Cupid I'M In Love

Cupid I'M In Love
Bab 26 Kencan Pertama



Seusai sholat magrib, Nadia sibuk mempersiapkan semua perlengkapan yang akan dikenakan nanti malam. Karena ini ada kencan pertama Nadia, ia ingin mempersiapkan sebaik mungkin.


Nadia membongkar semua pakaiannya yang ada didalam lemari, ia coba satu persatu sambil berkaca didepan cermin.


Ia bingung ingin memakai baju yang mana? seandainya saja Mirna bisa dihubungi dan kondisi mereka sedang baik-baik saja, pasti Nadia sudah minta saran kepada Mirna untuk memilihkan baju yang tepat.


Yah, apa boleh buat. Semuanya harus disiapkan sendiri. Karena ini acara kencan nya gak formal-formal amat, seperti acara pesta ulang tahun.


Setelah Nadia begitu lama membongkar-bongkar seisi lemari, akhirnya Nadia menemukan baju yg cocok untuk dipakai nanti.


Sebuah midi dress warna putih lengan pendek. Terbuat dari bahan sifon yang di lapis kaos haiget di bagian dalam, juga terdapat variasi bagian depan lebih pendek dari bagian belakang, di tambah dengan variasi gesper hitam di pinggang.


Midi Dress ini merupakan dress yang pernah dipakai Nadia untuk pergi ke acara ulang tahun salah satu teman sekolahnya dulu.


Walaupun tidak gaun mewah, tapi setidaknya dress ini sangat cocok dipakai oleh Nadia. Karena Nadia itu, tipikal orang yang cocok, jika memakai baju model apapun, dan pasti akan terlihat pas dan cantik, alias cocokan.


Untuk sepatu, Nadia memadu padankan dengan model flatshoes hitam. Dengan tanpa hak, yang membuat Nadia lebih nyaman dan leluasa untuk bergerak, ketimbang menggunakan high heels.


Setelah Nadia selesai berdandan, ia tidak langsung keluar dari kamar nya. Ia ingin menunggu kedatangan Ricky didalam kamar. Karena Nadia, bingung mau menjelaskan apa, jika orang tuanya bertanya.


Sekitar jam 18.55 wib Ricky tiba dirumah Nadia. Ricky kemudian mengetuk pintu rumah Nadia. Beberapa saat kemudian pintu itu dibuka perlahan oleh ibu Nadia.


Karena Ibu Nadia sudah pernah mengenal Ricky, jadi ibu Nadia langsung mempersilahkan Ricky untuk masuk ke dalam.


Sang ibu menanyakan perihal kedatangan Ricky kerumah. Ricky pun menjelaskan semuanya kepada ibu Nadia.


Mengenai tentang hubungannya dengan Nadia, dan ia juga minta ijin untuk mengajak Nadia pergi makan diluar.


Ricky pun berjanji, akan menjaga Nadia dengan sebaik-baiknya, dan tidak akan berbuat yang macam-macam. Ricky juga bilang akan mengantarkan Nadia kembali pulang ke rumah tanpa kurang satu apapun.


Akhirnya ibu Nadia mengizinkan Ricky, untuk mengajak Nadia pergi makan diluar. Dan untuk urusan izin ke Ayah Nadia, ibu nanti yang akan mengurusnya sendiri.


Ibu Nadia pun segera memanggil Nadia. Betapa terkejutnya ibu Nadia, ternyata Nadia sudah berdandan rapi terlebih dahulu didalam kamar, tadi.


Ibu Nadia merasa, bahwa ternyata anak gadisnya itu telah tumbuh dewasa. Bahkan urusan pribadi saja, sekarang Nadia malu untuk bercerita.


"Padahal dulu setiap ada masalah atau kejadian apapun, Nadia pasti selalu cerita. Waktu memang telah cepat berlalu," gumam ibu Nadia dalam hati.


Setelah Nadia berada diruang tamu, Nadia baru mau bicara mengenai kepergiannya malam ini bersama Ricky.


Nadia berkata, "Ibu, maaf Nadia sebenarnya malam ini ada rencana untuk pergi keluar bersama Ricky, dan Nadia minta maaf karena Nadia baru bisa ijin sekarang, Bu ..."


"Iya Nad, tadi Ricky sudah minta ijin sama ibu untuk mengajakmu keluar malam ini, dan ibu sudah mengizinkan kalian pergi. Tapi ingat ya, jangan pulang sampai larut malam, setidaknya jam 9 malam kalian harus pulang kerumah," kata ibu Nadia.


"Baik Tante, saya akan mengingat dan mematuhi pesan Tante. Kalau begitu, Ricky dan Nadia permisi untuk berangkat sekarang, Tante?" ucap Ricky sopan.


Akhirnya Ricky dan Nadia pun segera menaiki mobilnya yang sudah terparkir dihalaman rumah Nadia. Ricky pun segera melajukan kendaraannya menuju ke lokasi yang telah direncanakan oleh Ricky.


Mobil Ricky, berhenti di parkir sebuah restoran ternama. Saat mereka berjalan menuju ke restoran, Ricky berjalan dengan menggandeng tangan Nadia.


Dilantai dua ini ada sebuah meja yang sudah ditata dengan sangat romantis. Ada lilin dan setangkai bunga mawar ditengah meja. Piring dan gelas sudah ditata rapi sedemikian rupa.


Di sekeliling meja makan itu terdapat lilin-lilin kecil menyala, yang diatur mengitari meja makan mereka.


Di lantai dua restoran itu, tidak ada satu orangpun pelanggan, mungkin Ricky sudah membooking seluruh ruangan dilantai dua itu.


Melihat suasana yang nyaman dan romantis seperti itu, Nadia benar-benar merasa senang, betapa bahagianya ia malam itu. Ini merupakan kencan pertama Nadia yang paling indah dan romantis selama hidupnya.


"Bagaimana Nad? apa kamu menyukai semua yang sudah aku siapkan ini?" tanya Ricky.


"Tentu saja Ricky, ini kencan pertama kita, dan yang terindah selama hidupku. Terima kasih ya Rick, kamu sudah mau bersusah payah untuk menyiapkan semua ini," jawab Nadia.


"Gak apa-apa Nad, semua yang kulakukan ini memang pantas ku lakukan untukmu. Karena kamu adalah orang yang terspesial yang ada dalam hidupku," ucap Ricky.


Kemudian Ricky berdiri dan mengambil seikat bunga mawar merah yang sudah ia siapkan di bawah meja pengantar makanan. Ricky pun menyerahkan seikat bunga itu kepada Nadia, dan berkata,


"Malam ini kamu sangat cantik sekali Nad, you look so beautiful. I love you Nadia."


Mendengar perkataan itu, mata Nadia berkaca-kaca. Ia merasa bahagia tapi juga terharu, karena selama ini dia tidak pernah diperhatikan seseorang secara spesial seperti ini.


Kencan mereka malam ini kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama.


Ricky sudah memesan beberapa menu spesial yang ada di restoran itu, mulai dari menu pembuka, menu utama, hingga hidangan penutup, semua dipesan Ricky dengan menu-menu yang spesial dan terbaik.


Sambil menikmati hidangan yang telah disajikan, mereka juga mendengarkan alunan musik saxophone, yang sudah dibooking Ricky. Suasana kencan pertama mereka penuh dengan nuansa romantis.


Nadia malam ini serasa menjadi seorang putri, yang selalu mendapatkan perlakuan spesial dan selalu merasakan kebahagiaan.


Mimpi seorang gadis biasa yang menjadi nyata.


Malam itu menjadi malam terindah bagi Nadia. disela-sela acara makan malam mereka. Ricky ingin merekam momen bahagia itu dalam beberapa foto.


Dari beberapa foto tadi Ricky memilih foto-foto yang terbaik, untuk ia unggah di akun sosial media miliknya, yakni akun Instagram dan WhatsApp.


Dari beberapa unggahan foto-foto Ricky tadi.. akun sosial media milik Ricky dibanjiri dengan komentar-komentar para netizen. Ada yang mendukung, dan banyak pula yang menghujat, karena merasa iri kepada Nadia, yang bisa mendapatkan Ricky.


Salah satu netizen yang tidak terima ini adalah Rani. Rani yang saat ini tengah berlibur di Perancis ini pun juga tak mau kalah. Ia menghujat dan memfitnah Nadia dengan mati-matian.


Komentar dari Rani ini juga menjadi trending, karena banyak para netizen yang merespon negatif dari komentar-komentar pedas Rani tersebut.


Walaupun Ricky mengunggah foto-foto itu, tapi ia tidak peduli dengan komentar-komentar para netizen, dia tidak membaca satupun komentar para netizen.


Ricky tidak begitu suka membaca komentar para netizen. Selama ini, ia mempunyai akun media sosial hanya untuk menyimpan kenangan-kenangan indah untuknya, supaya dapat selalu diingat dan dikenang.


Bagi Ricky malam ini juga merupakan malam terspesial untuknya. Ia ingin memanfaatkan kencan pertamanya ini dengan Nadia, seindah mungkin, yang tak akan pernah bisa mereka lupakan.


----------------