
Saat ini, sudah memasuki jam istirahat pertama. Nadia yang masih berusaha untuk mendekati Mirna, tak bosan-bosannya mengajak Mirna untuk beristirahat di luar kelas atau pergi ke kantin.
Tapi semua tawaran itu ditolaknya, dengan alasan sudah membawa bekal dari rumah.
Mirna memang sudah mengantisipasi, dan telah mempersiapkan semuanya dari rumah. Karena ia tahu, kalau Nadia pasti akan selalu berusaha mendekatinya lagi.
Karena Mirna menolak ajakannya tersebut, akhirnya dengan berat hati Nadia pergi ke kantin hanya bersama Ricky.
Ricky sangat memahami perasaan kekasihnya itu. Ia pun mencoba menghibur Nadia, dengan berbagai cara.
Mulai dari menceritakan hal-hal lucu, sampai mengeluarkan jurus-jurus andalan rayuan mautnya. Untuk sesaat Nadia bisa menghilangkan rasa kekhawatiran kepada sahabatnya itu.
Nadia dan Ricky pergi ke kantin berdua. Saat berjalan, mereka menjadi pusat perhatian semua orang. Karena viralnya perubahan status jomblo Ricky sang idola para gadis, yang sekarang sudah berubah, karena mempunyai pasangan.
Mereka berdua menjadi trending topik di lingkungan sekolah. Bagi para siswa cewek, Nadia merupakan orang yang paling beruntung. Karena bisa mendapatkan cinta dan perhatian dari Ricky.
Merasa bahwa saat ini ia menjadi pusat perhatian semua orang dikantin, Nadia meminta Ricky untuk tidak lama-lama untuk berada dikantin, karena ia merasa tidak nyaman.
"Rick, sebaiknya setelah kita membeli makanan dan minuman ini, kita segera kembali ke kelas aja ya, aku agak kurang nyaman berada di sini," ucap Nadia.
"Emangnya kenapa, sih Nad? kan kita juga baru aja sampai, kita nikmati aja dulu makanan dan minuman ini dengan santai, ya sayang," jawab Ricky.
Karena dipanggil sayang oleh Ricky, wajah Nadia menjadi memerah. Namun ucapan Ricky itu tidak menjadi penghalang bagi Nadia untuk segera pergi kembali ke kelas.
"Pokoknya aku ingin kembali ke kelas aja, aku merasa gak nyaman disini, karena tatapan-tatapan mata itu yang sedari tadi melihat ke arah kita Rick. Mau ya, please ..." rengek Nadia ke Ricky.
"Iya deh, iya ... tapi aku mau habisin roti ini disini dulu ya, untuk minumnya bisa minum dikelas," kata Ricky sambil memakan roti yang tinggal sedikit akan habis.
Setelah Ricky menghabiskan rotinya, ia pun segera mengajak Nadia untuk meninggalkan kantin. Ricky sebenarnya ingin berlama-lama menikmati makanan dengan Nadia.
Namun karena Nadia sudah merengek minta ke kelas, ya apa boleh buat. Lagipula didalam kelas nanti, dia juga masih bisa duduk berdekatan dengan Nadia dikelas.
Setibanya di kelas Nadia langsung duduk di kursinya, dia juga menyempatkan diri untuk melihat sahabatnya Mirna. Namun Mirna saat ini sedang tidak ada ditempat duduknya. Mungkin ia sedang pergi ke toilet atau ke taman.
Sambil meminum jus yang ia beli tadi dikantin, Nadia menanyakan kembali tentang penanganan masalah Mirna. Saat ini Ricky belum bisa memberikan penjelasan apapun, karena ia belum bisa mencari informasi terkait Mirna.
Namun Ricky punya ide bagaimana agar ia bisa mendapatkan informasi terkait Mirna ini dengan mudah. Ricky meminta ijin ke Nadia sebentar untuk pergi ke toilet.
Di dalam toilet, Ricky mengambil handphone nya dan segera ia mulai menelpon seseorang yang ia kenal, mungkin itu adalah orang kepercayaan keluarganya.
Didalam percakapan telepon Ricky itu, menyebutkan, bahwa Ricky menyuruh orang tersebut untuk mencari informasi terkait Mirna dan keluarganya dalam jangka waktu beberapa bulan ini.
Ricky juga meminta kepada orang tersebut, untuk menyelesaikan tugas ini dengan cepat. Dan segera menghubunginya kembali jika orang tersebut sudah mendapatkan informasi-informasi penting mengenai Mirna dan keluarganya.
Setelah Ricky selesai menelpon, ia pun segera kembali ke dalam kelas. Ricky tinggal menunggu kabar saja dari orang kepercayaan nya itu.
Kegiatan pembelajaran sudah dimulai kembali, sampai akhirnya jam istirahat kedua pun tiba. Ricky mengecek kembali handphone nya, siapa tahu sudah ada kabar dari orang kepercayaannya.
Namun sampai saat ini masih belum ada notifikasi apa pun di handphone nya itu. Kemudian Ricky mengajak Nadia untuk pergi ke kantin bersama, tapi Nadia menolaknya. Karena ia ingin didalam kelas aja.
Setelah Ricky selesai membeli beberapa cemilan dan minuman untuk dirinya dan Nadia dimakan dikelas nantinya, handphone Ricky berdering. Setelah Ricky cek ternyata itu telpon dari orang kepercayaan Ricky.
Ricky segera mengangkat telepon itu, dan berkata, "hallo, gimana sudah dapat informasi tentang hal yang aku suruh tadi?"
Orang ditelpon itu pun mengatakan, kalau ia sudah mendapatkan beberapa informasi penting mengenai Mirna dan keluarganya dalam jangka waktu beberapa bulan ini. Dan informasi itu akan ia kirimkan lewat WhatsApp.
Kemudian Ricky segera membuka aplikasi WhatsApp nya, disana sudah masuk beberapa bukti chat, foto, rekaman audio maupun dokumen mengenai Mirna dan keluarganya.
Yang membuat Ricky terkejut, ternyata disana ada beberapa chat ancaman WhatsApp dari Rani. Akhirnya Ricky tahu, kalau sikap Mirna berubah kepada Nadia dikarenakan ancaman dari Rani.
Ancaman yang akan menyebarkan aib perselingkuhan ayah Mirna kepada semua orang. Dan dalam chat tersebut juga ada chat perjanjian antara Rani dan Mirna.
Orang kepercayaan Ricky juga mengirim foto/dokumen dari surat perjanjian itu juga. Ada foto-foto ayah Mirna dan selingkuhannya juga.
Melalui beberapa informasi-informasi tersebut, akhirnya Ricky sudah menemukan ide untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan dari Mirna, dan dapat memulihkan kembali hubungan persahabatan antara Nadia dan Mirna.
Sebelum Ricky masuk ke dalam kelas, Ricky mengirimkan chat WhatsApp ke Mirna, Ricky ingin bertemu dengan Mirna diperpustakaan. Dan Mirna pun menyetujuinya.
Akhirnya Ricky segera masuk ke dalam kelas dan memberikan cemilan dan minuman untuk Nadia. Namun Ricky juga bilang ke Nadia, kalau ia akan pergi ke basecamp basketnya sebentar, karena ada urusan mendadak dengan salah satu personil basket.
Nadia hanya mengangguk tanpa ada rasa curiga sedikitpun. Ricky bergegas keluar kelas. Sedangkan Mirna yang sejak istirahat tadi memang tidak ada dikelas, langsung segera pergi ke perpustakaan.
Sesampainya diperpustakaan, Ricky segera mencari Mirna. Akhirnya Ricky bertemu dengan Mirna disalah satu sudut perpustakaan.
Ricky pun mengajak Mirna untuk duduk dikursi perpustakaan, mereka duduk bersebelahan tapi dalam sekat meja yang berbeda-beda.
Mirna bertanya kepada Ricky, "Ricky, kamu ngajak aku ketemuan disini emangnya ada perlu apa?"
"Begini Mir, aku langsung to the point aja ya. Aku sudah tahu, penyebab alasan kamu yang menjauhi Nadia akhir-akhir ini," kata Ricky.
"Maksud kamu apa Ricky?" tanya Mirna, yang agak ketakutan.
"Aku tahu, kalau kamu menjauhi Nadia, itu karena kamu mendapat ancaman dari Rani, kan?" ucap Ricky.
"Ancaman apa sih Rick? kamu jangan asal bicara ya?" kata Mirna mencoba mengelak.
"Mirna, kamu gak usah takut. Aku sudah tahu semuanya. Aku tahu Rani mengancam kamu, menggunakan apa?" Ricky berhenti berkata sejenak.
"Aku tahu kalau Rani nanti akan menyebarkan perihal perselingkuhan ayahmu, kan ke semua orang? dan Rani memanfaatkan itu dengan membuat surat perjanjian untukmu, agar kamu menjauhi Nadia, dan lain sebagainya, yang berkaitan dengan Nadia!" jelas Ricky.
"Kamu tahu dari mana Ricky, masalah ini? apakah ada yang sudah cerita sama kamu? atau Rani yang menceritakan semuanya kepadamu?" tanya Mirna penasaran.
Ricky kemudian menjawab pertanyaan Mirna dengan tegas, "kamu tidak perlu tahu, dari siapa aku dapat mengetahui semua permasalahanmu ini. Yang terpenting disini adalah bagaimana caranya, supaya kamu bisa lepas dari ancaman Rani. Dan aku sudah menemukan caranya Mir-"
...----------------...