Happy Birthday To Me

Happy Birthday To Me
Happy Birthday To Me-33



...🕯️🕯️🕯️...


Syifa bisa terima jika Kinara menghina dirinya serta hubungannya terhadap Glen tapi ia tidak terima jika Kinara membawa sosok hubungan kedua orang tuanya yang telah bercerai itu.


Bruak!!!


Suara keras terdengar membuat seisi kantin menoleh menatap ke arah Syifa dan sosok Kinara yang telah berada di atas lantai. Sontak kedua mata Lena membulat menatap sosok Kinara yang terduduk di lantai sementara Syifa yang kini telah berdiri.


"Wah, kenapa, tuh?" bisik yang lainnya heboh sendiri.


Kedua bibir Kinara terbuka ia tidak menyangka jika cepat berani mendorongnya dengan keras hingga terhempas ke lantai seperti ini.


"Lou berani dorong gue!!!" teriak Kinara.


"Emang kenapa?" tanya Syifa santai.


"Liat aja, ya! Gue bakalan kasih tau Glen kalau lo ngedorong gue ke lantai. Dia bakalan mutusin lo!" ancamnya membuat Syifa tersenyum.


"Silahkan! Gue nggak takut."


Mendengar hal itu membuat Kinara bangkit dan menjambak rambut Syifa. Ia tak rela mendapat tindakan dari Syifa yang berani mendorongnya terlebih lagi dengan semua orang yang tentu saja menjadikan keduanya pusat perhatian.


Syifa juga ikut menjambak rambut Syifa dan berusaha memukul Kinara dengan keras hingga terjadilah perkelahian di jam istirahat itu. Semua seisi ruangan kantin jadi heboh. Mereka berteriak dan saling berbisik berusaha menyuruh seseorang untuk menghentikan pertengkaran itu.


Lena yang sejak tadi mengantri dan telah berada di bagian yang paling depan dengan cepat berlari berusaha untuk menolong Syifa namun, langkahnya itu dicegah oleh dua sahabatnya, Kiki dan Nura.


"Mau kemana lo?" tanya Kiki menghalangi jalan.


Tak banyak pikir Lena kemudian melayangkan pukulan ke arah Nura dan dengan cepat dibantu oleh Kiki hingga terjadilah juga pertengkaran antara Lena dan kedua sahabat dari Kinara itu.


Semua orang nampak menunjuk-nunjuk ke arah mereka dan saling mendorong teman-temannya agar berusaha memisahkan dua kelompok yang sedang bertengkar itu.


Syifa mendorong Kinara dengan keras ke permukaan dinding membuat gadis itu sedikit meringis dengan nafasnya seakan tertahan di dada. Kekuatan Syifa benar-benar sangat kuat dan berhasil membuat Kinara tidak berdaya.


Syifa melayangkan pukulan ke arah wajah Kinara membuat darah segar mengalir di bagian hidung Kinara. Kedua mata Kinara membulat menatap darah segar yang berada di ujung jemari tangannya setelah ia menyentuh bagian hidungnya.


"Darah!" kagetnya histeris.


"Gue nggak suka, ya kalau lu bawa-bawa hubungan kedua orang tua gue!"


Bruak!!!


Suara keras terdengar saat Syifa melayangkan tinjunya ke arah wajah Kinara lagi.


"Berhenti lo!!!" teriak Kiki yang kemudian menjabat rambut Syifa lalu menyeretnya menjauh dari Kinara hingga berhasil membuat pegangan tangan Syifa berhasil terlepas.


Kiki mendorong Syifa ke lantai membuat tubuh Syifa berhasil terhempas ke meja kantin membuat botol-botol perasa berhamburan ke lantai.


"Syifa!!!" teriak Lena yang masih sibuk dengan sosok Nura.


Melihat Syifa yang terduduk di lantai membuat Kinara tersenyum lalu ia melangkah menghampiri Syifa dan duduk di atas tubuh Syifa lalu menghantam wajahnya dengan sebuah pukulan.


Tak cukup sampai di situ ia menjamak rambut Syifa dan menghempaskan kepala Syifa ke lantai membuat kedua mata Syifa membulat merasakan sakit yang begitu sangat sakit di bagian kepalanya bahkan mulutnya terbuka berusaha mencari udara saat dadanya terasa sangat sesak.


"Syifa!" teriak Lena yang dengan cepat berlari setelah berhasil menumbangkan Nura.


"Minggir lo!!!"


Plak!!!


Bruak!!!


Lena menendang sosok Kinara yang langsung menyingkir dari bagian atas tubuh Syifa yang kini telah tergulai lemas. Sahabat dari Syifa itu benar-benar memiliki kekuatan tendangan yang kuat.


Kedua mata Syifa masih terbelalak di sana dengan kedua bibirnya yang terbuka. Lena menatap khawatir dengan kondisi Syifa yang terlihat memperhatikan.


Kinara meneguk salivanya ia begitu takut melihat sosok Syifa yang terlihat begitu mengkhawatirkan.


Kiki berniat untuk kembali menyerang sosok Lena yang telah berhasil menendangnya namun, dengan cepat ditahan oleh Kinara membuat sahabatnya itu menoleh.


"Udah cukup! Jangan sampai dia mati!"


...🕯️🕯️🕯️...