
Karena masih terpukul atas penghinaan Yang dilakukan oleh Rani didepan para tamu undangan tadi.. Nadia hanya bisa meluapkan perasaan nya itu dengan menangis terisak-isak, mencoba menahan agar suaranya tidak keluar terdengar oleh Ricky.. Nadia merasa malu kepada Ricky saat ini yang tengah menarik tangan nya dan membawanya pergi meninggalkan acara pesta ulang tahun Rani...
Ricky tetap berjalan sambil memegang tangan Nadia, ntah akan dibawa ke mana Nadia saat ini. Pergi ke tempat parkir mobil tidak mungkin,, karena sudah terlewati tadi,, sementara arah Ricky saat ini adalah sudah pergi ke luar dari hotel XX. Nadia agak merasa lelah dan sakit saat berjalan. sudah cukup jauh mereka berjalan,, Nadia memang tidak terbiasa mengenakan sepatu high heels, yang menjadikan tumit kakinya lecet-lecet.. Saat posisi mereka sudah berada di dekat taman kota,, Nadia terjatuh,, sambil memegangi kakinya.. Ricky pun tersentak kaget,, kemudian ia segera berhenti dan melihat kondisi Nadia... Ternyata kondisi tumit kaki Nadia lecet sampai mengeluarkan darah.
"Nadia, kamu tidak apa-apa..?? Mana yang sakit?? Coba aku lihat.. oh kakimu terluka Nad, kenapa kamu tidak bilang tadi,, maaf kan aku Nad, yang sedari tadi hanya menarikmu tanpa memperhatikan kondisi mu..."
"Tidak apa-apa Rick cuma perih saja.." jawab Nadia.
"Sebelum aku bersihkan lukamu,, sebaiknya kita cari tempat dulu... biar kamu bisa duduk istirahat.. apa kamu bisa berjalan Nad???" Tanya Ricky.
"Seperti nya bisa,, biar aku coba"..
Saat Nadia berusaha untuk berjalan.. ternyata tidak bisa karena rasa sakit dan perih dikakinya..
"Kalau begitu, biar aku gendong saja Nad..."
Tanpa menunggu jawaban dari Nadia,, Ricky langsung saja mengangkat tubuh Nadia,, seperti menggendong ala-ala bridal style.
Saat Nadia digendong oleh Ricky,, wajah Nadia yang semula terlihat muram, sedih dan sakit, seketika berubah menjadi merah merona menahan malu.. sebenarnya Ricky pun mengalami hal yang sama,, namun Ricky mencoba untuk tidak memperlihatkannya..
Akhirnya Ricky menemukan tempat yang tepat.. disalah satu sudut taman ada kursi memanjang yang diterangi lampu kota.
Ricky kemudian menurunkan Nadia dari gendongannya ke kursi tersebut secara perlahan.. kemudian Ricky segera melepaskan sepatu high heels yang masih dikenakan oleh Nadia..
"Nadia apakah kamu masih menyimpan saputangan ku tadi..??" Tanya Ricky.
"Iya masih ku simpan.. ini saputangan mu..??" Nadia segera menyerahkan saputangan warna putih ke Ricky..
Dengan segera Ricky mengambil saputangan itu,, kemudian Ricky langsung mengusap-ngusap noda darah disekitar luka.. sedangkan Nadia saat ini tengah meringis-ringis menahan perih..
"Maaf ya, aku tidak bisa mengobati lukamu saat ini,, karena aku tidak punya obat luka dan disekitar sinipun tidak ada yang menjual obat untuk mengobati lukamu,, aku hanya bisa membersihkan lukamu ini, biar tidak infeksi...," Tutur Ricky dengan lembut dan secara telaten membersihkan noda darah itu.
"Makasih Ricky,, aku sudah tidak apa-apa kok" kata Nadia sambil berdiri menunjukkan kakinya yang sudah tidak sakit lagi, namun ketika ia hendak berjalan tiba-tiba ia merintih kesakitan lagi...
"Auuuuwhhh..." Rintih Nadia.
"Kenapa Nad, masih sakit ya..?? Coba kuperiksa lagi..,"
Ricky kemudian meregangkan otot-otot kaki Nadia supaya lemas, kemudian menariknya... Terdengar bunyi "klek"... Dan suara teriakan Nadia yang sedang menahan sakit...
"Auuuuwhhh.. sakit.."
"Coba gerak-gerakkan kakimu Nad,," perintah Ricky.
Nadia pun mencoba menggerakkan pergelangan kaki nya ke kiri dan ke kanan, kemudian ia berdiri dan akhirnya Nadia tersenyum.. karena kakinya sudah tidak terasa sakit lagi.
"Kaki sudah tidak sakit lagi.. aku sudah bisa jalan lagi Ricky... Makasih ya Ricky kamu telah membantuku..,,"
Nadia terdiam sesaat,, kemudian dia mulai berkata lagi..
"Ricky.... Terimakasih ya... Malam ini kamu telah banyak membantuku,, pertama kamu telah membantu untuk mengobati kaki ku ini,, kedua terimakasih karena kamu telah membawaku pergi dari acara pesta itu,, aku tidak tahu harus berbuat apa dipesta tadi... dan tak tahu bagaimana nasibku disana jika tidak ada kamu rick.." wajah Nadia pun tertunduk,..
"Nadia kamu tidak usah berterima kasih seperti itu kepadaku,, seandainya saja kejadian itu terjadi padaku,, tentu saja aku juga akan sedih dan bingung harus melakukan apa,, dan aku yakin kau pun pasti akan bersikap sama,, pasti kamu juga Akan menolongku seperti yang kulakukan ini tadi kan Nad??"
Ricky menggenggam tangan Nadia, dan Ricky pun mengangkat wajah Nadia yang tertunduk tadi.. Ricky menatap mata Nadia.. seraya berkata..
"Nadia, kamu harus sabar,, aku tahu kamu pasti sedih, namun aku juga tahu, kamu wanita yang kuat,, penghinaan Yang dilakukan oleh Rani ini,, tidak sebanding dengan ketulusan dan kebaikan hati mu. Kamu itu orang yang baik,, Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik buat kamu... Tuhan tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan hambanya.. pasti kamu akan kuat melalui semua ini Nad... dan aku pasti akan selalu berusaha untuk membantumu Nad.."
"terimakasih Ricky... berkatmu, aku menjadi lebih tenang.." jawab Nadia sambil meneteskan air mata, karena terharu.
Perlahan-lahan tangan kanan Ricky mengusap air mata yang menetes di pipi Nadia.. kemudian tangan Ricky terhenti dipipi itu setelah selesai mengusap air mata Nadia. Nadia dan Ricky saling bertukar pandang... dan terdiam dalam keheningan malam.. entah apa yang mereka pikirkan saat itu, namun dari tatapan mata keduanya, tersirat mulai tumbuhnya perasaan yang mendalam diantara keduanya. namun bibir mereka berdua terdiam membeku kaku,, tak mampu mengeluarkan satu patah katapun.
Hembusan angin malam membuat rambut Nadia bergerak menutupi sebagian wajah cantiknya,, kemudian tangan Ricky yang masih memegang pipi Nadia, segera menyingkirkan helaian-helaian rambut itu, agar wajah cantik Nadia dapat terlihat dengan jelas.
Tiba-tiba disaat kedua pasang mata itu saling beradu pandang,, terdengar suara deringan handphone Nadia.
Seketika mereka berdua pun tersadar.. dengan sedikit gugup Nadia pun segera mengambil handphone yang tersimpan di tas kecilnya.. kemudian ia melihat bahwa saat ini tengah ditelpon oleh ibunya. Nadia langsung mengangkat telepon itu... ditelpon sang ibu menanyakan perihal kapan Nadia akan pulang?? bagaimana acara pestanya tadi,, dan apakah pestanya sudah selesai?? karena sekarang waktunya sudah menunjukkan pukul 22.30 wib. sang ibu mengkhawatirkan kondisi anak gadisnya itu.. karena selama ini Nadia tidak pernah pulang larut malam. Nadia pun memberi penjelasan ke ibunya, kalau pestanya sudah selesai dan ia akan segera pulang.. Nadia tidak ingin ibunya tahu tentang kejadian yang terjadi malam ini, karena khawatir ibunya akan cemas dan sedih,, oleh karena itu Nadia berusaha untuk menutup-nutupinya.
Ricky yang juga ikut mendengar pembicaraan Nadia ditelpon tadi,, maka ia segera mengajak Nadia untuk pulang... karena mobil Ricky masih tertinggal di parkir hotel XX, akhirnya Ricky memutuskan untuk mengantar pulang Nadia menggunakan taxi online..
Setelah taxi datang, Ricky dan Nadia segera bergegas pulang menuju rumah Nadia.. Ricky akan ikut mengantarkan Nadia sampai kepintu rumahnya.. untuk menjamin keselamatan Nadia...
...----------------...