Cupid I'M In Love

Cupid I'M In Love
19. Dipermalukan



Melihat reaksi Tak berarti dari Nadia, Rani merasa gerah.. Rani mulai berkoar-koar dihadapan semua orang untuk memancing emosi Nadia.


"Para hadirin yang semua.. aku ingin memperkenalkan kepada kalian semua, temanku yang satu ini.." tunjuk Rani kearah Nadia.


"Perkenalkan gadis cantik yang ada di sampingku ini namanya adalah Nadia Hanina Farha.. dia teman sekelas ku lhoo.. lihatlah bukankah dia ini gadis yang cantik kan..?? aku tau para pria yang ada diruangan ini pasti terpukau melihat kecantikan dari Nadia.."


Rani memperkenalkan Nadia ke semua orang dengan maksud terselubung.. entah apa yang ia rencanakan.


"oh iya, dia ini masih jomblo lho... alias belum punya pasangan.. jadi kalian-kalian semua masih ada banyak kesempatan untuk mendapatkan cinta dari Nadia,.. tapi yang perlu kalian ingat,, kalian harus benar-benar royal kepada Nadia ya...?? aku ingin cerita kepada kalian semua,, Karena aku begitu peduli dengan Nadia, sebenarnya aku sedih melihat kehidupan teman sekelas ku ini.." kata Rani dengan ekspresi pura-pura sedih.


"Karena temanku ini, si Nadia adalah seorang pekerja keras, dia juga lahir dari keluarga yang sangat sederhana, bisa dibilang dari golongan kelas bawah... dengan kondisi ekonomi yang sangat memprihatikan.., kalian bisa lihat, bagaimana penampilannya malam ini.."


Nadia hanya berdiri diam terpaku sambil menundukkan wajah cantiknya malam itu..


Semua tamu undangan melihat ke arah Nadia,, mereka bertanya-tanya seperti nya tidak ada yang salah dengan penampilan nya... Mirna ingin sekali menyumpal mulut Rani, karena ia tahu kemana pembicaraan ini akan diarahkan.. Namun ia berusaha untuk menahannya.


"Kalian pasti bertanya-tanya, penampilan Nadia sepertinya tidak ada yang salah... ya memang benar penampilan Nadia malam ini memang tidak ada yang salah justru sangat sempurna.. tapi apakah kalian tahu bagaimana orang yang berasal dari keluarga ekonomi rendah, bisa berpenampilan sempurna malam ini...???" apakah kalian tidak penasaran??"


Para tamu undangan mulai berbisik-bisik, membenarkan perkataan Rani,, mereka penasaran darimana Nadia bisa berpenampilan sebagus itu, bagaimana dia bisa mengenakan gaun pesta yang mahal, bagaimana dia bisa memakai sepatu high heels yang bagus seperti itu,, secara logika,, tidak mungkin barang-barang itu ia beli dari uangnya sendiri karena secara semua itu barang mahal yang tidak akan pernah terjangkau oleh orang seperti Nadia.


"kalian semua penasaran dan pasti ingin tahu darimana Nadia bisa membeli gaun, sepatu dan tas mewah itu kan...??"


Sebelum Rani meneruskan perkataannya, Mirna sudah lebih dulu memotong pembicaraan tersebut...


"hei Rani, maksud elo itu apa?? kenapa elo sibuk ngurusin urusan orang??" ini kan acara ulang tahun Lo,, jadi kenapa nama Nadia Lo bawa-bawa juga sih???"


"Mirnaaa... aku itu cuma sedih, sebagai teman yang baik... aku tuh sangat peduli terhadap kehidupan Nadia.. seperti kamu yang juga sangat peduli dengan sahabat mu ini kan??".. sahut Rani.. berpura-pura sok care... sambil melirik sinis ke arah Mirna..


"aku sangat tahu kalau, gaun pesta yang kau pakai ini,, sepaatuuuu ini,, tas ini,, riasan wajah ini juga itu didapat dari pemberian si Mirna kaaaannn?? ayo jawab... jangan diem aja Nad..."


Nadia agak terkaget ketika mendengar nada perkataan Rani yang mulai meninggi.. dengan terbata-bata Nadia pun menjawab.. " i... i.. iya.. memang semua nya dibelikan oleh Mirna.."


"sssstttt... gak usah ikut campur Mirna..., atau akan aku bongkar rahasia perselingkuhan ayah kamu,, ke semua orang yang ada dipesta malam ini.."


Mirna terkejut mendengar ucapan dari Rani,, Mirna bertanya-tanya dalam hati,, kenapa Rani bisa mengetahui hal seperti ini,,, kemudian dia pun akhirnya hanya bisa terdiam membisu...


"Nadia, apa kamu gak tau malu ya.. minta dibelikan barang-barang mahal seperti ini pada sahabat karibmu itu.. kamu tahu semua yang kamu pakai ini itu kalau ditotal harganya mencapai puluhan juta.. gaji ayahmu selama satu tahun saja tidak cukup untuk membelinya, kamu sadar gak sih Nad,, apa kamu mau ngrampok??"


Nadia kali ini hanya bisa meneteskan air matanya,, tanpa bersuara.


Betapa sakit hati Nadia, mendapatkan penghinaan seperti ini.. memang dia orang tak punya, memang dia bukan dari keluarga berada.. tapi ia memakai semua barang ini juga,, tidak dengan meminta-minta..


"Aku juga tahu diri,, kalau barang yang aku kenakan ini adalah barang-barang mahal,, lagipula semua ini murni pemberian dari Mirna. Tapi kenapa Mirna hanya terdiam.. kenapa ia tidak menjelaskan kepada semua orang..??" rintihan Nadia dalam hati..


"Lihat kan kalian semua betapa menyedihkannya temanku yang satu ini.., tapi sayang orang yang dikasihani ini malah tak tahu diri.. lama-lama malah ngelunjak.. bahkan sahabat sendiri pun bisa-bisanya dikadalin... emmmm mungkin memang faktor keturunan,, keturunan orang-orang rendahan pasti memang seperti itu, tidak punya malu...!!!" Hehhh..."


"cukup Rani,.. aku pergi kesini untuk menghadiri undangan darimu, untuk mengucapkan selamat ulang tahun untuk mu,, aku datang kesini serta Merta untuk menghormatimu sebagai teman sekelas ku.. memang semua yang aku kenakan ini adalah pemberian dari Mirna.. tapi aku tidak meminta-minta untuk dibelas kasihani. Mengapa kamu selalu menghina keluargaku,..?? aku memang orang tak punya, orang rendahan, tidak seperti kalian semua disini,.. aku masih punya harga diri.. jadi mohon berhentilah menghina keluargaku, kamu boleh menghinaku, aku terima itu, tapi jangan hina orang tua ku.. !!!"


Karena tak tahan mendengar ocehan dari Rani yang ditujukan ke Nadia,, Ricky yang sedari tadi juga berada ditengah kerumunan.. langsung menarik tangan Nadia, pergi keluar meninggalkan ruang pesta tersebut..


Ricky tidak memperdulikan berpuluh-puluh pasang mata yang sedang menatapnya tajam.. yang ia pedulikan saat ini adalah membawa pergi Nadia dari tempat itu.


Rani yang melihat kejadian itu sangat marah, emosinya benar-benar sudah memuncak,, Ricky yang telah ditunggu-tunggu kehadirannya dipesta itu,, justru pergi meninggalkan acara pesta ulang tahunnya,, dan yang lebih parah lagi, Ricky juga malah membela Nadia dengan membawanya pergi dari ruang pesta ini.. Rani berteriak memanggil-manggil Ricky.. namun Ricky tetap tak menghiraukan panggilannya itu..


"aaaargh... Ricky..!! kenapa kamu masih saja lebih memilih gadis rendahan itu daripada aku... apa akal sehat mu sudah disesatkan oleh omongan-omongan manisnya..," umpatan Rani didalam hati.


Rencana indah yang dibuat oleh Rani seketika hancur.. karena kesalahan yang dibuat nya sendiri. Pesta ulang tahunnya malam itu menjadi pesta yang kelabu. setelah kejadian itu Rani merasa kesal kemudian langsung pergi meninggalkan ballroom hotel tanpa memperdulikan kelangsungan acara ulang tahunnya.. sedangkan orang tua Mirna berusaha memberi pernyataan dan minta maaf atas ketidak nyamanan yang telah dialami oleh para tamu undangan...


...----------------...