apa yang terjadi pada Nona Chika? Minuman apa yang membuatnya sampai pingsan?'' gumam Frans dalam hati.


Sementara di sudut mejanya, Jasmine tersenyum bahagia.


''Ini baru permulaan Chika. Kamu akan menjadi putri tidur dan melewatkan hari-hari indahmu.''


-


Sesampainya di hotel, Zidni langsung membawa Chika ke kamarnya. Ia merebahkan tubuh Chika diatas tempat tidur, di lepasnya tubuh Chika lalu diselimutinya tubuh wanita di hadapannya itu. Zidni kemudian memberikan aroma terapi pada hidung Chika. Namun Chika tak kunjung bangun.


''Chika, kamu kenapa? Bangun Chika?'' Kepanikan Zidni sudah di ubun-ubun. Tiba-tiba muncul lagi puzzle ingatan itu. Zidni lagi-lagi dibuat merasakan sakit yang hebat.


''Ayo Zidni ingat!" ucap Zidni yang memaksa lagi ingatannya. Namun rasa sakit itu semakin menggila dan akhirnya Zidni pingsan dan tergeletak di lantai.


Sementara Frans sedang dalam perjalanan menuju hotel dengan menggunakan taksi. Frans merasa khawatir pada Chika. Khawatir jika Zidni melakukan perbuatan kriminal pada Chika. Begitu sampai di hotel, Frans dengan kunci cadangan yang diberikan oleh Zidni, segera menuju ke kamar Zidni. Alangkah terkejutnya Frans, melihat Zidni tergeletak di lantai dan Chika yang masih tak sadarkan diri berbaring diatas tempat tidur.


''Tuan bangun, Tuan!" Zidni mengguncang perlahan tubuh Zidni, namun tak ada reaksi. Frans memeriksa denyut nadi Zidni namun denyutnya begitu cepat tak beraturan. Frans kemudian mencoba membangunkan Chika namun sama tidak ada reaksi. Frans memeriksa denyut nadi Chika namun denyutnya normal. Frans lalu menelepon rumah sakit terdekat dan mereka berdua segera di bawa ke rumah sakit.


''Sebenarnya ada apa dengan Tuan dan Nona Chika? Apa mereka sempat berseteru atau bagaimana?'' gumam Frans dalam hati dengan segala kekhawatiran dan prasangkanya.


...****************...


Keesokan harinya Chika akhirnya tersadar dari tidur panjangnya. Frans dibuat kelabakan karena jadwal benar-benar berantakan. Beruntung beberapa klien mengerti kondisi Zidni. Frans juga memutuskan untuk menggabungkan keduanya dalam satu ruangan supaya mudah memantaunya.


''Ini dimana?'' ucap Chika sembari berusaha bangun dari tidurnya. Mendengar suara Chika, Frans pun segera mendekat kearah Chika.


''Syukurlah, akhirnya Nona sadar juga.''


''Sekretaris Frans, apa yang terjadi? Saya dimana?''


''Anda dirumah sakit Nona. Sudah dari semalam anda pingsan. Anda meminum minuman beralkohol yang sudah di campur dengan obat tidur.''


''Astaga, saya ingat sekarang. Ada pelayan yang memberikan saya minuman. Saya tahu itu alkohol tapi tidak tahu jika ada campuran lain.'' Ucap Chika lirih sambil memegangi kepalanya yang terasa berat.


''Ini jam berapa sekretaris Frans?''


''Sudah jam 5 sore, Nona. Anda tertidur selama 8 jam.''


''Tuan Zidni dimana?'' tanya Chika. Frans kemudian membuka tirai di belakangnya. Chika begitu terkejut melihat Zidni terbaring diatas tempat tidur.


''Tu-tuan Zidni kenapa?'' tanya Chika dengan mata berkaca-kaca.


''Semalam saat anda pingsan, Tuan Zidni membawa anda kembali ke hotel. Dan saat saya kembali, Tuan sudah tergeletak di lantai. Pasti Tuan teringat sesuatu.''


''Maksud anda teringat apa sekretaris Frans?''


''Jadi beberapa tahun silam, Tuan mengalami kecelakaan bahkan sampai koma. Saat Tuan tersadar, tuan tidak ingat apapun selain kenangannya bersama Nona Amora. Jadi tuan mengalami hilang ingatan. Waktu terus bergulir, naluri tuan ingin membuat perusahaan di Indonesia dan menetap di Indonesia. Karena tuan merasa ada sesuatu yang hilang darinya. Sampai akhirnya tuan menemukan sebuah cincin. Padahal saat itu tuan sama sekali belum bertunangan dengan Nona Amora. Untuk mengusir kesepiannya, Nyonya Kamila berusaha mendekatkan Tuan Zidni dengan Nona Jasmine namun tun sama sekali tidak bergeming. Dan sejak di Indonesia, tuan Zidni sering sekali menemukan puzzle ingatannya. Sampai Tuan meminta ku untuk menyelediki penerbangannya beberapa tahun silam. Karena dari riwayat penerbangan, Tuan sering sekali bolak-balik Amerika- Indonesia dan Shanghai-Indonesia. Setiap kali Tuan memaksa ingatannya, Tuan selalu seperti ini. Makanya Tuan memakai cincin itu, berharap ada seseorang yang mengenali cincin itu dan Tuan bisa kembali mengingat kenangan yang terlewatkan.'' Jelas Frans panjang lebar.


''Jadi selama ini kamu juga mencariku Zidni? Tapi apakah sesakit itu sampai kamu tidak sadarkan diri?'' gumam Chika dalam hati. Bulir air matanya jatuh begitu saja melihat pria yang ia cintai terbaring lebah diatas ranjang pesakitan.


Bersambung... Maaf ya upnya malam dan telat, soalnya paginya mesti kerja 🤕😁 Harap bersabar ya sobat readerku sayang 😘😘