Cupid I'M In Love

Cupid I'M In Love
Bab 79 Makan Atau Ngerjain Tugas



Pelajaran demi pelajaran hari ini telah dilalui oleh Nadia dengan berat. Nadia bersusah payah agar pikirannya tidak terpecah belah karena memikirkan Ricky.


"Nad, elo beneran, siang ini jadi pergi cari-cari buku sama Farrel?" tanya Mirna.


"Iya, jadi. Sorry ya, gak bisa pulang bareng sama kamu?" jawab Nadia.


"Oke, gak apa-apa. Gue pikir tadi elo gak jadi pergi karena kepikiran terus sama Ricky. Syukur deh, kalau elo gak kenapa-kenapa. Good luck and happy fun ya, Nad. Bye ..." kata Mirna sambil pergi meninggalkan Nadia.


"Thanks, bye Mir ..." jawab Nadia dengan tersenyum melambaikan tangannya ke arah Mirna.


Didalam kelas Nadia tidak melihat Farrel. Dia bertanya-tanya didalam hati, "kemana ini bocah perginya, apa hari ini dia lupa ya, kalau kita akan pergi? hufh."


Nadia celingak-celinguk, hingga ia keluar kelas, Nadia terkejut, karena melihat Farrel yang tengah berdiri bersandar didekat pintu kelas.


"Astaghfirullah! kenapa kamu bisa-bisanya berdiri disitu sih? Bikin kaget aja," kata Nadia.


"Aku udah nunggu kamu dari tadi. Tapi kamunya gak keluar-keluar. Sibuk ngapain aja sih didalam?" tanya Farrel.


"Ya, seperti biasanya, masukin buku-buku ku dalam tas?" jawab Nadia.


"Beresin gitu aja kok lama banget. Aku aja udah selesai dari tadi, dasar cewek lelet," ejek Farrel.


"Aishhhh ... bodo amat! Terserah kamu mau ngomong apa!" kata Nadia kesal.


"Hahaha, ada yang lagi marah nih?" ejek Farrel lagi.


"Udah ah, ayo kita jadi pergi gak nih?" tanya Nadia.


"Ya, Jadi dong ... ayo kita pergi sekarang," ajak Farrel yang ternyata sudah berjalan duluan.


"Eh, tungguin aku dong. Jangan jalan cepat-cepat."


"Kamu jalannya lama banget sih? Isi tas mu itu apaan aja sih, kayaknya berat banget. Beban hidup boleh aja berat, tapi isi tas mbok ya, jangan ikut-ikutan berat dong," Celetuk Farrel.


"Biarin, dari tadi kamu kok sewot melulu sih? tunggu aku dong!" teriak Nadia kepada Farrel, karena posisinya sudah ketinggalan jauh dari Farrel.


Akhirnya Nadia pun sampai, juga didepan mobil Farrel. Dan Farrel menyuruh Nadia untuk segera masuk kedalam mobilnya. Nadia pun segera masuk kedalam mobil, sambil menata nafasnya yang masih tersengal-sengal.


"Kalau kurang olahraga ya gini ini, baru jalan sebentar aja, udah ngos-ngosan kayak habis dikejar Satpol-PP," ejek Farrel.


"Isssssh, bisa diem gak sih, dari tadi, kedengarannya kamu ngejek aku terus!" kata Nadia geram.


"Emang! Kamu tahu gak sih, Nad? wajah kamu itu, kalau lagi kesel kayak gini nih, itu kelihatan lucu banget, hehehe ..." kata Farrel sambil cengar-cengir.


"Ahhhhhh, udah, udah kamu nyetir aja sana, jangan ngoceh aja dari tadi," kata Nadia kesal.


"Okey, okey ... Emmmm, ini kita pergi cari makan dulu atau kita sholat dulu?" tanya Farrel.


"Eh, jangan cari makan dulu! Emmmm, a-anu ... maksud aku, sebaiknya, kita cari masjid atau musholla aja dulu, takutnya- waktunya keburu habis nanti, dan kita bisa berganti pakaian ditoiletnya, hehe. Iya, bener, itu maksudku ... takut keburu habis waktunya dan ganti pakaian," jawab Nadia gugup karena panik.


"Kamu kenapa sih Nad, hari ini kelakuanmu agak aneh banget, kepala habis kejedot ya? Jadi otakmu agak kegesek gitu, kamu lagi dalam kondisi waras kan, Nad?" tanya Farrel mengejek.


"Eh, itu ada masjid. Kita berhenti disitu aja," kata Nadia.


Farrel segera mengemudikan mobilnya kearah masjid yang ditunjukkan oleh Nadia. Setelah Farrel memarkirkan mobilnya, ia dan Nadia kemudian segera keluar dari mobil dan langsung berjalan menuju ketempat wudhu.


Akhirnya Nadia dan Farrel telah selesai menjalankan ibadah sholat dhuhur. Dan mereka duduk-duduk sebentar diteras masjid. Nadia berkata pada Farrel kalau dia mau pergi ganti baju dulu, nanti baru gantian Farrel yang berganti baju.


Setelah Nadia selesai berganti pakaian, sekarang giliran Farrel yang pergi berganti pakaiannya. Beberapa menit kemudian Farrel sudah datang, dan kembali duduk disebelah Nadia.


"Sekarang rencana kita gimana? makan siang kita hari ini apa nih? Ke restoran atau ke rumah makan Padang atau apa nih?" tanya Farrel.


"Emmmm, untuk makan siang hari ini, aku aja yang nentuin ya, ayo kita pergi sekarang aja, nanti aku tunjukkan tempatnya dimana," jawab Nadia.


"Okey, terserah kamu deh,"


Nadia dan Farrel langsung berjalan masuk ke mobilnya dan mereka pergi meninggalkan halaman parkir masjid.


Didalam perjalanan Farrel bertanya kembali kepada Nadia, "kita jadinya mau kemana ini, Nad?"


"Udah tunggu aba-aba dari aku aja nanti, kalau sudah sampai nanti akan aku kasih tahu kok," kata Nadia sambil memperhatikan tempat-tempat dan bangunan yang ada di setiap jalan yang mereka lalui.


Farrel sebenarnya bingung dan penasaran, atas jawaban dari Nadia. Namun apa boleh buat, dia harus mengikuti arahan dari Nadia.


Tidak berselang lama, Nadia berteriak dan menyuruh Farrel untuk berhenti. "stop, stop, stop, kita berhenti disitu tuh!" kata Nadia sambil menunjuk ke arah tempat yang ia lihat.


Farrel semakin bingung dan bertanya, "lho kita kok berhenti ditempat ini Nad? Emang disini ada warung makannya? kayak nya disekitar sini yang ada cuma orang jualan es deh. Bener kita mau ke pinggir danau buatan ini aja?"


"iya kita disini aja. Ayo cepetan turun. perutku udah laper banget," kata Nadia penuh semangat.


Nadia langsung nyelonong keluar dari mobil, berjalan mencari tempat untuk mereka duduki. Sembari diikuti oleh Farrel dari belakang. Walaupun sebenarnya Farrel sendiri tidak mengerti apa yang ada didalam pikiran Nadia.


Akhirnya Nadia memutuskan untuk duduk lesehan dibawah pohon penghijauan sekitar taman danau. Suasana disana sangat asri, ada beberapa orang juga yang sedang duduk-duduk manis dan beristirahat sambil menikmati pemandangan disana.


"Nadia, kita kan mau cari makan dulu, bukan ngerjain tugas dulu? Lagi pula disini sepertinya jarang terlihat lumutnya Nad? Kamu mau kita langsung praktek terhadap lumutnya ya Nad?" tanya Farrel.


"Enggak kok, aku kesini cuma mau makan siang aja, lumayan suasana pemandangannya bagus juga. Makan sambil menikmati pemandangan danau buatan ini kan bagus?" jawab Nadia.


"Kamu mau makan disini? Disini gak ada yang jualan makanan berat Nad? Adanya cuma penjual cemilan-cemilan ringan aja. Kamu kayaknya benar-benar lagi konslet ya hari ini? kalau gitu kamu istirahat aja Nad, biar tugasnya aku cari aja sendiri, sepertinya kamu butuh banyak-banyak istirahat deh," kata Farrel.


"Konslet apaan, aku beneran gak kenapa-kenapa tau, aku beneran mau makan siang. Sudah kamu duduk aja di sini dengan tenang ya, dijamin perut kamu pasti akan kenyang," kata Nadia, sambil membersihkan tempat disebelahnya agar bisa diduduki oleh Farrel.


Farrel tetap mengikuti arahan dari Nadia, sambil menggaruk-garuk kepala karena masih bingung.


"Nad, kamu jadi seperti ini, apa karena ditinggal pergi oleh Ricky tanpa pamit ya? Aku turut prihatin ya Nad, semoga kamu kuat dan tabah,"


"Ih, udah aku bilang, aku ini gak kenapa-kenapa. aku mau makan siang. Jadi gak usah bahas-bahas masalah tentang Ricky dulu ya. Ayok kita makan aja dulu," ajak Nadia sambil mengambil sebuah kotak bekal berwarna biru dan pink dan kemudian ia memberikan kotak berwarna biru kepada Farrel.


...----------------...