CRUSHED BY CEO

CRUSHED BY CEO
KEJUTAN SAHABAT



    Pukul sepuluh lebih lima menit ketika hujan terlihat turun dengan cukup derasnya, mobil Sandro kembali terparkir dihalaman rumah tinggal. Dengan sigap Pak Eko berlari dari pos satpam sambil menenteng payung bermotif bunga – bunga mendekat ke arah mobil.


    Sandro segera membuka pintu mobil dan meraih uluran payung dari tangan laki – laki berseragam putih itu. Sesudahnya, Sandro berlari kecil mendekati pintu samping tempat Dira masih terduduk disana.


    Lelaki itu kemudian membuka pintu mobil dan membantu kekasihnya itu turun dari sana, Dira tampak memegangi tangan Sandro dan buket bunga pada sebelah tangannya. Keduanya kemudian berjalan dengan pelan dibawah naungan payung yang berada pada sebelah tangan kanan Sandro, sementara tangan kirinya tampak menggapit pinggang Dira supaya perempuan itu tetap menempel padanya dan terlindung dari derasnya hujan yang turun.


    Keduanya dibuat terkejut saat masuk kedalam ruang tamu yang terlihat sangat gelap tanpa pancaran cahaya sedikitpun. Ruangan yang biasanya terang benderang kini benar – benar tidak bercahaya, tangan Sandro kini meraba – raba dinding berusaha menemukan saklar.


    “ Kok gelap banget, apa Pak Jaka sudah tidur ya sayang? “ Ucap Sandro pada Dira yang masih memegangi pergelangan tangannya.


    “ Sepertinya iya Kak. Tapi biasanya Pak Jaka nggak mematikan lampu kalau salah satu diantara kita belum pulang “ Jawab Dira kemudian.


    Klik!


    “ Surprise! “ Tiba – tiba suara Axel dan Edgar terdengar tepat pada saat lampu ruang tamu menyala dengan terang, membuat Sandro dan Dira terperanjat kaget.


    Cepat – cepat Dira mengibaskan genggaman tangannya pada pergelangan tangan Sandro kekasihnya, Dira juga terlihat menjauhkan dirinya dari pria tampan yang kini wajahnya sangat bingung dan kaget dengan kehadiran dua pria yang tidak lain adalah sahabat Dira.


    Ruang tamu yang biasanya sangat rapi hanya terisi oleh furniture minimalis kini terlihat begitu meriah dengan berbagai macam hiasan pesta yang menempel di dinding. Juga dengan balon berwarna – warni yang berserakan dilantai, tidak luput kue ulang tahun yang terlihat begitu manis disusun diatas meja.


    “ Happy birthday Oceana Veddira! Ayo kesini, tiup lilin “  Axel dengan sangat antusias menarik tangan Dira yang masih berdiri mematung. Wanita itu tertegun dengan kejutan yang diberikan oleh kedua sahabatnya itu.


    “ Hmm? Loh Pak Sandro? “ Edgar kini terlihat baru menyadari bahwa pria yang datang bersama Dira adalah atasan mereka.


    “ Haha iya saya “  Sandro setengah terpaksa tertawa menanggapi perkataan Edgar.


    “ Maaf Pak, hari ini Dira sedang berulang tahun jadi kami memberikan kejutan “ Ucap Edgar memohon maaf karena ia menyadari perubahan raut wajah Sandro dan nada bicara laki – laki itu yang terdengar tidak bersahabat.


    “ Oke, silahkan dilanjutkan. Saya naik dahulu “ Jawab Sandro dengan acuh tak acuh kemudian meninggalkan ketiga orang itu di ruang tamu.


    Dira memandang Sandro yang kini sudah menapakkan kakinya menuju lantai dua, ada perasaan bersalah meliputi hati Dira. Ia menyadari bahwa Sandro telihat kurang suka karena kehadiran sahabatnya yang memberikan kejutan ulang tahun pada dirinya.


    Axel kemudian menyalakan lilin yang sudah dipasang diatas kue ulang tahun, ia kemudian meminta Edgar agar mendekatkkan kue tersebut tepat didepan Dira.


    “ Make a wish  dulu Dir “ Ucap Axel dan Edgar secara bersamaan. Dira terlihat memejamkan matanya sekilas dan tampak ia sedang memanjatkan sebait doa pada yang kuasa.


    “ Terima kasih guys aku sangat terharu “ Ucap Dira setelah kembali membuka matanya dan kemudian meniup lilin pada kue ulang tahunnya.


    “ Ya ampun aku nggak menyangka kalian ingat hari ulang tahunku “ Ujar Dira seraya menarik satu potong paha ayam krispi dari dalam kotak makanan tersebut.


    “ Ck! Kamu ini meremehkan kami sekali Dira, bagaimana kami bisa lupa dengan hari ulang tahun mu? Hmmm?! “ Axel bedecak kesal seraya membuka satu kaleng beer dihadapannya.


    “ Lalu bagaimana kalian bisa menyiapkan hal seperti ini? “  Dira mengedarkan pandangannya sambil terkagum dengan dekorasi ruang tamu yang sangat meriah.


    “ Hahaha, kami ini pria – pria romantis dan penuh inisatif Dira jadi apapun bisa kami lakukan asal sahabat kita senang “ Kelakar Edgar sambil beranjak dari kursi yang sudah ia tempati.


    “ by the way, thank you so much ya teman – teman. Aku sangat beruntung bisa memiliki kalian “ Dengan berkaca – kaca Dira merangkul leher Axel yang masih duduk tepat disampingnya.


    “ Kita juga bahagia memiliki teman seperti mu Dira, maka nya kami buatkan hal seperti ini hanya untuk mu. Bahkan kami belum tentu akan melakukannya saat pacar kami yang berulang tahun “ Tukas Edgar lagi.


    “ Hehehe, sekali lagi terima kasih ya Mas Edgar dan Axel “ Sambung Dira tanpa melepaskan pandangan matanya pada kedua sahabatnya itu.


    “ Sama – sama Dira, oh iya sebentar aku panggil Pak Eko sama Pak Jaka dahulu ya. Supaya mereka ikut kita makan, mereka juga yang bantuin kita tadi “ Sambung Edgar sambil berjalan menuju tempat istirahat Pak Jaka dan menghampiri Pak Eko di pos jaga.


    ***


    “ Ayo Pak ikut makan, tapi jangan minum beernya ya kalian masih standby jaga kan “ Seloroh Axel saat kedua orang yang bekerja dirumah itu ikut masuk kedalam ruang tamu.


    “ Selamat ulang tahun ya Mbak Dira “ Pak Jaka mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Dira sekilas, begitu juga dengan Pak Eko yang melakukan hal sama seperti Pak Jaka.


    “ Ayo Pak makan yang banyak, mumpung kita di traktir makan sama Axel sama Mas Edgar “ Ucap Dira sambil menyodorkan potongan kue ulang tahunnya pada kedua orang itu.


    Axel, Edgar dan Dira terlihat begitu membaur bersama Pak Jaka dan Pak Eko, orang – orang yang terkadang tidak begitu dianggap karena posisi mereka yang dinilai sangat remeh dan bahkan cenderung diabaikan oleh banyak orang. Tetapi ketiga pemuda itu justru merangkul orang – orang yang kurang diperhatikan oleh orang lain pada umumnya.


    “ Terima kasih ya Mas Axel, Mas Edgar dan Mbak Dira saya makan sampai kenyang. Sekarang saya kembali ke pos dulu ya, Pak Bos kadang melihat – lihat dari balkon soalnya. Jadi tidak enak kalau meninggalkan pos terlalu lama “ Kata Pak Eko sambil beranjak dari duduknya.


    “ Iya Pak, tidak apa – apa silahkan Pak “ Ujar Dira mengiyakan Pak Eko.


    Tidak lama berselang setelah Pak Eko meninggalkan ruang tamu, Pak Jaka juga turut meninggalkan kumpulan tiga orang muda – mudi yang masih menghabiskan malam mereka sembari menemani Dira menikmati hari ulang tahunnya.


    “ Hmm, ngomong – ngomong kamu sama Pak Sandro habis pergi kemana Dir? Kamu rapi banget malam ini, terus ini juga pakai bawa bouquet bunga? Dari siapa? “ Edgar kini tampak mencecar Dira dengan banyak pertanyaan yang sebenarnya sudah ia pendam sejak kedatangan Dira tadi.


    Wajah Dira kini memerah, seperti nya ia sudah tertangkap basah oleh kedua sahabatnya itu.