
"Apa mereka saling mencintai?"
"Tentu saja."
"Lalu mengapa tuan Fridell yang menikahi ibu saat itu? Mengapa tuan Fridell yang harus berkorban? Mengapa bukan tuan Albern Axton? Bukankah kata Bibi May mereka saling mencintai?"
Darmaya kembali menarik nafas berat.
"Tuan Albern tidak mengetahui apa pun saat itu. Sebab Yuwa menyembunyikan semua darinya."
"Lalu?"
"Di saat Yuwa pernah sekali mencoba untuk membunuh dirinya sendiri, tuan Fridell langsung memutuskan untuk memberitahu tuan Albern semuanya. Namun, pada saat itu tuan Albern sedang melakukan satu pekerjaan di tempat yang cukup jauh, dan mendapati masalah di sana hingga tak bisa pulang lebih cepat.
"Bahkan mereka mengira jika tuan Albern gagal dalam misi itu dan tewas terbunuh di sana, hingga tuan Fridell akhirnya mengambil keputusan untuk menikahi Yuwa ibumu yang saat itu sudah mengalami depresi, karena rasa bersalah dan kehilangan tuan Albern. Hingga di hari itu ia nekat mengambil senjata milik tuan Fridell untuk membunuh Tiar," jelas Darmaya.
"Lalu tuan Albern?"
"Aku tidak tahu, kisah selanjutnya seperti apa. Aku bersamamu di hunian belakang, bahkan nyaris tak pernah ke mana pun, sampai kau berusia lima tahun, dan kita kembali ke mansion. Sejak saat itu kabar tuan Albern sudah tak terdengar lagi. Terakhir, ia kembali mencari Yuwa dan tidak menemukan apa pun selain makam Yuwa. Bahkan dirimu."
"Lalu?"
"Yang aku dengar tuan Albern merasa sangat kecewa atas ketidak jujuran Yuwa padanya, sekaligus depresi atas meninggalkannya Yuwa. Dan entah bagaimana, ia berakhir menikah dengan seorang wanita yang berasal dari keluarga Osvaldo Family."
"Osvaldo?" ulang Keano saat merasa tidak asing dengan nama tersebut.
"Ya, puteri dari tuan Hamilton Delano, generasi ketiga dari keluarga Osvaldo. Saudara perempuan dari tuan Charles Beall,"
"Aku sudah mendengar dari tuan Fridell, tentang keluarga Osvaldo. Bahkan mereka sedang merayakan pernikahan putera tunggal mereka hari ini."
"Benarkah?"
"Ya, putera dari tuan Hamilton, Charles Beall. Dan jika memang di antara keluarga tersebut saling memiliki hubungan, mengapa tuan Albern tidak menghadiri acara penikahan tersebut. Bahkan tuan Albern tidak mengungkit sedikit pun soal pernikahan di keluarga Osvaldo."
"Sebab di antara kedua keluarga tersebut sedang terlibat konflik besar, bahkan sudah sejak lama saling memutuskan hubungan."
"Apa yang sudah terjadi?"
"Nyonya Draniela Sumeri, istri dari tuan Albern tidak berumur panjang, saat itu ia di temukan tewas di perkebunan anggur dengan luka tembak satu minggu usai melahirkan Nona Gabriella,"
"Apa nyonya Draniela di bunuh?"
"Benar, bahkan sampai saat ini, kematian nyonya Draniela masih menjadi misteri. Banyak dari pihak dan kerabat Osvaldo yang mengira jika kematian nyonya Draniela ada hubungannya dengan tuan Albern, di lakukan oleh sindikat gangster berasal dari Irlandia, yang di ketahui telah menjadi sekutu Almero family, sekaligus musuh besar Osvaldo family. Entahlah."
Keano menyimak dengan seksama. Tak habis fikir jika wanita yang selama ini mengasuhnya, melayani keluarga Elfredo cukup mengetahui banyak hal. Bahkan umur Darmaya belum terlalu tua, di usia 28-nya, Darmaya sudah mengetahui banyak hal tentang semua konflik keluarga mafia. Dan secara tidak langsung, Keano ikut mengetahui semua cerita dan konflik tersebut.
Dan hal yang di luar dugaan, ibunya pernah mencintai seorang mafia seperti Albern Axton, salah satu mafia yang paling dianggap menakutkan, Albern Axton dan anggotanya berhasil menguasai perdagangan berbagai jenis narkoba. Bahkan sampai di luar wilayahnya, bukan hanya itu, mafia ini juga sering menjadi pelaku pembunuhan para hakim, politisi, dan juga pejabat. Sungguh tak jauh berbeda dengan tuan Fridell. Pikir Keano menghela nafas berat. Ia sungguh tidak mengharapkan kehidupan seperti ini. Namun, faktanya ia memang di besarkan dari keluarga mafia yang menakutkan.
"Aku mengerti sekarang Bibi May, mengapa tuan Albern sangat menyukai mataku."
Ia tahu jika pria itu tengah merasakan kesedihan sekarang, ia juga tahu jika selama ini Keano sedikit tertekan, merasa tidak nyaman dengan kehidupannya selama ini. Ditambah lagi satu fakta baru jika Albern Axton adalah seorang pria yang pernah dekat dengan ibunya, bahkan jelas terlihat jika pria itu menginginkannya.
"Gabriella, dia ...."
"Ada apa? Apa kau bertemu dengan Nona muda Gabriella di sana?" tanya Darmaya tersenyum menatap Keano.
"Berapa usianya?"
"Dua puluh satu tahun."
"A-apa? D-dua puluh satu tahun?"
"Hmm, ada apa?" tanya Darmaya kembali tersenyum.
"Apa yang Bibi May pikirkan? Aku hanya tidak habis fikir, anak seusia Gabriella sudah pandai melubangi kepala orang lain,"
"Ya, jangan heran. Nona Gabriella tumbuh bersama tuan Albern dan kakaknya tuan muda Jackob Sean. Mereka mengajarkan banyak hal kepadanya, agar ia bisa menjadi gadis yang tangguh, tidak manja, mandiri, dan tidak bergantung pada siapa pun. Dan nona Gabriella tidak di ajarkan untuk menjadi seorang gadis berprilaku anggun, lembut, seperti gadis pada umumnya yang bisa memasak, bermakeup, dan shopping di mall. Sejak usia 10 tahun, ia sudah di ajari memegang senjata, belati, dan granat. Dan kau pasti tau, seperti apa kegiatan para gangster berprilaku. Termasuk membunuh, itu bukanlah hal sulit bagi nona Gabriella."
Kenapa aku makin tidak tega jika gadis itu bersama kak Daniel.
"Ahh, kepalaku pening. Aku butuh istirahat Bibi May," keluh Keano mengusap wajahnya kasar.
"Apa kau butuh teh hangat?"
"Tidak Bibi May, aku hanya butuh istirahat," jawab Keano beranjak dari duduknya. "Aku akan ke ruangan tuan muda sebentar," sambungannya melangkah pergi, menuju ruangan tempat Lucas di rawat.
"Kau pasti tidak nyaman dengan keadaanmu yang sekarang," ucap Darmaya masih menatap punggung Keano hingga bayangan itu hilang dari balik ruangan.
Sedang di tempat yang terpisah, tepatnya di AIRPORT LOUIS ARMSTRONG.
Mobil Porsche 718 cyman terparkir di sebuah parkiran airport, bahkan sudah satu jam lalu, mobil tersebut di sana, dengan sang pemilik yang masih duduk santai, menyandarkan tubuhnya di jok mobil.
"Target sudah terlihat," ucap seseorang yang sejak tadi duduk di sampingnya dengan tatapan tajam, mengamati pergerakan seseorang yang sudah di jadikan target beberapa jam lalu.
"God job, Frankie. Saatnya berburu. Berikan si manis padaku," balas sang pengendara yang langsung mengambil desert eagle untuk di selipkan di balik punggungnya, menyalakan mobil dan langsung menginjak pedal gas dalam, hingga dalam sekejap saja mobil sudah melaju menuju target sasaran. "Kena kau, serigala jantanku, Come to me baby," sambung sang pengendara menyeringai, nampak bahagia sebab sudah mendekati sasaran.
Suara decitan ban mobil yang beradu dengan aspal terdengar bising memekik telinga, saat mobil Porsche tersebut berhenti secara tiba-tiba tepat di depan target yang langsung menghentikan langkah kakinya.
Dan sedetik, nampak gadis berpenampilan grunge, dengan sepatu boots tinggi di atas kaki lengkap dengan make-up smoke ayes, dan lipstik brugandy yang menghiasi bibirnya keluar dari mobil, menyeringai dan langsung memegangi pistol yang masih terselip di balik punggungnya.
"Welcome my love, i miss you," sapa sang gadis yang langsung menodongkan senjata ke arah sang target.
"Kau ...."
***