
Setelah Nadia menyelesaikan membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an, hati Nadia yang semula merasa sedih, gundah gulana, dan bingung, sekarang hatinya sudah terasa tenang kembali.
Saat ini ia hanya fokus untuk kembali ke kelas dan belajar. Terserah entah kejadian apa yang akan terjadi ke depannya, ia akan memikirkannya nanti.
Selagi ia tak melakukan apapun yang telah dituduhkan kepadanya, maka ia tetap akan menghadapi semuanya.
Begitu pula dengan Ricky, andaikata Ricky nanti pun akan menuduhnya ia akan berusaha menjelaskan semampu yang ia bisa.
Nadia melepaskan mukena dan merapikan semuanya ke tempat semula. Setelah selesai ia segera mengenakan sepatunya dan keluar dari musholla untuk kembali ke kelas.
Saat ia sedang berjalan menuju ke kelasnya, di tengah jalan ia dihadang oleh Farrel. Ternyata Farrel sedang menunggu nya disana.
Nadia terkejut melihat ada Farrel yang sedang berjalan mendekatinya. Nadia tak bisa menghindar lagi karena jika ia berbalik, maka ia akan kembali lagi ke musholla.
"Assalamualaikum cantik, habis dari musholla ya? Sholehah bener ya gadis yang satu ini. Aku jadi semakin penasaran deh, pengen kenal kamu lebih dekat lagi," sapa Farrel.
"Ah, apa-apaan sih kamu rel, kenapa kamu selalu mengikuti aku? kamu kan baru pindah ke sekolah ini, jadi tolong jaga sikap mu dong, jangan kamu samakan ini dengan sekolah yang ada diluar negeri sana!" jawab Nadia.
"Justru karena aku baru pindah ke sekolah ini cantik, jadi aku masih butuh bimbingan dari teman sekelasku kan? oleh karena itu aku, pengen lebih dekat lagi denganmu. Gak ada yang salah dengan semua ini kan?" tanya Farrel.
Karena omongan Farrel memang ada benarnya, Nadia jadi sulit untuk menyangkalnya, "Hmmmm, memang benar juga sih ... tapi kamu jangan terlalu dekat-dekat denganku, kita ini kan bukan muhrim. Jadi tolong jaga etika kesopanan disekolah ini," jawab Nadia kebingungan.
Okey-okey, aku akan mengikuti kata-katamu, tapi terus bagaimana caranya agar aku bisa berbincang dan terus mendapat bimbingan dari kamu?" tanya Farrel.
"Bimbingan apaan, jangan aneh-aneh. Baiklah aku akan membantu kamu, jika kamu sedang membutuhkan bantuan. Tapi ingat, bantuan ini bukan bantuan yang aneh dan mengada-ada, selagi aku bisa, aku akan membantumu. Sudah puas?" Ucap Nadia ke Farrel.
"Hehehe, aku senang deh kalau gitu. Kamu memang teman baruku yang Ter- the best ... Love you bibeh," bisik Farrel ke telinga Nadia.
Karena tingkah Farrel yang seperti itu, Nadia segera mendorong Farrel agar menjauh darinya.
Dari kejauhan, ternyata Ricky melihat kejadian yang terjadi antara Nadia dan Farrel. Sontak melihat kejadian tersebut, Ricky sangat marah.
Ia terbakar api cemburu. Karena menurut penglihatan yang ia lihat tadi, ternyata Nadia sedang jalan berdua saja diluar kelas. Padahal jam ini masih jam pelajaran.
Dan Ricky tadi juga melihat Farrel yang sedang membisikkan sesuatu kepada Nadia. Ricky berasumsi bahwa Gosip yang terjadi antara Nadia dan Farrel ternyata benar adanya.
Dengan wajah penuh amarah, Ricky berteriak memanggil Nadia, "Nadia! kalian berdua sedang apa disini!"
Nadia kembali terkejut untuk kedua kalinya, mendengar seseorang yang memanggil namanya. Nadia menoleh mencari asal suara panggilan tadi. Saat ia tahu bahwa suara panggilan tadi berasal dari Ricky, sungguh ia merasa sedih.
Ia tak pernah menyangka, bahwa kali ini, Ricky benar-benar terlihat sangat marah. Tidak seperti biasanya, Ricky yang selalu bisa berpikir positif, sabar, dan selalu memastikan kebenarannya terlebih dahulu.
Ricky sekarang berada tepat didepan Nadia dan Farrel. Belum sempat Nadia menjawab pertanyaan Ricky yang tadi, Ricky sudah kembali mengulangi pertanyaannya lagi kepada Nadia.
"Ricky, emangnya aku melakukan apa? aku tidak melakukan apa-apa. Sungguh Ricky, apa yang kamu lihat barusan tidak seperti yang kau pikirkan, Rick." jawab Nadia.
"Nadia aku sudah bersabar sejak tadi pagi, ketika ada kiriman WhatsApp dari teman sekolah kita. Aku sudah cukup bersabar untuk memastikan kebenarannya terlebih dahulu," kata Ricky.
"Tapi ternyata aku benar-benar telah melihat dengan mata kepalaku sendiri. Sungguh aku benar-benar tidak pernah menyangka, ternyata kamu bisa berbuat seperti ini Nad?" sambung Ricky yang menunjukkan rasa kekecewaannya.
"Benar Ricky, aku tidak melakukan apapun dengan dia. Ini hanya kesalahpahaman saja, semuanya bisa aku jelaskan Rick. Kalau kamu tidak percaya kamu bisa bertanya dengan dia," kata Nadia sambil menunjukkan telunjuk kanannya ke arah Farrel.
Farrel saat ini masih berdiri didekat Nadia. Farrel yang sedari tadi, hanya senyum-senyum sendiri sambil melihat dan mendengarkan keseruan pertengkaran antara Nadia dan Ricky. Mulai menanggapi ucapan Nadia.
"Hai, friend. Perkenalkan aku Farrel, kita tadi kan belum sempat kenalan secara pribadi. So, mumpung kita bertemu disini. alangkah baiknya kita saling berkenalan kan,?" kata Farrel sambil menyodorkan tangannya untuk mengajak Ricky bersalaman.
Namun ajakan Farrel tak dihiraukan oleh Ricky. Akhirnya Farrel kemudian kembali berkata kepada Ricky.
"Oke jika kamu tidak mau berkenalan denganku. Tapi aku juga gak apa-apa kok, masih banyak orang-orang disekolah ini yang mau antri berkenalan denganku. Lagipula aku ini kan keren, ganteng, terkenal juga, gadis mana sih yang gak akan suka berkenalan denganku," kata Farrel sambil tersenyum nyinyir kearah Ricky.
"Asal kamu tahu, jika kamu melepaskan Nadia. Nadia tidak akan pernah menyesal, pasti dia akan bahagia, karena aku akan memperlakukan gadis yang cantik dan baik ini seperti bidadari surga," bisik Farrel ke telinga Ricky.
"Sialan kamu, asal kamu tahu Nadia itu kekasihku. Jadi jangan pernah kamu ganggu-ganggu dia lagi. Apalagi kalau kamu sampai berani merebut dia dariku. Aku tidak akan pernah membiarkan semua itu terjadi," ancam Ricky.
Kemudian Ricky segera menarik paksa tangan Nadia pergi dari hadapan Farrel, sambil berkata, "ingat! urusanmu denganku belum berakhir sampai disini, anak baru!"
Farrel hanya menanggapi omongan dari Ricky tadi dengar senyum nyinyir, sambil menunjukkan jari tengah ke arah Ricky.
"Dasar anak sombong, lihat saja nanti, siapa yang akan berhasil mendapatkan cinta dan perhatian dari si gadis cantik, Nadia. Aku pasti akan mengalahkanmu!" kata Farrel lirih.
Farrel pun akhirnya berjalan sendiri dengan santai dan percaya dirinya, untuk kembali menuju ke arah kelasnya.
Sementara ditempat lain, saat ini Ricky yang masih memegang tangan Nadia dengan kencangnya, akhirnya membawa Nadia berjalan kearah ruangan auditorium. Dia ingin membahas tentang hubungannya dengan Farrel.
"Lepaskan tanganku Ricky! sakit, sungguh tanganku sakit Rick," pinta Nadia yang tengah merintih kesakitan, karena saking eratnya cengkraman tangan dari Ricky.
Mendengarkan rintihan dari Nadia, Ricky kemudian menoleh ke arah Nadia. Ia melihat Nadia tengah menahan rasa sakit di tangannya itu.
Karena merasa Nadia kali ini tidak sedang berbohong, perlahan-lahan Ricky pun mengendorkan pegangan tangannya, dan akhirnya melepaskan pegangan tangannya itu dari tangan Nadia.
Ia melihat pergelangan tangan Nadia yang mulus dan kuning Langsat itu berubah berwarna merah tua kebiru-biruan, akibat efek cengkraman tangannya itu.
Sebenarnya Ricky sangat sedih melihat kondisi pujaan hatinya itu yang tengah kesakitan. Namun karena ego nya yang masih tinggi dan menyelimuti hatinya, maka semua itu tidak berarti apa-apa untuknya.