Cupid I'M In Love

Cupid I'M In Love
17. Semakin Dekat



Setelah dirias dan di make over oleh para ahli kecantikan dan hair stylelis.. Mirna dan Nadia tampil dengan sangat mempesona.


Mereka pun segera pergi menuju hotel XX tempat berlangsungnya Acara pesta ulang tahun Rani. Mobil mereka berhenti diarea parkir hotel XX.. disana sudah penuh dengan mobil-mobil yang parkir. Nadia dan Mirna melangkahkan kakinya menuju ke ballroom hotel XX.. Sesampainya didepan pintu masuk ballroom semua tamu undangan tampak nya sudah banyak yang berdatangan. Nadia dan Mirna antri dimeja tamu untuk mengisi buku daftar tamu.


Setelah mengisi daftar tamu.. ingin segera memasuki ballroom Hotel itu, namun langkah kaki mereka terhenti didepan pintu masuk ballroom. walaupun mereka baru berada di depan pintu namun kemegahan pesta sudah tampak terlihat dari luar... Hiasan diruangan tersebut sangat lah megah.. seluruh ruangan dihiasi dengan bunga-bunga segar berwarna pink dan putih..


Ornamen pohon-pohon palsu bunga sakura juga ikut menghiasi ruangan tersebut. Tirai kain putih, serta lampu hias.. menambah kemewahan dekorasi pesta ulang tahun Rani.


Di bagian pinggir dekat dinding terletak lah berbagai macam sajian menu makanan lokal maupun internasional, cemilan/kue, buah-buahan, dan minuman-minuman, semuanya disajikan secara prasmanan. meskipun semuanya tersaji secara prasmanan, tapi bagi yang sedang males untuk mengambil makanan.. disana adapula pelayan/pramusaji yang siap melayani atau berkeliling menawarkan minuman/kue-kue.


Didalam ruangan tersebut sudah dipenuhi oleh para tamu undangan dari berbagai kalangan... baik itu Teman sekolah, relasi /kerabat dari orang tua Rani. Semua tamu undangan itu datang dengan mengenakan jas dan gaun-gaun pesta mahal.. Untung saja Mirna membelikan nya gaun pesta yang tak kalah mewah dan bagus nya seperti para tamu undangan itu..


"sungguh pesta orang-orang kaya memang beda dari umumnya.."


"tenang Nad, santai aja, anggap saja para tamu undangan ini semua sama dengan kita.. lagi pula elo kan juga sudah berdandan sama seperti mereka, Jadi gaya kita gak bakalan kalah deh dengan mereka-mereka itu".. kata Mirna yang sedari tadi memperhatikan ekspresi wajah Nadia yang sedang risau..


"Tapi ini pertama kali nya aku menghadiri pesta yang semegah ini.. dan apakah dandanan ku ini bagus Mir, seperti mereka-mereka itu.. aku merasa tidak percaya diri Mir.." jawab Nadia dengan cemas, Karena Nadia sendiri tidak tahu hasil riasan sewaktu ia di-make over di salon kecantikan tadi.. ia tidak diperkenankan Mirna untuk bercermin.. kata si Mirna supaya surprise..


"Tenang Nadia, elo itu malam ini benar-benar cantik sekali,, bagaikan seorang princess.. elo malam ini benar-benar perfect. Aura kecantikan mu tampak memancar terang.. mengalahkan aura kecantikan dari si yang punya hajat malam ini.. percaya deh sama gue..." Mirna berusaha menenangkan Nadia.


"Tapi masa seperti itu mir, mana mungkin aku bisa secantik itu.. kamu pasti mengada-ada.."


"Eh ni anak udah dibilangin masih aja kagak percaya.. Lo tuh Nad aslinya itu cantik, udah cantik dari sananya.. kecantikan Lo tuh natural, tinggal dimakeover sedikit aja, sudah cantik Nad,, lho aja yang gak pernah nyadar kalo Lo tuh cantik, lho gak pernah ngerawat tubuh Elo.. selama ini Lo hanya berdandan ala kadarnya aja..., Suwerrrrr deh nad malam ini lho cantik banget.. udah ah yok masuk, jangan kebanyakan bilang tapi.. tapi.." kata Mirna sambil menggandeng tangan Nadia untuk segera masuk ruangan pesta.


Saat Nadia masuk kedalam ruangan pesta tersebut.. Beberapa orang yang ada disana melihat ke arah Nadia.. terutama para tamu undangan pria. Mereka menatap Nadia dengan tatapan penasaran dan dengan tatapan terpukau. Dan diantara salah satu pria yang terpukau itu adalah Ricky.


Ricky memperhatikan dengan seksama mulai dari atas sampai bawah tubuh Nadia.. Ricky melihat seorang gadis yang mengenakan gaun panjang berwarna soft mocca, dengan bagian leher, bahu, dan dada bagian atas terbuka, dengan lengan model Sabrina. membuat kulit mulus dan kuning Langsat dari tubuh Nadia tampak jelas.


Riasan wajahnya yang ditata dengan konsep seperti Korean look yang memiliki ciri khas berupa riasan wajah yang natural dan minimalis tapi tetap membuat tampilan terlihat sempurna.


Tatanan rambut dengan model Half up do dengan tambahan kepangan seperti ikat kepala melingkar dan membiarkan sebagian sisa rambut tergerai memanjang ke depan, dan ada aksesoris bunga-bunga putih yang memberikan kesan glamor, yang di selipkan di sela-sela rambut, atau di atas half updo. Sungguh bagaikan seorang putri yang turun dari kahyangan..


Selama beberapa menit Ricky masih diam terpaku menatap Nadia dengan segala kesempurnaan nya dipesta itu.


Mirna menyenggol lengan Nadia dengan maksud untuk memberitahukan Nadia yang masih tidak menyadari jika dirinya malam ini telah menjadi sorotan oleh beberapa tamu undangan pria, seraya berkata "hei Nad lihat itu,, apa gue bilaaang.. cowok-cowok itu pada terpesona melihat kecantikan elo malam ini Nad.. untuk masalah-masalah kayak begini itu kecil buat gue,, hehe.."


"masa sih Mir, mungkin mereka heran kali melihat riasan dan gaya aku ini.."


"enggak Nad, tatapan-tatapan seperti itu tuh menunjukkan tatapan orang yang lagi terpukau, terpesona, terkagum-kagum, dan Ter.. ter.. ah pokoknya Ter lah.."


Mirna menyuruh Nadia untuk percaya diri dan bersikap tenang, agar nampak terlihat elegan dan anggun.


Ricky yang sedari tadi tengah diam terpaku menatap Nadia.. perlahan-lahan ia berjalan menghampiri Nadia dan Mirna.


Setelah Ricky berada tepat didepan Nadia.. si Ricky pun membungkukkan badannya dan mengucapkan "hai nona Nadia yang cantik.. boleh kah saya untuk berbincang bincang sebentar dengan mu.."


Melihat sikap Ricky yang seperti itu Nadia tertawa lirih, dia mencoba menahan agar berhenti tertawa..


"Eh Ricky kenapa kamu malam ini koq, gaya bicara mu jadi aneh kayak gini.. habis kesambet ya kamu Rick..??"


"Emang ada ya Rick?? Dimana???" Tanya Nadia dengan polosnya..


"Eh dasar Lo ya Nad.. gue bingung Ama Lo.. kalau urusan beginian Lo kagak pinter-pinter ya.." sahut Mirna kesel yang mendengar percakapan Ricky dan Nadia barusan.


"Emang apaan sih... Aku kan tanya serius... ??" Jawab Nadia lagi


"Aduh kalau model gini,, mood gue bisa-bisa ilang nih... Udah Ricky, cepat bawa sana,, bawa kemana gitu.. aku pasrah kan ke kamu deh malam ini.. ingat dijaga baik-baik ya.... Awas kalau gak??" Mirna mulai melancarkan Akal bulusnya untuk mendekatkan Ricky dengan Nadia.


Si Mirna pun segera pergi meninggalkan mereka berdua, untuk menemui beberapa kenalannya yang ikut hadir juga diacara pesta ulang tahun Rani.


Karena si Rani selaku yang punya hajat belum berada diruang pesta.. maka kesempatan itu dimanfaatkan oleh Ricky untuk kembali berbincang bincang dengan Nadia.. Ricky mengajak Nadia untuk duduk di salah satu kursi yang ada diruangan pesta tersebut.


"malam ini kamu benar-benar berbeda banget Nad.., bahkan sampai aku gak menyangka kalau itu tadi kamu.."


"berbeda apanya.. tuh kan bener aku pasti tampak aneh ya malam ini.. ih si Mirna itu, kenapa juga gak ngijinin aku untuk melihat hasil dandananku malam ini.." ucap kesal Nadia.


"gak koq Nad, Mirna gak bohong sama kamu.. dan gak ada yang aneh sama kamu... kamu malam ini benar-benar cantik banget.. kamu juga terlihat anggun dan elegan.. entah apa saja yang dilakukan si Mirna itu sehingga bisa membuat kamu seperti ini... hehe".. kata Ricky.


"masa sih aku bisa secantik itu.. tapi kalau memang itu benar.. aku sungguh sangat berterima kasih kepada Mirna, karena berkatnya lah, aku bisa di makeover seperti ini..."


Ricky menatap dalam Nadia sambil berpikir,, alis kanannya terangkat... ia pun berkata "Nad malam ini kamu memang cantik.. walaupun kamu dimakeover, tapi sudah memang dasarnya kamu itu cantik.. kecantikan mu itu alami Nad.. semua orang pasti setuju dengan apa yang aku ucapkan ini.. Kamu sendiri saja yang terlalu cuek akan kecantikan mu itu.."


Ricky kemudian tersenyum, dan bergeser dari kursi duduknya, untuk duduk lebih dekat dengan Nadia.


"beruntung sekali aku malam ini.. bisa melihat kecantikan mu itu Nad, kecantikan yang telah lama dirahasiakan ditempat persembunyiannya".. Ricky menatap mata Nadia dengan tersenyum manis.


Wajah Nadia tampak memerah setelah mendengar perkataan dari Ricky ini. Serasa mimpi,,, tidak menyangka orang seperti Ricky bisa berkata seperti itu..


Mungkin karena Ricky juga merasa grogi.. akhirnya Ricky berusaha mengalihkan pembicaraan dengan berpura-pura meminta dua gelas jus jeruk yang ditawarkan oleh pramusaji yang sedang berkeliling..


Karena masih dalam kondisi gugup.. Ricky tanpa Sengaja menumpahkan minuman yang ia pegang tadi. dan tumpahan air itu mengenai lengan nadia.. kemudian secara spontan ia mencoba mengeringkan tumpahan air tadi pada lengan Nadia dengan saputangan yang tersimpan disaku jasnya. Karena yang di bersihkan adalah pada bagian lengan Nadia, secara otomatis kedua tangan Ricky pun menyentuh tangan Nadia.


Disaat inilah, tangan Ricky bisa merasakan betapa halusnya kulit Nadia.. tangannya begitu indah.. mulus, bersih tanpa noda.. jantung Ricky saat ini berdetak dengan kencang nya.. aliran darah semakin mengalir cepat.. keringat dingin mulai bercucuran dari keningnya..


begitu pula dengan Nadia.. yang baru menyadari jika kedua tangan mereka saling bersentuhan.. Nadia pun refleks mencoba menarik lengan nya.. itu.. namun karena pegangan tangan Ricky terlalu kuat sehingga agak sulit bagi Nadia untuk melepaskan tangannya itu...


Karena Ricky juga salah tingkah, dan menyadari bahwa Nadia berusaha untuk melepaskan pegangan tangannya dari Ricky. akhirnya pun dia segera melepaskan pegangannya tersebut.


"maafkan aku Nad, aku g sengaja Nad, ini sapu tangan ku bisa untuk mengeringkan tumpahan air itu dari lengan mu..." permintaan Maaf Ricky sambil menyerahkan saputangan nya yang ia pegang tadi untuk mengeringkan sisa tumpahan air itu.


Nadia mengambil saputangan dari Ricky.. untung saja tumpahan air itu tidak mengenai gaun Nadia.. jadi dalam waktu cepat semua sudah dibereskan.. dan sebagai ucapan terimakasih nya.. Nadia meminta untuk membawa saputangan Ricky ini untuk dicuci dirumah, karena sudah kotor.


Ricky pun memberikan ijin untuk Nadia membawa saputangan nya.. keduanya kini hanya bisa duduk berdekatan dan terdiam karena masih canggung dan salah tingkah.. saat ini Nadia dan Ricky sama-sama menahan senyumnya agar tidak diketahui oleh mereka masing-masing. hawa diruangan itu menjadi terasa semakin panas,, bagi mereka berdua... Nadia berusaha mengipas wajahnya dengan telapak tangan nya.. sedangkan Ricky mencoba mendinginkan wajahnya dengan menghembus-hembuskan tiupan dari mulut nya..


...----------------...