Cupid I'M In Love

Cupid I'M In Love
Bab 33 Datangnya Siswa Baru



Nadia dan Ricky sangat menikmati perjalanan mereka hari ini ke sekolah. Selain bisa bertemu, tapi juga karena mereka bisa berboncengan bersama. Membuat hubungan mereka semakin dekat.


Sepeda motor yang mereka kendarai, akhirnya memasuki gerbang sekolah mereka. Selama mereka memasuki gerbang sekolah sampai ke tempat parkir, semua orang tampak memperhatikan mereka berdua.


Siapapun yang melihat mereka berdua saat ini, pasti akan timbul perasaan iri, cemburu dan kagum melihat kemesraan diantara Nadia dan Ricky. Betapa bahagianya hubungan mereka berdua itu.


Setelah Ricky selesai memarkirkan motornya, Ricky dan Nadia langsung berjalan menuju ke kelas mereka.


Hari ini Nadia dan Ricky masih tetap duduk sebangku, karena Mirna masih duduk dengan Andre, untuk menjalankan misinya sampai Rani menyelesaikan liburannya diluar negeri.


Bel masuk berbunyi, kali ini yang datang ke kelas, bukanlah guru mata pelajaran jam pertama, tapi yang datang ke dalam kelas adalah wali kelas mereka yaitu Pak Roby.


Pak Roby, kali ini terlihat serius, dan bersiap-siap untuk mengatakan perihal penting. Pak Roby berkata, "selamat pagi anak-anak semua."


"Selamat pagi Pak," jawab Nadia dan siswa-siswi kelas 2B.


"Hari ini Bapak, minta waktunya sebentar, kepada Bu guru mapel yang bertugas pada jam ini, untuk menyampaikan beberapa informasi penting. Jadi Bapak berharap kalian dapat mendengarkannya baik-baik," kata Pak Roby.


Pak Roby menghela nafas panjang kemudian berkata, "informasi yang pertama, teman kalian Rani, masih memperpanjang ijinnya untuk tidak masuk sekolah, karena perjalanan diluar negeri. Informasi yang kedua adalah bahwa hari ini di kelas 2B, akan ada siswa pindahan baru lagi."


Suasana kelas pun riuh bergemuruh. Gumaman para siswa yang saling bersahutan, membuat kelas tidak kondusif.


"Anak pindahan dari sekolah mana itu Pak, cowok ya Pak?" tanya salah seorang murid.


"Mohon diam sebentar anak-anak. Untuk lebih jelasnya Bapak akan mempersilahkan ia masuk terlebih dulu."


Pak Roby kemudian menoleh ke arah pintu kelas dan memanggil nama seseorang dengan panggilan Farrel, "Nak Farrel, silahkan masuk kedalam kelas."


Dari arah pintu masuklah seorang pemuda tampan berwajah oriental, dengan postur tubuhnya yang tinggi seperti seorang artis asal Korea.


Para siswi langsung teriak histeris melihat kedatangan siswa baru tersebut. Pak Roby kali ini begitu susahnya menenangkan para muridnya itu.


Yup, para murid benar-benar merasa senang atas kehadiran siswa baru ini, karena mereka merasa mendapat angin segar, bisa menjumpai pria yang tampan.


Hal ini nggak lain karena wajah orientalnya juga yang ada unsur imutnya. Jika kamu coba perhatikan wajahnya, lama-lama pasti akan senyum-senyum sendiri karena terkena efek wajah imutnya.


Cowok berwajah oriental ini, memang berkulit putih / terang, bersih, mulus. Yah, dia tetap terlihat bercahaya lho dan mampu menyilaukan pandangan siapa saja yang melihat.


Matanya yang agak sipit, tidak hanya bisa menenangkan perasaanmu Saat dilanda kekhawatiran. Tapi juga menunjukkan tatapan matanya yang tajam seperti mata elang.


Sekalinya kamu dapat tatapan seperti ini, dijamin jantungmu langsung berdegup kencang.


Sungguh ketampanan pemuda ini 12 banding 12 dengan ketampanan Ricky. Dengan berbeda versi, antara keturunan Eropa dan keturunan Korea/Tionghoa.


Pak Roby kemudian menyuruh Ricky untuk memperkenalkan diri kepada para siswa siswi kelas 2 B ini.


"Okey, Pak. Silahkan dilanjutkan Pak," celetuk salah satu siswa.


Kemudian pemuda tampan ini maju selangkah kedepan, tersenyum santai dan berkata, "hai, selamat pagi semuanya, perkenalkan namaku Farrel Candra Wijaya. Kalian bisa memanggilku Farrel."


"Mas Farrel asalnya dari mana dan kenapa kok bisa pindah ke sekolah kita? Oh ya perkenalkan namaku Mirna, lengkapnya Amirna Chandra Wati. Mungkin kita memang jodoh, karena nama kita ada kesamaannya," kata Mirna cengar-cengir dan dimanja-manjain sambil memlintir-mlintir rambutnya.


"Oh ya, hai Mirna salam kenal juga dariku. Sebelum disini aku salah satu siswa sekolah di Singapura. Tapi dulu aku waktu SD aku sekolah di Jakarta kok, dan aku juga asli Indonesia keturunan Tionghoa " jawab Farrel dengan tersenyum lebar.


Melihat ekspresi wajah tampannya yang imut dan menggemaskan dari Farrel saat menjawab pertanyaan dari Mirna tadi, membuat seisi kelas menjadi heboh.


"Oh ya Pak Roby, bolehkah saya untuk segera duduk, soalnya sudah capek berdiri terus dari tadi," ucap Farrel yang tanpa basa-basi kepada Pak Roby.


"Oh ya, maaf Farrel silahkan kamu duduk di kursi pojok paling belakang sana ya, hanya itu yang masih tersisa dikelas ini. Kelas 2B Sekarang sudah full," kata Pak Roby sambil mengarahkan ke Farrel arah tempat duduknya.


"Okey, no problem ... thanks Pak," jawab Farrel yang terus berjalan menuju ke tempat duduknya.


"Terimakasih anak-anak, bapak sudah selesai menyampaikan semua informasinya, sekarang bapak akan undur diri. Untuk jam selanjutnya akan diisi kembali oleh guru mapel. Mungkin sebentar lagi, Bu guru juga akan datang. Kalau begitu, bapak permisi dulu, selamat belajar anak-anak semua," kata Pak Roby.


Sambil menunggu kedatangan guru mapel, para siswa pada datang mengerumuni si Farrel, untuk mengajak kenalan. Sedangkan Nadia dan Ricky masih duduk tenang ditempat duduknya.


"Kamu, gak pergi kenalan dengan anak baru itu?" tanya Nadia ke Ricky.


"Gak, nanti aja kalau pas udah istirahat. Masih banyak waktu, lagipula rame kayak gitu, jadi males. Mending aku disini aja, duduk sama kekasihku yang cantik ini," kata Ricky yang mulai menggoda Nadia.


Nadia jadi tersipu malu, karena perkataan dari Ricky. Kemudian Nadia berkata, "eh kamu sekarang udah ada saingan berat lho? dengan wajah orientalnya yang tampan itu, buktinya mampu membuat temen-temen cewek pada kesengsem," sindir Nadia.


"Ah biarin aja, yang penting aku udah punya kamu, jadi aku nggak peduli lagi dengan yang lainnya. Eits, kamu gak kesengsem juga dengan anak baru itu kan?" tanya Ricky gelisah.


"Bisa jadi, Farrel kan memang ganteng, wajahnya imut lagi, dia keren, macho. Wah dia memang kriteria cowok idaman setiap wanita pokoknya," goda Nadia.


"Ah gak boleh, gak boleh pokoknya. Kamu satu-satunya untukku, gak boleh ada orang lain dihatimu!" kata Ricky kesal.


"Cie, yang lagi ngambek. iya-iya, tenang dong. Aku cuma bercanda aja. Masa kamu gak tahu aku aja sih, aku ini bukan tipe cewek yang gampang berpindah ke lain hati kok. Jangan cemberut ya Aa', nanti gantengnya ilang lho," jawab manja Nadia.


"Gitu dong sayang, aku kan khawatir aja, kalau-kalau kamu nanti bisa kepincut sama dia," kata Ricky yang masih cemas, sepertinya ia mempunyai firasat buruk, atas hadirnya sosok Farrel dikelas 2B ini.


"Iya, emangnya aku kurang beruntung apa sih? sudah punya pacar yang ganteng kayak kamu. Bagiku gak ada cowok lain yang mampu menandingi ketampanan dan semua kebaikan yang kamu miliki," kata Nadia sambil tersenyum manja ke Ricky.


Beberapa saat kemudian ibu guru mata pelajaran bahasa Inggris memasuki ruang kelas. Semua murid pun akhirnya segera pergi menempati tempat duduknya masing-masing, dan mata pelajaran pun segera dimulai.


...----------------...