
Setelah selesai menuliskan kertas untuk Mirna, Nadia pun duduk dan melihat situasi didalam kelas. Banyak sekali anak-anak yang mengerumuni Rani. Mereka menagih oleh-oleh dari Rani. Karena semua sudah mendesak terus menerus.
Jadi Rani segera menyerahkan kunci mobilnya kepada Anggi dan menyuruhnya agar mengajak beberapa teman kepercayaannya untuk mengambilkan oleh-oleh yang ia simpan didalam mobilnya.
Dengan semangat Anggi dan kawan-kawan menuju ketempat parkir untuk mengambil oleh-oleh tersebut. Teman-teman sekelas Nadia sangat antusias agar Rani bisa menceritakan kisah liburannya selama diluar negeri.
Dengan senang hati, Rani pun menceritakan semua kisahnya, selama ia melakukan liburan panjangnya diluar negeri.
Saat Rani sedang menceritakan kisah perjalanannya kepada teman sekelas, Farrel muncul dari arah pintu, dan langsung berjalan menuju ke tempat duduknya,
Ia tak menghiraukan situasi dikelasnya, yang saat ini tengah ada kerumunan yang sedang membuat kehebohan di kelas hingga menjadi semakin riuh.
Farrel hanya langsung duduk dan menaruh tasnya, kemudian tidur. Rani yang melihat Farrel langsung segera bertanya kepada teman-temannya.
"Hei siapa orang itu, aku gak pernah melihatnya? Murid baru ya?" tanya Rani.
"Ia Ran, dia murid baru, pindahan dari Singapura, baru pindah kemarin. Kenapa Ran, kamu suka ya?" jawab teman Rani.
"Wow pindahan dari Singapura ya? ganteng juga dia, gak nyangka kelas kita dijadikan pangkalan tempat pindahan siswa baru, dengan wajah yang perfect, ganteng-ganteng, dan tajir-tajir semua," kata Rani.
"Ia Ran, beruntung banget aku bisa ada dikelas ini dan aku sangat senang. Karena bisa mempunyai teman-teman sekelas yang gantengnya luar biasa," kata teman Rani.
"Seandainya saja bisa mendapatkan salah satu dari mereka berdua sudah pasti hidup ku bahagia banget. Huh, tapi sayang banget salah satu dari kedua orang itu sudah memiliki tambatan hati, jadi kita hanya punya 1 kesempatan untuk mengejar Farrel," sahut salah satu teman lainnya.
Selang beberapa lama Anggi dan kawan-kawan pun datang, dengan membawa beberapa kotak kardus besar. Rani menyisihkan satu kotak kardus berwarna pink ke mejanya.
Kemudian Rani mengambil sisa kotak kardus lainnya dan Rani mengumumkan bahwa siapa pun boleh memilih atau mengambil sendiri barang-barang yang ada didalam beberapa kotak kardus itu.
Semua orang langsung berebut membuka kotak kardus tersebut untuk melihat isi di dalamnya. Setelah dibuka ternyata didalam beberapa kardus itu terdapat isi barang yang beraneka ragam.
Mereka pun terus memilih dan berebut barang-barang tersebut. Beberapa diantara mereka ada yang mendapatkan syal dengan motif dan warna yang berbeda-beda. Adapula yang mendapatkan kaos, topi, tumbler, kacamata, mug, gantungan kunci, dan magnet kulkas.
Semua barang-barang tersebut dalam waktu beberapa menit saja sudah habis seketika. karena anak-anak dari kelas sebelah pun ternyata juga ikut mengambil oleh-oleh tersebut.
Andre teman sebangku Ricky dan Toni teman sebangku Farrel pun ikut ambil bagian dalam memperebutkan oleh-oleh tersebut. Andre mendapatkan topi, sedangkan Toni mendapatkan kacamata.
Toni kemudian langsung memakai kacamata dan datang menghampiri Farrel. "hei bro, kamu gak ikutan ngambil oleh-oleh dari Rani, oh ya kamu kan anak baru jadi belom kenal dengan dia."
"Eh bro, asal kamu tahu ya, Rani itu siswi tercantik dan terpopuler disekolah kita ini bro. beberapa hari ini dia gak masuk sekolah karena lagi liburan ke luar negeri. dia itu juga termasuk anak yang terkaya disekolah ini bro. Coba deh kamu lihat dia. cantik gak menurutmu?" kata Toni.
Farrel pun akhirnya bangun dan melihat Rani seperti yang sudah ditunjukkan oleh Toni. Kemudian Farrel pun berkomentar, "yah lumayanlah, wajahnya memang cantik sih, tapi kalau lama-lama dilihat jadi ngebosenin, cantiknya gak alami."
"Ah masa sih bro? cantik gitu kok, mungkin kamu nya yang gak suka sama dia, jadi kamu bilang gak cantik alami, emang ada gadis disekolah kita yang cantik alami?" kata Toni.
"Emang bener kok. Siapa bilang kalau dia gak cantik? aku tadi kan bilang, wajah dia itu lama-lama kalau dilihat jadi ngebosenin. Disekolah ini yang cantik alami natural dan gak ngebosenin kalau dilihat terus menerus ada kok-"
Farrel terdiam sesaat, kemudian ia melanjutkan kembali kata-katanya itu, "aku yang baru disekolah ini aja tahu, masak kamu yang sudah bertahun-tahun disekolah ini gak tahu, matamu perlu diperiksa tuh ke dokter spesialis mata?"
"Jangan gitu dong bro, emang siapa sih bro yang kamu maksud? disekolah kita ini cewek yang cantik banyak bro, tapi yang paling populer ya cuma Rani dan Anggi, yang lainnya siapa ya?" pikir Toni sambil mengamati satu persatu wajah-wajah teman perempuan dikelasnya.
Farrel kembali bermalas-malasan dan merebahkan kepalanya di mejanya, sambil melihat ke arah Nadia.
Toni masih terus mengamati dan penasaran, siapakah gadis yang dimaksud Farrel itu. Emang ada gadis yang cantiknya natural dan gak ngebosenin, jika dilihat terus menerus? kemudian dia berhenti kearah Nadia, dan mengamati Nadia dengan seksama.
Toni kemudian menepuk-nepuk pundak Farrel, untuk membangunkan nya lagi dan berkata, "eh bro, apa yang kamu maksud adalah dia bro?" tanya Toni sambil melirik kearah Nadia, ngasih kode ke Farrel bahwa Nadialah yang ia maksud
Ricky pun terbangun kembali, dan berkata, "kenapa kamu bisa berkata kalau orang itu adalah Nadia, emang menurutmu dari segi apa, ia bisa dikatakan seperti yang aku kategorikan tadi?"
"Begini bro, setelah aku perhatikan semua teman kita dikelas ini, itu sepertinya tidak ada yang seperti kamu katakan tadi, tapi untuk Nadia, setelah aku lihat lebih seksama lagi, menurutku dia itu ternyata gadis yang berwajah cantik." kata Toni.
"Selama ini aura kecantikannya tidak terlalu memancar karena dia, tipe gadis yang tidak suka berdandan dalam kesehariannya, makeup wajah nya ya apa adanya gitu, dengan pakaian yang tidak terlalu ketat, yang tidak menunjukkan keseksian tubuhnya."
"Tapi, jika diperhatikan betul-betul dan terus menerus, dia memiliki wajah yang sempurna, kulit yang halus, bersih, kuning Langsat, hidung yang proporsional, mata yang indah, serta bibir yang merah merekah dan mempesona, apalagi kalau dia tersenyum, justru tambah terlihat imut dan menggemaskan," papar Toni.
"Bener gak bro? wah gawat nih, lama-lama kalau aku melihat dia terus, bisa-bisa aku falling in love ini. Pantesan aja! orang seganteng, sekaya, dan sepopuler Ricky aja bisa takluk dan bertekuk lutut kepada Nadia. ternyata ini sebabnya. Wah ternyata ilmuku kalah jauh dengan Ricky, makanya berlian sebegitu indah sampai tak tampak," sambung Toni.
Farrel menepuk punggung Toni, dan berkata sambil tertawa terbahak-bahak, "tabahkan hatimu bro, itu semua takdir bro. memang kamu tidak berjodoh dengan Nadia. jadi cari cewek yang standar-standar aja bro, yang pas dengan kamu," sindir Farrel.
"Sialan elo bro, emang kamu sendiri gak suka, ya dengan Nadia? atau jangan-jangan kamu diam-diam juga punya perasaan terhadapnya? tanya Toni.
...----------------...