Cupid I'M In Love

Cupid I'M In Love
Bab 27 Suksesnya Kencan Pertama



Setelah menikmati hidangan yang telah disajikan sambil memposting foto-foto sebagai tanda memproklamirkan hubungan mereka disosial media, Ricky mengajak Nadia untuk berdansa.


Nadia sebenarnya sudah menolak ketika Ricky mengajaknya berdansa, karena Nadia tidak tahu caranya berdansa. Berulang kali Nadia menolak, berulang kali juga Ricky mengajaknya berdansa.


Akhirnya karena rayuan dari Ricky, Nadia pun menyetujuinya. Ricky akan mengajari Nadia perlahan-lahan untuk berdansa. Ricky menyuruh Nadia untuk mengikuti setiap arahan gerakannya.


Ricky juga berkata agar Nadia dapat mempercayai dirinya sebagai pasangan dansanya. Harus percaya diri, dan bergerak dengan anggun sesuai irama musik. 


"Bergeraklah mengikuti irama musik ini Nad, tidak perlu khawatir jika kamu tidak punya pengalaman berdansa. Biarkan musik yang memandu tubuhmu. Melangkahlah sesuai irama. Jangan terlalu memikirkan gerakan dansa, yang penting kamu senang dan menikmati dansa ini ku," ucap Ricky.


Perlahan-lahan Nadia pun mulai rileks, dia mulai bisa mengikuti alur gerakan Ricky. Dalam berdansa Ricky juga mengajak Nadia mengobrol, untuk memicu obrolan dua arah.


Ricky berusaha memancing obrolan, dengan Nadia, agar Nadia bisa lebih rileks dan menikmati dansa ini.


Alunan musik saxophone yang mendayu-dayu, mengiringi dansa mereka berdua. Membuat suasana menjadi semakin romantis dan semakin intens.


Ricky dan Nadia berdansa cukup lama. Ricky pun akhirnya mengajak Nadia untuk kembali duduk. Ricky menuangkan segelas minuman untuk Nadia. Disini Ricky memang benar-benar memberikan perhatian yang lebih untuk Nadia.


Acara kencan pertama mereka malam ini terbilang sukses, dan menjadi hari kencan pertama mereka yang terindah dan tidak terlupakan.


Karena waktu sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam. Ricky segera menyudahi acara pada malam hari ini. Karena Ricky ingin menepati janjinya kepada ibu Nadia.


Walaupun waktunya mungkin akan molor diperjalanan tapi setidaknya Ricky berusaha untuk tidak terlampau jauh jarak waktunya.


Kemudian Ricky segera berdiri dan menggandeng erat tangan Nadia, untuk kembali pulang ke rumah.


Tak lupa Nadia membawa seikat bunga mawar merah yang diberikan oleh Ricky tadi untuk dibawa pulang juga.


Didalam mobil Ricky tetap menggenggam tangan Nadia, kadang kala ia juga melepaskan genggaman tangannya itu untuk mengelus-elus rambut Nadia.


Jam sembilan lebih seperempat menit, akhirnya mobil yang mereka kendarai berhenti didepan rumah Nadia.


Namun kali ini Ricky dan Nadia tidak langsung segera keluar dari mobil. Rasanya mereka berdua enggan untuk saling berpisah dimalam ini.


Namun apalah daya, mereka berdua tetap harus mengakhiri perjalanan mereka berdua dimalam ini.


Sebelum Nadia keluar dari mobil, Ricky menarik tangan Nadia kearah nya, dalam waktu singkat, Ricky telah melayangkan kecupan mesra di kening Nadia.


Kecupan lembut dari bibir Ricky yang terasa hangat, seakan-akan tetap membekas di kening Nadia.


Saat dikecup, tubuh Nadia seperti mematung, terdiam. Jantung Nadia berdebar-debar, panas dingin dan keringat mulai bercucuran. Antara kaget dan bahagia, saat ini ia rasakan.


Setelah mengecup kening Nadia, Ricky tersenyum bahagia dan mengelus-elus rambut Nadia. Ricky pun berusaha membangunkan Nadia dari lamunannya itu.


"Nadia, Nadia, Nadia ... Apa kamu masih ingin disini terus, atau kamu masih ingin tambahan Kecupan lagi dariku?" gugah Ricky.


Ke Nadia sambil menggoda pujaan hatinya itu.


Nadia yang tersadar karena mendengar ocehan dari Ricky itu, segera memalingkan wajahnya. Ia sebenarnya tahu kalau Ricky mengetahui jika saat ini ia sedang grogi karena perlakuan Ricky terhadapnya.


Tapi tentu saja Nadia pura-pura saja tidak mengetahuinya. Karena ia malu sendiri.


Sebenarnya bukan itu alasan sesungguhnya Nadia menyuruh Ricky langsung pulang. Alasan sesungguhnya adalah karena Nadia masih merasa grogi dan malu, jadi ia tidak ingin Ricky mengetahui lebih lanjut betapa salah tingkahnya Nadia saat itu.


Mobil yang dikendarai Ricky pun pergi meninggalkan rumah Nadia dibalik keheningan malam.


Nadia malam ini mengetuk pintu rumah sambil menciumi seikat bunga mawar merah yang dibawanya. Ia tersenyum-senyum sendiri menatap bunga itu.


Betapa bahagianya acara malam ini. Kencan pertama Nadia ternyata berjalan lancar dan indah.


Memang acara kencan pertama mereka malam ini telah usai, tapi masih ada beberapa bagian yang tersisa dari kencan mereka itu, yakni kenangan-kenangan indah dihari ini, yang tak akan pernah bisa ia lupakan.


Memori kejadian hari ini, dan kecupan mesra dari Ricky tadi akan terus membekas di hati dan sanubari Nadia.


Malam pun semakin larut, Nadia yang saat ini sedang berbaring ditempat tidurnya, masih belum bisa memejamkan matanya. Nadia masih saja sibuk menatap handphone-nya.


Nadia masih sibuk membalas chat-chat WA dari sang tambatan hati, yaitu Ricky. Ricky mengirimkan foto-foto kebersamaan mereka berdua, sewaktu mereka berada di restoran tadi. Betapa serasi dan romantisnya mereka berdua di foto itu.


Dengan kiriman-kiriman foto itu, Nadia pun merasa tergugah untuk meng-upload beberapa foto terbaik mereka di status WhatsApp nya.


Selang beberapa menit ia meng-upload foto tersebut. Bermunculan lah chat-chat WhatsApp yang mengomentari foto Nadia.


Sebagian teman sekelas Nadia saat ini mendukung hubungan mereka berdua, dan setengahnya lagi berkomentar nyiyir mengenai hubungan mereka.


Nadia menceritakan beberapa chat-chat WhatsApp tersebut kepada Ricky. Ricky pun memberikan saran agar Nadia tidak perlu memperhatikan komentar-komentar tersebut.


Nadia bisa menerima dan membiarkan beberapa chat-chat nyinyir itu. Tapi ada satu chat yang tidak bisa diterima oleh Nadia, karena saking keterlaluannya.


Chat itu, berasal dari chat WhatsApp milik Rani. Didalam chat tersebut, Rani masih saja menyinggung-nyinggung mengenai status keluarga Nadia, dan masih saja mencaci maki Nadia yang dianggap sebagai seorang pelakor.


Yang paling menyakitkan, Rani mengata-ngatainya sebagai wanita murahan yang tidak tahu diri. Yang berani menjual harga diri untuk mendekati pria kaya seperti Ricky.


Betapa jahatnya Rani, yang tega berkomentar seperti itu. Nadia tidak mau membalas chat-chat dari Rani tersebut. Karena percuma saja ia menjelaskan di WhatsApp tanpa bertemu langsung.


Sampai jari-jemari Nadia patah sekalipun, pasti tetap tak akan bisa merubah pemikiran Rani, jika tidak bertemu langsung. Untuk saat ini Nadia hanya bisa menahan sesak di dada.


Untung saja Ricky selalu dapat menenangkan hatinya. Ricky menyuruh Nadia untuk tetap sabar, sampai saatnya Rani pulang ke Indonesia dan berangkat ke sekolah.


Ricky akan berusaha mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan antara mereka berdua dengan Rani.


...


Di lain tempat, Mirna yang tengah terbaring di kasurnya, iya melihat beberapa deretan foto milik Nadia.


Di dalam hati Mirna ia berkata, "selamat ya Nad, akhirnya kamu bisa bersatu dengan Ricky. Semoga hubunganmu diberi kelancaran kedepannya Nad. Aku sebagai sahabat karibmu, malah tidak bisa memberikan ucapan selamat secara langsung. Betapa pengecutnya aku ini Nad,"


Mirna merasa sedih, karena begitu pengecut dirinya itu, yang tidak bisa berani melawan Rani, hanya gara-gara takut aib keluarganya terbongkar. Sungguh Rani memang benar-benar orang yang licik, yang tega memanfaatkan segala cara untuk mencapai tujuannya.


...----------------...