
Nadia dan Farrel sudah sampai di perpustakaan, merekapun segera menuju ruang rak-rak penyimpanan buku. Mereka mencari satu persatu buku literatur yang bisa dijadikan bahan buat mereka.
Buku-buku yang sekiranya terkait, kemudian dibawa ke meja tempat duduk mereka. Nadia dan Farrel membaca buku-buku itu dengan seksama. Butuh waktu yang cukup lama untuk mereka menemukan objek tanaman yang pas untuk mereka jadikan bahan penelitian.
Teman-teman sekelas mereka yang lain pun sama halnya, sedang sibuk mencari bahan buat penelitian. Nadia dan Farrel lama-lama semakin solid dalam mengerjakan tugas kali ini. Pada sebuah buku literatur Nadia menemukan tanaman lumut.
Setelah dibaca-baca berulang kali, Nadia merasa tanaman lumut ini sangat unik dan bisa dijadikan sebagai objek penelitian mereka, karena menurut keterangan yang Nadia baca, tumbuhan lumut terdiri dari sekumpulan tumbuhan kecil.
Tumbuhan ini menjadi pelopor sebelum akhirnya ada tumbuhan lain yang tumbuh di tempat tersebut. Walaupun ukurannya kecil, namun tumbuhan ini mampu membuat koloni dan mampu tumbuh menjangkau area yang sangat luas.
Tumbuhan ini memiliki peranan penting dalam ekosistem. Tumbuhan ini memiliki peranan dalam menyediakan oksigen untuk tumbuhan lain, mengingat tumbuhan lumut memiliki sifat sel yang menyerupai spons untuk menyerap air.
Tumbuhan ini selalu menjadi perintis untuk tumbuh di tempat yang tidak disukai tanaman pada umumnya. Tumbuhan lumut bisa kita jumpai di tempat-tempat lembab. Lumut yang halus dan juga licin kadang membuat kita terpeleset saat menginjaknya. Namun ternyata tumbuhan ini juga memiliki ragam manfaat.
Akhirnya Nadia mengusulkan tanaman ini kepada Farrel. Setelah mereka berunding. Farrelpun menyetujui untuk meneliti lebih lanjut tanaman lumut tersebut.
Setelah Nadia dan Farrel sudah memutuskan objek yang mereka teliti, sekarang saatnya untuk mereka lebih fokus lagi dalam mencari buku-buku literatur untuk dijadikan referensi bagi mereka nantinya.
Setelah mereka mencari-cari disemua rak buku yang ada di perpustakaan,ternyata hanya sedikit buku literatur yang membahas mengenai tumbuhan lumut ini. Jadi Farrel coba browsing di internet perpustakaan untuk mencari artikel dan judul-judul buku yang membahas mengenai tumbuhan lumut.
Kemudian Farrel menyimpan judul-judul buku tersebut untuk mereka cari nanti diperpustakaan lainnya diluar sekolah.
Farrel berkata, "Nad, gimana kalau kita cari buku-buku referensinya di perpustakaan lain nanti sepulang sekolah, kita bisa pergi ke perpustakaan umum yang dekat-dekat aja dulu. Siapa tahu kita bisa menemukannya. Bagaimana menurutmu?"
"Tapi waktu kita kan terbatas kalau sehabis pulang sekolah, jadi kita harus cari perpustakaan yang jam bukanya lebih panjang, supaya kita bisa mencari referensinya dengan enak dan santai gak grusa-grusu. Lagi pula, kalau hari ini nanti aku gak bisa, karena aku belum ijin sama orang tuaku, gimana kalau besuk saja, sehabis pulang sekolah, biar aku bisa bawa baju ganti juga sekalian," kata Nadia.
"Betul juga sih, ya deh besuk juga gak apa-apa. Tugas ini juga masih berlangsung selama 2 minggu, jadi kita masih punya banyak waktu untuk melakukan penelitian dan mengerjakan tugasnya. Aku juga nanti akan minta bantuan dari saudaraku, untuk mencari perpustakaan yang jam bukanya bisa sampai malam dan punya buku-buku yang lengkap," jawab Farrel.
"Sekarang kita baca aja dulu buku-buku yang ada ini, kemudian kita catat bagian yang penting-pentingnya. Untuk dijadikan tambahan penulisan kita nantinya," kata Nadia.
"Siap Bu bos, akan saya laksanakan, hehehe," jawab Farrel mengeledek.
"Eh, mulai lagi nih kelakuannya. Kumat deh, kumat deh, Awas ya kamu," ejek Nadia.
"Oh iya, kamu pergi sama aku besuk, kira-kira cowok kamu itu bakalan marah lagi gak? Nanti tahu-tahu rencananya gagal total deh, gara-gara cowok kamu yang posesif itu," tanya Farrel.
"Ah ya nggak lah, masa marah. Kita pergi kan bukan untuk hura-hura atau apalah. Kita pergi kan memang karena lagi mau ngerjain tugas. Aku rasa dia juga ngerti kok. Dia juga kan ada tugas sendiri dengan Rani. Kita sama-sama punya tanggung jawab masing-masing," jawab Nadia.
Dilain tempat saat ini, Ricky sedang bersama dengan Rani, masih berada di dalam kelas, Rani sedang membuka laptopnya untuk browsing internet, mencari bahan untuk tugas kelompok mereka. Sebenarnya Ricky merasa malas, tapi apa boleh buat, dia terpaksa harus mengerjakan tugas kelompok itu bersama Rani.
Rani berusaha mencari kesempatan untuk menarik perhatian dari Ricky. Ia berusaha mendekati Ricky dengan pura-pura menunjukan beberapa artikel yang ia temukan di laptopnya. Kemudian ia ambil-ambil kesempatan duduk lebih dekat dengan Ricky, dengan pura-pura bertanya, dan berbagai cara lainnya.
Ricky sebenarnya risih, tapi ya karena memang alasan dari Rani tepat jadi ia pun tidak bisa menolaknya. Didalam pikiran Ricky juga sebenarnya masih memikirkan Nadia. Entah apa saja yang sudah dilakukan oleh Nadia dan Farrel diperpustakaan. Berbagai pikiran dan kekhawatiran mulai bermunculan.
"Ricky kamu kenapa? Kok sepertinya lagi gak konsen ya? Apa kamu lagi gak enak badan atau mau aku belikan minuman untuk kamu minum, supaya kamu bisa lebih rileks?" tanya Rani.
"Oh, maaf gak kenapa-kenapa aku. Cuma agak pusing aja. nanti juga hilang dengan sendirinya," jawab Ricky asal.
"Kepalamu pusing ya? Aku antar kamu ke UKS aja gimana supaya kamu bisa diperiksa sama dokter. biar aku antar," kata Rani.
"Gak perlu, sebaiknya kita lanjutkan saja tugas kita ini, kita perbanyak untuk cari referensi-referensinya. Atau sebaiknya kita ke perpustakaan aja," pinta Ricky.
Rani sebenarnya menyadari kalau Ricky saat ini pasti sedang memikirkan Nadia. Dan alasan Ricky mengajaknta untuk pergi ke perpustakaan, agar dia bisa melihat dan mengawasi Nadia dan Farrel. Namun Rani tidak mau untuk pergi ke sana.
Rani ingin agar Ricky penasaran, kemudian timbullah pikiran yang tidak-tidak terhadap Nadia dan Farrel. Karena dengan cara ini pasti lebih mudah untuk meningkatkan kecemburuan dihati Ricky. Dan saat-saat seperti inilah Rani dapat dengan mudah untuk menyelusup diruang hati Ricky.
"Ricky, kita jangan pergi ke perpustakaan sekarang, karena kamu tahu sendiri kebanyakan teman sekelas kita tadi pergi kesana, pasti ramai disana dan kita malah tidak dapat berkonsentrasi nanti. Sebaiknya kita disini dulu,cari referensi di internet aja dulu. Nanti pada saat jam istirahat kedua atau sepulang sekolah kita bisa gantian pergi ke perpustakaan untuk mencari buku-bukunya," kata Rani.
"Ehmmmm, baiklah kalau itu maumu. Kita lanjutkan saja lagi browsing-browsing artikelnya," kata Ricky.
Rani tersenyum mendengar perkataan dari Ricky yang mau menuruti perkataannya itu. Rani merasa Tuhan benar-benar memberikan jalan seluas-luasnya kepadanya saat ini, untuk mendapatkan Ricky. Dan kesempatan yang berharga ini tak akan disia-siakan oleh Rani sedetikpun.
...----------------...