Cupid I'M In Love

Cupid I'M In Love
Bab 37 Cemburu



Nadia masih merintih lirih sambil memegangi tangannya yang masih terasa sakit, akibat cengkraman tangan Ricky.


"Aa', sebenarnya apa yang kamu inginkan dariku, sampai-sampai kamu menarik dan membawa aku kesini? bukankah kita seharusnya pergi kembali ke kelas?" tanya Nadia.


Kepala dan hati Ricky saat ini masih terasa panas membara, karena masih terbakar api cemburu. Mendengar pertanyaan dari Nadia tadi, justru membuat emosi Ricky semakin meningkat.


Ricky langsung mendorong tubuh Nadia sampai tersandar ke dinding tembok sambil dihadang oleh kedua tangannya, agar Nadia tidak bisa pergi.


"Nadia! apa yang sudah kamu lakukan dengan Farrel tadi, sewaktu dikelas maupun diluar kelas tadi, ayo jawab!" sentak Ricky dengan nada tinggi.


"Bukankah tadi aku sudah mengatakannya, kalau aku tidak melakukan apa-apa dengan Farrel. Sungguh, aku tidak melakukan apa-apa ... kenapa kamu tidak percaya padaku Ricky?"


"Aku selalu setia padamu, semua itu hanya fitnahan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab!" kata Nadia sambil terisak-isak menahan tangisannya.


Walaupun tidak begitu terdengar suara tangisannya Nadia, tapi air mata yang jatuh menetes membasahi pipi Nadia terlihat jelas. Kadang sesekali terdengar sesenggukan suara tangisan Nadia yang dapat didengar oleh Ricky.


"Kamu bohong! kamu pasti sudah menipuku. Setelah ada laki-laki yang terlihat keren sedikit saja, kamu sudah kepincut. Sampai-sampai berani berseligkuh didepan ku!" kata Ricky sambil tangannya meninju dinding ruang auditorium, .


"Aaaaargh!"


Nadia berteriak karena melihat Ricky yang meninjukan tangannya ke dinding, yang berakibat tangannya tersebut terluka dan mengeluarkan darah.


"Aa', tanganmu terluka, sudah hentikan dulu a', ayo kita obati dulu lukamu ini, di UKS," kata Nadia, yang sangat khawatir melihat tangan kekasihnya yang terluka itu.


Walaupun Ricky sudah tidak percaya lagi padanya, tapi Nadia masih saja memperhatikannya dengan tulus. Hal ini membuat emosi Ricky reda. Dan menuruti perkataan Nadia untuk pergi ke UKS.


Saat berjalan ke UKS Ricky hanya terdiam, tidak mengatakan satu patah kata pun. Pikiran Ricky saat ini masih labil dan kosong.


Sesampainya di UKS, luka Ricky segera diobati oleh petugas medis yang berjaga disana. Tatapan matanya saat ini hanya tersorot mengarah ke Nadia.


Mungkin didalam hati Ricky saat ini, masih ada pergejolakan batin. Antara menerima kenyataan bahwa Nadia tidak bersalah atau Nadia memang benar-benar berselingkuh.


Ricky masih bimbang, harus bersikap seperti apa. Namun, melihat sikap ketulusan dan perhatian Nadia yang diberikan kepadanya saat ini, menunjukkan bahwa mungkin Nadia tidak bersalah. Mungkin ini semua hanya fitnahan dan kebetulan saja ia bisa bersama dengan Farrel.


Ricky perlahan-lahan mulai untuk meredam semua amarahnya, kembali berpikir positif. Bagaimanapun juga, menurut sepengetahuan Ricky selama ini, Nadia adalah sosok wanita yang baik, jujur dan gak neko-neko. Pasti semua ini hanya kesalahpahaman saja.


Setelah lukanya selesai diobati, Nadia memapah Ricky berjalan untuk segera kembali ke kelas. Saat ini Nadia masih bingung mau berkata apa, agar dapat menjelaskan dan menenangkan hati Ricky.


Untuk sementara, yang bisa Nadia lakukan hanyalah berbicara kepada Ricky dengan menggunakan bahasa tubuhnya, yakni dengan cara memberikan perhatian yang tulus untuk kekasih hatinya itu.


Ricky dan Nadia sudah kembali ke ruang kelas. Situasi dikelas masih riuh ramai, karena belum ada guru mapel yang datang.


Nadia paham akan tatapan-tatapan mata tersebut. Ia tahu betul bahwa semua orang dikelas ini pasti ingin menuduhnya mengenai hubungan antara dia, Ricky dan Farrel.


Namun bagi Nadia, asalkan Ricky masih tetap percaya padanya, ia takkan pernah menghiraukan seperti apa pemikiran teman-teman sekelas terhadap dirinya itu.


Saat duduk ditempat duduknya, Nadia masih saja memberi perhatian kepada Ricky, menanyakan tentang keadaan tangannya. namun karena masih agak sungkan dan canggung akibat perselisihan tadi, Ricky hanya menjawab seala kadarnya saja.


"Ricky, bagaimana kondisi tanganmu saat ini, apakah masih terasa sakit? sebaiknya jangan dibuat megang yang berat-berat dulu. Kalau kamu membutuhkan apa-apa, kamu bisa bilang padaku, nanti aku ambilkan," tanya Nadia.


"Bagiku ini hanya luka kecil, jadi tanganku sudah tidak sakit lagi. Aku bisa melakukan semuanya sendiri," jawab Ricky.


Andre yang duduk di kursi belakang bersama Mirna, menepuk pundak Ricky dan berkata, "hai bro tanganmu kenapa? koq bisa diperban kayak gitu? apa kamu habis berantem ya, sa-maaaaa di-a?"


"Enggak Dre, tanganku tadi gak sengaja habis terjepit aja, dan sekarang sudah gak kenapa-kenapa. Emangnya kamu kira tadi aku habis berantem sama siapa?" tanya Ricky pura tidak tahu.


"Ya, sama dia, si anak baru itu? emangnya kamu belum tahu gosip yang beredar disekolah kita saat ini?" bisik Andre ke telinga Ricky, takut terdengar oleh Nadia.


"Ya, aku sudah dengar semuanya, dan aku sudah melihat sendiri tadi," jawab Ricky.


"Lah terus, kenapa kamu masih bersikap biasa aja, gak ngamuk gitu atau apalah?" tanya Andre yang merasa kebingungan dan penasaran.


"Memangnya aku harus bersikap bagaimana lagi? aku sendiri tidak tahu siapa yang benar dan siapa yang salah," kata Ricky.


"Lho gimana sih bro, ya kamu harus kasih pelajaran tuh sama si anak baru, Farrel itu," ucap Andre geram.


"Kenapa, aku harus kasih ia pelajaran? memangnya apa yang sudah ia perbuat?" tanya Ricky yang masih pura-pura tidak tahu, untuk berusaha mencari info sebenarnya.


"Ah gimana si bro, tadi katanya kamu sudah tahu, sekarang bilang gak tahu? sini aku kasih tahu. Tadi itu, sewaktu kamu gak ada dikelas karena rapat, si Farrel sudah berani-beraninya mendekati Nadia dengan duduk di kursimu ini,"


"Walaupun Nadia sudah menyuruhnya untuk pergi kembali ketempat duduknya, tapi masih aja si Farrel itu bermuka tebal, tetep nempel terus kaya perangko. Pokoknya di Farrel itu orangnya gak tahu malu banget, sok kepedean dan sok kecakepan. Padahal masih cakepan kamu jauh bro," kata Andre.


Untung saja Andre ini, adalah sosok teman yang setia kawan dan baik hatinya. Walaupun kadang bersikap males dan semaunya sendiri, tapi untuk rasa solidaritas dan kejujuran terhadap teman sangat tinggi.


Mendengar penjelasan singkat dari Andre itu, tidak serta-merta membuat Ricky langsung percaya. Ricky kemudian menoleh ke arah Mirna, yang sedari tadi juga ikut mendengarkan bisikan dari Andre secara tidak langsung.


Melihat tatapan dari Ricky, si Mirna pun paham akan arti tatapan tersebut. Mirna kemudian menganggukkan kepalanya berkali-kali secara pelan, dan pura-pura tidak melihat kearah Ricky, agar tidak dicurigai oleh Anggi.


Melihat anggukan dari Andre, Ricky akhirnya percaya dan hal ini membuat hatinya semakin geram terhadap sikap Farrel. Namun di sisi lain, Ricky merasa bersalah kepada Nadia, karena ia sudah berani berlaku kasar sehingga melukai fisik maupun psikis Nadia.


...----------------...