
Nadia dan saat ini sudah sampai dikantin dan menikmati beberapa camilan yang mereka beli, sambil berbincang-bincang dengan beberapa siswa lainnya, yang juga ikut bergabung bersama dengan mereka.
Andre dan Mirna juga termasuk yang ada disana. Terlepas dari semua masalah yang terjadi kemarin, Nadia dan Ricky sudah membuka lembaran baru lagi.
Obrolan ringan seputar masalah anak muda juga sekolah dan canda gurau bercampur jadi satu dalam perbincangan mereka. Hal ini membuat beban berat yang dirasa Nadia kemarin menjadi lenyap seketika.
Disela-sela perbincangan mereka datanglah Farrel dan Toni. Salah satu siswa yang ngobrol bersama dengan Nadia dan Ricky, memanggil Farrel dan Toni untuk ikut serta bergabung dengan mereka.
Hal ini membuat raut wajah Ricky menjadi tidak begitu bagus. Namun disisi lain hal ini justru membuat Farrel menjadi semakin semangat karena bisa dekat dengan Nadia secara tidak langsung.
Farrel senang karena ada kesempatan untuk ngobrol dengan Nadia juga. Nadia saat ini sebenarnya merasa canggung dengan kehadiran Farrel. Karena Nadia tahu, pasti Ricky sangat tidak menyukai hal ini. Namun karena khawatir teman-teman yang lain mengetahuinya, maka Ricky tetap pura-pura bersikap baik-baik saja.
Teman-teman lainnya mengajak Farrel bergabung dengan mereka karena ingin mengenal mengenal Farrel lebih dekat karena status Farrel yang masih sebagai siswa pindahan baru.
Teman-teman mereka banyak yang bertanya tentang berbagai hal mengenai Farrel. Ada yang bertanya dengan alamat rumah Farrel, Farrel sudah punya pacar atau belum? tentang hobi atau kesukaannya, tentang kehidupannya di Singapura dan lain-lain.
Farrelpun menjawabi semua pertanyaan itu. Namun ada beberapa hal yang Farrel jawab dengan merendah diri atau tidak dikatakan tentang kelebihan-kelebihan yang ia miliki. Farrel juga tidak menceritakan tentang beberapa keahlian atau prestasi yang ia miliki.
"Bro, kamu punya keahlian apa aja nih, dibidang seni, atau dibidang olahraga? Orang seperti kamu pasti punya banyak kelebihan atau prestasi yang bagus dong?" tanya salah satu teman.
"Kelebihan apa yang aku punya ya? Hmmm, kayaknya sama aja dengan kalian semua. Bahkan mungkin aku ini dibawah rata-rata. Main alat musik, juga hanya bisa-bisaan aja. Untuk bernyanyi, suara kayak aku gini, apa bisa dikategorikan merdu? Kayaknya gak juga," lanjut kata Farrel.
"Kalau dibidang olahraga, aku ini juga orangnya sering males, hehehe ... jadi apa ya yang jago dari aku ini?" Kata Farrel berlagak berfikir sambil memegangi dagunya.
"Halah jangan merendah gitu bro, gak usah kamu tutup-tutupi. Kamu pasti punya banyak keahlian ini," kata salah satu teman.
"Oh ya, aku tahu, aku punya satu keahlian, kalian mau tahu apa?" kata Farrel.
"Iya, kita semua mau tahu, ayo cepat katakan apa itu keahlianmu." kata salah satu teman.
"Keahlianku itu adalah ... yah, tidur. Paling jago aku kalau soal tidur, wkwkwk," kata Farrel sambil tertawa terbahak-bahak.
"Eh sialan lho bro, gua kira apaan, kalau cuma tidur gua juga bisa bro!" kata salah seorang teman disana.
"hehehe, sorry bro ... sorry, just kidding. Jangan masukkan ke hati ya bro, kita kan prend," kata Farrel kepada semua teman-teman.
"Tuh Nad, kamu denger sendiri, kan. Dia itu gak punya keahlian atau prestasi apa-apa. Bisanya cuma buat bualan-bualan dan omong kosong doang. Orang seperti dia berani-berani sekali mau deketin kamu, ngimpi ..." bisik Ricky ke Nadia.
"Hmmmm, dia kan cuma becanda aja. Masa kamu pikir sampe segitunya si Aa'? siapa tahu dia punya kelebihan yang gak dimiliki orang lain, cuma ia tutup-tutupi aja, bisa juga kan?" jawab Nadia lirih.
"Aa', bukannya aku belain dia, tapi kan kita gak tahu yang sebenarnya. Lagi pula teman-teman yang lain pada gak mempermasalahin hal itu. Malah mereka pada tertawa santai. Kamu jangan sedikit-sedikit mengaitkan aku dengannya. Please Aa', stop cemburuannya dong," bantah Nadia lirih.
Di dalam hati, Nadia sebenernya pengen memberitahukan ke semua orang tentang pernyataan dari Farrel. Yang bilang tidak punya prestasi atau keahlian apa-apa. Padahal si Farrel ini mempunyai banyak kelebihan dan prestasi yang membanggakan.
"Kenapa sih, Farrel gak berterus terang aja ke teman-teman, kenapa harus ditutup-tutupi. Kenapa juga dia harus terus merendah. Sepertinya dia begitu menikmati, jika ada orang yang sudah merendahkan dirinya. Dasar orang aneh! Padahal dengan prestasi-prestasi yang dia miliki itu, bisa mengagumkan nama sekolah kita ini juga kan? Hufh!" kata Nadia dalam hati.
Sementara disisi lain, Farrel sendiri, memang begitu masa bodohnya, dengan pendapat teman-teman tentang dirinya. Farrel bersikap santai, seperti tidak menanggung beban dan dosa apapun.
Nadia, Andre, Mirna, Farrel, Toni dan teman-teman lainnya sangat menikmati istirahat mereka kali ini dengan penuh keceriaan, kecuali si Ricky, yang masih saja merasa terganggu dengan kehadiran si Farrel.
Jam istirahat pun telah usai. Semua siswa berhamburan untuk kembali ke kelas masing-masing, termasuk Nadia dan kawan-kawan. Sesampainya didalam kelas, Nadia segera menempati tempat duduknya.
Tak lama kemudian guru mata pelajaran berikutnya pun memasuki ruangan kelas. Pelajaran kali ini adalah pelajaran seni musik. Karena pelajarannya kali ini belajar praktek langsung. Maka sang guru pun menyuruh anak-anak untuk pergi keruang musik, yang sudah disediakan disekolah ini.
Ruangan Seni Musik terdapat di lantai 3 gedung sekolah ini. Di ruangan ini para peserta didik dibekali tentang seni musik, baik itu olah vocal, bermain instrumen musik hingga membentuk band. Di ruang ini, para siswa-siswi diharapkan dapat belajar tentang bermusik dan dapat menyalurkan bakatnya dalam bermusik.
Nadia dan semua siswa-siswi lainnya langsung menuju ke lokasi tersebut. Sesampainya disana, semua siswa segera menempati tempat duduk lipat dengan mejanya yang sudah tertata rapi.
Ruangan seni musik ini di lengkapi dengan alat-alat pendukung seperti piano, keyboard, gitar, biola, saxophone, drum, speaker, mic, dll. Diruang ini juga dipasang peredam suara, agar suara alat musiknya tidak menggangu proses belajar mengajar siswa lainnya.
Dengan ruangan yang cukup luas. Alat-alat musik ditempatkan di dekat dinding samping kanan, kiri, dan belakang, sedangkan tempat duduk para siswa berada di tengah-tengahnya. Untuk guru berada didepan pinggir kiri depan ruangan. Untuk di bagian depan tengah ditempatkan untuk para siswa tampil memperagakan keahliannya dalam berolah vokal atau bermusik.
Para murid sangat antusias sekali berada diruang musik ini. Mereka ingin menguji kemampuan teori yang sudah mereka pelajari selama ini dengan mempraktekkan secara langsung.
Kali ini guru musik mengajari tentang menggunakan alat musik piano. Guru pun menyuruh beberapa murid laki-laki untuk memindahkan piano yang ada dipinggi kanan menuju ke depan tengah kelas.
Kemudian guru membagikan buku panduan kumpulan lagu menggunakan not-not piano. Sang guru mulai memainkan salah satu lagu dengan pianonya.
Setelah mempraktekkan, sang guru, memanggil satu persatu murid sesuai nomor absen untuk memainkan sebuah lagu yang mereka suka di buku panduan tersebut dengan piano. Ada beberapa murid yang masih kaku, dan buruk dalam bermain piano, ada juga yang sudah bagus dan menguasai tapi belum sempurna.
Ricky dan Rani juga termasuk salah satu murid yang dapat memainkan piano itu dengan baik. Nadia masih belum begitu lancar dan mahir dalam memainkan piano.
Sekarang tibalah saatnya untuk absensi nomor urut terakhir yaitu Farrel untuk memainkan sebuah lagu dengan piano. Farrel pun maju ke depan dengan percaya diri. banyak teman-teman sekelas yang penasaran dengan kemampuan yang dimiliki Farrel.
Mereka bertanya-tanya, apakah Farrel termasuk siswa yang bisa memainkan piano atau tidak? Farrel langsung duduk dan bersiap-siap untuk memulai memainkan piano itu.
...----------------...