
Dira tampak begitu mudah membaur dengan sepupu – sepupu Sandro, berkat bantuan Alice dengan mudahnya perempuan itu menjadi akrab dengan mereka semua. Bahkan sekarang mereka berempat tampak bercengkerama bersama, sementara Sandro dan kekasih Alice sedang berbincang – bincang seputaran kegiatan bisnis dalam usaha mereka masing – masing.
Hingga sampai pada akhirnya Dira menghentikan candaannya bersama saudara sepupu Sandro ketika dirinya melihat seorang perempuan cantik berjalan mendekati Sandro dan kekasih Alice. Perempuan itu sangat cantik, jelas terlihat ia berasal dari keluarga terpandang sepadan dengan keluarga Sandro.
(Amora)
(Source : Internet)
Dengan senyuman cantik yang tidak tanggal dari sudut bibirnya perempuan itu menjabat tangan Sandro seraya mencium kedua sisi pipi Sandro secara bergantian. Sesudahnya perempuan itu tampak menyalami kekasih Alice, mereka bertiga kemudian larut dalam pembicaraan yang sepertinya sangat menyenangkan diselingi dengan tawa yang sesekali merekah dari ketiganya.
Dari kursinya, Dira terlihat beberapa kali menatap tajam kearah Sandro seraya meremas – remas pinggiran roknya menahan kesal. Hati nya terasa terbakar api cemburu sesaat setelah melihat lelakinya dicium oleh perempuan lain.
“ Dira? Kamu kenapa? “ Ucap Alice seraya berbisik pada Dira.
“ Itu siapa Ibu Alice? “ Tanya Dira masih dengan wajah yang masam sembari menunjuk wanita yang berada didekat Sandro dengan dagunya.
“ Hah? Amora “ Jawab Alice kemudian.
“ Dia siapa? Amora? Kenapa tadi mencium pipi kak Sandro? “ Dira memandang wajah Alice dengan begitu cemas.
“ Itu mantan kekasih Kak Sandro “ Jawab Alice ringan seraya beberapa kali mencuri pandang ke arah wajah Dira yang terlihat sangat cemburu.
“ Yang dahulu kuliah bersama itu? Yang sama – sama tinggal di Singapura itu? “ Dengan nada sinisnya Dira melemparkan pertanyaan pada Alice.
“ Hahaha iya, kok kamu tahu Dir? “ Alice semakin dibuat tertawa dengan sikap Dira yang benar – benar terlihat begitu cemburu.
“ Hufff, iya tentu saja aku tahu “ Suara Dira terdengar pelan, ia semakin merasa cemburu terlebih perempuan itu tampak jauh lebih cantik jika dibandingkan dengan dirinya.
“ Sudah tidak usah cemburu, mereka sudah tidak memiliki hubungan apapun sekarang. Kak Sandro hanya mencintaimu “ Tukas Alice seraya menepuk pundak Dira pelan. Alice semakin tertawa melihat tingkah konyol Dira yang jelas – jelas cemburu namun tidak mau mengakui kecemburuannya itu.
“ Sshh siapa yang cemburu ?Aku tidak cemburu! “ Sergah Dira dengan kesal
“ Mungkin dia datang karena menemani orang tuanya yang kebetulan juga kolega bisnis Papa Hiskia “ Sambung Alice lagi. Kekasih Sandro itupun semakin memanyunkan bibirnya saat mendengar perkataan Alice baru saja.
Dira kemudian bangkit dari kursinya dan berjalan mengambil minuman pada buffet yang berada di sudut ruangan. Lalu ia kini menyeruput satu gelas jus jambu yang berada di tangannya dengan cepat dalam sekali teguk.
“ Menyebalkan “ Ucapnya seraya meletakkan gelasnya keatas meja dengan kasar.
Dira kembali meraih gelas minuman dari atas meja, sementara Alice semakin terkekeh melihat tingkah kekasih Sandro yang sedang dibakar rasa cemburu itu.
***
“ Halo sayang, apa yang sedang kamu lakukan? “ Sandro menepuk pundak Dira dengan pelan saat mendapati kekasihnya itu masih mematung didekat meja minuman.
“ Tidak ada, hanya malam ini terasa sangat panas sehingga aku banyak minum jus “ Tukas Dira dengan nada datarnya.
“ Aku sudah kenyang minum air “ Dira memasang wajah cemberut kemudian kembali duduk disebelah Alice yang tengah bercengkerama dengan kekasihnya yang sangat jarang ia temui karena mereka menjalani Long Distance Relationship.
“ Dira kenapa? “ Tanya Sandro tanpa suara, ia hanya menggerak – gerakkan bibirnya ketika Alice melemparkan pandangannya ke arah Sandro.
Sementara Alice hanya menggeleng pelan seraya menyunggingkan senyum kecil pada sudut bibirnnya pura – pura tidak tahu dengan apa yang terjadi. Padahal ia tahu betul bahwa Dira sedang terbakar cemburu karena meihat Amora yang memberikan kecupan singkat pada pipi Sandro.
“ Sayang, aku ingin menghirup udara segar sebentar. Apakah mau menemaniku? “ Tanya Sandro dengan sangat lembut pada kekasihnya.
“ Hmm, baiklah “ Dira mengiyakan dengan memberikan jawaban singkat kemudian ia bangkit dari kursinya.
Sandro menggapit pinggang wanita cantik itu mendekat kedalam pelukannya dan berjalan keluar dari ruang pesta. Mereka terlihat berdiri bersebelahan pada balkon diluar ballroom yang masih ramai dengan hingar bingar pesta.
Dira hanya berdiri dengan diamnya seraya mengedarkan pandangannya keangkasa menatap langit yang begitu terang bertaburan bintang. Sandro memandang dalam kearah wanita yang berada disampingnya itu, lelaki itu kemudian menarik Dira kedalam pelukannya.
“ Kamu kenapa sayang? “ Tanya Sandro dengan sangat lembut.
“ Kenapa memelukku? Kenapa tidak memeluk perempuan yang mencium mu tadi? Siapa namanya? Amora? Iya Amora! “ Kesal Dira sambil mendorong tubuh kekar Sandro, namun usahanya sia – sia. Pria itu semakin erat mendekap tubuh mungil Dira.
“ Hahaha, jadi kamu melihat aku dicium Amora? Maka nya kamu marah? “ Bukannya takut Dira marah, justru Sandro tertawa dengan senang.
“ Kenapa kamu tertawa? Kamu senang dicium perempuan itu?! “ Ucap Dira dengan nada bicara yang semakin cemburu.
“ Aku senang ternyata pacarku bisa cemburu “ Sandro semakin erat memeluk Dira kemudian mengecup puncak kepala perempuan cantik itu.
“ Aku tidak cemburu! “ Dira memukul pelan dada bidang Sandro, laki – laki itu kemudian mengendurkan pelukannya.
“ I love you Oceana Veddira, aku sangat senang melihat mu seperti ini. Sejauh ini aku masih agak meragu dengan perasaanmu, tetapi malam ini aku tahu bahwa ada aku dihatimu “ Ucap Sandro dengan mata berkaca – kaca.
“ Ingatlah aku dan Amora hanya berteman, memang kami memiliki hubungan dimasa lalu tetapi itu tidak penting sayang. Yang terpenting bagiku adalah saat ini aku bersamamu dan masa depan yang akan kita lalui bersama “ Sandro mengecup kening kekasihnya yang masih terdiam mendengar ucapan Sandro yang terasa manis.
“ Tapi ciuman itu?! “ Ungkit Dira tiba – tiba ditengah – tengah malam romantis mereka.
“ Sayang, kami sudah lama tinggal diluar negeri itu sapaan yang sangat lazim “ Ucap Sandro sambil menatap lekat kearah kekasihnya.
“ Tapi aku tetap tidak suka “ Dira masih tampak kesal dengan kejadian tadi didalam ballroom.
“ Baiklah aku tidak akan melakukannya lagi, maafkan aku sayang sudah membuatmu marah “ Tukas Sandro seraya mengusap pipi kekasihnya dengan lembut.
“ Janji ya? “ Dira memastikan lagi.
“ Iya sayang janji? “ Jawab Sandro kemudian.
Pria berbadan tinggi tegap itu kemudian menyapu bibir Dira yang merona dengan bibirnya yang terlihat sangat lembab. Keduanya berpagut dalam ciuman lembut yang semakin menyemarakkan malam mereka yang begitu romantis. Dibawah terang rembulan, kecupan – kecupan lembut terus Sandro daratkan dibibir tipis kekasihnya itu.
“ Aku sangat mencintai mu sayang “ Bisik Dira setelah usai memadu cinta mereka melalui sentuhan lembut pada bibir kekasihnya.