Cupid I'M In Love

Cupid I'M In Love
Bab 63 Di traktir Dia



Jam istirahat kedua pun berbunyi. Semua anak-anak yang masih ada didalam perpustakaan pun sebagian ada yang keluar untuk istirahat tapi ada juga yang masih sibuk berkutat dengan tumpukan-tumpukan buku disana, seperti halnya Farrel dan Nadia.


Nadia masih sibuk meringkas catatan yang ada dibuku, agar ia dapat lebih mudah nanti dalam membuat makalahnya, kalau Farrel saat ini masih sibuk membolak-balik buku yang membaca secara rinci, tulisan-tulisan yang perlu ditulis nanti.


Namun tak berapa lama, perut Farrel berbunyi, alias tanda kalau perutnya itu keroncongan dan perlu diisi. Farrel akhirnya berkata, kepada Nadia, "Nad, perutku sudah berbunyi nih, jadi para anak buahku didalam perut ini sudah menunggu untuk diberikan jatah mereka, kita ke kantin dulu yuk, nanti kita lanjutkan lagi."


"Aku gak lapar, kalau kamu lapar, kamu pergi aja ke kantin. Aku akan menunggu disini dan melanjutkan meringkas lagi," jawab Nadia.


"Ah jangan serius gitu Nad. Anak buah didalam perutmu itu juga kan perlu mendapatkan jatahnya juga, masa kamu tidak kasihan," kata Farrel.


"Bener kok, cacing-cacing yang ada didalam perutku ini bisa diajak kompromi kok. Jadi kamu pergi aja ke kantin, kasihan cacing-cacing kamu itu, udah pada kelaparan, nanti kalau kelamaan bisa-bisa pada demo, hehe," kata Nadia sambil tersenyum meledek Farrel.


"Okey, kalau gitu aku keluar sebentar ya Nad, kamu tunggu aja dulu disini. Oh ya kamu mau titip apa, nanti sekalian aku bawain?" ucap Farrel.


"Gak usah, tapi kalau kamu memaksa, aku titip satu botol air mineral aja, ini uangnya," kata Nadia.


"Okey, akan aku bawakan air mineral untuk kamu. Uangnya nanti aja, pakai uangku aja dulu. Bye bye Nad," kata Farrel sambil berlari meninggalkan Nadia yang masih memegang uang untuk air mineralnya.


Farrel terus berlari pergi ke kantin, agar waktunya tidak terbuang terlalu lama. Ia merasa kasihan dan tidak enak kalau Nadia harus menunggu dirinya terlalu lama diperpustakaan.


Dalam beberapa waktu Farrel pun sudah sampai dikantin. Ia segera membeli beberapa 2 botol air mineral, kemudian membeli snack, dan beberapa makanan ringan lainnya untuk ia makan bersama Nadia nantinya.


"Semoga Nadia suka dengan camilan-camilan yang aku beli ini. Aku harus cepat-cepat kembali ke perpustakaan. Tapi ini kenapa cewek-cewek ini malah terus berdatangan mendekatiku. Ah, bikin repot aja," kata Farrel sambil berusaha menghindari para anak-anak cewek yang mencoba mendekati dirinya.


Sambil meminta maaf Farrel mencoba berlari meninggalkan mereka sambil berkata lain kali aja ngobrolnya, saat ini ia sedang sibuk jadi gak bisa pergi ngobrol dulu. Tentu saja para cewek-cewek ini merasa kecewa, karena tidak bisa mendekati Farrel.


Akhirnya Farrel tiba diperpustakaan, sambil ngos-ngosan ia terus duduk disebelah Nadia. Diperpustakaan saat ini sudah dipenuhi dengan para siswa-siswi yang mengisi jam istirahat diperpustakaan sambil membaca-baca buku.


Sambil menarik nafas panjang Farrel berkata, "ini air mineralnya Nad, oh iya ini ada beberapa snack dan camilan yang aku beli juga buat kamu tadi. Jangan lupa kamu makan ya, kamu isi tuh perut kamu."


"Eh sudah aku bilang gak usah kok malah kamu repot-repot membeli camilan untuk aku juga. Tapi ya terimakasih karena kamu telah membelikannya, oh ya semuanya habis berapa ini, biar aku ganti," kata Nadia.


"Ih dasar nih anak, pura-pura sibuk lagi, aku beneran jadi gak enak kalau gini. Masa makan gratis melulu, udah gitu, yang belikan camilan gak tanggung-tanggung lagi banyaknya. Kadang anak ini bikin aku tidak bisa berkata-kata," ucap Nadia dalam hati.


Farrel tidak peduli dengan tatapan mata yang ditampakkan oleh Nadia. Ia masih tetap pura-pura tidak melihat dan terus membaca buku sambil memakan camilannya.


Didalam hati Farrel merasa senang karena akhirnya Nadia mau juga memakan camilan yang ia belikan itu. Farrel tersenyum melihat Nadia memakannya dengan lahap. Nadia dan Farrel terus melanjutkan menulis ringkasannya.


Waktupun cepat berlalu, istirahat usai, pelajaran pun telah berganti, Nadia dan kawan-kawan pun telah kembali ke dalam kelas mereka.


Dan tak terasa para siswa sudah berada dipeghujung jam pelajaran sekolah. Semua muridpun sudah berharap-harap agar waktu segera berakhir untuk segera pulang kerumah masing-masing.


Setelah beberapa saat di nanti-nanti, bel pulang pun berbunyi. Semua murid terus berkemas-kemas dan bersiap untuk pulang sekolah. Nadia pun bersiap-siap untuk pulang, sebelum pulang Nadia bertanya kepada Ricky, "Ricky, siang ini kita pulang bersama atau gak? Kalau iya, aku ikut sama kamu, tapi kalau gak aku akan cepat-cepat naik angkot."


Sebelum Ricky menjawab si Rani sudah datang menghampiri dan langsung berkata, "Ricky kita jadi pergi mencari referensi buku-buku untuk tugas kita kan? Ayo kita cepat pergi supaya tidak buang-buang waktu, ini udah siang."


"Oh kamu mau pergi ngerjain tugas ya, ya udah kalau gitu aku pulang duluan ya, hati-hati dijalan ya, nanti kabar-kabari aku kalau kamu sudah pulang ya?" kata Nadia tanpa berpikiran macam-macam.


"Emmmm, maaf ya Nad, aku gak bisa ngantar kamu, Rani sudah ngajak ngerjain tugas ini, jadi aku gak bisa pulang bareng kamu dulu. Kamu gak apa-apa kan? hati-hati dijalan ya," kata Ricky.


"Iya, aku gak apa-apa, aku pulang dulu ya. Bye, assalamualaikum," jawab Nadia.


Nadia pun bergegas berjalan keluar kelas meninggalkan Ricky dan Rani. Nadia menyusuri jalan dan sampai di depan pagar sekolah, sambil menunggu angkot yang datang. Angkot tujuan arah kerumah Nadia,yang ditunggu-tunggu belum datang.


Tapi tiba-tiba didepannya berhentilah sebuah mobil sport, dan mobil itu adalah mobilnya Farrel. Farrel turun dari mobil menghampiri Nadia dan berkata," Nad, kamu pulang sendiri ya? Kalau gitu apa sebaiknya kamu bareng aku aja, daripada kamu kelamaan nunggu angkutan?" kata Farrel menawarkan diri.


"Gak usah, aku menunggu angkot. Kamu pulang duluan aja. Bentar lagi angkotnya juga datang kok," jawab Nadia.


"Kelamaan Nad, kalau nunggu angkot, buktinya sampai sekarang angkotnya belum datang juga. Udah ah, gak usah sungkan, ayo! aku anterin aja kamu," ajak Farrel yang langsung menarik Nadia menuju ke mobilnya.


...----------------...