
Mobil Mirna pun berhenti di sebuah gallery butik yang ternama di Jakarta.. Tentunya butik ini masuk di dalam daftar butik desainer dalam negeri yang karyanya sudah terjamin kualitasnya. Bahkan ada beberapa karya rancangan desainer butik ini yang sudah sering dipamerkan di panggung busana Jakarta fashion week.
Memasuki ruangan butik tersebut, nadia terkagum-kagum dengan melihat beberapa deretan koleksi gaun-gaun yang cantik dan indah.. ditata, dan dipasangkan pada beberapa manekin juga.. didalam hati Nadia berkata, betapa bagusnya gaun-gaun itu, seandainya saja ia bisa mempunyai 1 saja,, dari beberapa koleksi gaun tersebut pasti ia sangat bersyukur dan senang bukan kepalang.. namun apalah daya, tangan tak sampai...
Lamunan dari Nadia itu langsung menghilang setelah Mirna memanggil-manggil namanya berulang-ulang kali.
"Nadia.. Nadia... Nadia.. kamu ngapain.. ayo cepetan kesini, ikut aku untuk bertemu dengan teman mama ku..." teriak Mirna yang kesal karena sedari tadi memanggil Nadia namun tak juga menyahut..
"eh iya Nad,, maaf aku g denger tadi.. hehe" jawab Nadia sambil senyum meringis.
Mirna menarik tangan Nadia untuk diajak masuk kedalam ruangan seperti kantor yang ada didalam butik tersebut..
Diruangan tersebut duduklah seorang wanita yang usianya sekitar 40an dia tampak anggun dan elegan. Mirna pun langsung menyapa wanita itu..
"Siang Tante Disty.." sapa Mirna ke wanita tersebut.
Wanita itu tersenyum dan membalas sapaan dari Mirna.. ia pun memeluk Mirna seraya berkata.. "hai cantik,, sekarang kamu udah gadis ya.. dulu mama kamu sering ajak kamu maen kerumah Tante,, tapi karena kesibukan Tante jadi mama kamu gak bisa ngajak kamu kerumah Tante,, sory ya sayang..."
Kemudian wanita itu mempersilahkan Mirna untuk duduk.. Karena saking antusiasnya wanita itu sampai lupa tentang keberadaan Nadia yang sedari tadi berdiri di samping meja.
"oh sorry.. kamu siapa,, maaf ya, Karena saking senangnya bertemu dengan Mirna Tante jadi gak sadar kalau ada kamu disini... kamu siapa teman Mirna yaa..??? tanya wanita itu kepada Nadia.
"iya Tante,, maaf perkenalkan nama saya Nadia.." jawab singkat Nadia
"iya Tante Disty, Nadia ini teman sekelas ku.. lebih tepatnya dia sahabat ku tan..." timpal Mirna..
"hai Nadia,, salam kenal dari Tante ya..."
"oh ya Mir, tadi pagi mama kamu telepon Tante, katanya kamu mau membeli beberapa koleksi baju Tante disini ya.., katanya untuk pergi ke acara pesta ulang tahun temen sekolahmu.. bener ya?? tanya Tante Disty.
"iya Tante rencananya untuk acara pesta nanti malam aku mau mengenakan salah satu koleksi gaun Tante... kira-kira ada gaun yang cocok gak Tan, untuk aku...??? kata Mirna
"ada dong... sebentar ya.. Tante suruh karyawan Tante ambilkan beberapa koleksi baju.. nanti kamu coba pakai.."
Tante Disty segera menyuruh karyawan-karyawannya untuk mengambilkan beberapa koleksi gaun rancangan terbaiknya. beberapa saat kemudian karyawan-karyawan itu datang dengan membawa kan beberapa koleksi gaun.. gaun-gaun yang diberada di gantungan baju itu sangat indah dan bagus.
Melihat gaun-gaun yang berjajar rapi itu. Mata Nadia nampak berbinar-binar, didalam hatinya ia sangat menyukai semua koleksi gaun-gaun tersebut.
"Betapa beruntungnya Mirna yang bisa membeli dan memiliki gaun-gaun sebagus itu,," gumam Nadia dalam hati.
Mirna kemudian mencoba mengenakan beberapa gaun yang sudah ia pilih.. dengan beberapa rekomendasi dan saran dari Tante Disty, Mirna pun akhirnya memutuskan untuk memilih gaun panjang belahan samping di atas lutut berwarna merah maroon dengan dada berbentuk v tanpa lengan.. sungguh sangat indah dan pas sekali sewaktu dikenakan oleh Mirna.
Setelah Mirna selesai mencoba gaun yang ia sukai itu, kemudian Mirna tersadar akan tujuan lainnya yang belum selesai.
Mirna kemudian mengatakan sesuatu kepada Tante Disty,
"Tante, aku juga ingin Tante memilihkan satu gaun yang cocok untuk sahabat yang satu ini.. Carikan gaun yang bagus ya Tan.. supaya sahabatku ini nanti dapat terlihat cantik... dan mangklingi.." kata Mirna sembari mendorong tubuh Nadia kehadapan Tante Disty.
"Eh apa-apaan ini Mir..??" Tanya Nadia kebingungan.
Mendengar perkataan dari Mirna tadi, Kemudian Tante Disty melihat kearah Nadia, melihat tubuh Nadia dari atas kebawah.. mungkin sedang berpikir, gaun seperti apa yang cocok dengan postur tubuh Nadia.
Tante Disty melihat-lihat koleksi gaunnya, dan kemudian mengambil satu buah gaun. Ia menyuruh Nadia mencoba mengenakan gaun tersebut diruang ganti.. setelah gaun itu dipakai.. Nadia pun keluar.
Tante Disty dan Mirna melihat seorang gadis yang tampak cantik sedang mengenakan gaun panjang berwarna soft mocca. Dengan model dada terbuka seperti kemben yang dimodifikasi dengan bentuk Sabrina. Dengan model seperti itu sangat cocok sekali dikenakan oleh Nadia, yang bertubuh langsing semampai (tidak tinggi juga tidak pendek), kulit leher, bahu dan dada bagian atas yang kuning Langsat dan mulus milik Nadia nampak terekspos dengan jelas ketika mengenakan gaun itu.. apalagi Nadia memiliki bentuk leher jenjang,, menambah aura kecantikan dari Nadia yang tersembunyi selama ini..
"Tuh kan Nad,, eLo sangat cocok sekali memakai gaun ini, Lo cantik banget Nad..!!" Puji Mirna..
"Tapi Mir, bagaimana aku bisa pakai gaun ini, ini kan gaun mahal.. mana mungkin akuuu....." Belum selesai Nadia meneruskan perkataannya, langsung disahut Mirna.
"Eh gak usah ngomong gitu.. udah aku bilang dari tadi elo diem aja.. semuanya biar gue yang atur..." Sahut Mirna.
Setelah menyelesaikan urusannya dengan Tante Disty mengenai kedua gaun tadi, mereka pun berpamitan. Mirna dan Nadia kembali memasuki mobil mereka. Pak Joko pun langsung tancap gas menuju ke lokasi selanjutnya..
Tujuan Mirna kali ini yaitu pergi ke toko sepatu. Setelah sampai Mirna langsung mengajak Nadia untuk memilih-milih sepatu pesta yang sesuai dengan kaki mereka. Mirna dan Nadia telah mendapatkan sepatu high heels yang dirasa serasi dengan gaun yang akan mereka kenakan nanti.
Disaat mereka akan pulang memasuki mobil.. Nadia berhenti sejenak dan berkata..
"Mirna, terimakasih ya atas semua ini.. berkat kamu aku bisa memiliki gaun dan sepatu yang bagus dan mahal ini. Entah bagaimana caranya aku bisa membalas Budi ini kepada mu.." ucap Nadia
"Nadia, kamu itu sahabat terbaikku.. jadi gak usah membahas masalah balas Budi atau apalah.. susah senang kita lalui bersama, ketika aku bisa dan mampu, aku akan berusaha memberikan yang terbaik untuk sahabat ku.. ini hanya sekedar barang yang bisa dibeli, tapi elo itu bisa memberi persahabatan yang tidak bisa untuk dibeli."
Nadia langsung memeluk tubuh Mirna erat-erat. Mereka saling berpelukan. Meluapkan rasa kegembiraan karena persahabatan. Mereka pun akhirnya pulang kerumah dengan rasa senang, Mirna mengantar Nadia sampai ke depan pagar.. sebelum Nadia masuk ke halaman rumahnya. Mirna memberikan sebuah bungkusan kepada Nadia.. dan menyuruh Nadia membukanya setelah masuk ke rumah nanti.. dengan alasan Mirna ingin cepet-cepet istirahat. Dan Mirna berpesan nanti ia akan menjemput Nadia lebih awal yakni pukul 18.00 wib setelah sholat magrib.
****
Saat ini waktu telah menunjukkan pukul 17.50 wib nadia sudah selesai sholat, dan sudah selesai mengenakan gaun dan sepatu yang dibelikan Mirna tadi. Kemudian Nadia teringat akan bungkusan yang diberikan Mirna, dari tadi Nadia belum sempat membuka bungkusan itu. Setelah dibuka, isi dari bungkusan itu adalah sebuah tas pesta kecil memanjang, yang mungkin hanya muat untuk menyimpan handphone dan beberapa lembar uang saja.
Sewaktu Nadia melihat isi tas tersebut ada kertas kecil, didalamnya ada tulisan yang berbunyi.. "Nadia, ini tas gue,, mau gue kasih ke elo... walaupun ini tas bekas, tapi tas ini cuma baru gue pake sekali doang Nad... masih mulus lus.. aku tau Lo gak punya tas yang bisa dipake kepesta.. so,, nanti dipake ya.. oke!!!"
Membaca tulisan itu membuat Nadia semakin kagum dengan sahabat nya itu,, walaupun ini tas bekas, tapi ini tas dari brand merek ternama, dengan harga yang mahal, kualitas nya masih bagus. Seandainya saja tas second ini dijualpun belum tentu Nadia mampu membelinya..
Akhirnya Nadia pun menyiapkan tas itu untuk ia bawa nanti.
Saat Nadia hendak membenahi riasan diwajahnya.. Mirna pun datang.. dan langsung mengajak Nadia untuk segera pergi kesuatu tempat terlebih dahulu sebelum datang kepesta ulang tahunnya Rani.
Mobil pun berhenti tepat di depan salon kecantikan.. Mirna memanggil Nadia untuk segera mengikutinya masuk ke dalam salon kecantikan tersebut...
"kita masuk kesini memang nya mau ngapain Mir??" tanya Nadia
"kita kesini mau didandani dulu supaya kita tampil cling diacara nanti Nad.." jawab Mirna.
Kemudian Mirna pun memanggil para crew salon kecantikan tersebut untuk segera me make over mereka berdua supaya tampak lebih cantik dan elegan..
...----------------...