Cupid I'M In Love

Cupid I'M In Love
Bab 54 Diluar Dugaan



Setelah Nadia Dan Farrel menyelesaikan makan siangnya, Farrel langsung mengajak Nadia untuk bertemu dengan mamanya di ruang keluarga.


Sang mama sudah menunggu Disana. Beliau duduk disebuah sofa panjang sendirian. Mereka berdua pun langsung berjalan menghampiri beliau.


Sang mama kemudian menyuruh Nadia dan Farrel untuk duduk. Nadia disuruh duduk tepat disebelah Mama Farrel. Sedangkan Farrel duduk dikursi lain.


Mama Farrel kemudian bertanya, "kata pak Agus, kamu tadi sedang sakit ya sayang, sehingga kamu harus diantar oleh Nadia pulang kerumah?"


"Emmm, anu Mah, itu tadi aku memang sakit. Tanganku tiba-tiba kebas, dan perutku rasanya gak enak. Ja-di aku tidak bisa mengendarai mobil dan berhenti ditengah jalan. Ke-be-tulan di-sana bertemu dengan Nadia jadi dia berinisiatif untuk membantuku dan mengantarkan aku pulang dengan naik taxi," jawab Farrel gugup dan terbata-bata sambil garuk-garuk kepala.


"Oh gitu, lalu sekarang bagaimana kondisimu, apa sudah baikan? atau apa perlu mama panggilkan dokter keluarga untuk mengobati sakitmu?" kata ibu Farrel.


"Tidak usah Mah, sakitku sudah sembuh, dan tanganku juga tidak kebas lagi," kata Farrel sambil cengar-cengir salah tingkah.


"Syukurlah kalau memang kamu sudah tidak kenapa-kenapa, kamu harus banyak-banyak berterima kasih kepada Nadia dong, karena dia sudah baik hati mau menolong kamu," kata Mama Farrel.


Sebenarnya mama Farrel sudah tahu, kalau anaknya berbohong. Ini pasti hanya akal-akalan dari Farrel saja, untuk mencoba mendekati Nadia.


"Hehehe, iya Mah, aku memang sangat beruntung, hari ini bisa ditolong oleh Nadia. Kalau tidak ada Nadia disana, entah seperti apa nasibku sekarang ini Mah," kata Farrel sambil cengengesan melirik Nadia.


Nadia hanya bisa tersenyum malu-malu. Ia tidak tahu harus berkata apa kepada mama Farrel. Nadia ingin sekali menceritakan hal yang sebenarnya kepada mama Farrel, tapi melihat tanda-tanda kode ancaman dari tatapan Farrel akhirnya Nadia mengurungkan niatnya itu.


"Ya udah, kamu istirahat sana dulu, atau ngerjain apa gitu. Mama mau ngobrol-ngobrol berdua aja sama Nadia. Nanti kalau sudah selesai akan aku panggil kamu," kata mama Farrel.


"Loh kok aku gak diajak ngobrol Mah?" tanya Farrel kesal.


"Udah, ini khusus urusan cewek. Kamu kan cowok, jadi gak boleh ikut nimbrung. Kecuali kalau kamu ma-u jadi ce- ..." ancam mama Farrel.


"Eh iya, iya, aku nyerah. Oke aku gak akan mengganggu," kata Farrel.


Sebenarnya Farrel sangat cemas dan penasaran, hal apakah yang ingin di bicarakan mama Farrel kepada Nadia, sampai-sampai, Farrel tidak diizinkan untuk ikut mendengarkannya. Farrel akhirnya pergi meninggalkan ruangan keluarga tersebut menuju ke kamarnya.


Di lain sisi, Nadia sangat takut, jika ternyata mama Farrel akan memarahinya, karena sudah berani-berani datang dan masuk ke kamar farel.


"Enggak usah takut Nadia, Tante gak akan ngapa-ngapain kamu kok. Tante cuma ingin cerita dan ngobrol-ngobrol aja," ucap mama Farrel.


"Iya Tante," jawab Nadia sambil tersenyum dan mengangguk-angguk.


Nadia merasa kalau Mama Farrel bukanlah orang yang jahat. Nadia merasa mama Farrel adalah sosok wanita asli Indonesia, yang cantik, elegan, berkharisma, baik, bijaksana dan penyayang.


"Nadia, kamu kan teman baru Farrel, tentunya kamu juga belum kenal Farrel dan tante secara detail, kan? seperti peribahasa tak kenal maka tak sayang, oleh karena itu, sebagai teman sekelas Farrel, Tante ingin kamu bisa mengenalnya lebih dekat," kata mama Farrel sambil tersenyum penuh makna.


"Tante ini terlahir dari keluarga yang bisa di bilang cukup berada sejak kecil. Keluarga Tante itu punya beberapa cabang perusahaan besar dan termasuk keluarga yang berpengaruh di Indonesia."


"Tante juga selalu aktif berpartisipasi dalam acara kegiatan sosial atau badan amal, untuk membantu orang-orang yang tidak mampu, walaupun Tante terkadang tidak ikut terjun langsung ke lapangan."


"Tante juga merupakan seorang wanita karir. Tante menjadi salah satu pimpinan diperusahaan terkemuka ini. Perusahaan yang dipegang oleh Tante sangat maju hingga ke sektor internasional." Jelas mama Farrel.


Mama Farrel kemudian melanjutkan ceritanya, bahwa dari pekerjaan inilah, mama Farrel bisa bertemu dengan papa Farrel yang juga keturunan bangsawan dan seorang pengusaha kaya dinegeri ginseng Korea. Mereka pun saling jatuh cinta dan akhirnya menikah.


Setelah menikah, selama beberapa tahun mereka tinggal di Indonesia, dan bekerja di perusahaan mama Farrel. Namun sang papa melihat peluang baru di Singapura.


Akhirnya sang papa berkeinginan membuka dan mengembangkan cabang bisnis baru, kemudian sang papa memutuskan untuk memperluas jaringan bisnis itu di Singapura dan menetap disana.


Walaupun sang mama kadang masih bolak-balik pulang pergi ke Indonesia karena bisnis keluarga nya di Indonesia juga. Itulah alasan mengapa Farrel bisa tinggal di Singapura.


Sudah beberapa puluh tahun bisnis yang dikembangkan oleh papa Farrel sukses dan berhasil. Namun karena akhir-akhir ini bisnis dari keluarga mama Farrel di Indonesia agak menurun akhirnya Mama Farrel meminta sang suami untuk pindah ke Indonesia agar bisa lebih fokus menangani bisnis di sini.


Mereka pun pindah ke Indonesia. Perusahaan yang ada di Singapura saat ini ditangani oleh putra sulungnya (single 30 tahun). Sedangkan putri keduanya (28 tahun) bertugas melanjutkan bisnis keluarga di Korea bersama dengan suaminya.


Farrel merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Karena jarak kelahirannya yang terpaut lumayan jauh dari kakak-kakaknya, oleh karena itu ia menjadi anak kesayangan seluruh anggota keluarga.


Dimana hal ini membuat sikap slengekan dan manja dari Farrel muncul. Namun, walaupun dia anak yang manja dan slengekan, Farrel termasuk anak yang kreatif, pintar, cerdas, rajin, ulet, dan mandiri.


Karena kepintarannya ini, Farrel sudah fasih menguasai beberapa bahasa asing dalam usia muda selain bahasa keluarga (Korea dan Indonesia) mulai dari bahasa Inggris, Mandarin, Rusia, Perancis, dan Jepang.


Dalam segi pendidikan prestasi Farrelpun tidak tanggung-tanggung ia sering menjuarai berbagai perlombaan ilmu pengetahuan dan bahasa tentunya hingga internasional.


Untuk urusan prestasi olahraga, Farrel ahli dalam olahraga taekwondo dan renang. Dan sudah memiliki cukup banyak penghargaan.


Dalam bidang seni, walaupun tidak sampe mengikuti suatu ajang kompetisi, karena hanya sekedar hobi, sebenarnya Farrel mahir memainkan beberapa jenis alat musik seperti gitar, drum, piano/keyboard. Suara Farrel dalam bernyanyi pun sangat merdu dan bagus.


Didalam hati Nadia berkata-kata, "ternyata sosok Farrel yang seperti ini mempunyai segudang kelebihan. Tapi kenapa kalau disekolah ia tidak pernah memberitahukan kelebihan-kelebihannya itu kepada semua orang. Selama ini yang ia sombongkan hanyalah ketampanan wajahnya itu."


"Apa sesungguhnya Farrel bukanlah orang sombong, yang suka memamerkan harta yang berlimpah, prestasi yang gemilang, kepintaran akademi yang mumpuni. Atau ia ingin menjalin hubungan dengan teman-teman apa adanya?" kata Nadia dalam hati.


"Oh iya, Farrel itu anak yang periang dan humoris juga lho. Ia tidak terlalu sibuk memikirkan banyak hal. Ia pernah berkata bahwa ia ingin menjalani kehidupannya seperti air yang mengalir," kata mama Farrel.


"Farrel sangat menyukai anak kecil, kadang ia juga sering bermain dengan anak-anak tetangga. Ada satu hal lagi, yang perlu kamu tahu, Nad. Farrel ini juga termasuk anak yang usil dan jahil. Hehe ... tapi semua itu Farrel lakukan bukan bermaksud untuk menyakiti, tapi hanya sekedar untuk mencairkan suasana," sambung mama Farrel.


Nadia mendengarkan cerita dari Mama Farrel dengan penuh perhatian. Didalam hati Nadia berkata, "ternyata Farrel sosok orang yang diluar dugaanku selama ini. Dibalik sikap yang ke-pede-an, slengekan, jahil, ternyata dia orang yang baik dan menyenangkan. Sebenarnya apa sih, yang ada didalam pikiran dari Farrel ini, kenapa ia tidak menunjukkan semua sikap itu disekolah?"


...----------------...