
"Apa Rick, kamu sudah menemukan cara agar aku bisa terbebas dari ancaman Rani? Bagaimana caranya itu Ricky?" tanya Mirna yang sangat antusias.
"Begini Mir, dalam surat itu kan tertulis, bahwa jika kamu melanggar pasal-pasal yang tertera dalam surat tersebut, maka ia akan menyebarkan aib perselingkuhan ayahmu ke semua orang. Maka kamu dapat menyerang balik dia dengan bukti surat tersebut," ucap Ricky.
"Maksudnya menyerang balik seperti apa itu Rick?" tanya Mirna yang masih belum mengerti.
Ricky menghela nafas panjang, kemudian ia mulai menerangkan secara serius dan detail kepada Mirna.
"Mirna, sebenarnya didalam negara kita itu, ada peraturan yang mengatur mengenai penyebaran aib seseorang, dan hal itu merupakan perbuatan yang melanggar hukum."
"Pelaku penyebaran aib ini dapat dijerat dengan ancaman pidana loh Mir, sebagaimana telah diatur dengan peraturan perundang-undangan."
"Salah satu aturan hukum yang mengatur tentang penyebaran aib adalah tercantum dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP)."
Perihal aksi menyebarkan aib tertuang dalam Pasal 310 Ayat 1 dan 2 yang berbunyi, “(1) Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak Rp 4.500.
(2) Jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambaran yang disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, maka diancam karena pencemaran tertulis dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak Rp 4.500.”
"Melalui Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2012, jumlah denda yang ada dalam pasal ini dilipatgandakan seribu kali menjadi Rp 4.500.000."
"kemudian Mirna, apabila aib ini disebarkan melalui internet atau media elektronik lainnya, maka pelaku dapat dijerat dengan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 19 Tahun 2016.
"Orang-orang yang menyebarkan aib dapat dijerat dengan Pasal 27 Ayat 3 dan Pasal 45 Ayat 3 undang-undang ini. Mengacu pada pasal ini, setiap orang dilarang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik."
"Pelaku yang melakukan perbuatan-perbuatan tersebut dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750 juta." jelas Ricky secara rinci.
Mendengar penjelasan dari Ricky ini wajah Mirna terlihat sumringah, menunjukkan rasa kegembiraan, dan berkata, "berarti aku bisa mengancam balik Rani dengan pasal-pasal ini ya Rick?"
"Tentu Mir, jadi kamu tidak perlu takut untuk menghadapi si Rani itu. Kamu hanya perlu berbicara seperti itu kepada Rani."
"Dan Nanti jika Rani masih berani macam-macam, maka kamu tinggal bilang saja padaku, nanti aku akan menyuruh seorang lawyer profesional yang aku kenal untuk membantumu."
"Aku yakin, Rani gak akan berani macam-macam lagi padamu," ucap Ricky.
Betapa bahagianya Mirna saat ini, rasa kekhawatiran yang selama ini tercurahkan pada raut wajah Mirna, sekarang telah sirna.
"Terimakasih Ricky, terimakasih banyak. Entah bagaimana aku harus membalas semua kebaikanmu ini Ricky, beribu-ribu terimakasih Ricky," ucapan tulus terimakasih Mirna.
"Tenang aja Mir, kamu gak perlu membalasku. aku ikhlas membantumu. Aku merasa senang, sudah bisa ikut membantu setidaknya dapat mengurangi beban kekhawatiran sahabat dari kekasihku ini," jawab Ricky.
"Iya Ricky, sebenarnya aku juga merasa bersalah kepada Nadia. Karena selama beberapa hari ini telah menjauhi dan menghindar dari Nadia. Sahabat macam apa aku ini, yang tega menyakiti hati sahabat nya sendiri," kata Mirna lirih.
"Yang penting, kamu cepat perbaiki kembali hubunganmu dengan Nadia. Dia sangat mengkhawatirkan dirimu Mir. Dia selalu berharap agar persahabatan kalian bisa baik kembali seperti dulu," kata Ricky.
Setelah sampai didalam kelas, Mirna masih tetap duduk bersama Andre. Mirna masih belum berani berbicara dengan Nadia, walaupun ia ingin.
Mirna tidak mau gegabah, sebelum ia memberi serangan balik ke Rani, ia akan tetap mengikuti alur permainan Rani terlebih dahulu.
Ricky pun tidak bisa memaksa Mirna. Mungkin memang masih butuh waktu, sampai Rani mulai berangkat ke sekolah lagi, rencana mereka berdua baru dapat dilakukan.
Ricky belum menceritakan mengenai ide yang telah ia dan Mirna rencanakan pada Nadia. Jika saatnya sudah benar-benar pas dan tepat, pasti ia akan menceritakan semuanya.
Semua kegiatan pembelajaran pada hari ini telah usai. Ricky mengajak Nadia untuk pulang bersama. Dengan senang hati Nadia pun menyetujuinya.
Didalam mobil Ricky berkata pada Nadia, "Nad, saat ini kita kan udah resmi jadian nih, aku juga udah bilang terus terang tentang hubungan kita ke orang tuamu. Jadi, tinggal tugas kamu nih, yang harus ikut menjelaskan hubungan diantara kita berdua ini kepada oma, gimana?
"Emmm, harus sama aku ya Rick? Apa gak kamu aja sendiri yang bilang, aku malu Rick?" Kata Nadia sambil senyum meringis.
"Eh ya, sebaiknya harus ada kamu juga, biar lebih afdhol. Lagipula oma juga kan udah suka sama kamu," ucap Ricky sambil mencubit pipi Nadia.
Wajah Nadia yang berwarna kuning Langsat itu berubah menjadi memerah. Ditambah dengan senyum malu yang menambah manis wajah Nadia.
Melihat ekspresi wajah Nadia yang imut ini, membuat Ricky semakin gemes dan gregetan dengan Nadia, ia pun menambah cubitan dipipi dan dihidung Nadia.
"Ih Ricky, sakit tau ... emangnya kapan rencananya kita akan menemui oma?" tanya Nadia sambil mengelus-elus hidungnya yang habis dicubit Ricky tadi.
"Untuk waktunya nanti kamu akan aku kabari Nad. Aku akan cari waktu yang pas. Karena aku harus memastikan kondisi oma terlebih dahulu," jawab Ricky.
"Okey, terserah kamu aja deh Rick, aku kan makmum, jadi tinggal ngikut aja, he-he-he ..." kata Nadia cengar-cengir.
"Siap laksanakan sayangku," kata Ricky yang tersenyum melirik Nadia. Kemudian ia langsung menyalakan mesin mobil dan melajukan kendaraannya itu.
Disepanjang perjalanan, Ricky terus menggenggam tangan Nadia. Ricky begitu menyayangi Nadia, seakan tidak mau melepaskannya.
Setibanya dirumah, Ricky langsung pamitan pulang, tanpa mampir terlebih dahulu kerumah Nadia. Karena Ricky tahu kalau dirumah sedang tidak ada orang, jadi ia tidak mau terjadi dampak negatif dari lingkungan sekitar.
Sebelum mengendarai mobilnya, Ricky menyempatkan diri untuk mengucapkan salam perpisahan kepada Nadia.
"Nadia, aku pulang dulu ya, sampai bertemu besuk, dan i love you Nadia," kata Ricky sambil melambaikan tangan, kemudian melajukan kendaraannya itu.
Nadia pun membalas ucapan tersebut dengan lambaian tangan dan ucapan, "i love you too Ricky".
...----------------...