
"Ah udah jangan bahas ini lagi. Lama-lama bahasanya malah ngelantur kemana-mana. aku ngantuk pengen tidur lagi. Nanti kalau ada guru masuk aku bangunin ya," kata Farrel.
"Hilih, pasti ini salah satu akal bulusmu kan? kamu lagi mencoba menghindar dari tebakan aku tadi, iya kan, iya kan? alesan aja, pake pura-pura ngantuk segala," sindir Toni sambil cengengesan.
"Shut up! berisik tahu," teriak Farrel.
"Wkwkwk, ada yang merasa tersinggung nih, ckckck," ledek Toni sambil tertawa kegirangan, telah berhasil menebak apa yang ada didalam hati Farrel.
Beberapa detik kemudian pak guru yang akan mengajar di kelas 2B pun datang, Toni pun segera menghentikan tawanya dan segera menyenggol bahu Farrel, untuk membangunkan Farrel yang masih bermalas-malasan di meja sekolahnya.
Sedangkan, Rani and the geng segera menyingkirkan kotak kardus oleh-oleh yang sudah kosong keluar kelas. Untuk satu kotak kardus pink yang disisihkan oleh Rani tadi, juga segera diamankan Anggi, di pojok belakang ruang kelas,
Suasana kelas pun seketika hening, dan pak guru pun segera memulai untuk memberikan materi pembelajaran pada hari ini.
...
Beberapa mata pelajaran sudah terlewati pagi ini, Untuk jadwal selanjutnya adalah istirahat. Guru pengampu mata pelajaran pun sudah meninggalkan ruangan kelas.
Saat Nadia dan Ricky hendak pergi meninggalkan kelas untuk istirahat ke kantin. Rani datang menghampiri mereka dengan membawa beberapa barang yang diambil dari kotak kardus pink penyimpanan barang oleh-oleh yang masih belum dibuka tadi.
Rani menyapa Nadia dan Ricky dan memberikan beberapa barang kepada mereka berdua. Rani memberikan sebuah tas cantik untuk Nadia, sedangkan Ricky diberi oleh Rani sebuah jam tangan mewah.
Nadia dan Ricky sebenarnya sangat sungkan sekali menerima oleh-oleh dari Rani. Barang yang diberi oleh Rani dianggap sangat mewah bagi mereka, dan ini dianggap terlalu berlebihan. oleh karena itu Nadia dan Ricky mencoba menolak pemberian dari Rani itu secara halus.
Namun Rani memaksa agar mereka berdua mau menerima barang pemberian darinya itu, dengan alasan sebagai rasa permintaan maaf, sekaligus sebagai bentuk rasa syukur dapat menjalin hubungan pertemanan kembali.
Akhirnya dengan amat sangat terpaksa Nadia dan Ricky pun mau menerima barang pemberian dari Rani tersebut.
Nadia berkata kepada Rani, "Ran, karena melihat ketulusan dari hatimu, maka tas pemberian darimu ini aku terima. Semoga pertemanan kita dapat terjalin dengan baik, mulai hari ini hari hingga dimasa-masa yang akan datang."
"Iya Nad, semoga pertemanan kita langgeng dan semakin akrab kedepannya ya?" jawab Rani.
Sedangkan Ricky, tanpa banyak basa-basi, ia langsung berkata, "oke kalau itu maumu, aku terima barang darimu ini."
Kemudian Nadia dan Ricky ijin untuk istirahat ke kantin, Rani pun tentu saja tak menghalangi mereka. Ricky dan Nadia segera pergi meninggalkan Rani.
Rani merasa senang sekali melihat Nadia dan Ricky mau menerima barang pemberiannya itu, kemudian Rani segera menyuruh Anggi untuk mengambilkan beberapa barang lagi untuk diberikan kepada Mirna dan Farrel. Karena ia tahu, siapa saja tadi yang tidak ikut mengambil oleh-oleh darinya.
Pertama-tama ia akan memberikan oleh-oleh untuk Mirna, Kali ini Rani tidak begitu banyak berkata-kata, ia hanya menyampaikan beberapa kata saja sambil menyerahkan barang berupa satu set kosmetik merek terkenal di Paris.
Setelah selesai memberi oleh-oleh untuk Mirna, Rani langsung pergi meninggalkan Mirna, untuk kembali membagikan oleh-olehnya yang lain kepada Farrel.
Setelah Rani melihat ke arah Farrel, dan ternyata Farrel masih tiduran sendiri ditempat duduknya, belum pergi keluar kelas. karena toni teman sebangku Farrel, sudah pergi istirahat diluar. Dengan cepat Rani segera menghampiri Farrel yang tengah tertidur.
"Ehm ... ehm, permisi," kata Rani mencoba membangunkan Farrel.
Tapi Farrel masih saja belum bangun, hingga akhirnya Rani menyuruh beberapa teman cowok untuk membangunkan Farrel. Setelah dibangunkan oleh salah satu siswa dikelas itu, Farrel pun terbangun.
Sebenarnya ia males untuk meladeni Rani, karena ia masih ngantuk dan ingin tidur lagi. Tapi karena ia murid baru disekolah ini jadi dia harus belajar untuk beradaptasi dan toleransi dengan teman sekitar.
Ia males jika nanti punya masalah dan berurusan dengan orang lain. Apalagi kemarin ia sudah punya masalah dengan Nadia dan Ricky. Ia tak mau menambah panjang antrian permasalahnya lagi.
Farrel agak berbasa-basi kepada Rani dan bertanya nya,"sorry ada perlu apa ya? apa ada yang bisa saya bantu? atau kamu mau kenalan denganku, karena kebetulan aku murid baru disini. tepatnya baru 2 hari."
"Oh maaf kalau aku sudah mengganggumu tadi. perkenalkan namaku Maharani Stevania Husodo, kamu bisa panggil aku Rani. Kebetulan karena kamu murid baru disini, maka nya aku juga ingin berkenalan denganmu. sekaligus aku ingin memberi kamu sesuatu." kata Rani.
"Maharani, nama yang bagus. Oke Rani, karena kita memang sama-sama belum kenal, maka aku juga akan memperkenalkan diri. Perkenalkan namaku Farrel Candra Wijaya, kamu bisa panggil aku Farrel,"
Farrel terus malah langsung menjabat tangan Rani sebagai tanda perkenalan mereka. tentu saja Rani menerima perkenalan tersebut dengan senang hati.
"Ini Farrel, aku punya sesuatu untuk kamu, kebetulan aku habis berlibur di luar negeri. jadi ini aku bawakan kamu barang kamu dan semoga kamu menyukainya." kata Rani.
Kemudian Rani segera mengambil barang dari Anggi yang sudah ia siapkan sebelum nya. Rani memberikan sebuah kotak yang didalamnya terdapat sebuah jam tangan.
Jam tangan ini modelnya hampir sama dengan jam tangan yang tela Rani berikan kepada Ricky. Farrel melihat bentuk dan merek dari jam tersebut. Ternyata jam ini termasuk jam tangan yang mahal.
Karena Ricky adalah termasuk tipe orang yang ceplas-ceplos, ia pun tak sungkan-sungkan untuk mengucapkan terimakasih kepada Rani, karena sudah diberi oleh-oleh yang mahal ini.
Rani pun berkata, "semoga kamu menyukai hadiah kecil ku ini dan kamu mengenakan jam tangan ini dalam aktifitas sehari-hari mu. Semoga ini juga dapat menjadi awal pertemanan baik diantara kita ya?"
"Oh ya tentu saja, nanti aku akan memakai jam tangan pemberian dari ku ini. Dan semoga kedepannya kita dapat berteman baik di sekolah ini, maklum aku anak baru jadi belum begitu punya banyak teman dan kenalan," kata Farrel.
"Oh ya maaf, karena saking senang dan semangatnya, tiba-tiba aku ada panggilan alam dulu. jadi sorry ya, gak bisa menemanimu ngobrol lebih lama lagi. Aku mau ke toilet dulu, oke bye," kata Farrel yang berusaha menghindar dari Rani, karena lama-lama ia merasa tak nyaman juga didekat Rani
.
...----------------...