Cupid I'M In Love

Cupid I'M In Love
Bab 44 Musuh Bebuyutan



Keesokan harinya,


Pagi-pagi sekali Nadia sudah dijemput oleh Ricky. Nadia pun terburu-buru dalam menyiapkan semuanya.


Karena Ricky datangnya kepagian jadi kali ini Ricky diajak sarapan bareng dengan keluarga Nadia, kecuali ibunya Nadia, karena beliau sudah pergi ke warung terlebih dahulu seperti biasanya.


Dengan senang hati Ricky menerima tawaran sarapan bersama dengan Nadia beserta keluarganya, karena ini merupakan salah satu cara untuk lebih mengakrabkan diri di dalam keluarga Nadia.


Setelah sarapan selesai Ricky mengobrol sebentar dengan ayah Nadia. Ayah Nadia juga bersikap terbuka dalam menjalin hubungan yang baik supaya bisa lebih mengenal lebih jauh lagi dengan Ricky sebagai kekasih dari Nadia.


Acara ngobrolnya tidak bisa berlangsung lama, karena sudah waktunya bagi ayah Nadia untuk berangkat kerja, khawatir kalau kesiangan nanti malah bisa terlambat karena macet dijalan.


Begitupun dengan Nadia dan kedua adiknya. Untung kali ini Ricky membawa mobil jadi, adik Nadia juga bisa ikut diantar oleh Ricky, walau arah sekolah nya agak dekat dari rumah Nadia.


Setelah selesai mengantar kedua adik Nadia, Ricky bersama Nadia segera melajukan mobilnya menuju ke sekolah mereka.


Di dalam perjalanan Ricky bercerita kalau kemarin, tubuhnya serasa capek banget, karena habis latihan basket kemarin sore.


Latihan basket kemarin memang sangat berat karena, tim basket mereka akan mengikuti ajang turnamen basketball antar sekolah di jakarta.


Jadi pelatih memang benar-benar lebih memperhatikan dan mengoptimalkan latihan basket kemarin sore. Supaya tim basket mereka nantinya dapat lolos ke babak penyisihan, bahkan bisa masuk ke partai final.


Mendengar cerita dari Ricky tersebut Nadia sangat antusias sekali, dan berharap semoga tim basket sekolahnya terkhusus untuk Ricky, supaya bisa lolos dan menang dalam setiap pertandingan.


Ricky pun berharap demikian. Ricky juga dalam beberapa bulan ini tim basket mereka akan latihan maksimal. Mungkin dalam seminggu bisa latihan 2-3 kali.


Mobil yang dikendarai oleh Ricky akhirnya telah sampai disekolah mereka, dan Ricky pun segera memarkirkan mobilnya itu diarea parkir sekolah.


Saat Ricky dan Nadia turun dari mobil mereka, tiba-tiba datanglah sebuah mobil mewah berwarna merah yang kemudian diparkirkan di disebelah mobil Ricky.


Setelah sang pengendara mobil itu membuka pintu dan turun dari mobil, ternyata dia adalah Rani, sang musuh bebuyutan Nadia, yang sudah kembali dari liburan panjangnya di luar negeri.


Didalam hati Nadia sebenernya merasa takut sekali, khawatir kalau lagi-lagi Rani akan mencelakai dirinya dan akan memprovokasi teman-teman sekolahnya, untuk membully dirinya lagi seperti dulu.


Ricky yang menyadari kalau kekasihnya itu pasti akan merasa goyah, Ricky dengan cepat langsung saja menggenggam erat tangan Nadia. Untuk memberikan isyarat padanya, bahwa Nadia tidak perlu takut, karena dia akan selalu ada untuk Nadia.


Genggaman tangan Ricky ini, membuat Nadia semangat kembali, karena ada Ricky yang selalu mendukung dirinya.


Melihat Ricky yang sedang memegang tangan Nadia, Rani hampir saja terbawa emosi. Namun kali ini, entah mendapat pencerahan dari mana atau entah mendapatkan pencerahan selama ia liburan, Rani berubah sikap 180 derajat menjadi lebih sopan dan penyabar.


"Hai, Rani. Kabar kami berdua Alhamdulillah baik, selamat datang lagi ke sekolah ini Ran. teman-teman sudah banyak yang menantikan kehadiranmu," jawab Nadia.


"Ah masa sih? aku juga udah kangen dengan sekolah dan teman-teman disini. Oh ya, selamat ya atas hubungan kalian berdua, maaf aku telat ngucapinnya, dan aku juga minta maaf atas sikap dan omonganku yang telah menyakiti dirimu Nad," kata Rani.


"Mungkin dulu aku terlalu kekanak-kanakan dan egois, jadi untuk itu aku benar-benar merasa menyesal dan ingin berbaikan lagi denganmu. Aku ingin hubungan kita menjadi baik lagi tanpa ada rasa dendam dan permusuhan," sambung Rani.


"Apakah kamu mau memaafkan semua kesalahanku itu Nad? sungguh aku benar-benar menyesal, dan aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi, jika ada cara agar aku bisa menebus semua kesalahanku itu padamu, pasti akan aku lakukan Nad," tanya Rani sambil.


"Ah apa-apaan sih Ran, gak perlu seperti itu, aku sudah memaafkan dan melupakan semua kejadian yang terjadi dulu. sekarang lebih baik kita membuka lembaran baru," jawab Nadia.


"Terima kasih Nad, karena kamu sudah memaafkan aku, kamu memang orang yang baik Nad, aku senang bisa menjadi teman sebaik dirimu," kata Rani.


"Ricky, kamu sungguh beruntung sekali bisa mendapatkan orang sebaik Nadia sebagai kekasihmu," kata Rani kepada Ricky.


Ricky hanya membalas kata-kata dari Rani dengan senyuman datar. Sebenarnya Ricky merasa ada yang aneh dengan perubahan sikap Rani yang berubah tiba-tiba seperti ini, Ricky rasanya masih tidak bisa percaya 100% pada setiap ucapan yang telah dikatakan oleh Rani.


Tapi ini memanglah hanya perasaan Ricky saja. dan ia sendiri pun tidak bisa membuktikan apa benar fillingnya itu benar ataupun salah. Saat ini Ricky hanya bisa diam dan berhati-hati saja.


Ricky memang sangat mengagumi akan kebaikan dan kebesaran hati dari Nadia, Nadia benar-benar gadis yang polos, dengan mudahnya ia memberikan maaf begitu saja, kepada orang yang selama ini telah menghinanya, membullynya, dan mencelakainya. Ricky merasa bangga ia bisa mendapatkan cinta dari Nadia.


Mereka bertiga kemudian segera berjalan menuju ke ruang kelas mereka. Setibanya dikelas semua teman merasa gembira karena kedatangan Rani.


Sebenarnya mereka merasa gembira bukan karena kedatangan Rani, tapi gembira karena akan mendapatkan oleh-oleh dari luar negeri, seperti yang sudah dijanjikan oleh Rani.


Ricky pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja, melihat aksi dari teman-teman sekelasnya itu, sedangkan Nadia, hari ini ia ikut merasa gembira, karena ia bisa berbaikan lagi dengan Rani, ia senang sudah tidak ada musuh dan dendam lagi diantara mereka.


Melihat kedatangan Rani, Mirna merasa gelisah, apakah ia harus melawan balik Rani, atau ikut terus dalam ancaman dan perbudakan dari Rani.


Nadia yang mengetahui bagaimana raut wajah dari sahabatnya itu, kemudian ia menuliskan dalam secarik kertas yang ia robek, untuk dibaca Mirna. agar tidak dicurigai oleh orang lain.


Dikertas itu Nadia menuliskan, "Mirna, aku tadi udah berbaikan dengan Rani, ia tadi sudah minta maaf kepadaku. Karena sudah berbaikan, Mungkin Rani akan berubah pikiran dan menghentikan tentang masalah yang berkaitan mengenai penyebaran aib keluarga mu,"


Setelah membaca kertas tersebut, Mirna mengerutkan keningnya. Sama seperti halnya dengan Ricky, Mirna pun merasa ini suatu hal yang janggal dan tidak mungkin, pasti ada trik lain yang diam-diam sudah direncanakan oleh Rani,


Tapi Mirna tidak mengatakan tentang perasaannya tersebut, Mirna hanya menuliskan jawaban, "kita lihat saja nanti Nad, ikuti alurnya saja. Pasti nanti akan ada jawabannya,"


...----------------...