Cupid I'M In Love

Cupid I'M In Love
Bab 41 Gagal Fokus



Guru mata pelajaran jam ini pun telah memasuki ruang kelas, diikuti oleh Ricky dari belakang dengan membawa setumpuk buku-buku.


Setelah meletakkan semua buku, Ricky pun dipersilahkan untuk duduk, dan mengikuti pembelajaran. Ibu guru mapel pun mulai menerangkan bab demi bab.


Saat didalam kelas ini Nadia dan Farrel sama-sama seperti orang yang linglung, tidak fokus, pikiran mereka melayang entah kemana.


Disela-sela pembelajaran ibu guru mulai bertanya tentang materi yang sudah ia sampaikan tadi, tanpa sengaja ibu guru menunjuk Nadia untuk menjawab pertanyaannya.


Karena Nadia kurang fokus dan tidak mendengarkan apa yang sudah diterangkan Bu guru tadi, maka Nadia pun otomatis tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut,


Bu guru pun heran, karena Nadia tidak seperti biasanya, yang selalu bisa menjawab ketika ditanyai, selalu fokus dalam belajar, tapi saat ini dia malah tidak bisa fokus sama sekali.


Bu guru pun khawatir dan bertanya kepada Nadia, apa mungkin saat ini Nadia sedang sakit/ tidak enak badan sehingga tidak bisa fokus dalam belajar.


Karena Nadia tidak bisa beralasan lain akhirnya Nadia pun mengiyakan perkataan dari Bu guru tadi. Bu guru pun menyarankan kepada Nadia agar pergi berobat ke ruang UKS.


Nadia pun menyetujui anjuran dari ibu guru tersebut, karena walau dipaksa untuk tetap belajar dikelas saat ini pun, ia tetap tidak akan berkonsentrasi penuh. Karena ia sadar pikiran nya saat ini masih benar-benar kacau balau.


Akhirnya Bu guru memutuskan untuk menyuruh salah satu siswi dikelas itu untuk mengantarkan Nadia pergi keruang UKS agar ia bisa mendapatkan penanganan medis dan memulihkan kondisi tubuhnya terlebih dahulu.


Melihat kondisi kekasihnya itu, sebenarnya Ricky sangat merasa khawatir dan ingin ikut mengantar dan menemani Nadia ke UKS.


Namun karena saat ini adalah saat pembelajaran dan tidak enak dengan ibu guru, akhirnya Ricky hanya berkata kepada Nadia sebelum pergi, bahwa Nadia harus banyak istirahat, dan nanti ia akan menjenguk dan menjemputnya di UKS.


Pembelajaran di dalam kelaspun segera dimulai kembali. Karena pertanyaan yang diajukan ke Nadia belum bisa dijawab akhirnya Bu guru, mengulangi pertanyaannya tersebut untuk bisa dijawab oleh siswa-siswi yang lain.


Kali ini ibu guru menunjuk ke Farrel sebagai murid pindahan dari luar negeri untuk bisa menjawab pertanyaan darinya. Bu guru ingin melihat sejauh mana ilmu yang sudah dipelajari murid barunya ini diluar negeri.


Namun karena kondisi Farrel saat ini sama seperti Nadia yang sama-sama blank, tidak fokus, akhirnya Farrel pun tidak bisa menjawab pertanyaan dari ibu guru.


Bahkan saat di panggil Bu guru, Farrel tidak mendengar panggilan dari ibu guru, ia baru tersadar dipanggil Bu guru ketika Toni teman sebangkunya yang menepuk pundaknya untuk menyadarkan diri dari lamunannya.


Saat itu Farrel baru tersadar kalau sudah sejak tadi pelajaran dikelas itu dimulai dan dia baru sadar kalau ibu guru sedang bertanya padanya.


Farrel pun cepat-cepat meminta maaf pada Bu guru, atas keteledoran nya itu, "Maaf Bu, saya lagi tidak fokus hari ini, mungkin karena hari ini adalah hari pertama saya masuk ke sekolah ini, jadi masih perlu banyak adaptasi, dan masih kurang fokus untuk konsentrasi dalam belajar."


"Baiklah, karena hari ini adalah hari pertamamu pindah disekolah ini, jadi ibu bisa memakluminya. Tapi untuk lain kali ibu harap jangan kamu ulangi lagi, dan kamu harus bisa fokus dalam belajar," kata Bu guru


"Oh ya pesan ibu, jika kamu ada masalah silahkan kamu bisa konsultasi dengan guru BK, atau bahkan bisa curhat sama ibu. Ibu akan dengan senang hati membantu."


"Atau jika kamu sedang sakit, sebaiknya jangan dipaksakan segeralah pergi keruang medis untuk diperiksa supaya belajarnya tetap maksimal jangan seperti Nadia tadi, yang memaksakan diri untuk ikut belajar padahal kondisi badannya sedang tidak fit," sambung Bu guru.


Dan dengan polosnya Farrel nyeletuk bertanya kepada Bu guru, "loh emang Nadianya pergi kemana Bu? kapan ia pergi? Aku kok gak lihat Bu?"


"Lho Nadia kan tadi ibu suruh pergi keruang UKS karena sedang tidak enak badan, ibu suruh salah satu teman sekelas mengarnya kesana? Lah itu teman yang mengantar sudah datang," jawab Bu guru.


Dari arah pintu ada seorang siswi yang mengantarkan Nadia tadi mengetuk pintu dan masuk kedalam kelas.


Ibu guru menanyakan kepada siswi yang mengantar tadi tentang kondisi Nadia. Dan siswi tadi berkata bahwa Nadia sedang diperiksa oleh petugas medis,


"Lho kok bisa, pergi kenapa aku gak tau ya Bu, dan kenapa gak suruh aku aja yang ngantar Nadia Bu? Kalau disuruh ngantar aku juga siap kok Bu," kata Farrel.


"Bagaimana ibu bisa nyuruh kamu nganter Nadia, lha wong ini ngomong aja kamu gak denger, dan ada temenmu yang sakit pergi keluar kelas aja kamu gak tau kok, bisa-bisanya mau nganter? Hadewh," jawab Bu guru.


"Huuuuuu, wkwkwk ..." Sorak-sorai teman sekelas yang menertawakan tingkah Farrel.


Mendengar ucapan dari Farrel, yang menaruh perhatian pada Nadia, Ricky jadi terlihat kesal. "anak baru ini, benar-benar tidak tahu diri, masih aja sok sibuk ngurusin urusan cewek orang." gumam Ricky lirih.


Farrel hanya bisa cengar-cengir aja dengan pede-nya mendengar sorakan dari teman sekelasnya. Ibu guru pun kembali melanjutkan pembelajaran hari ini.


Didalam hati, Farrel bertanya-tanya, "apa yang terjadi dengan Nadia ya? apakah Nadia masih tidak bisa melupakan kejadian tadi, apakah Nadia masih merasakan seperti apa yang aku rasakan ini,"


"Sungguh sampai detik inipun, aku masih belum bisa melupakan kejadian tadi, bibir ku ini pun masih merasakan betapa hangatnya dan lembutnya bibir Nadia."


"Oh inikah yang sering diutarakan oleh orang, bahwa ciuman pertama itu adalah momen yang paling berkesan dan paling terindah yang nikmatnya takkan tergantikan." Ucap Farrel dalam hati sambil memegangi bibirnya sendiri.


"Kenikmatan itu yang membuat orang merasa ketagihan untuk ingin melakukannya lagi dan lagi. Aaaaargh mana mungkin aku jatuh cinta pada Nadia?"


"Ini baru hari pertama masuk sekolah, mana mungkin aku bisa secepat itu mencintai seseorang. Lagipula ciuman tadi juga tidak sengaja. Ini mungkin hanya perasaan semu belaka, besok-besok juga pasti akan hilang dengan sendirinya." gumam Farrel lirih.


Farrel pun langsung mencoba kembali fokus mengikuti kegiatan pembelajaran dikelas. Ia mencoba meyakinkan dirinya bahwa perasaan suka dan jantung yang berdebar-debar saat memikirkan Nadia ini hanya sesaat. Nanti juga akan hilang dengan sendirinya.


.


Nadia yang masih berada di UKS, saat ini sedang beristirahat di ranjang UKS. Hari ini benar-benar hati yang menguras pikiran dan perasaan Nadia.


Jika diingat-ingat lagi kejadian tadi pagi, yaitu kesedihan karena diuber-uber terus oleh Farrel sampai tersebar isi perselingkuhan dengan Farrel, hingga terjadi pertengkaran antara dia dan Ricky.


Kemudian berlanjut kebahagiaan yang datang karena sudah berbaikan lagi dengan Ricky, Quality Time berdua ditaman. Hingga sampailah pada kejadian terakhir tadi yang benar-benar sulit untuk dilupakan oleh Nadia. Yaitu kejadian ciuman pertamanya yang telah diambil terlebih dahulu oleh Farrel.


...----------------...