Cupid I'M In Love

Cupid I'M In Love
18. Penghinaan Yang Tidak Berarti



Ketika Ricky dan Nadia masih terlarut dengan perasaan mereka masing-masing..


Sang pembawa acara mengumumkan kedatangan sosok penting pada acara malam ini.. yakni Rani. Rani berjalan menuju ke tengah panggung dengan didampingi oleh kedua orang tua nya.. Malam ini Rani tampil dengan sangat mempesona dan glamor,, dan seperti biasanya dia selalu tampil cantik.. Dipesta ini Rani mengenakan gaun malam panjang berwarna merah menyala,, dengan model bagian dada dan leher terbuka, serta dengan model Backlees (punggung terbuka).


Gaya rambutnya yang tata dengan konsep modern dan wavy bervolume. Seperti rambut yang disanggul kebelakang.. sehingga lebih menonjolkan leher dan bahu indah milik Rani. Dibagian samping atas terdapat aksesoris jepit rambut/mahkota kecil berwarna gold.. kemudian ada beberapa helai rambut yang dibiarkan terurai menjuntai di sebelah kanan dan kiri wajah Rani.


Sungguh Rani malam ini ini memang benar-benar ingin menjadi sorotan semua orang,, dengan menampilkan kesan glamor, mewah dan elegan.


Setelah berada ditengah panggung Rani kemudian tersenyum dan melambaikan tangannya kepada para tamu undangan yang hadir malam ini... Kemudian ia memberikan isyarat kepada sang pembawa acara untuk segera memulai acara pesta ulang tahunnya.


Acara ulang tahun Rani diawali dengan tampilan penyanyi papan atas terkenal. Kemudian acara selanjutnya dilanjutkan dengan pemberian kata sambutan dari ayah Rani... Sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada para tamu undangan yang telah hadir diacara pesta pada malam hari ini.


Kemudian acara sudah di nanti-nanti oleh semua orang adalah acara peniupan dan pemotongan kue ulang tahun.. Kue ulang tahun besar bertingkat 3 itu menambahkan kesan mewah pada acara pesta malam ini.


Sesudah prosesi pemotongan kue berlangsung,, akhirnya Rani mempersilahkan para tamu undangan untuk kembali menikmati jamuan yang telah dihidangkan.. dan acaranya dilanjutkan dengan penampilan penyanyi papan atas lainnya..


Sebenarnya selama acara ulang tahun berlangsung, Rani mencari-cari dimanakah sosok Ricky berada.. karena pada saat itu Ricky berada diposisi paling belakang, jadi Rani tidak bisa melihat posisi keberadaan Ricky, yang terhalang oleh puluhan atau bahkan ratusan para tamu undangan.


Acara pesta malam ini benar-benar sangat meriah,, para tamu undangan sangat menikmati seluruh acara pada malam ini. Rani yang masih mencari-cari keberadaan Ricky ia pun bergegas turun dari panggung menuju ketengah-tengah kerumunan para tamu undangan, yang kemudian disambut dengan ucapan selamat dari para tamu undangan.


Mirna yang sedari tadi meninggalkan Nadia dan Ricky, akhirnya datang menghampiri mereka berdua.. Mirna mengajak Nadia dan untuk ikut mengucapkan selamat ulang tahun kepada Rani.. walaupun bagaimana pun juga Rani adalah teman sekelas mereka, dan mereka bertiga memang datang ke acara tersebut karena untuk menghadiri acara ulang tahun Rani.. jadi mau tidak mau, cepat atau lambat mereka harus memberikan ucapan selamat pada Rani.


Ketiganya berjalan melewati beberapa kerumunan para tamu undangan. Saat mereka berjalan orang-orang melihat ke arah mereka,, terutama melihat ke arah Nadia dan Ricky.. bagi para tamu pria sudah tentu menatap ke arah Nadia yang nampak cantik natural... sedangkan para tamu wanita menatap sosok pria berkulit putih, berwajah tampan dan gagah, yang mengenakan jas Blazer Slim Fit, berwarna hitam, dengan kemeja berwarna putih, yaitu Ricky. Pesona ketampanan Ricky tidak berkurang sedikitpun meskipun begitu banyak tamu undangan yang datang.


Ricky, Mirna dan Nadia pun akhirnya sudah berada didepan Rani. Wajah Rani sangat tampak gembira melihat kehadiran Ricky.. Ricky menyalami Rani dan mengucapkan selamat untuk nya... kemudian Rani membalas ucapan selamat dari Ricky itu dengan pelukan yang erat.. Namun kemudian Ricky segera melepaskan pelukan itu... karena Ricky merasa tak nyaman dilihat oleh banyak orang.


Setelah Ricky mengucapkan selamat kepada Rani, Mirna pun menyusul untuk memberi ucapan kepada Rani.. sekarang giliran Nadia yang hendak memberikan ucapan selamat kepada Rani.. namun dalam beberapa saat Rani tidak merespon kehadiran Nadia, Rani hanya terdiam melihat penampilan Nadia pada malam ini.. dari ujung rambut hingga ujung kaki,, Rani melihat dengan seksama, didalam hati ia bertanya-tanya... apa benar gadis yang ia lihat itu adalah Nadia, apa ia tidak salah lihat?? kenapa penampilan Nadia bisa berubah drastis seperti itu.. Rani tidak ingin mengakui kecantikan dari Nadia.. ia merasa benci karena tersaingi oleh Nadia. dan kenapa sikap Ricky lebih memperhatikan Nadia daripada dirinya... Rani benar-benar iri.. dari mana Nadia bisa berdandan dan mengenakan gaun seperti itu malam ini..?? setelah ia tersadar dari lamunannya, Rani dengan basa basi, berusaha tersenyum kepada Nadia,, dan menerima ucapan dari Nadia Rani berpura-pura memeluk Nadia.. walaupun itu semua hanya terpaksa dan direkayasa.


Niat utama Rani mengundang Nadia pada acara pesta ulang tahunnya tersebut adalah karena ingin mempermalukan Nadia. Karena ia tahu orang rendahan seperti Nadia itu tidak akan bisa membeli gaun dan perlengkapan-perlengkapan pesta lainnya. namun Rani benar-benar salah perhitungan. ia lupa kalau Nadia masih memiliki sahabat seperti Mirna,, yang memang jelas-jelas Mirna juga termasuk golongan anak orang kaya.


"betapa bodohnya aku,, sehingga bisa sampai seceroboh ini... aku tidak memperhitungkan kehadiran si Mirna, yang bisa membantu memecahkan masalah penampilan Nadia. ehmmmm... sebaiknya aku harus melakukan apa lagi ya,, supaya aku bisa mempermalukan nya lagi...??" umpat Rani dalam hati, sambil berusaha mencari ide-ide untuk mempermalukan Nadia dihadapan semua orang.


Rani pergi menghampiri sang pembawa acara, kemudian dia membisikkan sesuatu ke telinga MC..


Tiba-tiba sang pembawa acara mengatakan suatu hal dihadapan semua orang, sang pembawa acara kemudian langsung mengumumkan perintah yang telah diberikan oleh Rani kepadanya..


Sang pembawa acara berkata..


"para tamu undangan yang saya hormati, pada malam hari ini saya mengumumkan sesuatu hal... tolong perhatikan baik".


"Nona Rani ingin sekali agar ia dapat membuka semua kado dari para tamu undangan.


sang MC memanggil beberapa orang agar tumpukan-tumpukan kado yang sudah berada diluar dekat meja daftar tamu itu segera dibawa masuk kedalam.


Setelah dibawa masuk, Rani memerintahkan anak buahnya untuk segera membukakan bungkusan-bungkusan kado itu satu persatu. kadonya sangat banyak.. dan bagus


isi dari bungkusan kado-kado itu sangat bagus-bagus, harganya pun terbilang cukup mahal. Ketika sampai dikado milik Ricky. Rani mencermati dengan seksama,,, bungkus kado itu dibuka perlahan.. setelah itu kado diambil, ternyata Ricky memberikan kado sebuah tas branded merk ternama berwarna merah. si Rani riang bukan kepalang..


kemudian setelah melewati beberapa kado lainnya tibalah pada kado yang diberikan oleh Nadia... terlihat sebuah bungkusan kado kotak kecil.. sebelum sang MC membuka kado tersebut, Rani segera mengambil kado itu,, karena dibungkus kado itu ada tulisan dari Nadia.


Rani tersenyum nyinyir melihat kotak kecil itu.. dan berkata,, "Nadia ini kado dari kamu ya,, kok kecil banget Nad,, emang kamu kasih hadiah apa ke aku...?? kotak tissue nya???


Mendengar ucapan Rani tersebut sontak semua mata tertuju kepada Nadia... mereka semua penasaran dengan kado yang dipegang Rani, apakah isi kado itu.. apa benar seperti ucapan yang dikatakan Rani tadi..


Kemudian Rani segera membuka bungkus kado itu sendiri. ketika dibuka ia melihat botol parfum kaca berwarna pink dengan merk lumayan terkenal, dan bisa dibilang ini parfum mahal, walaupun itu hanya botol ukuran yang kecil.. Karena lagi-lagi ini diluar ekspektasi Rani,, Rani mencoba mencibir dengan cara lain,, kali ini ia berkata... oh kamu ngasih kado aku parfum ya Nad, terima kasih ya,, ini parfum mahal lho nad... emang kamu udah nabung berapa lama untuk beli ini Nad??? atau kamu harus ngemis-ngemis dulu ya, minta bantuan sama orang lain... menunggu sedekah dari orang lain.." ungkap Rani sambil melirik ke arah Mirna.


Karena Nadia merasa bahwa Rani sedang menyindir dirinya dimuka umum.. Nadia berusaha untuk bersikap tenang... ia tak mengucapkan satu patah katapun.. hanya memberikan senyuman kepada Rani...


...----------------...