
Mirna benar-benar sangat sedih dan bingung. Tindakan seperti apa yang akan ia lakukan besok ketika berangkat sekolah dan bertemu dengan Nadia. Tidak mungkin Mirna terus-terusan menghindari Nadia.
Tapi di lain sisi, ia juga tidak bisa bersikap seperti dahulu lagi kepada Nadia. Mirna sungguh merasa putus asa. Karena ia belum bisa menemukan solusi akan masalahnya ini.
Sebenarnya ia tidak ingin persahabatannya dengan Nadia menjadi renggang dan rusak. Tapi ia juga tidak mau semua orang mengetahui perselingkuhan ayahnya itu.
...
Keesokan harinya, Nadia berangkat ke sekolah dengan hati yang riang gembira. Karena hari ini ia bisa bertemu lagi dengan kekasih hatinya, Ricky.
Setibanya di sekolah, semua siswa yang bertemu dengan Nadia, mereka mengucapkan selamat atas status hubungan barunya Nadia dengan Ricky sebagai sepasang kekasih.
Nadia pun membalas ucapan selamat dari teman-temannya itu dengan rendah hati. Karena ketidakhadiran Rani, semua teman-teman Nadia yang semula ikut membullynya, justru saat ini mereka ikut bahagia jika Nadia, telah resmi menjadi kekasih Ricky.
Nadia segera masuk ke dalam kelas, dan duduk ditempat duduknya. Namun sebelum Nadia sampai di kursinya, Nadia melihat kehadiran sahabatnya yang sudah ada disana.
Betapa senangnya Nadia, karena Mirna sudah berangkat ke sekolah lagi. Tanpa berpikir panjang, Nadia segera menghampiri Mirna dan duduk di kursinya.
"Mirna, kamu sudah berangkat ke sekolah? gimana kabar kamu Mir, kamu sakit apa? nomermu sulit sekali untuk dihubungi. Aku jadi semakin khawatir sama kamu," Tanya Nadia.
Mirna sangat kaget dan gugup ketika ditanya oleh Nadia. Dia sangat kebingungan harus menjawab apa, akhirnya dengan canggung Mirna menjawab pertanyaan dari Nadia.
"Gue kemarin cuma kecapekan, hanya ingin istirahat saja dirumah dan tidak ingin diganggu oleh siapapun," jawab Mirna datar tanpa menatap wajah Nadia.
Setelah menjawab pertanyaan dari Nadia, Mirna langsung berpura-pura sibuk dengan membaca buku-buku mata pelajaran yang ada dihadapannya itu tanpa menghiraukan kehadiran Nadia lagi.
Nadia yang menyadari, perubahan sikap Mirna itu, Nadia justru semakin mendesak Mirna agar ia mau bercerita tentang masalahnya, atau jika memang Nadia punya salah Nadia ingin minta maaf.
"Mirna, kamu sebenarnya kenapa sih, kenapa kamu selalu menghindariku? jika aku punya salah padamu, aku mohon maaf Mir. Tapi tolong dong, kamu jangan bersikap seperti ini dan kamu bisa cerita ke aku Mir," kata Nadia.
"Gue kan udah bilang, gue cuma lagi capek, dan sampai hari juga, gue lagi gak ingin diganggu oleh siapapun, termasuk elo!" jawab Mirna ketus.
Mendengar perkataan dari Mirna, hati Nadia menjadi sedih, kenapa sikap sahabatnya menjadi seperti ini. Rasanya seperti ada sesuatu yang ditutup-tutupi darinya. Namun Nadia sendiri tidak tahu apa itu.
Sikap diantara Nadia dan Mirna menjadi canggung. Seakan-akan mereka berdua hanyalah orang asing yang baru saling kenal.
Nadia berusaha sebisa mungkin untuk mendekati Mirna. Ia mencoba mengajak bicara Mirna lagi dengan menceritakan masalah percintaannya dengan Ricky.
Mungkin dengan membicarakan tentang hal ini dapat menarik perhatian dari Mirna.
"Mirna, aku ingin curhat sama kamu. Kamu udah tau belum? kalau aku kemarin sudah ditembak Ricky Mir," ucap Nadia.
Mendengar cerita dari Nadia, Mirna yang selama ini memang merupakan sahabat karib Nadia, yang selalu berbagi dalam suka maupun duka, spontan saja langsung tertawa senang sambil memegang tangan Nadia dan berkata "iya Nad, gue tau, pasti elo sangat senang kan? sudah kuduga Ricky pasti suka sama ka-"
Belum sempat menyelesaikan perkataannya, Mirna baru menyadari bahwa sikapnya ini nanti akan berakibat buruk baginya.
Mirna sebenarnya tahu, di posisi lain, gerak-gerik nya selama ini, sedang diawasi oleh seseorang, yaitu Anggi.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan nantinya, Mirna punya ide untuk pindah tempat duduk. Mirna memutuskan untuk pindah duduk disebelahnya Andre, yaitu tempat duduknya Ricky.
Karena Ricky yang saat ini belum datang ia langsung saja duduk disana. Dengan ia pindah disana, ia bisa mendapatkan beberapa keuntungan.
Keuntungan pertama ia bisa menghindari mengobrol langsung dengan Nadia. Yang kedua, dengan cara ini ia bisa memberikan kesempatan modus tersembunyi kepada sahabatnya itu untuk bisa bersama-sama dengan Ricky.
Dilain pihak jika ia disalahkan oleh Anggi atau Rani, ia bisa berkelak, kalau ia sudah menjauhi, tidak berbicara dan tidak membela Nadia, jadi Rani tidak bisa menyalahkan dirinya.
Itu sudah sesuai dengan isi dalam surat perjanjian yang diberikan oleh Rani. Yang intinya Mirna tidak boleh berbicara dengan Nadia, tidak boleh membela Nadia, harus menjauhi dan tidak boleh dekat-dekat dengan Nadia lagi, juga tidak boleh ikut campur mengenai segala urusan yang menyangkut Nadia.
Karena Mirna pindah tempat duduk, Nadia semakin penasaran. Apakah Mirna benar-benar ingin menjauh dari dirinya, karena benci dan marah pada Nadia?
"Mirna, kenapa kamu pindah ke tempat duduknya Ricky? apa kamu tidak mau lagi berteman denganku? tolong beri aku penjelasan Mir?" tanya Nadia.
"Gue cuma pengen cari suasana baru, gue pengen lebih akrab lagi dengan Andre," jawab dingin Mirna.
Beberapa saat kemudian Ricky datang. Ricky merasa keheranan ketika melihat Mirna duduk di kursinya, dan bertanya, "lho kamu gak salah Mir, duduk di situ?"
Dengan segera Mirna menjawab pertanyaan dari Ricky tersebut, "enggak Ricky, aku lagi pengen duduk di sini, lagi pengen ngobrol-ngobrol sama Andre. Kamu duduk aja di kursi ku itu."
Karena sudah mendengar penjelasan dari Mirna, Ricky tentu menerimanya dengan senang hati, jika disuruh duduk di kursi Mirna. Karena secara otomatis, ia bisa duduk bersebelahan dengan Nadia.
"Thank's ya Mir, berkat kamu aku bisa duduk dekat dengan Nadia," ucap Ricky sambil tersenyum dan langsung duduk disebelah Nadia.
Mirna hanya membalas ucapan Ricky tadi dengan senyuman kecil, karena sesungguhnya, Mirna tidak tahu harus berkata apa kepada Ricky.
Jam pelajaran pertama pun dimulai. Nadia dan Ricky semangat sekali dalam mengikuti pembelajaran hari ini. Mereka berdua sangat menikmati saat-saat kebersamaannya dikelas.
Apalagi memang karena pada hari ini, sang pembuat onar, Rani belum bisa berangkat ke sekolah karena ia masih berlibur ke luar negeri.
Mungkin bagi Nadia, lebih baik Rani berlibur dalam waktu yang lama sekalian, biar hubungannya dengan Ricky tidak ada yang menganggu.
Disela-sela pembelajaran, Nadia menceritakan permasalahan yang ia hadapi dengan Mirna. Ia bercerita, kalau Mirna seakan-akan menjauhi dirinya. Namun Nadia tidak tahu apa pnyebabnya.
Ricky pun menanggapi cerita dari kekasihnya itu. Untuk sementara waktu, Ricky menyuruh Nadia untuk bersabar terlebih dulu. Ia akan memikirkan bagaimana caranya, agar ia dapat mengorek informasi tentang Mirna.
Nadia akhirnya menurut saja atas perkataan dari Ricky. Dan ia berdoa semoga Ricky bisa berhasil dan dapat memperbaiki kembali hubungan persahabatannya yang sudah retak dengan Mirna, agar bisa kembali seperti dulu.
...----------------...