I Can'T Have Your Heart.

I Can'T Have Your Heart.
Apa kau baik-baik saja?



MANSION BERTA


Darren duduk dengan perasaan cemas di kursi  beranda samping taman. Beberapa saat lalu ia benar-benar di kejutkan oleh satu sosok tak di undang pada acara pernikahan Alpha dan Emery beberapa jam lalu.


"Dia Jackob Sean Almore."


Kalimat Axel bahkan masih melekat di ingatan Darren. Ia sudah memeriksa dan menyeleksi semua tamu undangan malam itu. Namun, ia tak menemukan hal yang aneh di sana. Dan tidak ada nama 'Jackob Sean Almore' di daftar tersebut. Lalu bagaimana pria Almore itu bisa masuk di castel dan ikut menyaksikan prosesi pernikahan Alpha dan Emery tanpa di ketahui oleh penjaga?


Dan ternyata memang benar apa yang di katakan Axel. Keluarga Almore adalah salah satu sindikat mafia yang menguasai wilayah Philadelphia. Mereka sangat ahli melakukan manipulasi, dan salah contohnya adalah sekarang.


"Kau masih memikirkan hal itu?" tanya Leon yang baru saja tiba dan langsung meletakkan sebotol sampanye di atas meja lengkap dengan dua buah gelas. Mendudukan tubuh lelahnya untuk sedikit bersantai sambil menikmati malam menjelang pagi.


"Ya, entah apa tujuan pria itu menghadiri acara pernikahan tuan Alpha, dia bahkan bisa memasuki castel tanpa ketahuan penjaga, Augusto dan Akirra bahkan tidak menyadarinya."


"Apa kau tidak berfikir jika salah satu tamu kita bisa saja memiliki hubungan dengan keluarga Almore?" tanya Leon, menuang sampanye di dalam gelas untuk di minumnya. Sedang Darren masih terlihat berfikir dengan perasaan khawatir.


"Itu bisa saja terjadi, dan bisa juga pria itu menggunakan identitas palsu," balas Darren yang mulai mengingat satu nama yang mungkin dekat dengan keluarga Almore. Namun, siapa? Semua karyawan di perusahaan BRT GROUP memiliki data lengkap, dan tidak ada satu pun yang berasal dari Philadelphia, ataupun memiliki marga tersebut.


"Sepertinya kita harus waspada, ini kali pertama kita bermasalah dengan sindikat mafia kelas seperti Almore Family, meski kita sendiri sama-sama tahu jika masih banyak anggota mafia yang lebih berbahaya di luar sana. Oh ****! Kenapa Alpha mesti terlibat dengan pria itu?" umpat Leon.


"Almore, Galenka, dan Cullen. Mereka berada di dalam satu club family yang sama. kemungkinan besar Daniel sangat mengenal pria itu," tebak Darren yang mulai mencari informasi tentang keluarga Almore dan sindikat lainnya yang tergabung dalam family Almore.


"Benarkah? Oh lihatlah, kita bahkan belum sepenuhnya lepas dari keluarga Galenka. Aku pikir dengan tewasnya Tiar Galenka kita bisa terlepas dari mereka semua. Lihat sekarang, dan besok entah kita akan berurusan dengan siapa lagi," keluh Leon menyenderkan tubuhnya. 


Angin malam di awal musim dingin bertiup dari sela pepohonan, udara dingin menyapa mereka yang masih terdiam dengan pikiran masing-masing.


"Haruskah kita memberitahukan hal ini kepada Alpha?" tanya Leon mengalihkan pandangannya kearah Darren yang bahkan langsung mengangguk pelan dengan kecemasan yang masih tergambar jelas di wajahnya.


"Ya, aku juga sedang berfikir demikian. Tuan Alpha memang harus tahu. Namun, tidak dengan Nyonya Emery." 


"Of course, Emery selalu merasa sensitif dengan masalah seperti ini. Sebab ia akan kembali teringat dengan mendiang ayahnya yang siapa sangka jika sangat dekat dengan keluarga Almore. Bahkan tergabung dalam sindikat mafia tersebut. Luar biasa," sambung Leon.


"Mereka saling berhubungan, dan aku bisa merasakan, jika Jackob nampak tertarik dengan Nyonya Emery. Itu terlihat jelas saat pria itu tak mengalihkan pandangannya sedikit pun." 


"Sudah aku duga. Kita tidak bisa menyembunyikan ini dari Emery, karena keluarga Cullen memang sudah cukup terkenal sebagai anggota gangster yang tersembunyi. Meski banyak pihak yang tidak mengetahui itu. Chris benar-benar rapi dalam menjalankan bisnisnya saat itu, dan apakah kita harus bersyukur atau malah merasa beruntung, karena Chirs tidak melibatkan mereka dalam masalahnya saat itu?" 


"Dan akhirnya aku tahu, mengapa Daniel terus melindungi keluarga Cullen, meski Chris sudah meninggal." 


"Ya, sampai kita tahu siapa Daniel sebenarnya, sungguh hal yang tidak terduga. Mereka berada di dalam satu family yang sama."


"Baiklah, kita akan ke rumah Alpha untuk makan siang bersama besok. Sebaiknya hubungi Axel atas permintaan Alpha, karena sepertinya Axel cukup banyak mengetahui tentang pria asing itu. Dan aku rasa besok waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini kepada Alpha," ucap Leon kembali meneguk sampanye.


"Apa kau yakin? Bukankah tuan Alpha masih perlu berfikir tenang?"


"Kita bisa lihat besok," balas Leon. "Dan satu lagi, kita masih harus menyembunyikan ini dari Zia, setidaknya sampai Zia kembali ke Munchen," sambungnya.


"Ya, aku mengerti. Dan sudah menjadi keputusan yang tepat saat tuan Alpha meminta Augusto untuk menjadi pengawal pribadi Nyonya Allen. Dan Axel akan membawa beberapa orang dari kerabat Berta untuk di seleksi menjadi pengawal pribadi Nyonya Emery, juga ...." 


Kalimat Darren mengambang, ia hampir lupa jika Alpha melarangnya untuk tidak memberi tahu Leon perihal pengawal pribadi yang akan menjaganya.


"Juga?"


"Tidak. Tidak apa-apa," geleng Darren cepat. "Augusto adalah putera dari kerabat Tuan besar Edley, sudah pasti tuan Alpha sangat percaya padanya," sambungnya mengalihkan pembicaraan. Tak menyadari jika Leon juga mengetahui hal itu.


"Dan ternyata takdir bisa sekejam ini, Alpha bahkan sudah tidak ingin berurusan dengan sindikat mafia ataupun gangster dan sejenisnya, tapi Tuhan memberikannya jodoh seorang puteri yang berasal dari keluarga mafia," balas Leon.


Sedang Darren hanya terdiam dengan kecemasan hatinya. Sebab sampai kapan pun, Alpha tidak akan pernah lepas dari keluarga tersebut, bahkan cepat atau lambat akan berbaur dan terus berurusan dengan sindikat mafia lainnya, meski ia sangat menghindarinya. Terlebih saat kemunculan pria asing di antara mereka.


"Oh iya, bagaimana dengan kabar Nona Starla?" tanya Darren secara tiba-tiba. 


Cukup mengejutkan, sebab selama ini, pria itu tidak pernah peduli dengan kabar siapa pun, sebab selain keluarga Berta, sudah tidak ada lagi yang penting untuk menanyakan kabar. Namun, perasaan Darren cukup tidak nyaman saat itu, saat di mana ia melihat air mata Starla yang terus menetes saat mengetahui kenyataan yang paling menyakitkan dalam hidupnya. Bahkan Starla masih dalam keadaan menangis saat meninggalkan rumah sakit saat itu. Dan Darren cukup yakin, gadis itu akan terus menangis hingga saat ini, jika kembali mengetahui Alpha yang sudah menikah.


"Aku belum mendapatkan kabar darinya," ucap Leon dengan wajah yang seketika muram.


Semoga kau selalu baik-baik saja, Starla.


Leon meneguk sampanye tanpa jedah untuk menghilangkan perasaan anehnya saat mengingat gadis tersebut. Biar bagaimanapun, Starla adalah sahabatnya, orang yang cukup dekat dan sudah pasti sangat ia sayangi. Akan sangat masuk akal jika ia terus memikirkannya, layaknya seorang pria yang merindukan kekasihnya. Di tambah lagi saat ia kembali mengingat kemalangan yang sudah terjadi pada gadis itu.


***