Cupid I'M In Love

Cupid I'M In Love
Bab 81 Dia Merasa Bangga



"Eh, ngomong-ngomong, kamu masih punya kotak bekal lainnya lagi, kan? Soalnya kotak bekal yang ini kan mau aku bawa pulang," tanya Farrel.


"Hmmmm, emang kenapa? Emang kamu sudah yakin apa, kalau besok kamu akan aku buatin bekal juga? Ya, dirumahku masih ada, "


"Ya, yakin dong, kan aku sudah bilang, Nad. Orang yang baik hati kayak kamu itu, pasti tidak tega kalau harus melihat teman satu timnya kelaparan,"


"Hmmmm, ya ... ya ... ya ... udah selesai makannya, kan? Sekarang ayo cepat beresin semuanya dan kita lanjutkan kembali perjalanannya keburu sore ntar," kata Nadia.


"iya, ya, nih juga sudah selesai aku beresin, ayo sekarang kita teruskan lagi perjalanannya," kata Farrel.


Setelah membersihkan semua sampah bekas mereka makan tadi, Nadia dan Farrel langsung pergi menuju ke tempat parkir untuk melanjutkan kembali perjalanan mereka ke toko buku.


Sesampainya ditempat parkir, mereka langsung melajukan kendaraannya itu. Didalam mobil, iseng-iseng Farrel bertanya kepada Nadia, "Nad, sekali lagi terima kasih ya, atas bekal makan siang tadi, aku benar-benar sangat terharu."


"Ih, kamu hari ini lebay banget sih? Kayak gak pernah dibuatin kayak gini aja!" kata Nadia.


"Memang bener apa yang kamu katakan. Aku memang belum pernah dibuatin bekal kayak yang kamu buat? Ini pertama kalinya aku makan siang dengan tempat kotak bekal dan makanannya ditata Rapi dan cantik seperti itu," kata Farrel sambil menerawang jauh kedepan.


"Jadi beneran ini pertama kalinya bagi kamu dibuatin bekal makanan?" tanya Nadia.


"Iya Nadia, ini pengalaman pertamaku,"


"Sewaktu di TK dulu apa kamu gak pernah bawa bekal ke sekolah?"


"Enggak pernah sama sekali. Karena sewaktu sekolah di TK, SD dan seterusnya, setiap makan sudah disiapkan sendiri oleh kantin sekolah, kita tinggal pilih dan ambil sendiri makanan yang sudah disediakan. jadi tidak perlu repot-repot membawa makanan dari rumah,"papar Farrel.


"Sekolahnya anak orang kaya memang beda ya, dengan sekolah kampung kayak aku. Dulu kalau aku gak punya uang untuk jajan, ya alternatif satu-satunya dengan cara membawa bekal makanan sendiri dari rumah. Setelah dipikir-pikir perjalanan hidup itu terasa aneh dan lucu ya?" kata Nadia.


"Yah, memang lucu Nad, terkadang bagi sebagian orang, hal yang dirasa sepele atau kecil bagi orang lain, justru hal itu adalah hal yang paling istimewa untuk didapatkan. Contohnya ya seperti ini tadi, mungkin bagimu kotak bekal makanan ini adalah hal yang sepele dan sederhana, tapi bagiku kotak bekal makanan ini adalah suatu pemberian yang sangat berharga dan tidak ternilai harganya."


"Apalagi, jika bekal makanan ini dibuat dan dimasak oleh seseorang dengan tulus dan sepenuh hati, pasti akan terasa lebih istimewa, dan kenangan indah seperti itu adalah sesuatu yang tidak dapat untuk dilupakan."


Mata Farrel semakin berbinar-binar, entah apa yang dirasakan oleh Farrel saat ini. Mungkin ia merasa terharu, bahagia dan sangat beruntung sekali bisa merasakan kenikmatan dan keistimewaan itu.


"Emmmm, boleh tanya gak Nad?"


"Boleh, emang mau tanya apa?"


"Apa pacar kamu Ricky, juga sudah sering kamu buatin bekal kayak gitu, Nad?"


"Eh, -"


"Ada apa Nad?"


"Apaaaa? ulangi sekali lagi Nad!"


"Belum pernah aku buatin bekal," kata Nadia cepat.


"Gak salah denger kan aku, Nad? Kamu belum pernah buatin Ricky bekal makanan ya?" kata Farrel sambil cengar-cengir sendiri.


"Kenapa, kamu cengar-cengir sendiri? Mau ngejek aku ya? Karena belum pernah buatin bekal untuk pacarku?"


"Enggak kok, aku gak mau ngejek kamu karena hal itu. Justru aku senyum-senyum seperti ini karena aku merasa bangga," kata Farrel.


"Bangga kenapa?" tanya Nadia.


"Ya, bangga karena ternyata aku orang pertama yang sudah dibuatin bekal, orang yang pertama kali dimasakin secara khusus oleh kamu, otomatis aku adalah orang pertama yang sudah merasakan bagaimana rasanya makan masakan dari kamu. Benar-benar patut dibanggakan," kata Farrel.


"Ah sudah-sudah, hanya makan makanan yang aku masak aja kok, apa yang perlu dibanggakan. Aku rasa itu hal yang biasa-biasa aja,"


"Eits, gak bisa. Hal seperti ini adalah bukan hal yang biasa Nad. Ini termasuk hal yang luar biasa. Hahaha, aku benar-benar beruntung sekali, hahaha ..." kata Farrel dengan penuh kebanggaan.


Wajah Nadia mulai memerah. Dia merasa malu. Dia bingung mau menjawab apa lagi kepada Farrel. Nadia hanya terdiam dan tak berani melihat wajah Farrel. Ia hanya dapat menutupi rasa malunya itu dengan melihat ke samping kaca jendela mobil. pura-pura memperhatikan pemandangan yang ada di setiap lintasan jalan yang ia lewati.


Perjalanan masih terus berlalu. Setelah percakapan tadi situasi mereka saat ini hanya dihabiskan dengan saling terdiam, menyibukkan diri mereka dengan lamunan mereka sendiri-sendiri.


Farrel dengan kebanggaan dan kebahagiaan menjadi orang yang pertama mendapatkan perhatian dari Nadia melebihi kekasihnya sendiri. Sedangkan Nadia yang saat ini di sibukkan dengan melihat pemandangan disepanjang jalan ini.


Akhirnya setelah melewati beberapa kemacetan jalan, sampailah mereka di sebuah bangunan toko buku yang megah dan besar. Nadia dan Farrel pun segera turun dari mobil dan sangat bersemangat sekali untuk langsung menemukan buku-buku yang mereka cari.


Setelah mencari-cari dibeberapa rak buku yang ada ditoko tersebut ternyata mereka memang mendapatkan 3 buku yang mereka cari sebagai penunjang dalam penelitian mereka.


Nadia sangat senang sekali, karena berhasil mendapatkan buku itu. "Ternyata tidak sia-sia kita melakukan perjalanan ini, hingga sampai ke daerah sini."


"Bener Nad, sekarang tugas kita selanjutnya tinggal praktek langsung terhadap objek penelitian kita, yaitu lumut. Kita tinggal cari-cari tempat yang sekiranya banyak tumbuh lumutnya kemudian tinggal kita uji dan hasilnya nanti bisa kita rangkum dalam sebuah makalah," kata Farrel.


"Kalau begitu, sekarang buku ini tinggal kita bayarkan ke kasir. Totalnya habis berapa nanti bisa dibagi dua."


"Sini biar aku bawa ke kasir, biar aku talangi dulu, untuk pembagiannya bisa belakangan. Oh ya, sekalian kalau kamu mau melihat-lihat koleksi buku lainnya, mungkin kamu tertarik untuk memilikinya, kan bisa kamu beli sekalian, mumpung saat ini kita masih ada disini. Jarang-jarang kan kita bisa pergi ke daerah sini untuk membeli buku." kata Farrel.


"Emmmm, boleh deh, aku mau keliling-keliling sini sebentar, siapa tahu aja memang ada buku atau barang yang menarik, aku mau kesana sebentar ya," kata Nadia.


"Ya, aku juga mau melihat buku-buku komik dulu, kayaknya seru baca komik, hehehe ..." ucap Farrel sambil berjalan perlahan-lahan menyusuri seluruh ruang toko buku itu.


...----------------...