
"Oh, my God! kenapa sekarang aku gampang terbawa emosi. Ternyata aku sudah menyakiti hati kekasih hatiku. Ricky betapa bodohnya dirimu!" gumam Ricky dalam hati, mengatai dirinya sendiri.
"Apa karena aku terlalu takut kehilangan Nadia, sehingga jika ada seseorang yang memiliki suatu kelebihan, mulai mendekati Nadia aku takut akan kehilangan dirinya," sambung Ricky dalam hati.
Melihat Ricky yang melamun, Andre pun menepuk pundaknya sambil berkata, "hei bro, bro? ada apa bro, kenapa kamu malah melamun."
"Eh sorry, aku lagi berpikir. Aku tidak mau asal bertindak gegabah lagi, terhadap anak baru itu. Selagi dia tidak berbuat macam-macam didepan ku, aku akan tetap diam saja," kata Ricky kepada Andre.
"Oke bro, jika memang itu mau mu. Aku akan tetap selalu mendukungmu, semangat bro,"
Saat ini Nadia hanya terdiam ditempat duduknya, dia bingung harus melakukan apa, karena dilain sisi. Ia sedih akan kelangsungan hubungannya dengan Ricky hari ini.
Didalam hatinya, ia selalu bertanya-tanya, apakah Ricky memang benar-benar membenci dirinya, apakah benar-benar Ricky, merasa ia telah diselingkuhi atau apakah memang sudah tidak ada kepercayaan lagi untuk dirinya?
Nadia melamun melihat nasib percintaan di hidupnya ini. Didalam hatinya ia berkata, "baru saja beberapa hari ini hatiku bahagia. Karena orang aku bisa memiliki kekasih setampan, sekaya dan sebaik, seperti Ricky.
Mungkin kemarin Allah memberiku kesempatan untuk bisa menikmati kesempatan, untuk bisa dicintai oleh orang yang berstatus lebih dariku.
Dan mungkin kesempatan yang diberikan oleh Allah, hanya cukup sampai hari ini saja. Mungkin perasaan cintaku ini harus benar-benar ku simpan di dalam hati saja.
Biarlah semua kenangan indah beberapa hari yang lalu, akan menjadi sebuah kenangan terindah dalam hidupku.
"Mungkin kemarin Allah memberiku kesempatan untuk bisa menikmati kesempatan, untuk bisa dicintai oleh orang yang berstatus lebih dariku."
"Dan mungkin kesempatan yang diberikan oleh Allah, hanya cukup sampai hari ini saja. Mungkin perasaan cintaku ini harus benar-benar ku simpan di dalam hati saja."
"Biarlah semua kenangan indah beberapa hari yang lalu, akan menjadi sebuah kenangan terindah dalam hidupku." Gumam Nadia dalam hati.
Pikir Nadia karena perbedaan status yang begitu mencolok, dan perbedaan keunggulan yang dimiliki oleh Ricky, Nadia jadi berputus asa akan kelangsungan cintanya.
Nadia merasa jika ia terus memperjuangkan hubungan cintanya dengan Ricky, itu mustahil. Apalagi Ricky saat ini sudah benar-benar tidak percaya lagi padanya.
Nadia merasa, dengan sikap Ricky yang seperti ini, sudah pasti perjuangan Nadia akan sia-sia. Karena, siapalah arti dirinya itu dimata Ricky. Dia hanya orang biasa.
Lamunan Nadia akhirnya berhenti, ketika tangan Ricky menyentuh tangannya. Nadia tersadar dari lamunannya dan menatap wajah Ricky.
"Nad, maafin aku ya, karena aku sudah terlalu emosi dan bertindak kasar padamu. Aku sungguh sangat menyesal Nad, karena tadi juga sudah tidak mau mendengarkan dan mempercayai kata-kata darimu," kata Ricky.
"Entah setan mana yang sudah merasuki pikiran dan hatiku ini, sehingga aku dibutakan oleh rasa curiga dan cemburu. Mungkin semua ini terjadi karena aku terlalu mencintaimu Nad, dan aku takut akan kehilangan dirimu," sambung Ricky.
Mata Nadia berkaca-kaca, mendengar pernyataan dari Ricky. Nadia tidak bisa berkata-kata, bibirnya seakan terkunci dan terekat seperti habis di lem.
Hampir saja air mata jatuh menetes membasahi pipi Nadia. Namun semua itu ia tahan. Rasa haru bahagia menyelimuti hatinya. Ternyata Ricky masih menganggapnya ada, dan masih mencintai dirinya.
"Nadia, kenapa diam saja, apakah kamu masih marah kepadaku? Yah, kamu memang pantas jika marah kepadaku-," kata Ricky sambil menghela nafas menyesali kesalahan yang telah ia perbuat.
[3/6 18.13] Nova (DiraDivaSalo): Ricky tampak benar-benar menyesali perbuatannya itu. Melihat kesungguhan hati Ricky, kemudian Nadia balik memegang lengan baju Ricky dan nya seakan hendak merayu dan bermanja-manja dengan Ricky.
"Aa', sudah jangan seperti itu, yang lalu biarlah berlalu, mari kita buka lembaran baru lagi, lupakan semuanya. Anggap saja ini adalah pelajaran berharga bagi hubungan kita yang baru seumur jagung ini," kata Nadia.
"Okey, yang penting kamu sudah mau percaya padaku, dan itu sudah lebih dari cukup bagiku Aa' sayaaaaang ... senyum dong, kamu kalau senyum kan, tambah manis apalagi ada lesung Pipitmu itu," kata Nadia sambil tersenyum manja menampakkan wajah yang imut dan menggemaskan.
Melihat wajah imut Nadia membuat Ricky tersenyum bahagia. Ricky merasa senang karena Nadia ternyata Nadia mau memaafkan semua kesalahan yang sudah ia perbuat kepadanya. Ricky merasa bersyukur karena memiliki kekasih yang berhati mulia.
Ricky berjanji tidak akan pernah mengulangi kesalahannya lagi. Dan dia juga berjanji tidak akan mudah untuk bersikap cemburu buta, tanpa ada bukti yang kuat.
Tidak begitu lama Ricky dan Nadia berbaikan, ibu guru mata pelajaran biologi datang untuk memulai pelajaran hari ini yang sudah terpotong beberapa waktu, karena ada urusan penting.
Situasi kelas pun sudah mulai kondusif lagi, dan para siswapun mengikuti kegiatan pembelajaran biologi hari ini dengan khidmat.
.
Mata pelajaran biologi pun sudah berakhir, dan berganti oleh mata pelajaran selanjutnya. Para siswa pun masih tetap antusias mengikuti pembelajaran dengan baik, hingga tiba waktunya untuk istirahat jam kedua.
Seperti kebanyakkan orang, saat jam istirahat tiba semua siswa selalu merasa senang. Begitu pula dengan Ricky dan Nadia. Kali ini Ricky mengajak Nadia untuk beristirahat di taman sekolah, namun sebelum kesana mereka berencana pergi ke kantin terlebih dahulu.
Saat Ricky dan Nadia berjalan keluar kelas, semua mata masih saja menatap mereka dengan penuh penasaran.
Mungkin saja para teman-teman mereka itu, bertanya-tanya kenapa hubungan mereka sudah membaik? dan tidak ada masalah apapun yang terjadi karena kasus gosip perselingkuhan antara Nadia dan Farrel.
Karena sikap antara Nadia dan Ricky terlihat masih baik-baik saja, Anggi yang juga melihat kebahagiaan mereka berdua merasa ikut geram.
Dan berkata kepada temannya, "Ricky itu kenapa sih, sudah jelas-jelas diselingkuhi Nadia tapi masih tetep aja nempel terus ma Nadia. Apa Ricky sudah benar-benar cinta buta dengan Nadia? atau Ricky sudah hilang akal sehatnya?"
"Mungkin Ricky memang sudah cinta mati kali ma Nadia, sehingga kesalahan seperti apapun ia tidak akan pernah peduli. Mungkin dukunnya Nadia sangat sakti, sehingga guna-guna nya berhasil dengan sukses, ha-ha-ha ..." jawab salah satu teman, yang menyindir Nadia dari belakang.
"Awas tunggu saja sampai Rani pulang dan kembali sekolah lagi, pasti akan tamat riwayatmu, Nadia! kebahagiaanmu akan segera berakhir tidak lama lagi! sumpah serapah Anggi yang merasa iri dengan kebahagiaan Nadia.
Nadia dan Ricky akhirnya sudah sampai di kantin. seperti biasa Nadia duduk manis sambil menunggu Ricky yang sedang memesan minuman dan makanan ringan untuk mereka bawa ke taman nantinya.
Disaat Nadia duduk manis menunggu Ricky, tiba-tiba Nadia dihampiri oleh sosok pemuda yang selalu menghantui hidupnya hari ini, yaitu Farrel. Dengan sengaja Farrel duduk disebelah Nadia. dan menawari dia segelas minuman dingin.
Melihat Farrel yang sudah duduk di sebelahnya itu, membuat Nadia terkejut dan semakin gugup, karena khawatir terjadi kesalahpahaman lagi pada Ricky. Dengan tanpa basa-basi Nadia langsung menyuruh Farrel pergi dari tempat duduknya saat ini.
Namun seperti biasanya, Farrel selalu menanggapi usiran tersebut dengan santai dan justru semakin percaya diri untuk terus mendekati Nadia.
Saat ini Ricky sudah selesai membeli minuman dan makanan untuk dirinya dan Nadia. Saat Ricky hendak berjalan menuju Nadia, Ricky melihat Farrel yang sedang duduk bersebelahan dengan Nadia. Sehingga hal ini membuat Ricky segera menghampiri mereka berdua ditempat duduk tersebut.
...----------------...