I Can'T Have Your Heart.

I Can'T Have Your Heart.
Kunjungan Emery.



"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Alpha dengan wajah datarnya.


"Menemaninya di... "


"Tetap di tempatmu," Balas Alpha yang seketika membuat Leon melongo. Bahkan ia belum menyelesaikan kalimatnya.


"Kenapa kau tiba-tiba melarangku untuk menemui Starla? Kau..."


"Tetap di tempatmu, dan  jangan banyak bertanya, aku lelah," Jawab Alpha yang membuat Leon menggeleng pelan, seolah  paham dengan sikap Alpha saat ini.


"Ternyata kau seorang pria yang overprotective, aku baru mengetahuinya." Celoteh Leon dengan senyumnya yang lebih terlihat seperti sedang mengejek Alpha.


"Terserah.. Yang jelas, mulai saat ini, jika kau ingin bertemu dengannya, kau harus memberitahuku terlebih dahulu, apa kau mengerti?" Lanjut Alpha yang langsung beranjak dari duduknya.


"Ha? Bukankah kau terlalu berlebihan? Apa kau berencana untuk menjadi satpam Starla? Yang tiap orang di haruskan wajib lapor jika ingin bertemu dengannya?" Tanya Leon yang hanya dalam hitungan detik, telapak tangan Alpha sudah kembali mendarat tepat di kepalanya.


"YAAKKKK... ALPHAAAAA..."


Teriak Leon yang langsung melemparkan sebuah bantal sofa ke arah Alpha yang sayangnya malah meleset dan membuat Leon semakin kesal, hingga ia hanya bisa mengumpat sambil mengelus kepalanya, sedang bayangan Alpha sudah menghilang dari pandangan Leon yang masih meringis kesakitan.


"Ada apa? Apa anda baik-baik saja?" Tanya Dareen yang baru saja keluar dari ruang kerja Alpha dan langsung melangkah menuju ke arah Leon yang masih mengusap kepalanya.


"Dareen, apa selama ini All sering memukulmu?" Tanya Leon.


"Maksud anda?"


"Apa kau tahu, sepertinya tidak lama lagi aku bisa amnesia jika terus berdekatan dengan Alpha, ahk sial.." Umpat Leon yang hanya di balas senyum kecil oleh Dareen.


"Ada masalah apa? Kenapa anda bisa mendapatkan pukulan dari Tuan Alpha lagi?" Tanya Dareen yang sepertinya sudah mengetahui jika Leon sering mendapatkan pukulan dari Alpha.


"Aku hanya mengatakan ingin menemani Starla di Panthouse." Jawab Leon santai.


"Dan Tuan Alpha sampai bereaksi seperti itu?" Tanya Dareen yang seakan tidak percaya dengan perkataan yang baru saja Leon ucapkan.


"Hm.. "


"Apa mungkin.. "


"All mencintai Starla." Jawab Leon meyakinkan tampa menunggu Dareen menyelesaikan kalimatnya.


"Sepertinya begitu,"


"Bukan sepertinya lagi, tapi memang iya." Ucap Leon dengan pasti.


"Tapi.. sebenarnya saya mengkhawatirkan Tuan Alpha," Lanjut Dareen.


"Memang apa lagi yang harus kau khawatirkan? Dia nampak baik-baik saja, bahkan tempramennya semakin meningkat sejak ia jatuh cinta kepada Leon," Balas Leon sambil melangkah menuju ke sebuah pantry dan kembali dengan beberapa kaleng bier dingin di tangannya.


"Tuan Alpha memang terlihat baik-baik saja, tapi sebenarnya tidak, sepertinya ia sedikit kesulitan untuk menghadapi masalahnya kali ini,"


"Biasanya dia tidak pernah kesulitan tiap kali menghadapi masalah apapun, tapi kenapa, dengan masalah seperti ini saja dia malah terlihat seperti pria bodoh dengan tempramen yang semakin memburuk. Ucap Leon yang langsung meneguk sekaleng Bier dingin di tangannya.


"Iya, tapi mengingat masalah yang tengah ia hadapi saat ini, sepertinya sangat rumit. Bahkan untuk menghadapi Nona Starla saja, Tuan Alpha sepertinya sangat kesulitan." Balas Dareen dengan nada suara yang di penuhi dengan kekhawatiran.


"Memang sangat rumit bagi Alpha yang selama hidup memang tidak pernah mengalami masalah seperti itu," Balas Leon sedikit khawatir dengan keadaan Alpha.


Sedang di dalam sebuah kamar yang terlihat remang dengan pencahayaan minim, nampak Alpha yang tengah menyandarkan tubuhnya di atas sofa dengan mata memejam. Meskipun tubuhnya berada di kamar saat ini, namun pikirannya tertuju ke pada Starla. Sejak awal ia memang tidak pernah berniat untuk menyembunyikan semua tentang dirinya yang sebenarnya kepada Starla, sebab dari awal Starla juga tidak pernah menanyakan tentang siapa dirinya, dan hal itulah yang membuat Alpha merasa gelisah sampai saat ini, sebab ia tidak pernah mengetahui jika kebencian Starla kepada orang-orang seperti dirinya teramat besar. Dan mungkin saja, jika Alpha lebih menahan perasaannya lagi untuk tidak jatuh cinta kepada Starla, mungkin ia tidak akan pernah merasakan rasa gelisah, sakit, dan khawatir seperti sekarang ini. Namun sepertinya semuanya sudah terlambat, Alpha yang sudah terlanjur jatuh dalam pesona dan cinta Starla membuatnya hanya bisa pasrah dan berharap agar semuanya akan baik-baik saja, meskipun itu tidak mudah.


Sesakit apakah yang kau rasakan dulu, hingga membuatmu sangat tersiksa sampai saat ini, dan apa yang harus aku lakukan untukmu, apa aku harus melepaskan semuanya agar aku bisa bersamamu?


Alpha yang masih dengan kekalutan hatinya hanya bisa menarik nafas dalam, untuk menenangkan pikiran juga perasaannya saat ini. Bahkan perasaan rumitnya membuat matanya jadi sulit untuk terpejam.


* * * * *


* PANTHOUSE ALPHA KHANDRA.


"Selamat siang Tuan.."


Sapa salah satu pengawal Alpha yang saat ini bertugas untuk menjaga Panthouse. Wajahnya terlihat pucat pasi dengan kepala yang masih menunduk, seolah sedang menghindari tatapan mata tajam Alpha yang saat ini terlihat sangat marah.


"Apa saja yang kau lakukan? Kenapa kalian sampai tidak menyadari jika Nona Starla menghilang?" Tanya Alpha dengan kemarahannya.


"Ma.. Maaf Tuan.. " Ucap salah satu pengawal tersebut tergagap dengan kepala yang masih menunduk.


"Aku tanya, APA SAJA YANG KAU LAKUKAN?" Teriak Alpha.


"All.. Tenanglah.. " Balas Leon yang berusaha menenangkan Alpha yang saat ini tengah di kuasai rasa amarah.


"Bukankah sudah aku katakan, jaga dia seperti kau menjaga nyawamu sendiri?"


"Maaf Tuan, saya lalai, dan saya siap menerima hukuman apapun dari Tuan muda." Balas pengawal tersebutasih tertunduk.


"BERHENTI MEMINTA MAAF.." Teriak Alpha dengan sangat keras seraya menendang sebuah meja yang tidak jauh dari jangkauan kakinya hingga membuat meja tersebut terlempar dengan beberapa benda yang berada di atasnya.


"All.. Tenanglah... Bisakah kau duduk dulu? kau nampak kacau. Kita akan mencari Starla ke rumahnya." Balas Leon sembari mencengkram lengan Alpha yang sudah terangkat dan siap untuk mendaratkan pukulan ke arah pengawalnya yang masih tertunduk pasrah.


"Kau menyuruhku untuk tenang sekarang, bagaimana jika Lucas berhasil menemukannya di sana."


Aku tidak rela jika Starla bertemu pria brengsek itu lagi, apalagi sampai membuat Starla menangis lagi. sudah cukup..


"Baiklah.. Jadi kau akan terus di sini dengan emosimu yang menakutkan itu? Aku akan ke rumah Starla sekarang." Ucap Leon menggeleng dan langsung melangkah pergi meninggalkan Alpha yang hanya bisa melongo menatap kepergian Leon.


"Tuan.. " Seru Dareen yang langsung membuat Alpha tersadar dan langsung melangkahkan kakinya mengikuti Leon yang masih menunggunya di dalam mobil. Hingga 40 menit kemudian mobil Alpha sudah terparkir di depan sebuah rumah sederhana milik Starla.


Namun ekspresi mereka tiba-tiba berubah dan saling menatap satu sama lain saat didepan sana nampak terparkir sebuah mobil mewah dengan inisial L di nomor platnya,


Tidak mungkin dia kan..


"Aku belum pikun All,"


Bukankah dia pengawal pria bodoh itu?"


Batin Leon saat matanya menangkap sosok pria bertubuh tinggi tegap yang tengah berdiri di samping teras. Pria yang pernah ia lihat di Rumah sakit satu hari lalu.


Jadi pria itu sedang bersama Starla sekarang, ahk sialan.. Alpha bisa kehilangan akal sehat jika mengetahui ini.


"Sepertinya aku salah.. Ini bukan rumah Starla." Ucap Leon yang langsung menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya meninggalkan rumah Starla sebelum Alpha menyadari jika saat ini Lucas yang tengah berada di rumah Starla.


"Apa pria itu?" Tanya Alpha perlahan sambil terus mengarahkan pandangannya ke depan.


"Ha?"


"Pria itu kan yang sedang berada di rumah Starla sekarang?" Tanya Alpha sekali lagi dengan wajah yang tiba-tiba berubah gelap.


"Maksudnya? Aku tidak... "


"Berhentilah berpura-pura Yoon, aku tahu, itu rumah Starla, dan pria yang sedang berada di rumah Starla sekarang adalah Lucas. Benarkan? " Tanya Alpha dengan tatapan dinginnya yang sontak membuat Leon hanya bisa terdiam bahkan semakin melajukan mobilnya tampa memperdulikan ekspresi Alpha yang sudah berubah geram.


"Ahhkk sial... " Umpat Alpha yang reflek memukul kaca jendela mobil di sampingnya dengan sangat keras hingga membuat kaca mobil tersebut retak, bersamaan dengan darah segar yang keluar dari punggung tangannya.


"Alpha.. Tenanglah.. Kau bahkan melukai dirimu sendiri." Ucap Leon dengan ekspresi terkejutnya saat melihat kemarahan Alpha saat ini, bahkan selain rasa marah, Leon juga bisa melihat kecemburuan yang teramat besar dari sorot mata Alpha sekarang.


"Kenapa kau selalu saja menyuruhku tenang Yoon seolah kau tidak mengerti dengan perasaanku saat ini." Ucap Alpha dengan wajah yang terlihat memerah, bahkan tangannya sudah mengepal sempurna hingga buku-buku jarinya terlihat memutih.


"All.. "


"Hentikan mobilnya." Perintah Alpha.


"Alpha.. Ini bukan saat yang tepat untuk menemui mereka." Balas Leon tampa mengindahkan perintah dari Alpha bahkan semakin melajukan mobilnya.


"Apa? Bukan saat yang tepat katamu? Apa kau gila? Apa kau tahu siapa pria yang tengah bersama Starla sekarang?"


"Yah aku tau, tapi... "


"HENTIKAN MOBILNYA SEKARANG YOON... " Teriak Wang Yibo yang langsung membuat Leon reflek menginjak rem mobilnya hingga mobil tersebut berhenti dengan suara decitan yang cukup nyaring saat ban mobilnya beradu dengan aspal jalanan.


"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang? Apa kau akan kembali ke sana dan menyeret Lucas? Memukulinya di depan Starla? Apa kau pikir setelah melakukan hal seperti itu Starla akan berterimakasih padamu?" Ucap Leon dengan nada suaranya yang mulai meninggi.


"Aku tahu kau sedang merasa khawatir sekarang, tapi setidaknya pikirkan tindakan apa yang akan kau lakukan." Lanjut Leon lagi.


"Bukankah tidak seharusnya Starla bersama Lucas sekarang? Kau tahu kan apa yang pernah Lucas perbuat kepada Starla?"


"Yah aku tahu, dan aku juga yakin. Starla masih memiliki pikiran yang bagus jika hanya sekedar melindungi dirinya sendiri, dia bukan gadis bodoh yang akan mau menerima pria yang sudah menyakitinya," Lanjut Leon mencoba memberikan pengertian.


"Kau salah... Jika kita pernah sekali merasakan mencintai seseorang dengan sangat besar, maka perasaan itu tidak akan mudah hilang begitu saja." Ucap Alpha.


"Tapi Starla bukan wanita seperti apa yang ada di dalam gambaranmu All."


"Yah aku tahu. Mungkin hanya aku yang memiliki perasaan seperti itu,"


"Alpha Khandra.. Starla juga memiliki perasaan yang sama sepertimu saat ini, apa kau masih belum menyadarinya?" Tanya Leon perlahan.


"Dia membenciku sekarang, dan itulah faktanya."


"All.. "


"Dia tidak akan mungkin pergi begitu saja dari Panthouse jika dia benar-benar memikirkan perasaanku, bahkan dia akan menolak pria manapun agar tidak mendekatinya jika dia memang mencintaiku, tapi lihatlah.. Bahkan sekarang dia sedang berada di dalam satu rumah bersama pria yang pernah ia cintai." Jawab Alpha dengan nada yang penuh dengan kekecewaan.


"Alpha.. Apa kau cemburu sekarang?"


"Yah aku cemburu, sangat cemburu hingga aku sangat ingin membunuh pria itu sekarang juga. Aku cemburu hingga membuatku sesak dan sakit. Aku juga tidak pernah ingin merasakan perasaan ini, jika aku tahu perasaan cemburu akan sesakit ini, mencintai seseorang akan sesakit ini, dari awal aku tidak akan pernah mau menyerahkan hatiku kepada siapapun. AKU MEMBENCI PERASAAN INI YOON... " Teriak Alpha yang hanya membuat Leon terdiam.


"Maafkan aku All, karena tidak mengerti perasaanmu." Ucap Leon.


"Sudahlah.. Aku cukup lelah hari ini. Kita pulang saja." Ucap Alpha yang langsung menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi mobil sambil memejamkan matanya yang mulai berkabut, bahkan Leon bisa melihat dengan jelas ada tetesan air mata yang keluar dari sudut mata Alpha, meskipun Alpha tengah berusaha untuk menyembunyikan air matanya saat ini.


Bahkan hanya Starla satu-satunya wanita yang bisa membuatmu menangis, sekarang aku baru tahu, sebesar apa perasaanmu kepada Starla, maafkan aku All..


Dengan perlahan Leon kembali menyalahkan mesin mobil dan kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sudah tidak ada lagi perbincangan di antara mereka berdua. Alpha yang masih dengan posisinya begitupun dengan Leon yang lebih memilih fokus dengan kemudinya. Hingga 30 menit berlalu, Mobil merekapun terparkir tepat di pintu gerbang Mansionnya yang di sana sudah menunggu beberapa pengawal Alpha untuk menyambut kedatangan mereka.


"Maaf Tuan besar.. " Ucap Akirra salah satu pengawal yang langsung membungkuk di hadapan Alpha


"Ada apa Akirra?" Tanya Alpha sambil melangkahkan kakinya menuju pintu utama.


"Di dalam ada Nyonya Emeru dan Ibunya, tengah menunggu anda," Jawab Akirra yang sontak membuat Alpha mengernyit. Bahkan Leon dan Dareen hanya bisa saling menatap.


Dengan langkah lebarnya Alpha memasuki pintu ruang utama Mansionnya dan langsung menemui Emery juga Nyonya Carolyn yang tengah duduk menunggunya. Disana juga nampak sosok Kang Daniel yang langsung membungkuk saat melihat kehadiran Alpha yang langsung menghampiri mereka.


"Maaf jika tiba-tiba kami datang mengunjungimu tampa pemberitahuan terlebih dahulu." Ucap Nyonya Carolyn perlahan.


"Tidak masalah Nyonya, Anda bisa berkunjung kapan saja." Balas Alpha dengan senyumnya. Hingga netranya kembali tertuju kepada Emery yang langsung tersenyum saat manik matanya beradu dengan manik mata Alpha.


Aku sangat merindukanmu Alpha.. Dan aku sungguh bahagia saat ini karena bisa melihat senyummu, senyum tulus yang selama ini tidak pernah aku lihat.


"Emery.. Apa kabar?" Tanya Alpha yang sontak membuat Emery memerah.


Kau bahkan menyebutkan namaku sekarang, setelah lima tahun lamanya, baru kali ini aku mendengarnya langsung dari mulutmu, sungguh aku sangat bahagia dengan hal kecil seperti ini.


* * * * *


* TO BE CONTINUED.