I Can'T Have Your Heart.

I Can'T Have Your Heart.
Di Culik 2



* APARTEMEN KANG DANIEL.


Tiga jam berlalu sejak Lucas meninggalkan Apartemen, hingga sampai saat ini, ia belum juga kembali. Kang Daniel yang sejak tadi menunggu di meja makan dengan hidangan sarapan pagi yang di minta Lucas semakin merasa gelisah.


"Kemana anak ini.. " Gumam Kang Daniel seraya melirik jam tangan yang melingkar di lengannya. Dan dengan perasaan khawatir Kang Daniel beranjak dari duduknya dan langsung meraih ponsel di atas nakas untuk menghubungi nomor Lucas yang ada di panggilan cepat ponselnya, meski ia kembali terlihat kesal sebab Lucas mengabaikan panggilannya dan tidak menjawabnya.


"Ada apa dengan anak ini, awas saja kau.. " Umpat Kang Daniel yang kembali menghubungi ponsel Lucas. "Aaaiiss... Kenapa sekarang tidak aktif." Dengan penuh kekhawatiran Kang Daniel terus menghubungi ponsel Lucas yang sudah tidak aktif lagi. Hingga suara bel terdengar dari arah pintu Apartemennya.


"Dareen.."


Kang Daniel terpaku di depan pintu Apartemennya saat melihat sosok yang tengah berdiri di depan pintunya saat ini.


"Lama tidak bertemu Daniel.. " Sapa Dareen yang tengah berdiri di balik pintu.


"Mana Lucas? Bukankah ini alamat Apartemen Lucas? Kenapa kamu?" Tanya Leon tiba-tiba yang langsung menerobos masuk ke dalam Apartemen Kang Daniel.


"Lucas? Ada apa kalian mencarinya? Dan dari mana kalian tahu alamat Apartemen ini?" Tanya Kang Daniel yang masih berdiri di depan mereka berdua dengan tatapan bingung.


"Sekarang tidak penting di mana kita bisa mendapatkan alamat Apartemen ini, yang jadi permasalahan sekarang, di mana Lucas, dan kenapa kamu bisa berada di sini? Ada hubungan apa kau dengan Lucas?" Tanya Leon yang membuat Kang Daniel kembali memutar otak untuk menjawab pertanyaannya Leon.


"Aku pengawal pribadi Tuan muda Lucas."


"Apa? Jadi kamu bekerja di keluarga Elfredo sekarang? Hebat.. Memang sangat cocok untukmu." Balas Leon sinis. Sebab ia kembali mengingat sosok Kang Daniel yang saat itu pernah menjadi pengawal pribadi Chris Cullen, musuh besar keluarga Berta.


"Leon.. Kita mempunyai tujuan penting sekarang." Ucap Dareen yang bisa bersikap lebih tenang.


"Sebenarnya ada apa? Tidak mungkin kan kalian datang hanya untuk sekedar bertamu?" Tanya Kang Daniel yang masih beradu tatap dengan Leon.


"Kau pikir aku kekurangan pekerjaan hingga dengan senang hati datang mengunjungi Lucas di sini? Yang jadi permasalahan sekarang Starla di culik. Dan aku tahu, pelakunya pasti Ayahnya sendiri," Jawab Leon yang langsung membuat Kang Daniel terkejut.


"Apa? Tiar? Jadi dia kembali?"


"Hm, meskipun aku belum yakin dengan hilangnya Starla yang secara tiba-tiba, namun aku yakin ini ada hubungannya dengan Ayahnya, dan hanya Lucas yang bisa memberikan jawabannya, dan yang sialnya aku tidak bisa menanyakan ini kepada Lucas, karena ponselnya yang tidak bisa di hubungi."


"Tapi kenapa harus Lucas? Bukankah Starla sedang berhubungan dengan Alpha sekarang?"


"Keluarga Galenka sama sekali tidak ada urusan dengan keluarga Berta, kau tahu akan hal itu. Lalu menurutmu, apa tujuan Tiar menyandera putrinya sendiri?" Jawab Leon yang seketika membuat Kang Daniel panik.


"Tapi sejak tadi nomor Lucas tidak bisa di hubungi." Ucap Kang Daniel lagi.


"Apa? Aahhkkk sial... " Umpat Leon geram.


"Dareen, apa kau bisa melacak keberadaan Lucas?" Tanya Leon.


"Saya akan mencobanya."


"Kemana Tuan Alpha Khandra?" Tanya Kang Daniel saat tidak melihat sosok Alpha di antara mereka.


"Dia menghilang, 4 hari sebelum Starla menghilang."


"Apa kau sudah mencoba untuk menghubunginya?" Tanya Kang Daniel.


"Tidak."


"Bukankah dia harus tahu?"


"Yah, tapi aku tidak ingin Alpha terlibat dengan keluarga Elfredo. Aku akan mengatasinya sendiri tampa melibatkan Alpha lagi." Jawab Leon yang membuat Kang Daniel terdiam sesaat. Dengan tarikan nafas panjang.


"Bukankah kau juga Keluarga Berta?"


"Aku hanya ingin melindungi Alpha, agar masalah yang dulu tidak terulang lagi. Sudah cukup."


"Aku tahu."


"Tentu saja kau mengetahuinya, bukankah dulu kau pengawal pribadi keluarga Cullen sekaligus Asisten Chris?" Tanya Leon mengernyit.


"Iya, benar."


"Tsk, aku tidak heran jika kau mengetahui segalanya." Balas Leon dengan seringaiannya.


"Aku menemukan lokasi Tuan Lucas." Ucap Dareen seketika yang membuat keduanya langsung menghampiri Dareen yang tengah bermain dengan Tabletnya.


"Bukankah ini lokasi yang sangat jauh, sebuah gedung tua yang sudah hampir berapa tahun tidak di gunakan?" Tanya Dareen sambil terus mengamati lokasi tersebut.


"Gedung yang pernah di pakai Tiar sebagai gudang senjatanya, gudang yang pernah terbakar. Jadi benar Starla di culik Ayahnya sendiri untuk menarik umpan. Ahkk sial.." Umpat Kang Daniel yang tiba-tiba merasakan panik dan langsung berlari kedalam kamarnya untuk mengambil senjatanya.


"ARRGGHHH... SIAAALL.... " Teriak Kang Daniel saat menemukan lacinya mejanya yang terlihat kosong tampa senjata di sana.


"Ternyata kau sudah mengetahuinya terlebih dulu, kenapa kau tidak mengatakannya kepada kakak, dasar bocah sialan.." Gumam Kang Daniel yang kembali berlari di satu ruangan yang di sana terdapat beberapa jenis senjata. Dan mengambil salah satunya.


"Kita ke gudang tua itu sekarang, sudah 3 jam Lucas menghilang." Ucap Kang Daniel yang berusaha bersikap tenang.


"Baiklah.." Balas Leon dan Dareen yang langsung keluar dari Apartemen Kang Daniel dan menuju mobil mereka masing-masing, hingga dalam hitungan detik saja, mobil mereka sudah melaju dengan kecepatan tinggi.


Sementara di Mansion utama nampak Tuan Fredell yang tengah duduk di sebuah sofa singel dengan beberapa pengawal yang nampak berjejer di sampingnya.


"Jadi dia kembali?" Tanya Tuan Fredell dengan tatapan tajamnya sambil meraih sepucuk pistol.


"Iya Tuan.."


"Bagus, jika aku bisa langsung membunuhnya, dan akan benar-benar mengirimnya ke neraka." Balas Tuan Fredell.


"Tuan besar... Ada masalah." Ucap salah seorang pengawal yang tiba-tiba muncul dari arah luar dengan nafas yang terengah.


"Ada apa?"


"Tuan Lucas dalam masalah."


"Maksudnya?" Tanya Tuan Fredell mengernyit.


"Tiar menculik putrinya sendiri dan di jadikan umpan untuk menarik Tuan Lucas,"


"Apa? BANGSAT... " Teriak Tuan Fredell geram dengan wajah yang memerah dan graham yang menyatu, tatapannya tiba-tiba terlihat menakutkan berubah menakutkan.


"Cari lokasi Tiar sekarang, sebelum dia menyentuh anak-anakku, aku akan membunuhnya terlebih dahulu." Ucap Tuan Fredell yang sudah di kuasai amarah.


Daniel, Ayah yakin.. kau pasti di sana. Jangan sampai terluka, Ayah mohon.


* * * * *


Mobil mereka berhenti tidak jauh dari gedung tua yang di mana menujukan keberadaan Lucas. Bahkan mereka harus mengendap dan bersembunyi dari beberapa pengawal bersenjata lengkap yang tengah berjaga di tiap sudut bangunan tersebut.


"Kita seharusnya berhati-hati, kita tidak tahu jika ada seorang sniper yang tengah berjaga di sini." Ucap Kang Daniel yang masih berjongkok di samping mobilnya sambil menyiapkan senapan jenis AK-47 yang akan ia gunakan, begitu juga dengan Leon dan Dareen yang tengah memeriksa peluru di senjata mereka untuk di gunakan, bahkan Leon menyelipkan sebuah pisau tipe Eickhorn di balik jaketnya juga sebuah pistol Sig sauer P226 yang ia ambil dari kamar Alpha.


"Ikuti aku." Perintah Kang Daniel yang langsung berjalan mengendap.


"Tuan Muda Leon Avilash Berta, aku pernah ke sini, dan aku termasuk salah satu orang yang membakar gudang ini, apa ada pertanyaan lagi?"


"Jam terbangmu cukup tinggi Tuan Kang Daniel." Balas Leon dengan seringaiannya dan langsung melangkah perlahan mengikuti langkah Kang Daniel yang hanya menggeleng perlahan.


Apa dia benar-benar adik sepupu Alpha Khandra? Sungguh berbanding terbalik dengan Alpha.


Kang Daniel terus berjalan mencari cela, dan sebuah jalan rahasia agar pergerakan dan keberadaan mereka tidak di sadari oleh beberapa pengawal yang sepertinya masih berdiri tampa ada pergerakan apapun.


"Di mana Lucas?" Tanya Leon saat mereka tiba di sebuah ruangan yang cukup gelap dan sangat berbau, namun cukup aman untuk menghindari beberapa pasang mata pengawal Tiar yang masih siaga dengan senjata mereka masing-masing.


"Jangan bilang jika ia tertangkap." Lanjut Leon sambil mengamati tiap ruangan tersebut.


"Dia tidak mungkin bisa melewati para pengawal ini sendirian," Jawab Kang Daniel yang sudah sangat panik, meskipun ia berusaha untuk menyembunyikan semuanya namun sangat terlihat jelas jika dia sangat khawatir.


"Lalu? Dimana mereka sekarang?" Tanya Leon saat ia tidak melihat apapun di sana, bahkan jejak Starla tidak terlihat sama sekali.


"Tenanglah.. Kita ke lantai atas. Ikuti aku, jangan sampai terlihat oleh para pengawal, kita kalah jumlah."


"Kenapa kau tidak memberitahu Tuan Fredell jika nayawa anaknya dalam masalah?" Tanya Leon.


Sama sepertimu, yang ingin melindungi Alpha, aku juga ingin melindungi Ayahku, karena target utama mereka adalah Ayahku.


"Ikuti aku." Ucap Kang Daniel alih-alih menjawab pertanyaan Leon. Hingga mereka tiba di lantai paling atas, dan benar saja, mata mereka membelalak sempurna saat melihat dua sosok dengan tubuh yang terikat dan kondisi berlumuran darah.


"Lucas/Starla."


Ucap Leon dan Kang Daniel secara bersamaan. Namun mereka belum bisa berbuat apa-apa sebab tubuh keduanya di jaga beberapa pengawal bersenjata lengkap.


"Bagus, umpan kita yang lainnya sudah datang." Ucap seseorang yang tengah mengamankan tubuhnya di sebuah sofa single sambil menikmati segelas Champagne di dalam satu ruangan yang di penuhi layar monitor.


"Iya Tuan.. Kang Daniel dan kedua pria yang berasal dari keluarga Berta juga ada di sana."


"Berta? Ada urusan apa keluarga Berta di sini? Apa mereka berniat untuk mencampuri urusanku?" Tanya pria tersebut yang tidak lain adalah Tuan Tiar.


"Kedua pria Berta tersebut ada sangkut pautnya dengan Nona Starla." Jawab salah seorang pengawal Tuan Tiar.


"Benarkah? Menarik. Tidak di sangka, putriku tercinta bisa berhubungan dengan dua keluarga besar sekaligus."


"Iya Tuan, keluarga Berta adalah salah satu keluarga yang memiliki aset kekayaan yang berada di peringkat teratas di Negara ini."


"Menarik... Hahahahaha.. Aku bisa menghancurkan keduanya dan merebut aset mereka. Tidak sia-sia aku memiliki seorang putri seperti Starla, hahahahahaha... Hentikan permainan mereka. Aku sudah muak melihat mereka terus bersembunyi layaknya seekor tikus."


"Baik Tuan,"


"Ingat, target selanjutnya adalah Putra pertama Fredell, Daniel. Dulu saat menculiknya, aku tidak berhasil membunuhnya, tapi sekarang, aku pastikan, Fredell Elfredo akan segera menyiapkan makam untuk kedua putra kesayangannya." Ucap Tuan Tiar dengan senyum smirknya.


Sedang salah satu pengawalnya nampak terlihat berbicara dengan salah seorang Sniper yang sejak tadi sudah memantau pergerakan Kang Daniel, Leon dan juga Dareen.


"Kejutkan mereka dengan satu tembakan, agar mereka keluar dari persembunyian mereka." Perintah Tuan Tiar.


Hingga satu peluru panas melesat cepat dan langsung mengenai bahu Kang Daniel.


"Aahhgg... " Erang Kang Daniel memegangi bahunya, dan menyadari jika mereka tengah di pantau seorang Sniper, dengan gerakan cepat Leon menarik tubuh Kang Daniel dan menyandarkannya di balik tembok, sedang Dareen yang terlihat menarik pelatuk langsung melepaskan beberapa peluru kearah pengawal Tuan Tiar yang juga mulai menembak. Begitupun dengan Leon yang juga ikut menembak.


"Ahk sial.. Kita kalah banyak." Umpat Leon yang masih terus menembak.


"Yaaakkk... Apa yang kau lakukan.." Seru Leon saat melihat Kang Daniel bergerak dari balik tembok dan mulai menembak.


"Menembak, menurutmu aku sedang apa sekarang?" Jawab Kang Daniel sambil meringis menahan rasa ngilu di bahunya yang semakin banyak mengeluarkan darah.


"Aisshhh... Tapi lukamu brengsek." Balas Leon yang kembali menarik tubuh Kang Daniel.


"Dareen, Berhati-hatilah, jangan sampai terluka." Seru Leon yang langsung merobek baju kaus yang di kenakannya dan mengikat luka Kang Daniel.


"Setidaknya ikat dulu lukamu." Ucap Leon usai mengikat luka Kang Daniel dan langsung beranjak, namun belum sempat Leon mengangkat senjatanya, satu tembakan meleset tepat mengenai sisi kiri perutnya.


"Ahhgggg sial... Beraninya kalian menembakku SIAAALAAAN..." Teriak Leon sambil menahan rasa sakitnya ia berdiri dan kembali melepaskan beberapa tembakan ke arah pengawal tersebut hingga berakhir pengawal Tuan Tiar yang tumbang tidak tersisa satupun di ruangan tersebut.


"Kita butuh bantuan," Ucap Dareen yang tengah memapah tubuh Leon untuk bersembunyi di balik tembok besar agar tidak terlihat oleh Sniper Tuan Tiar yang masih mengawasi mereka.


"Memang siapa lagi yang akan kita panggil, aku aaahhgg... " Erang Leon memegangi lukanya.


"Hubungi Alpha," Ucap Kang Daniel yang masih terus menembak, sebab semakin banyak pengawal Tuan Tiar bermunculan dan menyerang mereka.


"Tapi.. Alpha... "


"Leon, kau terluka, dan kita memang membutuhkan bantuan Tuan Alpha."


"Baiklah.. Aku... Akan.. Menghubunginya.. Aahhkkk.. " Erang Leon yang langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor Alpha.


* * * * *


"Tuan Khandra.. Sepertinya ada masalah, Tuan Leon tidak bisa di hubungi, sejak tadi."


"Benarkah? Kemana anak itu, apa semua baik-baik saja?"


"Setelah Nona Starla menghilang dari rumah sakit, saya yakin, Tuan Leon akan sangat panik." Jawab Akirra.


Apa rasa kekhawatiranmu yang berlebihan karena kau benar-benar takut kehilangan Starla. Apa yang harus aku lakukan untukmu Yoon.


"Setidaknya Starla aman bersama kita. Tuan Tiar adalah seorang yang sangat licik, aku yakin, sekarang dia tengah menggunakan media lain untuk mengumpan Fredell Elfredo setelah dia gagal menculik putrinya sendiri dari rumah sakit. Tapi aku sedikit khawatir, jika Leon juga termakan umpan mereka."


"Saya akan mencari tahu Tuan, dan akan segera memberikan anda informasi."


"Sebaiknya kau bergegas Akirra, dan ingat, berhati-hatilah, orang-orang Tiar sangat licik."


"Baik Tuan," Ucap Akirra yang langsung beranjak meninggalkan Alpha yang masih berdiri menatap keluar jendela.


Kenapa sangat sulit untuk hidup tenang, terlibat dengan dua keluarga yang memiliki ambisi yang sama sungguh melelahkan. Starla.. apa yang harus aku lakukan untukmu. Apa aku sudah melakukan hal dengan benar. Bahkan ada yang lebih mengkhawatirkanmu sekarang ini.


* * * * *


* TO BE CONTINUED.


...Pengumuman:...


...Tidak terasa.. uda berada di dua akhir episode. trimakasih buat readersku yang setia dan slalu stay di cerita 'I can't have your heart' ini. Sayang kalian banyak"...


...(❁´◡`❁)...


^^^_Audrey16_^^^