
Prok ... Prok ... Prok ...
Terdengar sorak sorai dan tepuk tangan dari teman-teman sekelas Farrel, pada saat intro lagu. Dan mereka pun ikut bernyanyi bersama-sama dengan Farrel.
Suasana ruang seni musik itu semakin semarak. Mereka semua sepertinya sangat menikmati alunan petikan gitar dari Farrel. Farrel pun semakin semangat dalam melantunkan lagu tersebut hingga akhir.
Disudut lain, nampaklah si Ricky yang merasa tidak senang akan penampilan dari Farrel. Dia merasa kesal melihatnya.
"Uh, ternyata dia punya kelebihan lain yang bagus. Tapi kenapa seakan-akan aku merasa tidak senang dengan kelebihan yang dimilikinya itu. Aissh! kenapa aku ini? dulu aku tidak pernah mempunyai pikiran yang sepicik ini terhadap orang lain," gumam Ricky.
"Dulu aku selalu bisa menerima dengan lapang dada bakat atau prestasi yang dimiliki oleh orang lain, bahkan senang jika orang lain juga memiliki prestasi membanggakan. Tapi kenapa sekarang aku jadi begini? apa karena aku takut kalau Nadia bisa berpaling dariku. Dan bisa jatuh hati padanya." kata Ricky dalam hati, sambil menoleh ke arah Nadia, yang masih memperhatikan Farrel yang sedang bermain gitar seperti teman yang lainnya.
Setelah Farrel selesai memberikan penampilan yang cukup memukau. Farrel langsung kembali ke tempat duduknya. Guru seni mengapresiasi penampilan dari Farrel ini.
Bahkan Bu guru menyarankan agar Farrel dapat mengikuti kompetisi-kompetisi seni musik untuk mewakili nama sekolah. Dan jika ada acara perayaan/penyelenggaraan disekolah, Bu guru akan menyarankan Farrel untuk ikut tampil.
Pelajaran seni musik pun berakhir dan para murid dipersilahkan untuk kembali ke kelas masing-masing, untuk mengikuti mata pelajaran selanjutnya. Selama diperjalanan menuju ke ruang kelas, Farrel dihujani dengan pujian dan sanjungan dari teman-temannya, terutama murid perempuan.
Farrel merasa tak enak hati dengan berbagai pujian dan sanjungan itu dari teman sekelasnya. Farrel yang biasanya selalu bersikap sombong, tapi kali ini dia seakan-akan ingin merendah diri. Karena sebenarnya Farrel memang tidak berniat untuk menunjukkan keahlian-keahlian yang dimilikinya.
Semua siswa akhirnya sudah kembali ke kelas mereka. Tak perlu menunggu lama, guru mata pelajaran selanjutnya pun tiba, yakni mata pelajaran biologi, dan akhirnya pelajaran pun dimulai kembali.
Guru mata pelajaran biologi hari ini memberikan tugas penelitian kepada para murid untuk meneliti dan membuat makalah tentang satu jenis tumbuhan yang bermanfaat bagi kehidupan secara ekologis atau medis dengan pembahasan yang menjelaskan kandungan zat di dalamnya sehingga bermanfaat.
Dalam pengerjaan guru mata pelajaran biologi sudah membentuk kelompok-kelompok siswa, yang nantinya dapat mengerjakan tugas penelitian dan pembuatan makalah ini secara berkelompok, satu kelompok terdiri dari dua orang anggota. Dan tugas ini akan dikumpulkan dua Minggu setelah nya.
Pak Guru mengatakan bahwa dalam menentukan anggota kelompok ini nantinya, ia akan melakukannya secara undian nomer atau seperti kocok arisan. Jadi adil untuk semuanya, dan hal ini tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun.
Pak guru pun mulai membuat lintingan atau gulungan kertas berisi nomer absen para murid. Kemudian menaruh gulungan kertas itu ke dalam gelas. Kemudian pak guru mulai mengocok gelas itu, dan menuangkan satu kertas untuk menentukan kelompok, yang disaksikan oleh seluruh murid.
Kelompok demi kelompok sudah terbentuk. Diantara mereka ada yang senang dengan anggota kelompoknya ada juga yang merasa tidak cocok dengan partner timnya itu.
Untuk Mirna satu kelompok dengan Toni, Andre satu tim dengan Anggi, Ricky satu tim dengan Rani. Dan tanpa diduga, ternyata Nadia satu tim dengan si Farrel. Hal ini membuat Ricky agak was-was. Karena hubungan antara Nadia dan Farrel bisa semakin dekat, dan akan menguntungkan Farrel dalam bertindak lebih jauh.
Namun hal ini tentu saja tidak bisa digugat oleh Ricky. Karena ini semua sudah dipilih secara adil didepan semua orang. Ricky merasa kesal karena merasa takdir, sudah ikut mempermainkan dirinya.
Dilain sisi Rani merasa senang karena bisa sekelompok dengan Ricky. Perasaan sukanya dulu kepada Ricky memang masih ada. Tapi karena kenyataannya Ricky sudah memilih Nadia, jadi Rani mulai mundur. Namun karena ini ada kesempatan, Rani pun memanfaatkannya untuk mendekatkan diri lagi dengan Ricky.
Disisi lain, Nadia mengernyitkan dahinya, karenk dia satu tim dengan Farrel. Baginya ini adalah suatu bencana besar untuknya. Karena ia khawatir kalau hal ini nantinya akan menyebabkan Ricky yang semakin cemburu dan Nadia khawatir akan kelangsungan hubungan asmaranya dengan Ricky kedepannya.
Sedangkan bagi Farrel, bisa satu tim dengan Nadia, sangat seru. Karena dia sudah lumayan mengenal Nadia secara tidak sengaja. Jadi kedepannya dia tidak akan canggung jika harus bersama-sama dalam melakukan penelitian.
Didalam pikiran Farrel, Nadia memang gadis yang menarik dan cantik. Dan Farrel sangat mengagumi semua yang Nadia miliki. Namun untuk saat ini bagi Farrel, tidak pernah memikirkan atau memiliki perasaan cinta terhadap Nadia, seperti yang dipikirkan oleh Ricky dan teman-teman lainnya.
Pak guru mengatakan bahwa para murid bisa langsung mengerjakan tugas itu mulai dari sekarang. bisa mencari literasi di perpustakaan, di internet, ke sumber-sumber / pakar-pakar ahli dan langsung terjun ke alam sekitar.
Setelah menyampaikan tugas tersebut pak guru langsung ijin meninggalkan ruangan kelas karena ada acara lainnya di suatu dinas.
Para murid langsung menghampiri partner-partner mereka. Untuk membahas tugas biologi ini. Begitu pula dengan Farrel, dia langsung menghampiri Nadia untuk membahas tugas ini. Farrel minta ijin ke Mirna agar ia bisa berganti posisi tempat duduk.
Mirna pun mengiyakan karena iya memang juga satu kelompok dengan Toni. Jadi Mirna segera pindah dan berkumpul dengan Toni. Sedangkan Ricky mau tidak mau ia harus berganti posisi dengan Anggi, karena Anggi sudah mendatangi Andre untuk mengerjakan disana. Ricky menghampiri Rani yang sudah sedari tadi menunggunya.
Rani sangat senang sekali karena ia bisa satu bangku dengan Ricky. Perlahan-lahan Rani memulai pembicaraan terlebih dahulu untuk mendekati Ricky. Dia bertanya bagaimana tugas ini harus dibuat nantinya. Ricky pun akhirnya mulai berembuk mengenai tugas ini.
Sedangkan Nadia sedari tadi masih memperhatikan Ricky, dari kejauhan. Setelah dirasa Ricky tidak berpikiran macam-macam terhadapnya, maka Nadia pun mulai fokus berinteraksi dengan Farrel.
"Hai cantik, kebetulan sekali ya, kita bisa jadi satu tim. Aku rasa semua ini memang sudah suratan takdir yang harus kita lalui bersama, mungkin kita ini berjodoh ya?" gombalan maut dari Farrel.
"Aishhh ... Apa-apaan sih kamu. Jangan berpikiran macam-macam deh, udah fokus aja ketugas kita ini," jawab Nadia kesal.
"Oke, tapi muka kamu mbok jangan ditekuk begitu, terlihat kucel tahu. hahaha ..." ledek Farrel.
"Hufh!" reaksi Nadia.
"Hahaha, baiklah sekarang fokus ke tugas kita ini. Kira-kira tanaman apa ya yang cocok untuk tugas penelitian kita kali ini? Apa kita sebaiknya cari referensi dulu tentang macam-macam tumbuhan. Baru kita pilih yang sesuai. tumbuhannya kalau bisa jangan sampai sama dengan kelompok lain," kata Farrel mulai serius.
"Hmmmmm, gimana kalau kita cari referensi di perpustakaan dulu mengenai berbagai macam tumbuhan itu. Nanti bisa kita sortir mana yang akan kita jadikan penelitian," jawab Nadia.
"Okey, kalau gitu, kita ke perpustakaan sekarang aja. Sekalian nanti bisa browsing referensi-referensi online disana," ajak Farrel.
Nadia dan Farrel segera bergegas menuju ke perpustakaan. Bersama dengan beberapa teman lainnya yang juga hendak mencari referensi di perpustakaan.
...----------------...