I Can'T Have Your Heart.

I Can'T Have Your Heart.
Latar belakang keluarga Berta



"Ya, sejujurnya ayah mengetahui banyak tentang mereka," jawab Axel yang semakin membuat Alpha yakin. Bahkan ia tidak heran lagi, tentang Axel yang mengetahui apa pun.


"Bagaimana denganmu? Apa kau mengenal salah satu dari mereka?" tanya Alpha menghujani Axel dengan banyak pertanyaan. Sedang Darren dan Leon hanya menyimak. Dan sangat menunggu jawaban dari Axel.


"Ya, aku cukup mengenal mereka. Terutama Jackob Sean." jawab Axel tanpa ragu. "Mungkin hal ini akan mengejutkanmu Alpha, tapi. Ayah adalah satu satu anggota dari Osvaldo family, musuh bebuyutan Almero family yang di ketuai oleh Albern Axtony yang tak lain adalah ayah Jackob dan mendiang Chris Cullen, ayah Emery," sambung Axel yang cukup membuat Alpha terkejut. Tidak terkecuali Leon dan Darren.


"Apa itu sudah berlangsung lama?" tanya Alpha mulai was-was.


"Ya," angguk Axel. "Sebenarnya aku tidak pernah ingin kau mengetahui hal ini Alpha, karena aku tahu, dari dulu kau tidak pernah menginginkan dirimu terlibat dengan mafia, ataupun gangster, dan yang lainnya yang berhubungan dengan kejahatan yang terorganisir. Namun, masalah yang baru saja terjadi antara kau dan Jackob Sean membuatku harus menceritakan semuanya padamu," sambungnya yang membuat Alpha terdiam. Menelan ludah dengan terus menatap Axel. Terlihat menunggu, bahkan siap untuk mendengar semuanya.


"Katakan, apa yang tidak aku ketahui," ucap Alpha memperbaiki posisi duduknya.


"Soal kematian paman Adley beberapa tahun lalu," balas Axel yang kembali membuat jantung Alpha berdebar kencang, kala bayangan sang ayah yang tertembak oleh Chris Cullen beberapa tahun lalu kembali terlintas di ingatannya.


"All, apa kau tidak apa-apa dengan itu?" tanya Leon merasa cemas saat melihat reaksi dari Alpha saat ini.


"Aku tidak apa-apa, katakan Axel, apa yang kau ketahui."


"Paman Adley mengetahui tentang kegiatan ilegal yang di lakukan oleh Chris saat itu. Dan mengancam untuk membocorkan kepada pihak politisi jika Chris tidak berhenti. Sebab tidak ingin sahabatnya terlibat dalam kasus besar pengiriman narkoba yang sudah menjadi target pihak kepolisian. Namun, Chris mengabaikannya, sebab sudah menaruh dendam atas pernikahan paman Adley dan Zia. Dan ... yang membuat Chris nekat membunuh paman Adley karena mereka menduga jika paman Adley adalah salah satu kelompok dari Osvaldo family."


"Karena paman Joe adalah salah satu dari mereka?" tebak Alpha.


"Benar, mereka juga menargetkan ayah. Namun, tidak berhasil. Sebab Osvaldo family cukup kuat saat itu. Bahkan Ayah sempat menawarkan paman Adley agar pindah ke Manhattan untuk sementara waktu. Namun, paman Adley menolak, dan masih berharap. Chris akan berhenti sebelum berakhir di balik jeruji besi.


"Tapi sepertinya takdir paman Edley sudah tercatat seperti itu. Ia harus berakhir di tangan sahabatnya sendiri. Dan soal perjodohan itu, Chris beralibi untuk merebut semua harta kekayaan paman Adley, mungkin itu salah satu alasannya. Bahkan terlihat seperti itu. Namun, tujuan utamanya adalah melindungi sang puteri, dan secara tidak langsung ia ingin menyerahkan puterinya untuk kau lindungi. Sebab ia tidak ingin puterinya berakhir dengan keluarga Almero. Dan Jackob, adalah pria yang sudah ditetapkan untuk menjadi pasangan puteri Chris saat itu, yaitu Emery."


"Dan tentu saja, pernikahan kalian waktu itu membuat hubungan Chris dan Albern sedikit renggang. Chirs memiliki pemikirannya sendiri, dan entah apa yang membuatnya berubah dan ingin membunuhmu. Ia seolah tidak berpihak kepada siapa pun saat itu. Meski demikian, Chris tetaplah menjadi seorang yang di hormati dalam kelompoknya," lanjut Axel.


Alpha memejam kuat, berusaha mengatur perasaannya. Ia tahu semuanya sudah berakhir, dan ia tidak ingin terus mengingat hal itu lagi. Meski sekarang kebenaran mulai terungkap. Bahkan yang lebih parahnya lagi, jika selama ini keluarganya memang terlibat bahkan menjadi salah satu kelompok dari anggota mafia yang tergabung dalam Osvaldo family, yang di pelopori oleh Hamilton tranatos yang kini di gantikan oleh puteranya Charles Beall, yang bahkan seusia dengan mereka. Sosok yang cukup terkenal di dunia hitam.


Alpha kembali menarik nafas berat sambil mengusap seluruh wajahnya kasar, seketika tertunduk menatap lantai keramik. Menopang tubuhnya dengan kedua lengan yang ia tekuk di atas paha yang sedikit berbuka, sekali dua kali Alpha terlihat mencengkram rambutnya.


"Are you okay?" tanya Leon masih tak berhenti mencemaskan Alpha yang hanya membalasnya dengan anggukan kecil.


"Apa ibu Carolyn mengetahui itu?" tanya Alpha.


"Aku rasa tidak. Yang Bibi Carolyn tau, suaminya hanya terobsesi kepada Zia. Namun, ia tidak pernah tau, bagaimana sepak terjang Chris Cullen di belakangnya. Termasuk masalah penyebab pembunuhan itu," jelas Axel.


Alpha kembali menarik nafas panjang dan melepaskannya dengan perlahan, bagaimana tidak. Saat ini ia telah memperistri puteri dari salah satu anggota mafia yang sudah menjadi musuh bebuyutan keluarganya. Pantas saja Jackob Sean sangat menginginkan Emery.


"Apa kau yakin semua masalah sudah terselesaikan?" tanya Leon ikut cemas.


"Entahlah, sepertinya si barandal itu masih belum puas dengan permainan yang kita lakukan saat itu," jawab Alpha dengan kilatan mata penuh rasa marah.


"Seharusnya sudah terselesaikan," sambung Darren.


"Kenapa kau bisa seyakin itu Darren?" tanya Alpha memalingkan pandangannya ke arah Darren.


"Satu hari yang lalu, Daniel tiba-tiba menghubungiku. Dan menanyakan masalah apa yang sudah terjadi di antara Anda dan Jackob Sean."


"Lalu? Dari mana Daniel tahu jika sudah terjadi masalah di sini?"


"Aku tidak yakin, dari mana Daniel mendapatkan informasi tersebut."


"Sepertinya dari Gabriella," sambung Axel.


"Siapa dia?"


"Adik perempuan Jackob Sean. Gadis yang akan di jodohkan dengan Daniel."


"Apa mereka memang tidak bisa mencari pasangan sendiri? Sepertinya perjodohan sudah menjadi tradisi mereka," sahut Leon menyenderkan tubuhnya.


"Sepertinya Danile sudah melakukan kesepakatan, bahkan menjadi jaminan, untuk Anda."


"Aku tidak mengetahui hal itu. Namun, dari nada bicara Daniel yang mengatakan jika semuanya sudah berakhir membuatku cukup yakin, jika ada kesepakatan di antara mereka."


"Ya, bahkan sampai detik ini Daniel masih merasa bertanggung jawab untuk melindungi keluarga Cullen," sambung Leon yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Alpha.


"Aku bisa melindungi mereka," balas Alpha dingin.


"Yes I know, tapi Daniel yang lebih mengenali mereka, bahkan di dalam kelompok yang sama, kita memang membutuhkan bantuan Daniel, sebab hanya dia yang bisa kita ajak bekerja sama."


"Apa kau percaya padanya?" tanya Alpha mengernyit.


"Jujur, aku mempercayai Daniel, karena dia berbeda. Meskipun pernah menjadi kaki tangan Chris Cullen dan berbuat kejahatan. Namun, ia melakukan hal tersebut karena memang sudah menjadi tugasnya," balas Darren. "Dan sejak tuan Chris meninggal dunia. Daniel benar-benar berubah. Dan saya rasa. Ia memang bisa di percaya," sambungnya.


"Ya, semoga saja. Aku hanya berfikir, saat ini ia kembali ke keluarganya dan berbaur dengan Almero family, tidak menutup kemungkinan ia akan kembali seperti dulu. Bukankah akan sulit untuk di jadikan sekutu?"


"Aku rasa tidak, cinta telah merubahnya menjadi jauh lebih baik," sahut Leon yang lagi-lagi mendapatkan tatapan tajam dari Alpha. "Baiklah, sepertinya aku mulai salah bicara sekarang," sambungnya lagi.


"Jika memang demikian, bukankah seharusnya kau bisa tenang sekarang?" tanya Axel.


"Ya, mungkin kau benar Axel," balas Alpha sedikit mengangguk.


"Dan bisakah kita melupakan semuanya? Apa yang aku katakan tadi, aku harap masalah dan hal itu tidak merubah perasaanmu lagi Alpha, itu hanyalah masa lalu yang sebenarnya sudah terkubur sangat lama. Dan aku juga sudah bisa bernafas lega sekarang. Sebab kau sudah mengetahui semuanya. Meskipun hal itu tidak bisa merubah apa pun," sambung Axel.


"Terima kasih Axel, meskipun terlambat untuk mengucapkan kata itu, tapi aku rasa kau perlu tahu, jika aku sangat berterima kasih padamu."


"Kau tidak perlu memikirkannya lagi Alpha."


"Lalu, apa kau akan menetap di Verona?"


"Tidak. Aku akan mengunjungi ayah di Irlandia sebelum kembali ke Swiss."


"Salam untuk paman Joe,"


"Aku akan menyampaikannya."


Hingga obrolan mereka berakhir dengan Axel yang meninggalkan mansion utama, menyisakan Alpha yang masih dengan posisinya. Menyenderkan tubuhnya di sandaran kursi sambil memejam.


"Aku harap kau bisa mendengarkan perkataan Axel, masalah ini jangan sampai membuat perasaanmu berubah, All," ucap Leon yang jujur masih sangat mengkhawatirkan kondisi Alpha. Merasa jika semuanya tak akan mudah di terima oleh Alpha, meski semua sudah berakhir, Namun, tetap saja. Berada di dalam bayangan Osvaldo Family tidaklah muda.


"Aku lelah," ucap Alpha beranjak dari duduknya, melangkah meninggalkan Leon dan Darren yang hanya saling pandang satu sama lain. Tak mampu menyimpulkan apa pun tentang perasaan Alpha saat ini.


Mereka tahu, jika ada luka yang kembali terbuka di hati Alpha, bahkan mereka mulai merasa cemas, jika luka itu bisa berubah menjadi kemarahan karena dendam yang mungkin belum hilang sepenuhnya.


"Apa ia akan baik-baik saja?" tanya Leon masih menatap punggung Alpha yang tengah berjalan, dan perlahan menghilang dari balik pintu.


"Aku harap juga demikian," jawab Darren ikut mengalihkan pandangan, meski sudah tak mendapatkan bayangan Alpha lagi di sana.


"Aku tidak mengharapkan Alpha kembali seperti dulu, itu mengerikan."


"Tidak, kau tak perlu mencemaskan hal itu. Tuan Alpha sangat mencintai istrinya saat ini. Dan cinta itu bisa membuat perasaannya berubah, dan mungkin juga akan memedam bahkan menghilangkan amarah di hatinya."


"Hhh ... ternyata konflik di masa lalu sangatlah rumit, dan berada di posisi paman Adley adalah hal yang paling sulit. Kita bahkan baru mengetahui masalah ini di saat mereka sudah tidak ada."


Leon mengusap seluruh wajahnya kasar sambil memejam, dengan menyenderkan tubuhnya di sandaran sofa. Sedang Alpha yang saat ini tengah berdiri di ambang pintu kamarnya perlahan melangkah menghampiri tempat tidur. Menatap lekat wajah istrinya yang masih terlelap di balik selimut tebal.


"Aku mencintaimu Emery, hanya mencintaimu," ucap Alpha perlahan merebahkan tubuhnya di samping sang istri, dengan tangan yang melingkar di pinggang itu, menariknya hingga menempel sempurna di tubuhnya. Mengecup puncak kepalanya dengan mata berkabut.


"Have a nice dream, my cherry," ucapnya sebelum memejam, bersamaan dengan rasa nyaman ketika Emery balas memeluknya dan membenamkan wajahnya di dada bidannya, satu kebahagiaan yang menjalar keseluruh tubuhnya.


***