
Hingga 25 menit berlalu, Lucas di kejutkan oleh suara ketukan di kaca mobilnya.
"Tuan muda," Panggil Keano yang sudah berdiri tepat di samping mobilnya.
"Ken.. "
"Ada apa Tuan muda? Apa yang terjadi dengan wajah anda?" Tanya Keano khawatir saat sudah berada di dalam mobil dan langsung menempatkan dirinya di kursi depan kemudi.
"Tidak apa-apa, ini hanya luka kecil." Jawab Lucas.
"Tapi luka-luka di wajah anda cukup parah Tuan, sebaiknya saya menghubungi Dokter Han untuk memeriksa kondisi anda." Ucap Keano yang langsung meraih ponselnya.
"Tidak perlu Ken.. "
"Sebenarnya apa yang terjadi Tuan? Anda nampak sangat gelisah," Tanya Keano yang kembali menaruh Ponselnya di dalam saku jasnya.
"Aku ingin kau mencari tahu sesuatu Ken,"
"Apa yang ingin anda ketahui?" Tanya Keano sambil menginjak pedal gas untuk melajukan mobil tersebut.
"Sebelum Starla menghilang, sebenarnya apa yang terjadi dengannya,"
"Apa anda masih ingin mencari tahu? Bukankah terlalu beresiko? Sebab sekarang Anda sedang dalam pengawasan langsung oleh Tuan Fridell,"
"Aku tidak peduli Ken, aku hanya ingin kau mencari tahu, apa yang terjadi pada Starla pada saat itu." Ucap Lucas.
"Baiklah.. Tapi Tuan, saya tidak begitu yakin akan menemukan sesuatu yang anda inginkan, sebab ini sudah sangat lama, 10 tahun. Mungkin semua akan sulit."
"Iya aku tahu, setidaknya cari tahu dulu. Aku sangat yakin, ada sesuatu yang terjadi kepada Starla pada saat itu,"
"Sebenarnya apa yang membuat anda begitu yakin jika Nona Starla pernah mengalami sesuatu hal yang buruk," Tanya Keano sambil melirik Lucas lewat kaca tengah mobilnya.
"Siang tadi aku menemukan Starla yang tengah menangis ketakutan di pinggir jalan."
"Apa?"
"Aku takut, sebab aku tahu, jika ada sesuatu yang Starla sembunyikan dariku, dan aku juga takut Ken, jika dugaanku benar." Ucap Lucas mulai gelisah.
"Maksud Tuan?"
"Aku belum bisa memastikan sebelum kau mencari tahu dulu tentang kejadian 10 tahun yang lalu,"
"Baiklah Tuan, saya akan mengusahakan untuk mencari tahu semuanya."
"Terimakasih Ken.. Aku akan menunggu." Jawab Lucas.
"Tapi Tuan.. Ada apa dengan mobil anda? Dari mana anda mendapatkan kerusakan itu? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Ken saat baru mengingat jika punggung mobil Lucas mengalami kerusakan yang cukup parah.
"Hanya insiden biasa, tidak usah di pikirkan." Jawab Lucas singkat yang membuat Keano mengernyit bingung bahkan sempat terkejut dengan sikap tenang Lucas. Sebab untuk ukuran seperti Lucas, pria angkuh, dingin juga arogan, tidak mungkin dengan cepat menyelesaikan masalah seperti ini tampa melibatkan dirinya ataupun pengacaranya.
"Siapa yang melakukannya? Saya yakin, dia bukan orang biasa." Tanya Ken yang sedikit merasa penasaran.
"Teman Alpha Khandra."
"Maksud Tuan? Pria yang bersama Tuan Khandra di rumah sakit minggu lalu?" Tanya Keano saat mengingat sosok Leon.
"Hm,"
"Jadi luka memar itu?"
"Hm,"
Apa Tuan Lucas baik-baik saja, bahkan responnya sangat berbeda kali ini, apa yang membuat anda jadi sangat berubah hari ini.
"Ken."
"Iya Tuan muda."
"Kita ke Panthouse, aku sedang tidak ingin bertemu Ayah saat ini."
"Baik Tuan muda."
Jawab Keano yang langsung menginjak pedal gas mobilnya menuju ke Panthouse milik Lucas.
* * * * *
* KEDIAMAN CAROLYN CULLEN.
"Daniel.. "
Panggil Emery saat mendapati Kang Daniel yang tengah duduk di sebuah kursi dengan laptop yang masih bertengger di atas pangkuannya.Dengan senyumnya, Emery melangkah mendekati Kang Daniel yang juga tersenyum saat melihat Emery.
"Ada apa Emery?" Tanya Kang Daniel seraya menutup laptopnya dan membenarkan posisi duduknya saat Emery sudah duduk tetap di sampingnya.
"Ada apa? Kau nampak terlihat gelisah? Apa yang sedang kau pikirkan?" Lanjut Kang Daniel dengan satu pertanyaan lagi, meskipun kenyataannya Kang Daniel sudah mengetahui jawaban dari pertanyaannya sendiri, sebab ia sudah bisa menebak masalah apa yang tengah di pikirkan Emery selama beberapa hati ini.
"Apa kau.. Maksud aku, apa kau.." Jawab Emery terbata, bahkan ia sendiri tiba-tiba merasa bingung harus memberikan jawaban seperti apa atas pertanyaan Kang Daniel padanya. Emery yang sepertinya tidak yakin untuk menceritakan semua kegelisahan hatinya membuat Kang Daniel semakin merasa bingung.
"Emery.. Katakanlah sesuatu, aku akan mendengarkannya. Mungkin kau bisa menceritakan semuanya perlahan," Balas Kang Daniel seraya meraih telapak tangan Emery untuk di genggamnya.
Genggaman tanganmu tidak pernah berubah Daniel, sejak dulu hingga saat ini masih terasa hangat, dan selalu membuatku merasa nyaman..
"Emery.. Kau membuatku khawatir sekarang, bicaralah.. "
"Keluarga Elfredo.. Maksudku, Tuan Fridell, menginginkanku untuk menjadi istri dari anaknya." Ucap Emery perlahan sambil tertunduk, keheningan terasa sangat jelas di ruangan tersebut. Tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut Kang Daniel saat usai mendengar kalimat yang keluar dari mulut Emery.
Aku tahu.. bahkan aku tahu semuanya. Karena pria itu adalah adikku sendiri.
"Daniel.. Apa kau mendengarku?" Tanya Emery saat mendapati Kang Daniel yang tengah terdiam dalam lamunannya.
"Hm, aku mendengarnya, lalu bagaimana menurutmu? Apa kau menyetujui ide itu?" Tanya Kang Daniel perlahan.
"Tidak sedikitpun.. Aku.. "
"Ada apa? Bukankah putra Tuan Fridell adalah seorang yang sangat memenuhi kriteria untuk di jadikan seorang suami, aku dengar dia adalah pria yang mempunyai segalanya, dan juga seorang pria yang baik."
"Tetap saja, bukan dia yang aku inginkan." Balas Emery yang tiba-tiba terlihat murung.
Alpha Khandra, aku tahu, dialah pria yang kau inginkan. Dan masih selalu kau harapkan.
"Lalu, apa dia Alpha?" Tanya Kang Daniel perlahan.
"Ha?"
"Seseorang yang kau harapkan," Jawab Kang Daniel perlahan.
"Aku.. "
Aku juga tidak tahu, bahkan kau masih selalu menggenggam tanganku, meskipun kau sedang merasakan sakit. Aku tahu, kau pasti terluka saat ini Daniel, maafkan aku..
"Aku hanya ingin bersama dengan seseorang yang aku cintai Daniel, dan begitupula sebaliknya, apa itu terlalu sulit? kenapa aku merasa itu sangat tidak mungkin."
"Dan kau akan menemukan orang itu, kau hanya perlu bersabar, bukankah tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini?"
Seperti aku yang selalu bersabar untuk menunggumu, meskipun aku tidak tahu, sampai kapan aku akan terus menunggumu untuk menyambut perasaanku,
"Daniel.. "
"Hm.."
"Apa aku bisa menemukan seseorang yang seperti di dalam impianku?"
"Aku sangat yakin, kau akan menemukannya. Percayalah.. Kau akan bahagia dengan pernikahan yang kau impikan." Jawab Kang Daniel yang penuh dengan keyakinan.
"Lalu... Bagaimana dengan dirimu?" Tanya Emery perlahan, seraya menatap wajah Kang Daniel yang masih terdiam dengan senyuman tipis di bibirnya.
"Apa kau mengkhawatirkan ku sekarang?" Goda Kang Daniel dengan tawanya yang membuat wajahnya terlihat begitu manis dengan lesung di pipinya.
"Aku serius.. "
"Yah aku tahu," Jawab Kang Daniel seraya mengusap kasar pucuk kepala Emery.
"Kau tidak perlu memikirkanku, aku sudah terbiasa dengan kesendirian, bahkan kesendirian sudah menjadi bagian dari hidupku, dan hal itu tidak akan membuatku terpuruk." Ucap Kang Daniel yang tiba-tiba saja membuat hati Emery merasakan sesuatu yang membuatnya sakit.
"Daniel.. Apa kau.. " Kalimat Emery kembali terhenti.
"Yang jelasnya aku baik-baik saja, sungguh.. Kau tidak perlu memikirkan apapun yang bisa membuat hatimu terbebani."
Tapi aku tidak bisa jika tidak memikirkan perasaanmu Daniel, entah apa yang terjadi dengan perasaanku akhir-akhir ini, yang jelas aku tidak ingin kau terluka Daniel.
"Aku juga ingin kau bahagia Daniel, dengan siapapun itu,"
Tapi hanya kau yang bisa membuatku bahagia Emery, selain dirimu tidak akan ada wanita lain lagi.
"Maka bahagialah, sebab dengan melihatmu bahagia, aku juga akan bahagia." Ucap Kang Daniel tersenyum.
"Tsk, apa semua pria di dunia ini sepertimu?"
"Tidak, pria sepertiku hanya bisa kau dapatkan di pemeran utama sebuah drama." Jawab Kang Daniel dengan nada candaan yang membuat Emery reflek mencubit lengan Kang Daniel dengan tawanya.
"Apa kau sedang membaca skenario sekarang?" Tanya Emery membalas candaan Kang Daniel.
"Tentu saja, aku sedang berusaha membuatmu terharu sekarang." Jawab Kang Daniel yang masih menggoda Emery.
"Siapapun wanita yang akan menjadi kekasihmu, dia pasti wanita yang sangat beruntung Daniel."
"Hm, aku harap juga seperti itu, dan dia akan menjadi satu-satunya wanita yang selalu merasakan kebahagiaan."
"Apa itu salah satu skenario dramamu lagi?" Tanya Emery terkekeh.
"Tentu saja, apa kau puas?"
"Yakk.. " Seru Emery yang langsung memasang wajah cemberutnya. Wajah yang selalu membuat jantung Kang Daniel berdebar dengan sangat kencang.
"Baiklah, berhenti bersikap manis seperti itu," Balas Kang Daniel yang kembali membuka laptopnya untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan jemarinya yang mulai bergerak lincah di atas keyboard.
"Apa kau tidak kesulitan melakukan ini?" Tanya Emery saat melihat Kang Daniel yang mulai mengetik hanya dengan menggunakan satu tangan saja.
"Hm, ini hal yang mudah." Balas Kang Daniel tersenyum, sedang Emery yang masih duduk manis di sampingnya sedikit merapatkan tubuhnya untuk melihat pekerjaan Kang Daniel, dengan satu tangannya yang masih berada di dalam genggaman Kang Daniel.
Hingga satu jam berlalu, pekerjaan Kang Daniel akhirnya kelar juga, untuk sesaat ia terdiam merasakan tubuhnya yang terasa berat, dengan gerakan perlahan dan hati-hati, Kang Daniel menutup layar laptopnya sambil menahan kepala Emery yang sedang terlelap di bahunya agar tidak bergerak dan membuatnya terbangun.
Apa masalah yang tengah kau hadapi saat ini membuatmu lelah? Kau bisa menggunakan bahuku untuk bersandar, kapanpun itu. Selama kau membutuhkannya, aku akan selalu nada untukmu. Dan asal kau tahu, kali ini aku sedang tidak membaca skenario cerita di sebuah drama.
Batin Kang Daniel seraya mengusap lembut kepala Emery.
"Ibu yakin, tubuhmu pasti sudah mati rasa dan kelelahan."
Ucap Nyonya Carolyn yang tiba-tiba muncul dan mendapati Kang Daniel yang masih duduk dengan tenang dan Emery yang terlelap di bahunya.
"Saya baik-baik saja," Jawab Kang Daniel perlahan dengan senyumnya.
"Dia tidur cukup pulas," Ucap Nyonya Carolyn saat menatap wajah Emery yang terlihat tenang dengan nafas yang teratur.
"Selama dua hari ini dia tidak bisa tidur dengan nyenyak, bahkan Ibu tahu, jika dia tidak tidur sedikitpun. Dan Ibu rasa kau sudah tahu apa penyebabnya." Sambung Nyonya Carolyn yang membuat Kang Daniel mengangguk perlahan.
"Bahkan Ibu merasa bingung sekarang, untuk menolak permintaan keluarga Elfredo, tapi Ibu juga tidak bisa memaksakan kehendak Emery, sudah cukup selama ini dia menjalani pernikahan yang tidak membuatnya bahagia, dan Ibu tidak mau hal itu terulang lagi." Ucap Nyonya Carolyn dengan raut wajah yang terlihat sedih.
"Iya, saya mengerti."
"Daniel.. Tidak bisakah kau melakukan sesuatu?"
"Maksud Ibu?"
"Lakukanlah sesuatu untuk Emery, Ibu tahu, jika selama ini kau mencintainya." Jawab Nyonya Carolyn yang sontak membuat Kang Daniel terdiam.
Tapi Emery tidak mencintaiku sedikitpun.
"Apa yang bisa saya lakukan, saya hanyalah seorang Asisten dan pengawal pribadi keluarga Cullen, Bukankah sangat tidak pantas."
"Ibu tidak ingin mendengarmu mengatakan hal itu lagi Daniel, siapapun dirimu, sebab yang Ibu tahu kau mencintai putri Ibu."
"Maafkan saya.. "
"Maaf untuk apa Daniel?" Tanya Nyonya Carolyn perlahan.
"Maaf karena sudah mencintai putri Ibu, saya.."
Saya tidak bisa melakukan apa-apa, apalagi untuk menggagalkan rencana Ayah saya yang juga menginginkan adik saya bahagia.
"Mencintai seseorang bukanlah suatu kesalahan, selama kita mencintai seseorang yang benar dan mencintainya dengan cara yang benar juga."
".......... "
"Aku selalu yakin, hanya kau yang bisa membahagiakan Emery." Ucap Nyonya Carolyn sembari menatap wajah putrinya yang masih terlelap di samping Kang Daniel.
"Jika kau mau bersabar sedikit lagi, Ibu yakin, Emery akan melihat ketulusan cintamu, akan melihat seberapa besar cintamu. Percayalah pada Ibu, Emery hanya merasa takut saat ini, pernikahannya dulu sempat membuatnya terluka, dan hal itu membuatnya takut untuk membuka hati dan mempercayai seseorang lagi, tapi seiring berjalannya waktu, Ibu yakin. Dia akan kebahagiaannya padamu. Bisakah kau bersabar dan menunggunya?" Tanya Nyonya Carolyn penuh harap.
"Tentu saja. Saya akan melakukannya, dan akan terus melakukannya, Ibu tidak perlu khawatir, saya tidak akan pernah meninggalkan Emery, dengan siapapun dia nantinya, saya akan selalu berada di sampingnya untuk selalu melindunginya, sampai ia mendapatkan sosok pria yang bisa melindungi juga membahagiakan dirinya, saya berjanji."
"Terimakasih Daniel, sekarang Ibu tahu, kenapa Ayah Emery begitu membutuhkanmu dan mempercayaimu," Ucap Nyonya Carolyn seraya tersenyum namun di dalam matanya sangat terpancar jelas kesedihan yang mendalam. Di tambah lagi saat bayangan Chris Cullen suaminya yang sudah meninggal 2 tahun lalu kembali hadir di pikirannya seolah memaksanya untuk mengingat kembali kenangan yang bahkan tidak sepenuhnya indah. Namun meskipun demikian, selalu ada senyum yang terukir di sudut bibir Nyonya Carolyn saat mengingat Almarhum suaminya. Sebab biar bagaimanapun, Chris Cullen adalah satu-satunya pria yang sangat di cintai oleh Nyonya Carolyn.
"Nyonya.. Apa anda baik-baik saja?" Tanya Kang Daniel perlahan yang langsung membuyarkan lamunan Nyonya Carolyn yang hanya membalas pertanyaan Kang Daniel dengan satu anggukan.
* * * * *
* TO BE CONTINUED.