Cupid I'M In Love

Cupid I'M In Love
Bab 68 Ke Perpustakaan



Setelah dirasa teman-teman yang lain tidak akan menggangu aktivitas kebersamaan dirinya dengan Nadia dikelas, akhirnya Farrelpun segera kembali duduk disebelah Nadia, sambil menikmati camilan yang ia beli dikantin tadi.


"Kamu tadi bilang apa sama mereka? Kok mereka akhirnya langsung menghindar gitu? jangan-jangan kamu ancam ya mereka?" kata Nadia curiga.


"Siapa yang ngancam? kamu ini lho Nad, ada-ada aja. Aku tadi cuma bilang kalau kita itu lagi mau bahas masalah tugas penelitian biologi kita, jadi aku ingin lebih intens dengan kamu, setiap waktu harus dimanfaatkan supaya tugasnya cepat selesai," kata Farrel.


Kemudian Farrel melanjutkan lagi perkataannya kepada Nadia, "bahkan aku menawari mereka untuk ikut bergabung. Tapi, mereka malah pada gak mau. Ya udah, kalau gak mau. Terus mereka pergi, dan mempersilahkan kita untuk melanjutkan lagi ngobrolnya dengan kamu, hehehe ..."


Dibalik Nadia menikmati minuman dinginnya, ternyata Nadia juga diam-diam sedang menatap wajah Farrel dalam-dalam.


Nadia berpikir dan berkata dalam hati, "eh ni anak, ternyata sangat mudah banget dalam menghadapai dan menyelesaikan masalah di segala situasi. Dan uniknya dia selalu bisa menghadapi semua itu dengan santai tanpa perlu mencemaskan segala hal."


"Dia selalu bisa bersikap tenang, dan berpikir panjang dalam situasi yang singkat. Sangat cerdas dan bijak dalam bersikap, ini anak. Tidak bisa diukur dengan gaya penampilan selama ini," gumam Nadia dalam hati.


"Eh Nad, kamu ngapain? Kamu ngalamun ya? Emang ada masalah apa, kamu gak suka ya sama minuman yang aku beli ini?" tanya Farrel.


Uhuukk ... Uhuukk ...


Sambil terbatuk karena kesedak minuman yang ia minum tadi, Nadia menjawab pertanyaan dari Farrel.


"Enggak, enggak kok! Minumannya gak ada masalah, enak kok, dan aku suka. Aku tadi cuma lagi memikirkan tentang tugas penelitian kita aja, hehehe, i-ya bener tugas pe-ne-li-tian ... Hehe," ngeles Nadia.


"Oh tugas penelitian, aku kira kamu gak suka dengan minumannya. Terus tugas penelitiannya emang gimana? Bukankah nanti siang kita juga akan mencari bahan-bahan referensinya? Pasti nanti juga bisa mendapatkan hasil yang terbaik Nad. Kita sudah berusaha semaksimal mungkin," kata Farrel.


"I-ya sih ... hmmmm, ngomong-ngomong nanti siang kita akan pergi ke perpustakaan umum yang didaerah mana nih?" tanya Nadia.


"Aku udah minta bantuan sama anak buahnya mamaku untuk mencari info mengenai perpustakaan umum yang didalamnya terdapat buku-buku literatur yang lengkap. Dan mereka memberikan informasi bahwa di perpustakaan umum Xx didaerah B punya koleksi buku yang lengkap. Jadi nanti kita akan pergi ke sana, untuk mengecek langsung," jawab Farrel.


"Aku ngikut aja deh, semoga kita nanti bisa menemukan beberapa buku referensi dan bahan-bahan acuan penelitian kita disana ya," harap Nadia.


"Aamiin, ya semoga aja Nad," kata Farrel.


"Udah Nad, ngomongin tugasnya nanti aja Nad, sekarang ini yang terpenting kita nikmati aja dulu makanan dan minuman kita ini, sebelum bel masuk berbunyi," kata Farrel.


Akhirnya Nadia pun menuruti perkataan Farrel, dan mulai langsung menikmati semua cemilan yang sudah dibeli oleh Farrel.


Bel masuk pun berbunyi, para murid mulai berdatangan memasuki ruang kelas untuk kembali mengikuti pelajaran berikutnya. Farrel juga sudah pergi meninggalkan Nadia dan menempati tempat duduknya lagi.


Pelajaran pun sudah dimulai. waktu terus berputar dengan cepatnya hingga pelajaran demi pelajaran terlewati. Jam Istirahat kedua juga udah berlalu, hingga tibalah saatnya bagi mereka untuk pulang ke rumah masing-masing.


Farrelpun menyetujui hal tersebut. Farrel langsung berjalan menuju ke tempat parkir mobilnya. Dia menunggu Nadia didalam mobil. Sambil menunggu kedatangan Nadia, Farrel memanfaatkan waktu itu dengan berganti baju juga didalam mobilnya.


Setelah cukup lumayan lama Farrel menunggu Nadia berganti pakaian, akhirnya Nadia juga sudah sampai didepan mobilnya.


"Maaf ya, karena sudah membuatmu menunggu begitu lama disini," kata Farrel


"Sudah, sudahlah kita sebaiknya segera masuk mobil ini dan langsung tancap gas menuju ke perpustakaan umum yang bicarakan tadi," kata Nadia.


Mereka berdua kemudian segera memasuki mobil, guna meneruskan perjalanan mereka menuju ke perpustakaan umum Xx didaerah B.


Farrel segera melajukan kendaraan mobilnya itu, selama perjalanan hanya mereka isi dengan perbincangan-bincangan ringan sebagai basa-basi mengisi waktu kekosongan agar situasi mereka tidak terasa canggung.


Kadang Farrel seperti biasanya, menambahkan sedikit bumbu-bumbu candaan dan keisengannya juga disela-sela obrolan ringan itu.


Setelah perjalanan yang cukup panjang karena kondisi jalan yang macet, padat merayap mereka pun sampai di perpustakaan umum Xx yang mereka tuju. Disana tempat parkir kendaraan sudah hampir penuh.


Ternyata banyak juga orang yang sangat antusias untuk pergi ke perpustakaan umum. Sesampainya di lokasi, Farrel tidak langsung mengajak Nadia masuk kedalam perpustakaan. Melainkan Farrel justru mengajak Nadia pergi ke salah satu rumah makan di sekitar daerah perpustakaan itu.


Nadia kebingungan dan bertanya, "kenapa kamu malah mengajak aku kesini, bukannya langsung ke perpustakaan itu?"


"Sebelum kita ke perpustakaan dan mencari-cari setumpukan buku-buku, sebaiknya kita isi dulu perut kita ini, dengan setumpukan makanan supaya kenyang. Jadi otak kita ini dapat bekerja dengan lebih efektif. Ayo cepat kita masuk kesana untuk makan siang dulu," jelas Farrel.


Nadia menghela nafas panjang, "hmmmm, baiklah aku ikuti apa maumu itu," Nadia dan Farrel berjalan memasuki ruangan rumah makan tersebut.


Kemudian mereka menempati salah satu kursi yang ada di sana. Dimeja sudah ada beberapa daftar menu yang dapat mereka pilih untuk dipesan. Farrel kemudian memilih menu masakan nasi sop iga sapi dan minuman es jeruk, sedangkan Nadia memutuskan untuk memesan sama dengan apa yang sudah dipesan oleh Farrel.


Nadia dan Farrel menikmati makan siang mereka dengan lahapnya. Karena memang selama perjalanan menuju ke perpustakaan, perut mereka sudah keroncongan karena belum diisi.


Setelah menghabiskan makanan makan siang mereka, Farrel segera membayar semua makanan itu dikasir, sambil membeli beberapa bungkus Snack ringan dan dua botol minuman air mineral, untuk dia bawa ke perpustakaan.


Siapa tahu didalam sana mereka ingin minum dan ingin memakan camilan, jadi tinggal makan, tanpa perlu untuk keluar lagi.


Farrel kemudian menghampiri Nadia dan mengajaknya untuk langsung pergi ke dalam perpustakaan.


Didalam perpustakaan Farrel dan Nadia langsung berjalan menyusuri lemari rak-rak buku yang sudah tertata rapi. Nadia memilah-milah buku itu yang ada sangkut pautnya dengan tugas penelitian mereka.


...----------------...