
Setelah berbicara dengan Mirna ditelepon, hati Nadia menjadi lega. Rasa kekhawatiran dan kesedihan akan kehilangan seorang sahabat akhirnya telah sirna.
Nadia senang karena ternyata Mirna masih menganggapnya sahabat. Nadia berharap semoga konflik internal Mirna dan keluarganya segera dapat terselesaikan dengan baik.
Saat malam tiba, Nadia yang sudah selesai makan malam bersama keluarganya, kemudian dia pergi ke kamarnya untuk belajar dan mengerjakan tugas-tugas untuk mata pelajaran besok hari disekolah.
Selang beberapa saat, handphone Nadia berdering. Ternyata itu panggilan telepon dari Ricky. Nadia segera mengangkat telepon dari kekasihnya itu.
"Hallo, assalamu'alaikum Rick," sapa Nadia.
"Wa'alaikumsalam Nadia, kamu lagi sibuk apa nih?" tanya Ricky.
"Aku lagi ngerjain tugas sekolah buat besok, sedangkan kamu sudah ngerjain tugas ini belum?" Nadia balik bertanya.
Mendengar pertanyaan dari Nadia ini, Ricky malah cengar-cengir sendiri, lalu berkata, "hehe, aku belum ngerjain tugasnya. Mungkin ntar malam aku kebut, lagi males aku Nad, makanya aku telepon kamu biar semangat."
"Halah, alesan aja deh kayaknya. Emangnya mau disemangati kaya gimana sih?" tanya Nadia.
"Gak alesan koq Nad, memang aslinya gitu, sekarang-sekarang ini, rasanya aku selalu membutuhkan penyemangatku, yaitu kamu. Hari-hari ku rasanya sepi Nad, tanpa ada dirimu. Setidaknya bisa mendengar suaramu saja, sudah membuat hatiku tenang Nad," jawab Ricky.
"Iya, iya deh. Nah sekarang kan, kamu udah mendengar suaraku, jadi setelah telepon ini, kamu harus ngerjain tugas sekolahmu," kata Nadia.
"Oke, siap sayangku ... eh, mulai sekarang bolehkan aku memanggilmu sayang? sebagai nama panggilan kesayangan untukmu," ucap Ricky.
"Ih, nanti kalau didenger orang malah dianggap lebay gimana?" tanya Nadia.
"Gak lebay ah, itu cuma pikiran orang yang syirik aja. Emmmm, apa kamu maunya, panggilan sayang itu aku ucapkan ketika kita sedang tidak ada disekolahan? kalau gitu sih, aku setuju aja. Gimana mau ya sayangku? rayu Ricky.
"Ehmmmmm ... gimana ya? iya atau gak ya? okey deh, gitu juga boleh. Lah terus aku harus memanggil apa dong? apa tetap Ricky aja?" tanya Nadia.
"Kamu sebaiknya panggil aku dengan sebutan Beb. Kan, beb diambil dari kata baby, kayaknya lucu deh jika kamu memanggilku dengan sebutan tadi, he-he-he. Jadi, aku memanggilmu sayangku, sedangkan kamu memanggilku beb.
Nadia langsung tertawa kegelian mendengar perkataan dari Ricky itu. Dia merasa aneh jika harus memanggil dengan panggilan tersebut.
"Aku kok jadi ragu ya, untuk memanggil beb ke kamu rasanya gimana gitu, jadi geli sendiri. Apa gak ada panggilan yang lain, untuk kamu?" tanya Nadia.
"Masa sih? kan, panggilan beb kayaknya lucu tuh, tapi kalau kamu gak mau ya gak apa-apa. cari panggilan yang lain aja, enaknya apa ya?" kata Ricky, yang masih kebingungan memikirkan panggilan yang pas untuknya.
"Bagaimana kalau memanggil kamu Aa' Ricky aja. Panggilan sayang yang satu ini kan, cukup umum didengar oleh setiap orang, sehingga terdengar lebih halus, sopan dan tidak lebay jika didengar," saran Nadia.
Ricky terdiam sejenak, kemudian dia pun berkata, "boleh juga, lagi pula aku juga ada keturunan dari Jawa barat, jadi bisa lah, dijadikan panggilan kesayangan untukku. Oke sayangku, mulai malam ini, kamu panggil aku Aa' Ricky."
Nadia tersenyum mendengar perkataan Ricky. Mungkin beginilah rasanya orang yang baru dimabuk kepayang. Semua perkataan dari pasangan akan dirasa sangat indah dan menyenangkan.
Beberapa waktu Nadia teringat akan pembicaraannya dengan Mirna ditelepon tadi sore. Kemudian Nadia berencana akan memberi tahukan masalah yang tengah dihadapi oleh Mirna dan keluarganya.
Karena masalah ini jugalah yang menjadi penyebab retaknya hubungan persahabatan antara Nadia dan Mirna. Namun karena mempertimbangkan beberapa hal, Nadia mengurungkan niatnya itu.
Nadia hanya memberi tahukan kepada Ricky bahwa ia telah mengetahui penyebab retaknya hubungan persahabatannya dengan Mirna.
Dan ia sudah bisa memperbaiki kembali hubungan persahabatan dengan Mirna, walaupun masih secara terbatas. Nadia akan menceritakan lebih lengkapnya besuk. Dan Ricky pun menuruti perkataan dari Nadia itu.
Pembicaraan mereka lewat telepon ini kemudian diakhiri karena mereka harus mengerjakan tugas sekolah yang masih belum selesai. Ucapan selamat malam dan cinta mengakhiri obrolan ini.
"Aa', karena aku harus melanjutkan kembali pengerjaan tugas sekolah ini, dan kamu juga harus mengerjakannya juga, jadi sebaiknya ngobrol-ngobrolnya dilanjutkan besok disekolah aja ya?" tanya Nadia.
"Iya deh sayang, setelah ini aku akan mengerjakan tugas sekolahnya. Kamu gak usah khawatir, sampai ketemu besok disekolah ya, besuk pagi aku jemput kamu," kata Ricky.
"Jangan lupa, nanti setelah selesai ngerjain tugasnya langsung istirahat tidur dan nanti, mimpiin aku ya? have a nice dreams sayangku, i love you and good night," sambung Ricky.
"Oke, Have a nice dreams, i love you too so much, and good night Aa' Ricky, wassalamu'alaikum," balas Nadia mengakhiri telepon itu.
Ricky membalas jawaban salam dengan ucapan salam dan kecupan mesra lewat layar handphone-nya. Yang dianggap sebagai mewakili kehadiran dari Nadia.
Mereka berdua pun akhirnya segera menyelesaikan tugas sekolahnya, dan kemudian beristirahat. Sambil berharap malam ini cepat berlalu sehingga besok pagi mereka berdua bisa bertemu kembali.
...
Pagi hari pun tiba, sudah saatnya Nadia berangkat ke sekolah setelah menyelesaikan semua aktivitas dipagi harinya. Nadia menunggu kedatangan Ricky dirumah.
Beberapa menit kemudian, Nadia melihat seseorang yang mengendarai sepeda motor sport berwarna merah, yang memasuki halaman rumahnya. Orang tersebut pun menghentikan motornya itu tepat didepan Nadia.
Nadia tampak kebingungan siapa kah gerangan orang tersebut? Nadia tidak bisa mengenali orang tersebut karena ia memakai helm yang tertutup rapat dan mengenakan jaket kulit.
Dilihat dari postur tubuh, seragam celana dan orang tersebut membawa tas, berarti ia adalah anak SMA sekolahnya.
Orang itu pun segera membuka kaca helm nya, dan ternyata orang itu adalah Ricky. Hari ini Ricky datang menjemput tidak dengan mengendarai mobil seperti biasanya, melainkan menggunakan sepeda motor sport berwarna merah.
Nadia terperanga seakan tak percaya, dengan penampilan Ricky saat ini. Setelah diamati ternyata Ricky terlihat tampan, keren dan maskulin juga jika mengendarai sepeda motor. Nadia semakin terpesona oleh ketampanan kekasih hatinya itu.
Setelah membuka kaca helm nya, Ricky langsung menyapa Nadia dan berkata, "selamat pagi sayangku, udah lama nunggu aku ya, sorry hari ini aku jemput kamu pake motor. Aku pengen ngerasain rasanya boncengan berdua dengan pacar."
Melihat senyuman manis di wajah kekasihnya itu, Nadia hanya bisa tersipu malu, dan menundukkan kepalanya.
Ricky yang melihat itu langsung segera menarik tangan Nadia untuk segera berboncengan dengannya. Nadia langsung naik ke motor Ricky dengan duduk menghadap samping.
Ricky memberikan Nadia helm, yang sudah ia persiapkan dari rumahnya tadi. Nadia pun langsung memakai helm tersebut, dengan dibantu Ricky.
Setelah selesai semuanya, Ricky menyarankan Nadia untuk memegang erat pinggang Ricky agar tidak terjatuh. Dengan agak canggung dan malu-malu, Nadia menuruti perkataan Ricky.
Ricky tersenyum, kemudian ia langsung melajukan sepeda motornya itu dengan santai.
...----------------...