Cupid I'M In Love

Cupid I'M In Love
Bab 11 Menjaga Jarak



Ketika malam tiba, waktu sudah menunjukkan pukul setengah 9 malam, Nadia masih saja sibuk mengerjakan tugas sekolah besok pagi.


ting ... ting ...Ting ...


Tiba-tiba terdengar nada notifikasi chat Wa di handphone Nadia.


Ia pun segera mengambil handphone yang ia letakkan di rak tengah meja belajarnya. Nadia segera mengecek siapa yang mengirim chat malam-malam begini.


Setelah dibuka ternyata itu ada chat WA dengan nama kontak Ricky Ganteng. Ya itu chat WA dari Ricky.


Jantung Nadia sontak langsung berdebar-debar. Akhirnya Nadia pun membaca chat WA tersebut, disana bertuliskan chat-chat ala-ala anak zaman sekarang.


"Assalamu'alaikum Nadia, kamu lagi ngapain? ganggu gak nih?" πŸ™πŸ™


"Wa'alaikumsalam, Ricky ... Aku lagi ngerjain tugas sekolah,"


"Kalau boleh tahu, ada perlu apa ya Rick?" 😢


"Emmm, gak ada apa2 oq Nad, cuma pengen tahu kabar kamu aja. Maaf ya Nad, kalau seandainya aku udah ganggu kamu?"


"Gak ganggu oq, ni juga udah mau selesai ngerjain tugasnya Rick," ☺️


"Oh kalau gak ganggu, berarti aku boleh dong WA kamu lagi? 😊😊 ada yang mau aku tanyain ke kamu?"


Nadia berhenti membalas chat dari Ricky, ia bingung kira-kira apa yang mau ditanyakan Ricky kepadanya? Nadia menggigit bibir bawahnya, karena merasa cemas.


Setelah berpikir beberapa saat akhirnya Nadia mulai membalas singkat chat dari Ricky tadi.


"Memang ada apa ya Rick?"


"Emmm ... pulang school tadi, kayaknya kamu terburu-buru Nad, emang ada apa Nad, kamu lagi ada masalah?" 😞


Nadia kembali berhenti beberapa saat, bagaimana dia harus menjawab pertanyaan dari Ricky ini.


"Sebaiknya aku harus menuliskan jawaban apa ini? agar Ricky tidak curiga, bukannya aku takut dengan Rani, tapi setidaknya aku tidak ingin membuat masalah baru nantinya" ucap Nadia lirih.


Kemudian Nadia mengetikkan,


"ah gak ada apa-apa oq Rick, aku tadi cuma ingin cepat-cepat pulang dan bisa ikut membantu ibu diwarung," jawab Nadia mencari-cari alasan.


"Apa benar begitu Nad?"


"Iya, beneran Ricky,"


"Oh Ricky, udah dulu ya, maaf bnget, πŸ™πŸ™ soalnya aku kebelet nih, jadi WA nya dilanjut besuk2 aja ya?" 😁


"Bye ... wassalamu'alaikum,"


Nadia mencoba menghindari Ricky, dengan segera ia mengakhiri obrolan di WA tersebut.


"Ok ... okey Nad, sampai bertemu besuk disekolah, bye ... wa'alaikumsalam," balas Ricky, yang sebenarnya merasa belum puas mendengar jawaban dari Nadia.


...


Keesokkan harinya ... Nadia dengan penuh semangat berangkat ke sekolah. Namun kali ini Nadia berangkat agak siangan, tidak seperti biasanya.


Karena Nadia berharap, ketika setibanya dikelas, sudah banyak teman-teman yang berdatangan, sehingga dapat meminimalisir dia bertemu dengan Ricky secara pribadi.


Supaya tidak menambah runyam masalah nya dengan Rani. Semalam Nadia sudah memutuskan akan menjaga jarak dengan Ricky dan semoga Ricky pun bisa mengerti dengan sikap nya itu.


Sesuai dugaan Nadia sesampainya dikelas sudah banyak teman-teman Nadia yang berdatangan. Beberapa diantaranya ada yang sedang sibuk menyontek untuk mengerjakan tugas sekolah, yang belum mereka kerjakan dirumah.


Ada beberapa yang hanya duduk-duduk dikelas, dan beberapa lagi yang sibuk lalu lalang keluar kelas.


Saat Nadia melangkahkan kakinya menuju tempat duduknya, terdapat sepasang mata yang sedang menatapnya. Bagaikan tatapan mata elang yang hendak menerkam mangsanya.


Namun Nadia tidak gentar dengan hal tersebut, selama ia tidak melakukan kesalahan ia tak akan pernah takut untuk menghadapinya.


Nadia pun tetap berjalan dengan tenang, disana sudah ada Mirna yang menunggunya sudah datang dari tadi. Ricky pun sama sudah tiba dikelas, beda beberapa menit lebih awal dari Nadia.


"Pagi Mirna," sapa Nadia.


"Pagiiii ... hari ini elo kok berangkat siangan, gak kayak biasanya?"


"Hehe, tadi aku bangun kesiangan Mir, jadinya ya gini, jam segini baru sampai," jawab Nadia yang sedang beralasan.


"Elo bisa bangun kesiangan juga Nad," ejek Mirna.


"Pagi Nad, baru sampai ya?" sapa Ricky.


Nadia hanya tersenyum tipis membalas sapaan dari Ricky itu.


Melihat sikap Nadia yang tidak ada tindakan yang berarti terhadap Ricky, Rani pun merasa senang.


"Sepertinya Nadia menuruti kata-kata ku kemarin. Memang sudah sepantasnya dia bersikap seperti itu, tahu diri juga dia," ungkap Rani puas dengan tersenyum sinis.


Pada hari ini, Nadia benar-benar menjaga jarak dengan Ricky. Seperti saat istirahat dikantin, Nadia berpura-pura tidak melihat keberadaan Ricky.


Padahal jelas-jelas Ricky tengah ada dikursi kayu sebelahnya, Nadia pura-pura sibuk membaca buku yang sengaja ia bawa ke kantin.


Sewaktu ada jam kosong, didalam kelas pun, Nadia pura-pura ngantuk berat, dan ingin memanfaatkan jam kosong itu dengan tidur. Kemudian saat pulang sekolah, Nadia minta ikut nebeng mobil Mirna. agar tidak ada kesempatan untuk bertemu dengan Ricky.


Selama beberapa hari Nadia bersikap menghindar seperti itu. dengan berbagai cara dan dengan berbagai macam alasan ia lakukan supaya dapat menghindar dari Ricky.


Karena situasi sudah dirasa sangat menguntungkan bagi Rani, ia pun mulai melakukan berbagai pendekatan terhadap Ricky.


Rani mulai mendekati Ricky sewaktu jam-jam kosong, berusaha mengajak Ricky mengobrol. Ketika ada pelajaran pun Rani selalu melirik Ricky dari posisi tempat duduknya dengan tatapan genit.


Pada saat dikantin pun Rani, mencoba menawarkan minuman atau makanan untuk Ricky, Rani berusaha untuk duduk mepet dengan Ricky.


Namun karena pendekatan-pendekatan yang dilakukan oleh Rani inilah, justru membuat Ricky semakin tak nyaman berada di dekat Rani yang terlalu agresif itu, ia merasa risih diperlakukan seperti itu.


Satu Minggu pun telah berlalu. Sikap Nadia kepada Ricky masih tetap sama, dia masih saja menjaga jarak dengan Ricky.


Hal ini mulai dirasakan oleh Ricky, dia tidak tahu kenapa akhir-akhir ini Nadia terus menghindari nya ketika ia hendak berbicara dengan Nadia. Ricky pun menanyakan hal tersebut kepada Mirna. Tapi Mirna sendiri pun tidak mengetahui apa-apa.


Ricky mencoba menyuruh Mirna untuk mencari tahu penyebabnya. Mirna pun berusaha menanyakan secara langsung kepada Nadia, tapi sayang, Nadia masih tidak mau memberi penjelasan apapun.


Nadia hanya berkata, bahwa tidak ada masalah apa-apa dan sikapnya terhadap Ricky pun biasa-biasa saja, dia tidak berusaha menghindar dari Ricky, mungkin hanya perasaan Ricky saja.


Bagi Ricky, sikap Nadia terhadap nya bukan sekedar sikap yang biasa-biasa saja. Ada sesuatu yang tidak wajar, mungkin Nadia sedang menutup-nutupi sesuatu hal, yang tidak ingin hal itu dapat diketahui oleh orang lain.


Karena cara-cara yang dilakukan oleh Ricky dan Mirna telah gagal untuk mencari tahu alasan perubahan sikap Nadia terhadap Ricky. Ricky pun mulai memutar otak, mencari cara lain.


"Sebaiknya aku harus melakukan apa ini, karena Nadia selalu menghindar dariku, padahal dengan teman-teman yang lain sepertinya tidak ada apa-apa. Cuma terhadap ku dia melakukan itu. Apa aku sudah melakukan kesalahan kepadanya, sehingga ia jadi sakit hati atau karena apa? kata Ricky dalam hati.


"Apa yang harus kulakukaaaann?" Ricky *******-***** kedua tangannya sambil berpikir.


"Jika aku bertanya langsung disekolah selalu gagal karena ia akan selalu menghindariku, maka sebaiknya, ku akan bertanya langsung kepada Nadia dirumahnya saja. Ya, aku diam-diam akan pergi ke rumah Nadia, jadi Nadia pasti takkan bisa mengelak dari ku lagi," ujar Ricky penuh percaya diri.


Ia tersenyum lega, karena cara ini pasti berhasil.


Ricky berencana nanti malam dia akan berkunjung kerumah Nadia. Sebelumnya Ricky sudah menanyakan jadwal keseharian Nadia kepada Mirna, dan pada akhirnya Ricky memilih untuk berkunjung kerumah Nadia pada malam hari.


Karena pada waktu-waktu ini, Nadia pasti sudah tidak ada kegiatan apa-apa dan keluarga Nadia pada malam hari pasti sudah berada dirumah semua.


Jadi Nadia pasti tidak akan bisa menghindar ketika ada tamu atau temannya yang datang berkunjung.


...----------------...