
Tidak lama kemudian, Ricky telah datang menjemput Nadia dengan mengendarai motor sportnya. Ricky menyuruh Nadia untuk segera mengenakan helm dan langsung naik berboncengan dengannya.
Didalam perjalanan Ricky dan Nadia sama-sama saling mengobrol. Bercerita tentang masa lalu masa-masa kecil mereka.
Tidak terasa mereka akhirnya telah sampai didepan rumah Nadia. Sebelum berpamitan Ricky bercerita kalau sore ini ia ada jadwal ektra basket. Jadi ia akan berangkat melakukan latihan.
Dan Ricky juga menawarkan kepada Nadia jikalau ia mau ikut menonton, Ricky akan menjemputnya nanti sore. Namun tawaran Ricky kali ini ditolak Nadia, karena Nadia merasa canggung jika harus ikut menonton disana. Ia merasa malu.
Ricky pun bilang bahwa Nadia tidak usah malu, lama-lama juga dia akan terbiasa dengan teman-teman tim basketnya. Tapi karena Nadia masih saja berkata belum berani, akhirnya Ricky pun menyerah.
Ricky pun akhirnya langsung berpamitan pulang kepada Nadia. Tak lama bayangan dan suara motor Ricky pun menghilang dari halaman depan rumahnya.
Nadia segera masuk kedalam rumah. Setelah mengganti pakaian dan sholat Nadia langsung makan siang di rumah. Setelah makan siang Nadia langsung bergegas untuk pergi ke warung, agar bisa ikut membantu ibunya.
Sebenarnya badan Nadia terasa lelah sekali. Namun ia tak mau membuat ibunya khawatir. Nadia tetap memaksakan diri kesana.
Setibanya di warung Nadia, segera ikut membantu ibunya. Di sela-sela menyelesaikan tugasnya nya itu, Nadia menyempatkan diri untuk membuka handphonenya, siapa tahu ada chat atau notifikasi yang masuk.
Setelah dibuka, ternyata memang ada beberapa notifikasi. Ada yang dari grup dan ada pula dari chat-chat pribadi.
Kemudian ia cek satu persatu. Ternyata disalah satu chat itu, ada chat dari Ricky, yang memberikan kabar bahwa saat ini ia sudah tiba dan istirahat dirumah. Dan pada pukul setengah empat nanti ia akan berangkat ekstra ke sekolah.
Ricky juga menanyakan kepada Nadia apa yang ia lakukan sekarang? Nadia akhirnya membalas chat tersebut.
Nadia akhirnya menjawab chat tersebut, memberitahukan kepada Ricky bahwa saat ini ia sedang membantu ibunya di warung makan.
"Aa', sekarang aku lagi membantu ibu diwarung, ini tugasku masih ada yang belum selesai, tapi aku sempatkan sebentar untuk membalas chatmu." jawab Nadia.
Nadia kemudian melanjutkan kembali membalas chat kepada Ricky, "oh ya, kalau kamu berangkat ekstra nanti, harap hati-hati dijalan, gak usah terburu-buru, yang penting selamat. Dan semoga latihan basketnya nanti berjalan dengan lancar, ya Aa'sayang, i Miss you."
Ricky pun membalas chat dari Nadia, "oke sayang, terima kasih doa dan supportnya ya, sayang. Met melanjutkan aktivitasnya lagi, dan jangan capek-capek lho ya? kalau kamu capek dibuat istirahat aja dulu, jangan dipaksain. I miss you too, sayang."
Membaca balasan chat dari Ricky ini, membuat Nadia tersenyum bahagia. Kemudian Nadia scroll lagi, dan ada chat yang belum ia baca. Chat itu dari nomor baru yang tak ia kenal.
Nadia merasa penasaran siapakah yang sudah mengirimkan chat ini, kemudian Nadia mulai membaca chat tersebut.
"Assalamualaikum, Hallo, bagaimana kabarmu? kamu lagi apa nih?" chat dari orang yang tidak dikenal.
Nadia pun heran, dia bertanya-tanya dalam hati siapakah orang ini? namun Nadia tidak langsung membalas chat tersebut. Ia berpikir akan membalas chat itu nanti setelah semua tugasnya selesai dikerjakan.
Hari sudah menunjukkan pukul 16.00 wib, Nadia bersiap-siap untuk pulang ke rumah terlebih dahulu, bersama salah satu adiknya. Karena pekerjaan dirumah pun belum diselesaikan, seperti menyapu dan mengepel.
Saat Nadia selesai mengerjakan semuanya, Nadia akhirnya dapat mengistirahatkan tubuhnya dengan duduk-duduk santai diruang tamu, sambil membaca buku novel. Saking asyiknya ia membaca buku novel, sampai-sampai ia pun lupa untuk membalas chat dari nomor baru yang tak dikenal itu.
Sampai saat ia selesai makan malam dengan keluarga, dan selesai sholat isya pun Nadia masih saja asyik melanjutkan membaca buku novel. kebetulan untuk jadwal sekolah besuk pagi tidak ada tugas atau PR, makanya waktu luang ini ia manfaatkan untuk membaca novel, Agar pikirannya kembali fresh lagi.
Handphone Nadia memang sengaja ia tinggal di kamar untuk di charger. Setelah dirasa waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, Nadia segera mengakhiri membaca buku novel tersebut dan berniat akan beristirahat.
Sebenarnya Nadia malam ini memang tidak berniat untuk membuka handphonenya, tapi ternyata ada suara notifikasi yang masuk beruntun.
Setelah dibuka, ternyata itu notifikasi chat dari Ricky dan dari nomer orang tak dikenal itu. Pertama-tama ia membuka chat dari Ricky dulu. Ricky mengirim chat itu sudah dari pukul tujuh malam.
Di chat tersebut Ricky mengucapkan selamat malam kepada Nadia dan malam ini Ricky tidak bisa menelepon Nadia, karena badannya sangat capek. Jadi malam ini Ricky ingin langsung cepat-cepat untuk beristirahat.
Nadia akhirnya membalas chat dari Ricky, ia meminta maaf karena baru sempat membalas chat dari Ricky, karena ia baru saja membuka handphonenya yang sedang ia charger.
Nadia mengucapkan selamat malam juga kepada Ricky, dan mengucapkan selamat beristirahat, dan bermimpi yang indah. Nadia juga berdoa semoga besok pagi badan Ricky dapat fit kembali.
Setelah Nadia selesai mengirimkan chat balasan untuk Ricky. Nadia kemudian kembali teringat akan chat dari nomor baru tersebut. Ia mulai membaca chat itu.
"Hallo, lagi ngapain nih? kok chat aku tadi siang gak dibalas, cuma dibaca aja? kenapa? apa kamu sakit ya? atau kamu sedang badmood?" chat orang tersebut.
Karena Nadia penasaran akhirnya Nadia mulai menanyakan kepada orang tersebut tentang siapa identitasnya?
"Maaf sebelumnya, kamu siapa ya? emang kamu kenal aku?" tanya Nadia.
"Masa kamu lupa sama aku? aku kan temanmu. Kamu kenal kok dengan aku. bahkan kita sudah sering bertemu," jawab orang yang tidak dikenal.
"Kamu temanku? kita sering ketemu? emang kamu siapa sih? kamu teman sekolah SMA aku ya? atau teman yang mana? jawab dong, jangan main umpet-umpetan kayak gini," kata Nadia.
"Iya, aku adalah temanmu, bahkan bisa dibilang aku ini adalah teman terdekatmu. Oh ya malam ini kamu lagi ngapain, kok belum istirahat. Apa kamu lagi gak bisa tidur? kalau kamu lagi gak bisa tidur, aku akan temani kamu ngobrol lewat chat malam ini, gimana?" tanya orang tersebut.
"Teman terdekat apanya, kalau memang kamu teman terdekatku pasti kamu sudah bilang dari tadi siapa namamu. Ah sudah ah, buang-buang waktu aja bicara sama orang yang gak mau jujur, mending aku tidur aja, males aku ngeladenin kamu!" balas Nadia yang terlihat sangat kesal.
Orang tidak dikenal tadi kemudian hanya membalas chat dari Nadia dengan emoticon senyum dan ia menyuruh Nadia untuk menyimpan nomor ini dengan memanggil namanya dengan panggilan Star White.
Si Star White ini menulis ucapan selamat tidur, selamat mimpi yang indah untuk Nadia, dan star White juga menuliskan harapan, agar semoga esok pagi ia dapat dipertemukan dan didekatkan lagi dengan Nadia.
Nadia tidak menggubris chat dari si star white tadi. ia masih kesal dengan orang yang tidak mau berkata jujur itu, akhirnya Nadia langsung merebahkan tubuh di tempat tidurnya dan beberapa saat kemudian ia pun sudah tertidur pulas.
...----------------...