Cupid I'M In Love

Cupid I'M In Love
Bab 65 Tidak Punya Nomer HP Dia



"Ya udah, kalau gitu sekarang mending kita cepet pergi ke warung makan ibu," kata Nadia.


Nadia dan adik bungsunya itu langsung pergi berjalan kaki ke tempat warung makan ibunya, untuk ikut membantu disana.


...


Hari pun sudah semakin sore, Nadia beserta ibu dan kedua adiknya, sudah bersiap-siap untuk pulang kerumah mereka. Sesampainya di rumah, Nadia langsung bekerjasama dengan kedua adiknya bersih-bersih rumah, setelah itu mereka bergiliran untuk mandi.


Ibu dan Nadia hari ini tidak perlu repot-repot masak untuk makan malam, karena masih ada sisa makanan dari warung makan yang tidak habis terjual, dan itu cukup untuk mereka santap sekeluarga malam ini.


Sewaktu ibu Nadia membuka kulkas, ibu Nadia melihat cemilan-cemilan yang dibeli oleh Farrel tadi, dan langsung bertanya kepada adik-adik Farrel, karena Nadia sedang dikamar untuk ganti baju sehabis mandi.


"Nak ini dikulkas kok ada salad buah, ada asinan buah, ada manisan, ada puding juga, ini siapa yang beli? Kok belinya banyak banget. Apa sebaiknya ditabung aja, atau paling gak kalau memang kepengen ya beli salah satu saja. Jangan banyak gini nak?" tanya ibu Nadia.


Karena Rafi tahu bahwa itu camilan dari siapa, Rafi kemudian langsung menceritakan semua kepada ibunya Nadia. Sang ibu mengernyitkan dahi. Seperti masih kurang yakin akan penjelasan dari sang anak bungsunya.


Sang ibu menunggu Nadia untuk menanyakan langsung perihal tentang pemberian camilan ini. Selang beberapa saat Nadia pun sudah keluar dari kamarnya. Ibu langsung menghampiri Nadia dan bertanya kepadanya.


"Nad, kata Rafi camilan-camilan yang ada dikulkas itu pemberian dari teman sekelas kamu ya? Siapa dia?" tanya sang Ibu.


"Iya, itu cemilannya dibawain oleh teman sekelasku, yang mengantarku pulang hari ini. Aku sendiri sebenarnya gak tahu kalau tadi ia sengaja berhenti dan berbelanja ditoko buah ternyata untuk dikasih buat keluarga kita. Nama temanku itu Farrel Bu," jawab Nadia.


"Dia cowok ya? kok kamu bisa diantar dia pulang? Kenapa bukan Ricky yang mengantar kamu pulang? Apa kamu lagi ada masalah dengan Ricky pacar kamu itu?" tanya ibu Nadia.


"Iya dia cowok, aku gak ada masalah kok Bu dengan Ricky. Kebetulan hari ini Ricky tidak bisa mengantar aku pulang, karena dia sudah punya janji untuk mencari buku-buku buat mengerjakan tugas kelompok dengan teman kelompoknya Rani. Dan si Farrel inilah teman kelompok aku Bu," jawab Nadia.


"Tapi hari ini aku belum bisa ngerjain tugas dengan itu, karena aku belum ijin sama ibu. Jadi hari ini aku langsung pulang kerumah. Niat awalnya si mau pulang sendiri naik angkot, tapi angkotnya gak datang-datang. Kebetulan ada Farrel yang membawa mobil, terus dia menawarkan dirinya untuk mengantarkan aku pulang bareng Bu. Bener kok Bu, aku gak bohong," imbuh Nadia.


"Ya udah kalau memang begitu, ibu gak meragukan kamu kok. Ibu cuma khawatir saja, kan kamu ini anak gadis dan kamu juga sudah punya pacar, kalau kamu pergi sama cowok lain kan pasti pacar kamu akan marah. Tapi kalau memang dia teman kelompokmu ya gak apa-apa sih. Yang penting Ricky juga tahu, dan kamu juga bisa menjaga diri," nasehat ibu.


"Iya Bu, lagi pula Farrel anak yang baik dia juga dari keluarga baik-baik dan terhormat. Dia murid baru disekolah aku. Dulu dia sekolah di Singapura. Dan dia keturunan bangsawan Korea. Dia juga anak yang berprestasi Bu, tapi ya memang gitu, dia kadang memiliki sifat jahil dan usil," jawab Nadia.


"Oh, syukurlah kalau dia anak baik-baik. Kata Rafi, si Farrel itu ganteng ya? Katanya, gak kalah gantengnya sama nak Ricky pacar kamu itu," kata ibu sambil tersenyum.


"Ah, yach gitu deh Bu, ganteng orang itukan relatif. Si Rafi sampai segitunya yang muji-muji Farrel. oh ya Bu, sekalian besuk habis pulang sekolah aku ijin untuk pergi cari-cari buku diperpustakaan atau ditoko-toko Bu, sama Farrel untuk ngerjain tugas kelompok penelitian pelajaran biologi. Pengerjaannya di sampe dua Minggu, dan mungkin selama waktu itu, aku akan pulang telat Bu, untuk penelitian juga Bu," kata Nadia.


"Kalau itu memang tugas, ya harus dikerjakan, ibu ijinin. Hati-hati dijalan, dan jangan capek-capek. Ibu cuma pesen pulangnya juga jangan sampe larut malam," kata Ibu.


"Iya Bu, terimakasih ya, Nadia udah diberi ijin, mohon doanya aja Bu, semoga tugas penelitian kelompok Nadia ini dapat berhasil dan berjalan lancar, makasih ibu," jawab Nadia.


"Sama-sama sayangku, anak ibu udah tambah gede aja. tambah cantik juga nih. Oh ya, bilang sama temenmu Farrel. Terimakasih ya atas pemberiannya ini, ibu sekeluarga ngucapin terima kasih banyak," kata ibu.


"Iya Bu, besuk aku sampaikan ucapan ibu ke Farrel," kata Nadia.


"Ehmmm, hehehe, anu Bu, Nadia gak punya nomor handphone nya Farrel, hehehe ... Lupa minta," kata Nadia sambil cengengesan.


"Owalah, sama temen satu kelas, dan satu kelompok sendiri malah, kok gak punya nomor handphone nya? Gimana tho Nad, kalau ada perlu atau mau hubungi terus gimana dong? Ya udah besuk jangan lupa bilang ke Farrel ya," kata ibu mengingatkan.


"Ayo cemilannya ini dibawa keruang keluarga sana, sambil nonton TV, sambil nyemil-nyemil ini. Dimakan bareng-bareng," kata ibu.


"Siap laksanakan ibu bos, hehehe," jawab Nadia.


Waktu pun berlalu, hingga malam tiba. Nadia teringat akan kata ibunya untuk mengucapkan terimakasih kepada Farrel.


Nadia coba tanya ke Mirna tentang nomor handphone Farrel, tapi dia juga tak punya nomor handphone Farrel.


Nadia terus minta ke Toni teman sebangkunya Farrel ternyata dia juga tidak punya. Kemudian dia tanya ke beberapa teman lainnya dan merekapun sama tidak punya nomor handphone nya.


Nadia penasaran kenapa semua teman-teman tidak punya motor handphone Farrel. Tidak mungkin kalau Farrel tidak punya handphone.


"Kemarin waktu aku tertabrak dia, dia punya kok, dan sewaktu pergi kerumahnya juga dia punya, tapi ini kok semua teman-teman gak ada yang tahu," kata Nadia lirih.


"Apa Farrel gak ingin diganggu privasi nya, ya? Digrub kelas dan sekolah juga tidak ada namanya Farrel. Ah masa sih? hmmm, baiklah coba aku tanya dia besuk," gumam Nadia lagi.


Tanpa diduga ada notifikasi masuk dari si Star White di Nomer yang tidak dikenal itu, "halo cantik, kamu lagi apa?sudah tidur ya?"


Nadia membalas singkat chat tersebut, "belum, emang ada apa?"


"Gak ada apa-apa kok, cuma kangen aja pengen ngobrol sama kamu walaupun hanya sekedar lewat chat.


"Kangen, kangen! Kenal aja enggak kok bilang kangen, huh aneh!" jawab Nadia.


"Kan sudah aku bilang kalau kita itu sudah saling kenal, dan sudah deket banget, kayak perangko, hehe ..." balas Star White.


"Hih, kenal darimana, aku nggak kenal kamu kok! sudah ah, aku mau tidur aja. Ngobrol sama kamu malah bikin penasaran dan lama-lama bikin tambah pusing. Udah ya, aku mau tidur," jawab Nadia.


"Hmmmm, kok malah ditinggal tidur? Ya udah kalau kamu mau tidur, semoga kamu mimpi indah ya? Jangan lupa berdoa dan tidur sambil dengerin lagu-lagu biar tidurnya nyenyak dan rileks, seperti pesan-pesan ku kemarin-kemarin itu? Good night cantik," chat Star White.


Setelah membaca chat dari Star White, Nadia pun langsung meletakkan handphone nya itu dimeja kecil sebelah tempat tidurnya.


"Eh, ni anak siapa si sebenarnya, sok perhatian banget, pacarku aja gak sebegitu perhatiannya sama aku sekarang. Ricky belum ngabari aku hari ini. Hmmmm, sekarang Ricky sudah agak berubah," keluh Nadia sambil menghela nafas panjang.


...----------------...