Cupid I'M In Love

Cupid I'M In Love
Bab 58 Masih Ada Harapan



Saat Nadia sampai dikelas, Ricky sudah ada disana, tapi Ricky tidak duduk di sebelah Nadia lagi melainkan kembali ke tempat duduknya semula bersama Andre.


Tangan Nadia bergetar, saat ia melihat Ricky disana, namun ia mencoba menguatkan diri agar mampu menghadapi ricky. Karena tidak mungkin ia menghindari hal ini selamanya. Mau tidak mau dia tetap harus menghadapinya.


Nadia terus melangkah ketempat duduknya, dan duduk disana. Teman sebangkunya Mirna, saat ini belum datang. Nadia menoleh kebelakang, untuk melihat Ricky. Tapi Ricky tampak tidak menghiraukan Nadia.


Akhirnya Nadia terpaksa meminta izin kepada Andre untuk berbincang sebentar dengan Ricky ditempat duduknya itu.


"Andre, boleh gak aku duduk sebentar ditempat duduknya itu, ada hal penting yang mau aku bicarakan dengan Ricky," kata Nadia.


"Boleh Nad, silahkan aja. Kebetulan aku juga mau pergi ke kelas sebelah, mau nemuin temenku disana. Silahkan deh, aku pamit dulu ya, puas-puasin deh ngobrolnya, hehehe ..." goda Andre kepada Nadia, yang mengira hubungan mereka berdua masih dalam keadaan yang baik-baik saja.


Nadia hanya membalas senyuman kecil kepada Andre. Kemudian Nadia segera pergi ketempat duduknya Andre untuk mengajak bicara Ricky. Ricky sedari tadi hanya diam sambil sibuk membuka-buka dan membaca sebuah buku.


"Aa', aku minta waktumu sebentar, aku ingin bicara sama kamu," kata Nadia tegas sambil menatap wajah Ricky.


"hmmmmm," jawab Ricky.


"Aa', kamu kenapa tidak membalas semua chat-chatku kemarin. Kalau memang aku salah dan sudah menyakitimu, aku minta maaf. Tapi jangan seperti ini. Kamu tidak seperti Ricky yang aku kenal biasanya. Kenapa kamu selalu menghindar. Kalau memang kamu benci aku dan mau menghakhiri hubungan ini katakan sejujurnya. Jangan diam seperti ini tanpa kepastian," kata Nadia.


"Apa lagi yang harus kita bicarakan? semuanya sudah terbukti kemarin. Kamu lagi dan lagi mengkhianatiku dengan si anak baru itu!" kata Ricky.


"Kamu sudah salah sangka Aa', kemarin tidak terjadi apa-apa. Kan sudah aku bilang, kemarin itu hanya Kebetulan bertemu. Kamu jangan cemburu buta gini dong. Hubungan kita memang baru seumur jagung, mungkin wajar, jika kamu masih belum bisa percaya kepadaku seutuhnya.


"Jika kamu masih bersikeras mempertahankan pemikiranmu itu, aku pasrah Aa'. Aku sudah berusaha semampuku untuk menjelaskan semuanya, sekarang tinggal aku serahkan kepadamu. Apapun keputusan itu akan aku terima," kata Nadia lirih.


"Oooh, jadi kamu kepengin putus denganku ya? karena dengan kamu putus sama aku, kamu masih punya cadangan kekasih lain yang siap menunggumu. Begitukan mau mu? hey, tidak segampang itu! aku tidak akan memutuskan kamu! tidak akan aku biarkan si Farrel itu mendapatkan kamu dengan mudah!" kata Ricky.


"Apa sih maksud kamu Aa'? Diantara aku dan Farrel itu tidak ada hubungan atau perasaan apa-apa. Kenapa kamu bisa berkata seperti itu? Lantas bagaimana dengan hubungan kita ini, jika tidak didasari dengan rasa ketidakpercayaan," tanya Nadia ke Ricky.


"Ya, terserah kamu mau berkata apa, kamu akan tetap jadi milikku, dan aku tidak akan membiarkan si Farrel itu kegirangan bisa mendapatkan cintamu. Asal tahu Nad, aku itu cinta sama kamu. Dan hanya aku yang nantinya dapat membahagiakan dirimu. Aku tidak mau ada orang lain yang berusaha mendekati dirimu, aku tidak terima itu," kata Ricky.


"Nad, aku ini laki-laki. Jadi aku itu tahu laki-laki mana yang punya perasaan ke kamu dan yang tidak. Kamu itu gadis lugu, jadi mungkin kamu tidak pernah berprasangka lain ke orang itu. Sungguh Nad, sebenarnya aku itu tidak mau kehilangan dirimu. Jadi aku mohon jangan dekat-dekat dengan anak itu lagi Nad," kata Ricky.


"Okey, Aa' jika memang itu maumu, aku akan berusaha semampuku menjaga hubungan kita ini diluar sekolah. Tapi aku tidak bisa berjanji untuk bisa menjauh darinya didalam sekolah ini. Karena kita ini teman satu kelas jadi mau tidak mau pasti suatu saat akan bertemu dan berkumpul juga. Aku mohon kebijaksanaan dari mu ini," ucap Nadia penuh harap.


"Kita lihat saja nanti ke depannya Nad. Tapi untuk saat ini, kalau bisa kamu menghindar darinya. Kalau perlu jangan hiraukan keberadaan dia dikelas ini!" kata Ricky tegas.


"Insyaallah Aa, asalkan kamu percaya padaku, semua pasti akan berjalan dengan bahagia dan berkah Aa', aamiin," harap Nadia.


Selang beberapa waktu Mirna datang, dan menanyakan perihal tempat duduknya kepada Nadia. Dan karena dirasa Rani sepertinya sudah tidak mengancam dia lagi mengenai hubungannya dengan Nadia, akhirnya Mirna pun dengan senang hati duduk sebangku lagi dengan Nadia.


Nadia dan Ricky pun mengakhiri percakapan mereka. Nadia pun kembali ketempat duduknya dengan perasaan lega. Karena Ricky masih ingin mempertahankan hubungan mereka walaupun, kadang karena sikap cemburu butanya itu, yang justru dapat merusak cinta mereka berdua.


Nadia bersyukur setidaknya masih ada secercah harapan untuk memperbaiki dan mempererat hubungan cinta kasih diantara mereka.


Saat Andre dan siswa-siswi lainnya termasuk Farrel yang sudah masuk kedalam kelas, sang guru mapel pun menyusul tiba diruang kelas. Dan pembelajaran jam pertama dikelas 2B dimulai dengan khidmat.


Materi demi materi telah tersampaikan, pelajaran pun telah berganti. Tibalah waktunya untuk istirahat. Semua siswa bergegas merapikan kembali buku-buku pelajaran kedalam tas, dan kemudian langsung meninggalkan ruangan kelas untuk beristirahat.


Nadia dan Ricky juga sudah berjalan pergi menuju ke kantin. Dari kejauhan tampaklah Farrel yang mengamati mereka, didalam hati Farrel berkata, "heh, ternyata si Ricky masih mempertahankan hubungan mereka setelah apa yang terjadi kemarin. Mungkin ia takut untuk memutuskan Nadia, ia takut kalau jika putus dengan Nadia, pasti Nadia akan berbalik berhubungan denganku. Dasar anak picik!" ejek Farrel dalam hati.


"Kita lihat saja nanti, apakah hubungan mereka akan berjalan lama atau hanya sebentar. Tapi aku juga akan bersikap sportif. Biarlah waktu yang dapat menentukan. Suatu saat nanti Nadia pasti akan memilih aku," kata Farrel dalam hati dengan penuh percaya diri.


"Hmmmmm, kenapa aku jadi memikirkan Nadia lagi. dan kenapa aku begitu terobsesi ingin mendapatkan dirinya. Apakah aku memang benar-benar mulai menyukai Nadia? atau hanya sekedar kepuasan batin karena mampu bersaing dengan Ricky. Ah pusing, bodo amat, urusan itu dipikir nanti," kata Farrel.


Farrel pun berjalan menuju ke kantin untuk beristirahat, sembari menunggu kesempatan untuk bisa mendekati Nadia.


...----------------...