
"Semuanya ini untuk aku Rel? Apa kamu gak salah kasih ya?" tanya Nadia.
"Iya, itu memang buat kamu. Sudah berapa kali aku bilang, kalau aku membelikan ini memang untuk kamu."
"Yah, anggap saja ini sebagai ucapan terimakasihku atas makanan yang sudah repot-repot kamu buatkan hari ini untukku. Sudah diambil saja gak usah pake tanya lagi. Semoga kamu suka, Nad."
"Fa-Rel, ka-mu- ..."
"Sudah ah, saatnya kita pulang," ucap Farrel tiba-tiba yang langsung menghentikan perkataan dari Nadia.
Farrel melajukan mobilnya dengan hati gembira. Farrel merasa hari ini benar-benar hari yang menyenangkan untuknya, entah apa alasannya ia sendiri tak mengetahuinya alasan pastinya. Tapi yang ia tahu, dan ia rasakan, bahwa saat ini hatinya seakan-akan lega dan bahagia.
Ditengah perjalanan Farrel bertanya kepada Nadia, "Nad, hari ini kita kan pulangnya lebih awal tidak seperti kemarin, apa sebaiknya kita sekarang berhenti sebentar untuk cari makan dulu?"
"Emmmm, gak usah ah, kita langsung pulang ke rumah aja, untuk makan bisa makan dirumah aja."
"Ya udah kalau kamu mau begitu. Berarti kita langsung perjalanan pulang nih ya?"
"Iyaaa, langsung pulang ..."
Tanpa banyak tanya lagi Farrel langsung tancap gas untuk segera pulang mengantar Nadia. Setelah sekian banyak lajur jalan dan persimpangan mereka lalui akhirnya mereka pun sampai di depan halaman rumah Nadia.
Mereka tiba dirumah Nadia saat hari sudah mulai gelap. Nadia menyuruh Farrel untuk masuk kerumahnya terlebih dahulu, untuk sekedar sholat Maghrib karena masih ada waktu untuk sholat Maghrib.
Dengan minta izin kepada keluarga Nadia Farrel pun mulai melaksanakan sholat Maghribnya itu. Sementara Nadia, pergi mandi dulu sebelum sholat Maghrib.
Setelah Farrel selesai sholat, Farrel langsung kembali duduk di ruang tamu, sambil menunggu Nadia selesai. Saat Farrel masih menunggu kehadiran Nadia, kedua adik Nadia datang menghampirinya.
Dan kebetulan sekali saat ini selain menunggu Nadia, Farrel sebenarnya juga ingin bertemu dengan kedua adik Nadia itu.
"Hai, para jagoan apa kabarnya nih?" Sapa Farrel ketika melihat kedua adik Nadia datang.
"Hai kak Farrel, Kabarnya baik kak. Kakak hari ini pulangnya kok lumayan cepat ya, tidak seperti kemarin yang pulangnya malam?" Kata Tio sambil meletakkan secangkir teh hangat untuk Farrel.
"Oh, kak Farrel pulang cepat hari ini, karena kami sudah mendapatkan buku yang kami cari dengan cepat. Jadi tidak perlu muter-muter lagi pindah-pindah ke tempat yang lainnya."
"Jadi gitu ya kak. Oh ya kak, ini silahkan diminum dulu tehnya, maaf ya kak cuma bisa menyajikan teh saja." kata Tio.
"Terimakasih ya teh nya," kata Farrel yang kemudian dilanjutkan dengan meminum beberapa teguk teh itu.
"Oh ya, kakak tadi tidak sempat beli jajan apa-apa hari ini, karena kakakmu tadi langsung minta diantar pulang kerumah aja. Jadi, setelah dari toko buku ya, kita langsung pulang ke sini."
"Ah, gak apa-apa kok Kak," kata Rafi yang agak sedikit sedih. Sebenarnya, Rafi sangat menunggu kedatangan Farrel itu karena berharap dibelikan jajanan lagi seperti kemarin-kemarin. Maklum saja usia Rafi yang memang masih terbilang anak-anak dan polos, jadi ia sangat senang jika dibelikan sesuatu oleh Farrel.
"Eh, ya sampe lupa kakak, tunggu sebentar ya, kakak mau ke mobil dulu," kata Farrel sambil bergegas keluar rumah menuju ke dalam mobilnya.
Tidak berapa lama kemudian Farrel pun datang sambil menenteng dua bungkusan besar ditangannya.
Wajah Rafi dan Tio, terlihat sangat penasaran sekali melihat apa yang sedang dibawa oleh Farrel itu.
Farrel kembali masuk dke dalam ruang tamu dan langsung duduk ditempatnya semula tadi. "Ini nih, kakak punya sesuatu untuk kalian, kebetulan pas di toko buku tadi, kakak teringat kalian berdua, jadi kakak membeli ini. Semoga kalian suka."
Farrel kemudian menyerahkan kedua bungkusan tersebut kepada Rafi dan Tio. Seketika raut wajah Rafi dan Tio langsung berseri-seri.
"Apa ini kak? Ini untuk kami berdua?" tanya Rafi dengan polosnya.
"Iya, itu untuk kalian berdua,"
"Horeeee, aku dibeliin oleh-oleh lagi sama kak Farrel ... terimakasih ya kak," kata Rafi kegirangan.
"Iya, silahkan kalian buka aja sekarang."
Rafi dan Tio sangat bersemangat sekali untuk segera membuka isi bungkusan tersebut. Betapa bahagianya mereka ketika melihat barang yang ada didalam bungkusan tersebut.
Betapa terkejutnya mereka ketika mereka berdua melihat isi dari bungkusan yang mereka buka tadi, ternyata isi masing-masing dari bungkusannya adalah sebuah tas ransel.
Segera mereka berdua mengeluarkan tas itu, agar dapat mereka lihat dengan jelas.
"Bagaimana apa kalian suka dengan barangnya?" tanya Farrel.
"Tentu saja kak, kami sangat suka sekali," kata Rafi dan Tio yang saling bertatapan pertanda kalau mereka berdua memang sepakat.
Tas yang dipegang oleh Rafi dan Tio berjenis sama, cuma beda warnanya saja. Untuk tas Tio berwarna hitam polos, dan untuk tas Rafi berwarna biru dongker polos kombinasi warna abu-abu.
Farrel sengaja membelikan tas ransel untuk mereka berdua tersebut karena dirasa tas ransel dapat dipakai untuk keperluan sekolah mereka berdua sehari-hari. Mungkin bisa juga untuk gonta-ganti dengan tas yang lama.
Farrel juga memastikan membeli tas yang sesuai dengan kondisi usia remaja mereka yang sedang mengalami masa pertumbuhan yang pesat, jadi Farrel memilih tas yang tidak membuat punggung dan bahu sakit.
Farrel memilih sesuai standar tas untuk anak SMP dengan kapasitas 10 – 20 liter. Kelebihan tas ransel ini adalah saat digunakan membawa perlengkapan sekolah lebih seimbang. Bahu tidak sakit karena tumpuannya seimbang.
Ukuran tas mereka ini berukuran cukup besar, yakni sekitar 47 cm x 25 cm. Tas ukuran ini cukup untuk membawa banyak buku pelajaran, dokumen A4, serta terdapat bagian tambahan berupa kantong khusus laptop.
Dan model tasnya juga terdapat beberapa variasi kantong yang bisa dijadikan pilihan untuk memudahkan mengatur barang bawaannya. Banyaknya kantong yang ada juga akan membantu mendistribusikan berat dari barang bawaan agar lebih merata.
Rafi dan Tio melihat tas mereka, tas ini memiliki kualitas bahan tas yang antiair, kuat, mudah dibersihkan, yakni bahan poliester.
Bahan Poliester ini banyak dipakai untuk tas ransel dan tas model lainnya. Tas dari polister digemari karena karakteristiknya yang tahan lama, tidak mudah kusut, dan tahan air.
Selain itu, tas sekolah poliester akan mudah kering saat dijemur. Jadi, tas sekolah dengan bahan ini cocok dikenakan saat musim hujan.
Rafi dan Tio benar-benar sangat bahagia sekali dan perasaan bahagia mereka itu langsung mereka luapkan dengan ekspresi dan tingkah mereka.
Mereka langsung mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Farrel hingga berulang-ulang kali. "Terimakasih banyak ya kak Farrel, kita berdua benar-benar sangat menyukai tas ini."
Tak lupa mereka juga memamerkan tas pemberian dari Farrel ini kepada kedua orang tua mereka. Bahkan saat Nadia baru selesai sholat dan keluar dari kamarnya pun tidak luput dari aksi mereka berdua.
Sebelum Nadia pergi ke ruang tamu menemui Farrel, sang ibu terlebih dulu menyuruh Nadia untuk mengajak Farrel makan malam bersama.
Nadia segera pergi keruang tamu menemui Farrel untuk menyampaikan apa yang telah diperintahkan oleh ibunya tadi.
"Hai, udah lama nunggunya ya, maaf ya udah dianggurin dari tadi. Oh ya, kamu tadi membelikan tas-tas untuk adik-adikku di toko buku ya?"
"Ah, gak dianggurin kok, ini aku udah dibuatin teh hangat ini sama ibu kamu, tadi adik-adikmu yang bawainnya kesini."
"Emmmm, untuk tas-tas tadi, ya memang aku belinya sewaktu kita ada ditoko buku tadi. Sekalian pas beli barang buat kamu itu."
"Disana aku lihat ada tas-tas sekolah yang keren, jadinya aku kepikiran untuk membelikannya untuk adik-adikmu. Aku rasa tas itu barang yang sangat bermanfaat untuk sekolah mereka, bisa buat gonta-ganti dan dengan tas tersebut bisa menambah semangat belajar untuk mereka berdua." Kata Farrel.
"Kenapa kamu baik dan perhatian banget sih dengan kami? Padahal kamu juga kan baru kenal dengan keluargaku?" tanya Nadia.
"Ah, masa berbuat baik harus dengan alasan sudah kenal lama. Lagipula berbuat itu tidak harus dengan berbagai alasan, kan? Jadi aku tidak perlu repot-repot menjawab pertanyaan darimu ini."
"Hmmm, yah sudahlah terserah kamu saja. Tapi walau bagaimanapun aku mengucapkan terimakasih atas apa yang kamu berikan untukku dan keluargaku."
...----------------...