
Nadia berkeliling diarea toko buku tersebut. Toko buku ini juga merupakan salah satu toko buku terbesar di Indonesia yang menyediakan berbagai macam buku.
Sebenarnya di toko buku ini juga mempunyai website dan situs perbelanjaan online lainnya supaya konsumen bisa membeli buku secara online. Layaknya sebuah toko buku fisik, pada situsnya ini terdapat banyak koleksi buku yang sudah mereka sortir berdasarkan genre.
Supaya pelanggan bisa lebih mudah lagi menyeleksi buku yang diinginkan, dan mereka tak lupa menyediakan corner ulasan Goodreads di setiap judul bukunya.
Sayangnya hal tersebut baru Nadia ketahui, jadi sangat disesalkan sekali kenapa dia tidak menanyakan hal tersebut sebelumnya, agar tidak perlu repot-repot dan jauh-jauh pergi membeli buku.
Nadia tidak tahu kalau sebenarnya Farrel pun sudah mengetahui tentang fasilitas pelayanan yang seperti ini, cuma memang Farrel tidak mau memberi tahukan informasi ini kepada Nadia, dengan alasan lebih enakan mencari barangnya langsung, jadi lebih terasa kenangannya.
Nadia terus berkeliling sambil bertanya-tanya kepada para staf penjual mengenai layanan dan fasilitas lainnya ditoko buku ini. Staf tersebut memberikan informasi lainnya yang lebih menariknya lagi.
Yakni, kamu bisa membuat permohonan kepada Toko buku ini untuk mencetak kembali judul buku yang sudah tidak tersedia berkat adanya layanan print on demand. Karena Perusahaan ini bekerja sama dengan penerbit-penerbit buku baik dalam maupun luar negeri dari kelompok usahanya sendiri,
Koleksi buku di toko buku ini cukup lengkap dan juga terdapat produk lainnya seperti berbagai macam alat tulis dan kantor, ada juga alat-alat musik, alat-alat olahraga, peralatan sekolah, alat elektronik. aksesoris dan mainan.
Tempat ini juga menjual berbagai action figure dan mainan buatan dari Disney, Lego, Mattel dan lainnya.
Nadia sangat senang sekali berkeliling-keliling ditempat ini. Seandainya saja ia mempunyai uang lebih pasti saat ini ia sudah kalap, akan membeli semuanya. Tapi karena kondisi isi kantong yang pas-pasan, jadi apa mau dikata, hanya bisa melihat-lihat saja.
Sementara ditempat lain Farrel juga melihat-lihat barang aksesoris yang ada di toko buku tersebut. Farrel melihat ada beberapa benda yang sangat menarik dan ingin untuk ia beli.
Farrel melihat dengan teliti barang-barang itu, dan akhirnya Farrel memutuskan untuk membelinya. Sambil menunggu Nadia, Farrel menyerahkan beberapa barang yang ia pilih tadi ke kasir.
Tak berapa lama kemudian Nadia, datang menghampiri Farrel. Karena Farrel merasa penasaran Nadia datang tanpa membawa satu barangpun, ia pun bertanya kepada Nadia.
"Nad, kamu gak beli apa-apa ya? Atau kamu gak begitu suka dengan barang-barang yang ada di toko ini ya?" tanya Farrel.
"Oh, iya aku memang gak beli kok."
"Tapi aku tidak beli, bukan karena aku gak suka dengan barang-barang di tempat ini, aku suka kok dengan produk-produk yang dijual di sini. Semuanya sangat bagus-bagus banget."
"Kalau bagus, kenapa kamu gak beli? Kamu bisa pilih barang yang kamu suka, nanti biar sekalian aku yang bayarin," kata Farrel.
"Ahh, gak perlu. Aku memang lagi gak ingin beli aja," jawab Nadia.
"Ya udah, kalau kamu memang gak jadi beli, berarti aku langsung bayar dulu buku dan barang yang udah aku beli ini tadi ya. Tunggu sebentar ya Nad," kata Farrel.
"Eh, iya ... Silahkan dilanjut aja. kalau gitu aku langsung ke tempat parkir aja ya? Aku tunggu disana," kata Nadia.
"Okey, tinggal bayar ini aja, gak akan lama kok," jawab Farrel.
Nadia pergi meninggalkan Farrel ditempat kasir itu. Nadia berjalan perlahan hingga ia tiba dan parkiran mobil. Beberapa saat kemudian, Farrel pun sudah berjalan menghampiri Nadia yang tengah menunggunya saat ini.
"Emmmm, kamu aja yang bawa, soalnya tasku sudah terlalu banyak bawaannya, dan aku juga gak bawa kendaraan. takutnya nanti kalau aku pas lagi jalan kaki, bisa-bisa gempor dong aku, hehehe ..." jawab Nadia.
"Okey, kalau gitu biar aku yang bawa-"
"Oh ya, tadi totalnya habis berapa bukunya? Kan terus dibagi dua, biar aku bisa bayar ke kamu?" tanya Nadia.
"Oh, itu totalnya berapa ya tadi aku lupa, ah sudah besok-besok aja bayarnya."
"Emmm Nad, ini tadi aku melihat ada barang-barang yang menarik tadi, sepertinya barang-barang itu cocok buat kamu. Ini ambil Nad, semoga kamu suka dan semoga bermanfaat buat kamu ya?" kata Farrel.
"A-, a-pa i-ni? Kenapa kamu memberikan i-ni kepada -ku?" tanya Nadia terbata-bata.
"Kan, tadi sudah aku bilang. Aku tadi melihat ada barang-barang yang bagus dan sepertinya cocok untuk kamu, jadi aku beli deh sekalian untuk kamu. Udah jangan banyak tanya ini, ambil dan ayo segera masuk ke mobil," jawab Farrel.
Nadia pun segera masuk kedalam mobil sambil membawa beberapa bungkus barang yang diberikan oleh Farrel.
Sambil bertanya kepada Farrel, Nadia penasaran dan ingin melihat barang-barang yang sudah dibeli oleh Farrel.
"Rel, bolehkah aku membuka semua barang-barang ini?" tanya Nadia.
"Ya, boleh dong, silahkan dibuka aja," ucap Farrel sambil tersenyum.
Nadia pun membuka bungkusan-bungkusan itu satu persatu. Pada bungkusan pertama Nadia melihat ada dua buah kotak bergambar lilin. Ternyata itu adalah lilin aroma.
"Ini untuk apa?" tanya Nadia penasaran.
"itu adalah lilin aroma. Kamu kan suka membaca, jadi menyalakan lilin saat kamu membaca pasti akan menciptakan suasana terbaik, dan akan jauh lebih baik jika aromanya berhubungan dengan buku."
"Dulu mustahil untuk menciptakan kembali aroma buku menakjubkan yang sangat disukai oleh para pecinta buku. Namun sekarang, dengan lilin yang luar biasa ini, aromanya dapat tercium di kamarmu, kapan pun, kamu mau."
"Aroma lilin ini, aku beli yang kombinasi aroma berumput dengan aroma asam dan sedikit vanilla, pasti kamu suka Nad aromanya," jelas Farrel.
Mata Nadia berbinar-binar, dan bibirnya tersenyum. Nadia terus semakin semangat untuk membuka bungkusan kedua. Didalam bungkusan kedua didalamnya terdapat barang elektronik.
"Kamu bingung ya, dengan barang yang kedua? Ini tuh, lampu buku leher, denger-denger, jika seorang yang gemar membaca, itu biasanya setiap hari pasti tidak akan ingat waktu, di mana membaca itu merupakan hal wajib. So, membaca di malam haripun pasti akan tetap dilakukan, jika ia pecinta buku."
"Jadi lampu ini bisa memudahkan kamu untuk membaca. Dia bisa mengarahkan cahayanya menghadap ke halaman-halaman, dan menerangi setiap kata yang perlu kamu lihat semuanya saat kamu, sudah mengantuk."
"Dan dengan cara ini, kamu tidak punya alasan untuk membawa ponselmu ke tempat tidur seperti yang kamu lakukan memakai senter, sehingga membuat matamu terasa lekah. Lampu ini sangat praktis, tinggal taruh dileher dan nyalakan lampunya, kamu sudah bisa membaca sepanjang malam tanpa terganggu," kata Farrel.
...----------------...