
Selepas Ricky pamit pulang.. kedua adik Nadia yang jahil itu, mulai mengerjai kakaknya.. mereka bertanya ada hubungan apakah Nadia dengan Ricky sampai-sampai si Ricky berani datang kerumah menemui Nadia.. dan betapa kagumnya kedua adik Nadia itu terhadap Ricky.. kagum akan ketampanan nya, kagum akan keberanian nya, kepintarannya, kesopanannya dan juga kagum karena si Ricky anak dari keluarga berada. Betapa beruntung kakaknya itu bisa dekat dengan Ricky lebih-lebih jika Ricky bisa jadi kekasih kakaknya. Kedua adik Nadia sangat mendukung sekali apabila terjalin hubungan diantara mereka berdua.
Nadia hanya bisa mengelak dan menjelaskan bahwa tidak ada hubungan apa-apa diantara mereka berdua.. Namun tentu saja jawaban tersebut tak akan dipercayai oleh kedua adiknya..
Sedangkan Ayah dan ibu Nadia sepertinya juga sangat menyukai Ricky.. Karena sikap nya yang sopan dan santun.. bagi ayah dan ibu Nadia sudah sangat jarang sekali ditemui pada era sekarang ini,, anak dari keluarga berada, tampan dan mempunyai kelebihan lainnya.. tapi dia bisa bersikap ramah, sopan, menghormati orang lain, dan rendah hati...
Orang tua Nadia tidak menanyakan tentang status hubungan mereka berdua, karena orang tua Nadia tidak ingin ikut campur tentang urusan pribadi anak nya.. Orang tua Nadia hanya berpesan,, agar Nadia sebagai seorang perempuan bisa menjaga diri dan menjaga nama baik keluarga dengan sebaik-baiknya..
Setibanya dirumah, Ricky langsung mengirim chat WA ke Nadia. Entah apa yang ada didalam pikiran Ricky saat ini terhadap Nadia..
"Assalamu'alaikum Nad, km lg ap??? aq udah smpe drmh nih..."
Mendengar nada notifikasi handphone Nadia dikamar, ia pun segera masuk kedalam kamar, untuk mengambil handphone nya itu. Nadia melihat ke layar handphone nya.. dan disana terdapat chat WA atas nama Ricky ganteng. Nadia pun mulai membaca chat tersebut dan kemudian membalasnya.
"wa'alaikumsalam Ricky.. emmmm... Aku sekarang lagi sibuk balas WA darimu nih.. hehe.." gurau Nadia berusaha memulai lembaran baru lagi setelah masalah yang terjadi kemarin-kemarin.
"hehe... bisa aja kamu Nad..."
"besok pagi kamu rencana berangkat jam berapa Nad???
"belum tw Rick... palingan berangkat seperti biasanya... emang knp Rick..??? ada rencana untuk jadi tukang ojek aku yaaaa.. hahaha...😂 "
"boleh jg... klo memang dibolehin aq mw kok jd tukang ojek mu, besok.. hehe.. 😎"..
"hehe... UPS sory.... tapi sayang nya,, aku besuk sudah ada janji dengan sopir yang lain koq... 😜"
"yaaaah sayang banget Yach.. padahal aq udh siap lho kalo jd tukang ojek mu besuk.. 😊"
Karena chat wa dari Nadia tadi yang terkesan memancing Ricky.. akhirnya malah Nadia sendiri yang jadi salah tingkah. sedangkan Ricky justru terus meladeni gurauan dari Nadia itu..
Guyonan-guyonan dalam wa mereka semakin lama semakin Intens dan berani menyindir satu sama lain. Ricky jika ngobrol bersama Nadia selalu nampak bahagia, hangat, humble, ramah, bahkan terkadang berani mengeluarkan jurus-jurus rayuan pulau kelapa nya kepada Nadia.. Berbeda 180° dengan sikap Ricky yang dikenal semua orang selama ini,, yakni seorang pemuda yang dikenal cool dan pendiam itu.
Keesokkan harinya.. seperti yang dikatakan Nadia bahwa hari ini dia sudah ada janji dengan sopir yang lain,, yakni nebeng mobilnya Mirna,, sewaktu di dalam mobil Nadia bercerita kepada Mirna tentang kedatangan Ricky tadi malam kerumahnya...
"What....??? Apa bener Nad, tadi malam Ricky ke rumah elo???"
"Iya bener, tadi malam dia kerumahku sendirian.. malah sambil membawa cemilan martabak telur dan 2 martabak manis... Hehe.." kata Nadia dengan tersenyum
"iihhh enak bener Lo yaaa... Sudah kuduga Ricky memang pria sejati... Ouhhh..." Sahut Mirna penuh kekaguman..
"Nad.. Nad.. apa sih resep Lo, sehingga Ricky bisa Deket ma Lo..?? Gue kan juga pengeeeeennnn.. bisa deket sama cowok-cowok ganteeeeng disana-sana.." celoteh Mirna.
"Disana mana??"
"Ya.. disana-sana,, pokoknya dimana aja ada cowok tampan semoga aku bisa Deket dengan mereka.. hehehe.."
Nadia menggeleng-gelengkan kepala mendengar ucapan sahabatnya yang baik hatinya itu.
Mobil yang mereka tumpangi pun berhenti tepat didepan pintu gerbang sekolah. Nadia dan Mirna segera turun dari dalam mobil... Nadia berharap hari ini akan menjadi hari yang baik.. dan tidak akan ada masalah-masalah yang datang lagi.
Nadia dan Mirna segera masuk keruang kelas mereka dengan ceria.. Didalam kelas ternyata Ricky sudah tiba terlebih dahulu, dan sedang menantikan kedatangan Nadia.
Ricky tidak begitu menghiraukan anak-anak cewek yang sedari tadi sedang mendekati Ricky.. pikiran Ricky saat ini hanya tertuju pada Nadia.
"Nadia.. selamat pagi..." Sapa Ricky sambil melambaikan tangannya.
Secara otomatis anak-anak cewek yang ada disekitar nya tadi terus menyingkir karena merasa tak dihiraukan Ricky karena kedatangan Nadia.
Anak-anak cewek tadi menatap julid kepada Nadia. Namun kali ini masa bodoh dengan semua itu.. ia tak lagi memperdulikan hal-hal yang tidak penting seperti itu. Selama ia tidak melakukan hal-hal yang tidak sopan dan selama ia tidak melakukan suatu kesalahan ia tak kan pernah takut.
Nadia berjalan dengan yakin, dan tersenyum kepada Ricky...
"Hai, pagi juga Ricky.."
"Eh Ricky.. kemarin kamyu kok gak ngajak-ngajak aku kerumah Nadia..??" Sindir Mirna dengan nada manja.
Sontak mendengar perkataan si Mirna itu, mata Nadia melotot, sambil mencubit lengan Mirna.. karena mulut sahabat nya satu ini yang benar-benar ember...
Melihat tingkah laku Nadia,, Ricky pun tersenyum. Ricky tahu,, kalau Nadia pasti telah menceritakan tentang kedatangannya kemarin kepada Mirna. Refleks tangan Ricky menonjorkan jari nya ke dahi Nadia dengan lembut dan berkata...
"Dasar gadis bodoh.."
sambil tersenyum lebar
Mendengar perkataan dari Ricky tersebut bibir Nadia merengut.. sambil mengusap-usap dahinya.
"iiiih Ricky, siapa yang bodoh.. hehhhh..." wajah Nadia memerah dan jantung nya pun berdebar-debar.
Sebenarnya Nadia tidak sakit hati mendengar kata-kata dari Ricky tadi, justru malah dia menjadi malu karena sikap yang dilakukan Ricky tadi dengan menyentuh dahinya...
Diposisi tempat duduk yang lain ternyata si Rani sedang memantau setiap gerak gerik yang mereka lakukan.. hal ini membuat hati Rani kembali bergejolak.
"Sial, gak ada kapok-kapoknya anak itu, sudah kuperingatkan, tapi masih juga ia lakukan... Malah semakin mesra lagi hubungan mereka...!!! Awas saja kamu Nad.. fuc* y*u..!!!" Umpat Rani.
Jam pelajaran pertama sudah dimulai, waktu terus berlalu.. jam istirahat pun tiba.. kali ini Ricky ingin mentraktir Nadia, Andre dan Mirna di kantin, dan mereka semua pun setuju bahkan menerima traktiran ini dengan senang hati, apalagi si Andre, begitu tampak senang nya setelah mendengar kalau Ricky mau menraktirnya.. dengan begitu andre dapat menghemat uang sakunya, karena saat ini keluarga Andre tengah mengalami krisis keuangan diperusahaan papa nya..
Mereka berempat pun berjalan bersama-sama menyusuri lorong-lorong gedung sekolah menuju ke arah kantin. Sesampainya dikantin Ricky segera mencarikan tempat duduk untuk mereka. Ricky memilih meja dengan 4 kursi, dua kursi dikanan dan dua kursi dikiri yang saling berhadap-hadapan.
Nadia, Mirna dan Andre pun duduk disana.. sedangkan Ricky, menuju ke penjaga kantin untuk memesan makanan dan minuman, dan mohon untuk mengantarkan pesenan itu dimeja nya..
Ricky pun kembali ketempat duduknya.. disana ia asyik mengobrol dengan teman-temannya itu sembari menunggu pesenan datang.
Semua mata yang ada dikantin itu pun tertuju kepada mereka berempat. Namun lagi-lagi hal itu tak dihiraukan oleh Nadia.. Ricky pun sama... Sedangkan Mirna yang memang banyak omong dan pemberani, dia merasa risih dengan tatapan itu... dan berteriak kepada orang-orang disekelilingnya..
"Woiiii... mata kalian tuh kenapa,... gak pernah lihat orang sedang makan ya...??? Dasar kepooo..!!!"
Mendengar perkataan dari Mirna orang yang berada disekeliling pun kembali beraktivitas seperti sebelum kedatangan Ricky dkk. Sembari berbisik-bisik lirih gosipin Nadia..
Ditempat lain,, Rani yang saat ini tengah berada di taman sekolah.. mendapat kabar dari Anggi, bahwa Ricky sedang mentraktir dan makan bersama dengan Nadia dkk..
Raut wajah Rani berubah.. suhu tubuhnya memanas.. darah mengalir dengan kencangnya.. rasanya saat ini ia ingin meluapkan emosi yang tengah tertahan didalam dirinya.
"Aaaagh... Emangnya aku kurang apa sih.... Kenapa aku harus dikalahkan oleh wanita rendahan seperti Nadia itu..."
"Aku harus melakukan sesuatu.. untuk membalaskan rasa sakit hati ku ini..." gumam Rani dalam hati.
Kembali lagi dikantin tempat Ricky, Nadia dkk, makan..
Nadia sangat menikmati makanan yang telah dipesan oleh Ricky. Ricky tadi telah memesan 4 mie goreng seafood, dengan minuman 2 es jeruk dan 2 es kelapa muda.. dan beberapa Snack ringan lainnya.
"Terimakasih ya Rick atas traktiran nya hari ini.." ucap Nadia.
"Hu'um.. makasih ya sob,, sering-sering aja nraktir kayak gini...," sahut Andre dengan mulut yang masih terisi makanan.
"Yaelah sob.. sob.. emangnya baru kali aja aku nraktir kamu...?? Sindir Ricky ke Andre...
Andre pun tertawa terkekeh-kekeh mendengar sindiran dari Ricky tadi... memang ini bukan pertama kalinya Andre di traktir oleh Ricky, bahkan seperti nya hampir tiap hari Andre di traktir oleh Ricky...
"ya Rick, akyu juga ngucapin terima kasih ya, Karena sudah diajak makan bareng ma kamyuuu... semoga besok-besok kamyu juga bisa ajak akyu makan berdua aja.... hahayyyy..." goda Mirna manja... sambil cengar-cengir, memlintir-mlintir rambutnya.
Sontak mendengar rayuan maut dari si Mirna ini, Nadia langsung menyemburkan minuman yang diminumnya... dan kemudian lainnya ikut tertawa terpingkal-pingkal.
...----------------...